
Bunyi telpon berdering di hp tian,ternyata ada yang menghubungi tian,tidak lain yang menghubungi tian adalah seli selingkuhannya
Selama satu tahun belakangan ini.
Malam itu menunjukan jam 11 malam,
Nada dan anak-anak sudah tidur nyenyak karena malam itu turun hujan serta dingin seakan enaknya tidur dalam mimpi,terlihat
Tian memegang hpnya untuk mengangkat panggilan telpon dari seli.
Tian memastikan terlebih dahulu kalau istrinya sudah tertidur terlebih dahulu barulah
Tian mengangkat telpon tersebut karena semenjak anaknya nadira sakit dalam tahap pemulihan,tian jarang memberi kabar pada selingkuhannya tersebut.
Tian pun mengangkat telpon tersebut
Di dapur,ketika memastikan semua aman tidak ketahuan istri bahwa tian mengangkat telpon tersebut.
"Sayang ada apa???mengapa malam begini
menghubungi aku."Ucap tian pada seli karena tian juga dalam kondisi masih mengantuk serta kurang istrahat.
"Sayang,apa aku tidak bisa menghubungi kamu lagi,apa ini cara kamu untuk menjauh,
kita ini sudah lama tidak telponan sama Sayang."Jawab seli pada tian merasa bahwa suami orang tersebut sudah mulai berubah sikap.
"Bukan begitu sayang...Ini kan sudah malam
Apa kamu tidak istrahat malam ini??"Tanya
tian lagi pada seli.
"Sayang aku tidak suka dengan cara kamu seperti ini,ingat aku ini pacar kamu jadi aku berhak kapan menghubungi kamu."Ucap seli merasa berhak kapan saja menghubungi tian.
"Hmmm iyalah sayang."Jawab tian.
"Sayang."Ucap seli ada maksud tersendiri.
"Sayang aku juga kangen sama kamu,
malam minggu nanti kita ketemu,Sayang dandan yang cantik ia malam minggu nanti."
Tian ingin jumpa dengan selingkuhannya tersebut di malam minggu nanti.
"Serius sayang,malam minggu kita jumpa??"
__ADS_1
Tanya seli pada tian.
"Serius sayang,lagian kasihan juga sayang tertahan rindu begini,maaf ia karena anak aku masuk rumah sakit,kita jadi tidak bisa jumpa
Akhir-akhir ini,jujur dari lubuk hati yang paling dalam sebenarnya rindu sama sayang."tian
mengungkapkan segala yang ada dalam hatinya tentang kerinduannya pada seli selama ini.
"Hmm baik sayang,aku tunggu kamu malam minggu,kamu jemput aku atau aku yang jemput kamu malam minggu???"Tanya seli pada tian.
"Sayang saja yang jemput aku nanti."Tian meminta pada seli supaya malam minggu nanti di jemput di rumahnya sendiri.
"Baiklah sayang."
Mereka pun selesai telponan,tian pun melanjutkan tidurnya tetapi pada saat mau tidur,tian memandang sejenak wajah istrinya,
entah mengapa tiba-tiba tian ingin menatap wajah istrinya lebih lama,kali ini tian mengusap rambut sang istri,sambil mencium
kening serta pipi nada dengan lembut.
kali ini tian tahu persis perjuangan ini dalam Rumah tangga mereka,yang sangat berperan besar dalam mendidik anak dan mengurus Rumah tangga,dalam hati tian sebenarnya tidak ingin meninggalkan nada namun di sisi
lain tian juga mencintai seli selingkuhannya.
Tentu untuk saat ini pilihan ada di tangan tian,
"Di sisi lain aku tidak mau meninggalkan kamu istriku,di sisi lain juga aku sangat mencintai seli,sudah lah bagaimana pun alurnya nanti suatu saat aku akan menerima Keputusan itu."Gumam tian dalam hati sambil sekali-kali mengeluarkan air mata ketika menatap istrinya yang sedang hamil dengan penuh kasihan.
"Maafkan aku sayang,kamu sudah capek bekerja dalam kondisi hamil pun kamu istriku,
Masih capek bekerja demi anak-anak,
sedangkan aku tidak bisa bekerja karena aku di didik dari kecil dengan manja hingga aku tidak tahu apa-apa yang mau aku kerjakan."
gumam tian dalam hati.
Tian lalu memeluk tubuh istrinya dengan erat,
malam itu tian tidak melepaskan pelukan hangat tersebut,ketika nada bangun tidur
nada melihat suaminya memeluk dirinya dengan erat,kali ini dalam hati nada bertanya Mengapa suaminya memeluknya tidak seperto biasanya,suaminya tidak pernah memeluk nada sama sekali.
Nada hari itu sudah bisa untuk bekerja kembali,setelah selama hampir satu bulan mengambil cuti ketika putrinya nadira sakit,
kali ini nada mulai menyiapkan sarapan serta memasak untuk anak-anaknya,menyiapkan
__ADS_1
Keperluan zion sebelum berangkat sekolah serta membereskan rumah.
Tian melihat istrinya sudah tidak di tempat tidur,tian pun beranjak dari tempat tidur untuk membantu istrinya memasak serta mencuci baju anak-anaknya.
Tian pun keluar dari kamar,lalu datang ke dapur menjumpai nada yang sedang menyiapkan bumbu untuk di blender tersebut lalu tian menawarkan bantuan pada istrinya tersebut.
"Istriku hari ini aku bantu nyuci kain anak-anak iya,hari ini kamu perdana masuk kerja lagi kan,hari ini aku bantu kamu istriku."
tian sambil tersenyum lalu mengambil kain kotor di ember milik anaknya untuk di cuci.
Nada terheran-heran ketika suaminya memberikan bantuan pada nada,selama mereka menikah tian jarang langsung membantu istrinya tersebut kalau bukan karena di suruh.
Kali ini nada melihat suaminya ada perubahan sedikit semenjak putrinya sakit,
tian menjadi lebih perhatian kepada keluarga kecil mereka,tian mulai jarang keluar rumah.
"Tumben kamu bantu!!!"Seru nada pada suaminya tersebut.
"Aku kasihan lihat kamu istriku,capek sekali
rutinitas sehari-hari kamu jalankan dalam kondisi hamil seperti ini."tian sambil memisahkan kain yang berwarna putih dengan kain yang berwarna lain.
"Nanti suamiku kecapekan."Ucap nada pada suaminya tersebut.
"Kalau sekali-kali aku bantu tidak masalah sayang."ucap tian pada nada.
"Hmm okelah."
Selesai nyuci kain tian lanjut merapikan rumah yang masih penuh dengan mainan anak-anak yang berantakan tersebut,kali ini nada kebingungan melihat sikap suaminya tersebut yang terlalu baik untuk hari ini.
"Mengapa suamiku hari ini baik sekali membantu aku membersihkan Rumah???"Tanya nada dalam hati yang paling dalam.
Nada terus memperhatikan suaminya yang menyapu tersebut,dalam hati berpikir kesambet apa suaminya tersebut.
"Semoga suamiku tetap seperti ini terus."
Ucap nada dalam hati serta bangga dalam hati karena suaminya tersebut sudah berubah.
Nada selesai beres-beres serta menyiapkan sarapan anak-anak,lalu nada membangunkan zion,nara serta nadira anaknya untuk sarapan pagi dulu sebelum nada berangkat kerja sebentar lagi,supaya perut anaknya tidak kosong.
Nada bergegas ke kamar membangunkan zion terlebih dahulu untuk menyuruh zion mandi dulu sebelum berangkat sekolah.
"Zion anak mama,bangun nak saatnya waktunya mandi,soalnya hari ini sekolah,
Kamu harus siap-siap nak."Nada menyentuh badan anaknya tersebut untuk membangunkan anaknya tersebut.
__ADS_1
Zion pun bangun lalu ke kamar mandi untuk mandi.