
Nada tidak menyangka bahwa suaminya sudah menikah diam-diam dengan pelakor tersebut, ternyata suaminya mendua dan kali ini Nada mengambil keputusan untuk bercerai dengan suaminya.
"Kali ini aku tidak bisa memaafkan suami aku Reno! Dia sudah berkhianat kepadaku."Ujar Nada sedih dalam hati menderita batin sebenarnya.
"Nad, kamu jangan pikirin nanti bawahan kamu stres mikirin semua, bagus kalau sudah ada keputusan yang tepat selesaikan dengan baik-baik Nad." Kata Reno menyuruh Nada untuk menyelesaikan baik-baik.
Selama 13 tahun menikah ternyata tidak ada kebahagiaan dalam rumah tangga mereka tersebut, bahkan Nada selalu berurai air mata mengingat suaminya selalu cuek dan pulang larut malam.
Awal menikah pun Nada selalu menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, bahkan saat hamil Ardian pun Nada harus bekerja keras demi menafkahi ketiga buah hatinya pada waktu itu dan pada saat itu suaminya malas bekerja hingga membuat Nada tidak bisa berucap apa-apa lagi.
"Aku capek Reno kalau bukan karena anak, aku tidak akan kuat! Aku bisa gila dan bunuh diri Reno." Ujar Nada sudah merasa capek untuk hidup.
"Nada kamu ini ngomong apa sih! Jangan berpikiran seperti itu kamu sudah gila." Jawab Reno dengan marah.
..."Aku memang sudah sangat gila Reno! Tidak tahu aku bercerita sama siapa? Selain sama kamu Reno, bahkan seseorang yang aku sebut suami pun tidak bisa menjadi teman curhat dan bercerita." Tangis Nada membanjiri pipinya tersebut....
"Nad. Setiap orang pasti akan mendapatkan ujian dalam menjalani hidup, bahkan ujian setiap orang itu beda-beda Nad, cuman masalahnya di pribadi kita sanggup tidak kita menghadapi cobaan itu dan mental setiap orang beda-beda. Aku yakin kamu pasti bisa Nada jangan menyerah jalan masih panjang dan anak-anak masih kecil." Dokter Reno memberikan sebuah nasehat.
Dokter Reno memberikan nasehat agar Nada tidak patah semangat dalam menjalani hidup sekarang ini, dalam benak hati Dokter Reno memang kasihan melihat mantan kekasih seperti ini seperti kehilangan arah dalam hidupnya tersebut.
"Aku capek Reno! Aku capek dalam menjalani hidup ini tidak mau mengatakan apa lagi tentang hidup ini." Tangis Nada merasa lelah.
"Nadddddddd sudah aku bilang jangan mengeluh seperti ini kamu harus kuat dong masa Nada yang aku kenal menjadi pesimis seperti ini." Kata Reno.
"Baiklah aku akan semangat dalam menjalani hidup ini Reno." Jawab Nada sambil bersandar di bahu suaminya tersebut.
"Nah gitu dong Nada yang aku kenal harus kuat dalam menjalani hidup." Reno membelai rambut Nada.
Nada mencurahkan hatinya sepuasnya, di hadapan Dokter Reno tersebut hingga Reno harus mengantar Nada pulang, karena Nada harus di papah karena sudah tidak kuat lagi untuk berdiri.
__ADS_1
"Bisa. Sini aku bantu." Ucap Reno saat melihat Nada tidak sanggup berdiri.
Nada langsung di antar pulang oleh Reno, sesampai di ruko tempat mereka tinggal tersebut anaknya Zion melihat Mamanya di antar oleh pria yang sudah sering Zion lihat mengantar Mamanya.
Dalam hati Zion kedua orangtuanya kini sudah berubah, serta tidak ada waktu untuk anak-anaknya tersebut dalam hati Zion menangis dan tidak kuat harus melihat kedua orangtuanya tersebut sudah tidak satu prinsip dan pendirian lagi.
Papa sering pulang larut malam sedangkan Mama sering di antar oleh cowok yang merupakan mantan kekasih Mamanya tersebut, bahkan kini Zion merasakan seperti anak broken home yang tidak mendapat kasih sayang kedua orangtuanya.
Sesampai di rumah Nada langsung bertanya kepada anaknya, kemana Papanya ada yang ingin di bicarakan oleh Nada pada suaminya tersebut untuk menyelesaikan masalah perselingkuhan tersebut secara baik-baik.
Nada langsung menemui Tian di kamar yang sedang membaca buku tersebut, saat melihat pintu di buka oleh Istrinya tersebut Tian langsung bertanya kemana istrinya pergi mengapa baru pulang, dari pagi sampai sore tidak ada di rumah.
"Kemana kamu?" Tanya Tian kepada Nada.
"Kita ceraiiiiiii." Nada langsung tutup poin.
Tian yang mendengar kata cerai langsung terbengong dan tidak percaya, istrinya mengucapkan kata cerai kepadanya dalam kondisi Tian masih cinta kepada istrinya tersebut.
"Kita ceraiiiiii." Jawab Nada kepada Tian.
"Alasan kamu menceraikan aku apa?" Tanya Tian kepada Nada.
"Kamu telah menikah diam-diam kan dengan si pelakor?" Nada menjelaskan.
"Maksud kamu apa? Aku tidak ada menikah diam-diam." Jawab Tian mulai was-was.
"Kamu tidak ada menikah! Kamu tengok ini foto siapa?" Nada menunjukan sebuah foto di mana Seli sedang usg di rumah sakit milik Reno.
Tian menjadi panik, menjadi geram dan menurutnya bahwa Reno telah memberi tahu kepada Istrinya bahwa Tian telah mempunyai istri simpanan selama ini.
__ADS_1
"Kamu pasti mempunyai Istri simpanan dan kamu balik lagi dengan si pelakor itu." Nada menangis di hadapan suaminya sambil menunjukan bukti.
"Nad. Maafkan aku." Reno langsung berlutut di hadapan istrinya tersebut.
"Tega kamu Tian membohongi aku! Kamu tega membohongi aku." Memukuli bahu suaminya tersebut.
"Nad. Aku bisa jelaskan sama kamu." Ujar Tian kepada Nada.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan! Sekarang sudah capek banget aku dan waktunya sekarang kita bercerai." Nada sudah tidak sanggup lagi.
"Nad,berikan aku kesempatan sekali lagi." Tian memohon kepada Nada.
"Kesempatan kamu bilang? Sudah tidak ada kesempatan lagi dengan kamu saatnya kita cerai sekarang." Nada sudah mengambil keputusan untuk cerai.
"Naddddd.Tolonglah." Tian langsung memeluk Nada tersebut.
"Bagaimana aku memberikan kesempatan sudah berulang kali, namun aku sudah merasa capek dan benar-benar sudah mengambil keputusan untuk sekarang ini."Kata Nada kepada suaminya tersebut.
Nada sudah benar-benar mengambil keputusan dan siap untuk menceraikan suaminya tersebut, tidak ada lagi yang perlu di pertahankan dengan Tian hanya memunculkan rasa sakit hati saja untuk sekarang ini.
"Nad jangan pergi."Ucap Tian kepada Nada.
Nada tetap tidak mendengarkan suami, membawa keempat anaknya pergi dan menyelesaikan semua dengan baik-baik namun tidak balik lagi kepada suaminya tersebut.
"Besok aku akan urus perceraian kita! Jadi jangan kuatir jika kamu tidak mau menceraikan aku biar aku yang mengambil keputusan untuk cerai." Kata Nada sudah bulat untuk bercerai.
"Kamu gila iya Nad, bisa-bisanya kamu mengambil keputusan seperti ini untuk cerai sama aku." Ucap Tian kepada Nada.
"Sudahlah kamu urus saja diri kamu dan aku sudah tidak peduli lagi dengan semua yang menjadi urusan kamu sekarang." Kata Nada merasa capek dan tidak kuat lagi.
__ADS_1
"Nad, kamu sudah tidak kuat lagi menjalani hidup berumah tangga dengan aku sekarang coba kamu katakan Nad." Ujar Tian.