Meet You, Again!

Meet You, Again!
YOU Bab 10


__ADS_3

Entah ada hal apalagi yang ingin di bahas Nayla hingga dia mengajak Mita bertemu di coffeshop kemarin malam.


Kini mereka berdua tengah duduk berhadapan di salah satu meja di coffeshop tersebut.


Nayla duduk dengan menyandarkan punggungnya sambil kedua tangannya menyilang di dadanya. Dia menatap tajam Mita yang terlihat kesal.


"Kemarin malam kenapa kamu ninggalin aku sendiri sih ? Sudah tau temannya lagi kesusahan." Ucap Mita kesal dengan muka cemberut.


"Salah kamu sendiri kenapa main nyebur sembarangan. Pura - pura jadi pacar orang lagi. Lain kali, cari ide itu di pikirin dulu."


"Oh ya, trus gimana dengan Anjas ? Kamu sudah kenal baik dia belum ? Kamu tidak tau apa - apa soal dia kan ?" tanya Nayla cepat.


Mita menggelengkan kepalanya.


"Aku tau alamat rumahnya. Ternyata dia itu bukan pria sederhana seperti yang kamu kira." Nayla menyahuti pertanyaannya sendiri.


Mita meninggikan kedua alisnya tak percaya.


"Adiknya langganan olshop ku. Aku sering ke rumah dia nganterin paket."


Mita memalingkan pandangannya asal, ke sembarang tempat. Memang, Mita tidak tahu menahu tentang Anjas.


Di depan, di meja barista itu, mata Mita menangkap sesosok yang familiar. Yang baru dikenalnya dalam satu malam.


Elvano !


Pria itu tengah mengobrol dengan salah seorang karyawan coffeshop. Karyawan itu terlihat beberapa kali membungkukkan badannya. Seperti sedang meminta maaf. Entah kesalahan apa sudah dilakukannya.


Namun begitu Elvano berbalik, matanya justru berbinar saat pandangan matanya tertumbuk pada satu objek yang begitu menarik perhatiannya.


Siapa lagi kalau bukan Mita.


Sontak saja dia pun datang menghampiri Mita yang terlihat seolah tidak menginginkan kehadirannya.


Mita bisa berbuat apa lagi, selain pasrah saja. Toh si Elvano ini dalam sekejap mata sudah berdiri di sisi mejanya.


"Hai sayang ... ketemu lagi." Sapa Elvano sembari mengulum senyum genitnya.


Mita membuang napas kasar sembari melempar muka. Sial amat harus ketemu orang ini lagi.


Namun Elvano justru menarik satu kursi dan mendudukkan diri di sana.


"Pacarku yang cantik, kok ngambek." Goda Elvano.


Mita enggan menatap Elvano. Justru Nayla yang begitu berbinar menatap Elvano si playboy karatan ini.


"Kenalkan, aku Elvano. Panggil saja Vano." Sambil mengulurkan tangannya pada Mita.


"Aku Nayla ... " justru Nayla yang antusias menyambut uluran tangannya.


Elvano pun dengan senang hati menjabat tangan Nayla yang begitu berbinar - binar menatapnya.


Cewek mana sih yang tidak terpikat dengan ketampanan Elvano. Yang kata Elvano, ketampanannya itu jenis yang langka. Limited edition (edisi terbatas).


Kepedean amat si Elvano ini. Pantas saja banyak yang menjulukinya si playboy cap jempol. Paket komplit. Cewek manapun pasti nempel.


"Teman kamu ... tidak punya nama ya?" tanya Elvano seraya menarik kembali uluran tangannya dan melirik ke arah Mita.

__ADS_1


"Anamita. Panggil saja Mita." Sahut Nayla.


"Oooh ..." Elvano ber oh panjang sambil mengulum senyum menatap Mita.


"Oh ya, sudah pesan kopi? Mau aku yang pesan? Hari ini aku yang traktir." Tawar Elvano yang langsung di sambut antusias oleh Nayla.


"Waaah ... boleh, boleh."


"Sebentar ya," Elvano celingukan mencari seorang waiters.


"Rud ... kesini sebentar." Panggil Elvano pada seorang karyawan yang tadi terlihat seperti sedang di marahi oleh Elvano.


"Ada yang bisa di bantu Boss?" tanya karyawan yang ber name tag Rudi itu. Saat tiba di depan Elvano.


"Yang paling spesial. Cepat ya?"


Rudi pun bergegas ke meja barista. Dan kembali lagi beberapa menit kemudian saat pesanan Elvano sudah siap.


"Ada lagi Boss?" tanya Rudi setelah selesai menaruh 3 cangkir kopi itu di depan pemiliknya masing - masing.


"Tidak ada lagi. Kembali bekerja."


Rudi langsung mematuhi titah Boss nya itu tanpa membantah sedikitpun.


Usut punya usut, rupanya coffeshop tempat mereka nongkrong saat ini adalah milik Elvano. Coffeshop ini cukup terkenal dan memiliki cabang hampir di setiap penjuru kota.


Tapi meskipun begitu, Elvano tidak pernah membanggakan ataupun menyombongkan dirinya. Terkecuali menyangkut soal wanita. Dia selalu tidak bisa menahan godaan wanita cantik. Termasuk Mita. Entah kenapa dia begitu tertarik terhadap wanita yang satu ini.


Meskipun penampilannya sederhana namun tidak sedikitpun mengurangi aura kecantikannya. Justru karena kesederhanaannya itulah yang semakin menambah daya tariknya.


"Makasih ya Van, kayaknya kopinya enak nih." Ucap Nayla lalu mulai menikmati kopi itu.


"Kenapa diam saja. Ayo, diminum kopinya." Ucap Elvano sambil mengulum senyum menatap Mita.


Mita hanya menatap datar Elvano. Hingga membuat Elvano semakin penasaran saja.


"Ups ! kayaknya kamu butuh bantuan aku kali ini. Tuh, Anjas." Elvano menunjuk Anjas yang baru datang bersama Sasha.


Elvano benar. Mita membutuhkan bantuannya kali ini. Dan Nayla hanya bisa menepuk jidatnya sambil berkata,


"Sial !"


___


Alhasil pertemuan itu pun tak terelakkan lagi. Dan Nayla, fix jadi satpam di antara kedua pasangan itu.


Di antara Mita dan Elvano sebagai pasangan pura - pura. Sedangkan Anjas dan Sasha, entahlah dengan hubungan mereka. Yang kata Anjas sedang mempertimbangkan untuk rujuk kembali.


Karena tatapan Anjas yang begitu tajam dan menusuk, otomatis membuat Mita refleks menggelayut manja di lengan Elvano yang duduk di sampingnya itu.


"Sayang ... habis ini kita langsung pulang aja ya? kayaknya aku capek. Pengen istrahat." Ucap Mita manja sambil tersenyum menatap Elvano.


Entah kenapa, Elvano justru senang melihat tingkah Mita yang seperti itu. Saat jutek pun menggemaskan. Apalagi manja seperti ini. Elvano benar - benar sudah di buat terpikat olehnya.


Sementara Anjas, kedua bola matanya masih setia mengawasi gerak - gerik Mita. Yang di buat - buat sok manja dan sok mesra itu.


"Aku salut sama kamu Sha, kamu sangat setia mendampingi Anjas. Kamu selalu ada kapanpun dan di manapun. Anjas, kamu sangat beruntung memiliki Sasha dalam hidup kamu." Ucap Elvano membuka obrolan.

__ADS_1


Anjas hanya mengulum senyum tipis. Namun tatapannya tertuju kepada Mita. Yang semakin terlihat salah tingkah.


Sejujurnya, Mita tidak nyaman dan tidak betah lama - lama bersandiwara seperti ini. Tapi keadaan sedikit memaksanya.


Nayla yang tidak ingin terlibat dalam sandiwara sahabatnya itu, lebih memilih menyibukkan diri di layar ponselnya.


Sementara Sasha tersenyum bahagia sambil menatap Anjas dengan berbinar - binar.


Namun senyum bahagia Sasha seakan layu perlahan. Saat melihat Anjas justru menatap Mita lekat.


"Oh ya, Mit. Sudah berapa lama kalian pacaran? Aku tidak menyangka, akhirnya Vano bisa betah dengan satu cewek." Ucap Sasha mencoba mengakrabkan diri dengan Mita. Namun sedetik kemudian, Sasha kembali menatap Anjas.


Entah kenapa, Sasha merasa seakan ada sesuatu di antara Anjas dan Mita. Selama ini Anjas tidak pernah bercerita tentang kehidupan asmaranya. Hingga Sasha pun menyangka, kalau Anjas tidak memiliki seseorang di hatinya. Sampai detik ini.


Mita menelan ludahnya dalam - dalam. Otaknya sibuk berpikir mencari jawaban yang tepat.


"Belum lama. Tapi dia sudah berhasil membuatku jatuh cinta setengah mati." Seloroh Elvano.


Yang di benarkan dengan senyuman manis oleh Mita.


"Semoga Mita jadi yang terakhir buat kamu ya, Van."


"Doakan ya ..." Elvano ini terlalu menjiwai peran.


Mita semakin terlihat salah tingkah. Tatapan Anjas itu tidak pernah lepas darinya.


Entah apa yang ada di pikiran Anjas saat ini. Tapi Mita benar - benar tidak nyaman terus di pandangi seperti itu.


Dalam tatapan itu seakan menyiratkan penyesalan. Penyesalan yang dalam akan perlakuannya dulu terhadap Mita.


"Kita pulang saja. Aku antar kamu pulang ya?" ucap Anjas kemudian sambil mengalihkan tatapannya pada Sasha dengan mengulum senyum manisnya.


Otomatis, Sasha merasa sangat senang atas tawaran Anjas. Di tambah lagi Anjas tiba - tiba bersikap manis terhadapnya.


Sejujurnya, di sudut hatinya yang terdalam, ada rasa sakit yang tidak bisa Mita utarakan. Saat melihat sikap manis Anjas kepada Sasha.


Apa rasa sakit itu karena cemburu ? Apakah Mita masih mencintai Anjas ?


Entahlah. Hanya Mita yang tahu.


...*...


...*...


...*...


...-Bersambung-...


**Hai readers yang budiman 🤗


yang baek, yang cakep ...


Boleh dong minta Like nya, komen, vote, dan bunga yang banyak. Agar otor kawe ini makin semangat update nya ☺️


Tetap semangat, jaga kesehatan.


Salam hangat dari** Otor Kawe 🤗

__ADS_1


__ADS_2