
Semenjak Bela datang dalam kehidupan mereka, pria yang kini menjadi suaminya tersebut jarang datang kerumah lagi semenjak perceraiannya juga dengan istrinya Nada.
"Dasar perempuan sialan kamu! Mengapa coba pakai curhat segala kepada Dokter Reno yang menangani kamu."Tian tiba-tiba datang kerumah Seli mengobrak pintu rumah Seli.
Seli terkejut ketika pria itu memakinya di rumah sendiri, saat anaknya sedang sakit namun Tian masih sanggup memakinya dengan suara lantang.
"Hy ada apa? Mengapa apa yang terjadi? Sayang tolong ceritakan semua karena apa yang terjadi."Kata Seli bertanya kepada suaminya tersebut.
Tian langsung menampar Seli sebagai istri kedua tidak berhak untuk berbicara seperti itu kepada orang lain, menurut Tian merasa sangat kurang hajar jika bukan istri sah membongkar segala aib tentang Tian.
"Diam kamu! Jangan banyak bicara! Kamu itu hanya sebagai istri kedua dan tidak berhak untuk banyak ikut campur."Suara lantang Tian.
"Maksud kamu sayang?"
"Kamu pakai cerita segala! Kamu tahu tidak bahwa Dokter Reno adalah mantan pacar dari istriku."Kata Tian dengan wajah geramnya.
"Maksudnya Reno mantan pacarnya istri kamu." Seli menggelengkan kepala.
Tidak di sangka Seli berbicara kepada orang yang salah, ternyata adalah mantan pacar dari Istri suaminya tersebut yang sangat Seli benci selama ini.
"Kenapa? Kenapa harus Nada yang selalu mendapatkan kebahagian ini."Seli menangis.
"Bagaimana kamu mau mendapatkan kebahagiaan, sedangkan kamu mengambil kebahagiaan orang lain dengan cara merebut suami orang."Kata Tian.
"Hy ingat Tian saat itu kamu juga yang mengajakku menikah sayang! Aku juga tidak mau hubungan kita cuman sebatas sembunyi dan kamar." Kata Seli sambil menangis merasa sangat tidak di cintai oleh suaminya tersebut.
"Aku mengajak kamu menikah itu semua karena paksaan dari kamu, coba kamu pada waktu itu tidak memaksaku untuk menikah mungkin aku tidak akan menikah dengan kamu."Suara Tian mulai keras.
Seli memegang perutnya merasa bahwa anak yang di dalam tersebut mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari sosok seorang ayah.
"Terus bagaimana dengan anak yang aku kandung? Apa dia tidak akan mendap kasih sayang seperti anak dari istri pertama kamu yang sangat kamu sayangi."Kata Seli ingin anaknya di akui.
"Aku akan tetap mengakui anak itu sebagai anakku, tetapi kasih sayang tidak bisa seperti anak dari istri pertamaku."Jawab tian.
__ADS_1
"Aku ingin perlakuan kamu adil seperti kepada anak dari istri pertama."Seli ingin mendapat perlakuan adil.
"Aku tidak bisa berlaku adil!Jika kamu menuntut untuk berlaku adil maka kita harus bercerai saja."Kata Tian kepada istrinya tersebut.
"Aku tidak mau bercerai! Apa pun alasannya aku tidak mau."Kata Seli menangis berlutut di hadapan Tian.
"Bagaimana? Kamu sudah membuat rumah tangga aku hancur dengan istri pertamaku."Jawab Tian merasa marah.
"Aku tidak menghancurkan rumah tangga kamu! Istri kamu saja yang langsung menyerah."Kata Seli merasa tidak bersalah.
Merasa tidak bersalah sudah merebut suami orang, bahkan tidak ada rasa penyesalan sedikit pun merasa benci dengan sosok perempuan tersebut.
"Terserah kamu lah."Tian langsung pergi dari rumah tersebut.
Menendang dinding ruang tamu dan melemparkan vas bunga di jendela kaca hingga membuat Seli ketakutan, merasa tidak dihargai lagi oleh suami.
"Sayang berani kamu menceraikan aku! Aku akan lompat dari lantai dua ini dan membawa anak kamu pergi dalam perut ini."Ancam Seli dengan bunuh diri.
"Kamu mengancam Seli?"Tanya Tian merasa tidak habis pikir.
"Jangan ceraikan aku,tolonglah aku mohon."Kata Seli memohon kepada suaminya tersebut.
Tian pun tidak peduli langsung meninggalkan Seli, merasa panas dengan keadaan tidak tahu mau berbuat apa lagi karena istri pertama sudah mengambil keputusan untuk bercerai.
Seli langsung menghubungi Dokter Reno untuk berbicara langsung dengan pria tersebut, sebenarnya Dokter Reno itu ada hubungan apa dengan Nada.
Dokter Reno yang sedang santai di sebuah restoran, tiba-tiba ada panggilan telepon dari Seli dan Dokter Reno kebingungan mengapa pasiennya menghubunginya di saat sedang santai begini.
"Hy ada Mbak."Sapa Dokter Reno.
"Hy, maaf dokter Reno menganggu waktunya sebentar? Maaf dokter sibuk tidak?"Tanya Seli kepada Dokter Reno.
"Iya Mbak, ada apa?"Tanya Dokter Reno.
__ADS_1
"Boleh kita ketemu sebentar Dokter? Ada yang bisa saya bicarakan sebentar kepada Dokter Reno."Seli meminta bertemu.
"Boleh, saya juga kebetulan sedang di restoran manisan cinta, mbak juga boleh menemui saya di sana sekarang mbak."Jawab Dokter Reno menunggu Seli.
Seli yang sedang hamil 8 bulan tersebut langsung bergegas menemui Dokter Reno untuk mempertanyakan sesuatu, untuk mempertanyakan tentang hubungan Dokter Reno dan Nada.
Tibalah Seli di tempat tujuan di sebuah restoran tempat dokter Reno sedang menunggu Seli, tampak Dokter Reno sedang menunggu pasiennya tersebut.
"Hy Dokter,selamat siang Dokter."Ucap Seli kepada Dokter Reno.
"Selamat siang juga Mbak,silahkan duduk mbak."Dokter Reno mempersilahkan Seli untuk duduk.
"Begini Dokter ada hal yang ingin saya pertanyakan sama Dokter."Kata Seli.
"Ada apa?Ingin bertanya tentang apa mbak?"Tanya Dokter Reno.
"Begini Dokter, apakah Dokter mengenal perempuan ini?"Tanya Seli kepada Dokter Reno.
"Iya saya mengenalnya! Itu Istri pertama suami kamu kan mbak."Kata Dokter Reno langsung berterus terang.
"Begini Dokter, ada hubungan apa Dokter dengan perempuan ini?"Tanya Seli kepada Dokter Reno.
Rasa ingin tahu Seli begitu besar tidak puas dengan omongan suaminya tersebut, tidak puas Seli dengan pernyataan bawah Nada adalah pacar Dokter tersebut karena bagi Seli perempuan tidak boleh mendapatkan kebahagiaan.
"Perempuan itu mantan pacar aku Mbak, ada apa mbak? Mengapa mempertanyakan tentang statusku dengan perempuan ini."Tanya Dokter Reno balik.
"Hmm berarti benar kata suamiku bahwa Dokter adalah mantan pacarnya."Jawab Seli rasanya ingin menangis.
Seli ingin menangis dalam hati serta menjerit sekuatnya, mengapa harus bersaing dengan Nada terus dengan cinta, mengapa perempuan itu harus mendapatkan kasih sayang yang lebih dari suami sedangkan Seli jarang sekali mendapatkan kasih sayang sayang dari suami.
"Aku merasa iri dengan perempuan tersebut Dokter."Ucap Seli begitu teriris hatinya.
"Mengapa kamu begitu iri?"
__ADS_1
"Aku iri dokter perempuan itu selalu mendapatkan kasih sayang penuh dari suamiku, karena dia adalah istri pertama suamiku sedangkan aku sangat menyanyangi suamiku."Seli menangis di hadapan Dokter Reno.
Dokter Reno sebenarnya iba kepada kedua perempuan ini, tetapi tidak ada hal yang bisa di lakukan untuk kedua perempuan ini karena sudah di butakan oleh cinta.