Meet You, Again!

Meet You, Again!
YOU Bab 76


__ADS_3

Sementara di lain tempat. Setelah perayaan kecil-kecilan itu usai, kini saatnya Mita dan Anjas beristirahat di kamarnya. Nara sudah ditangani Anjani. Jadi malam ini, tidak akan ada gangguan lagi.


Pelan Mita mendorong daun pintu kamarnya. Diikuti Anjas di belakangnya. Saat pintu terbuka, tampak ada sesuatu yang berbeda dari kamar itu.


Cahaya temaram yang berasal dari lilin aromaterapi, ditambah lagi dengan bunga-bunga di setiap sudut kamar. Dan lagi, tempat tidur yang di penuhi kelopak bunga mawar merah, membuat Mita tercengang.


"Anjas, kapan kamu menyiapkan semua ini?" Tanya Mita takjub.


"Kamu suka?" Alih-alih menjawab pertanyaan Mita, Anjas malah balik bertanya.


Dalam sekejap Anjas berhasil menyulap kamarnya selayaknya kamar pengantin baru. Dengan bantuan asistennya dan para ART nya. Sebagai bagaian dari kejutan kecilnya untuk Mita.


"Tentu saja aku suka." Ucap Mita tulus dengan rona bahagianya.


Lalu tiba-tiba saja dari belakang, tangan Anjas terulur. Dalam sekejap, sebuah kalung bermata berlian menggantung di tangan Anjas tepat di depan wajah Mita. Sontak Mita pun membalikkan tubuhnya, menghadap Anjas.


"Ini adalah hadiah kecil dariku." Ucap Anjas sembari memakaikan kalung itu di leher Mita. Alhasil, tampilan Mita semakin mempesona dengan kalung berlian itu.


"Ini terlalu berlebihan, Anjas. Kamu tidak perlu melakukan ini."


"Seandainya bisa, akan aku berikan seisi dunia ini padamu. Agar kamu tahu, betapa aku mencintaimu." Tatapan Anjas semakin terasa sendu.


"Oh ya?" Sembari mengalungkan kedua lengannya di pundak Anjas. Dengan senyum menggoda, "Memangnya kamu bisa membuktikannya?"


"Kamu mau bukti seperti apa?" Sambil menatap lekat bola mata Mita. Tatapan Anjas terasa mulai menghanyutkan. Membuat Mita ikut terbawa arus suasana.


"Kamu tidak perlu membuktikannya. Aku bisa melihat dengan jelas, sebesar apa cintamu padaku. Aku hanya minta, tetaplah seperti ini. Jangan pernah berubah. Tetaplah jadi milikku, untuk selamanya."


"Aku dan cintaku padamu tidak akan pernah berubah. Sampai kapanpun. Aku mencintaimu." Sembari membawa jemarinya mengusap lembut wajah Mita. Satu kecupan hangat Anjas berikan di kening Mita.


Mita pun memejamkan matanya. Dan kecupan itu perlahan mulai turun, menyentuh bibirnya. Memagutnya lembut namun dalam. Mita membalas setiap pagutan yang Anjas berikan dengan tak kalah lembutnya. Seiring dengan perasaan dan hasrat keduanya yang semakin menggelora.


Sejenak Mita melepaskan ciumannya. Untuk kemudian memutar tubuhnya membelakangi Anjas. Kemudian menoleh, memberi sinyal agar Anjas menurunkan resleting di punggungnya.


Anjas pun mengerti. Dan perlahan tangannya mulai terulur, menurunkan resleting itu. Hingga menampakkan punggung putih mulus Mita. Dengan sekali geser, mini dress berwarna merah itu pun jatuh bebas menyentuh lantai. Kini tubuh Mita dalam keadaan polos, hanya berbalutkan dalaman saja.


Mita kembali memutar tubuhnya, menghadap Anjas. Perlahan Mita membawa jemarinya membuka satu per satu kancing kemeja Anjas. Anjas pun membiarkan Mita melakukannya. Dalam sekejap, kemeja itu pun terlepas.


Mita kemudian menuntun Anjas, menarik pergelangan tangannya, membawanya mendekati tempat tidur. Perlahan keduanya pun naik ke tempat tidur. Memulai kembali aktifitasnya sebagai pengantin baru. Menyelam di lautan asmara yang menghanyutkan. Hingga membawa keduanya semakin tenggelam dalam gelora cintanya.


Dalam ruangan dengan cahaya temaram itu, yang terdengar hanyalah suara rintihan dan des*ahan yang saling bersahutan. Antara dua insan yang saling berpacu mencapai puncak kenikmatan dengan bermandikan peluh.

__ADS_1


Hingga malam semakin merangkak, keduanya pun terlelap dengan saling mendekap. Mita membenamkan wajahnya di dada bidang Anjas. Melewati malam dengan sejuta mimpi indahnya.


.


.


Sementara di lain tempat, di malam yang sama. Elvano masih berdiri di sisi mobilnya. Mengajak Lyra mengobrol sebentar. Seakan tak mengijinkan Lyra masuk ke dalam rumahnya. Elvano semakin gencar saja mengejar cinta yang baru saja bersemi.


"Besok kamu ada waktu kan?" Tanya Elvano tanpa malu-malu lagi.


"Jadwalku penuh. Aku tidak punya waktu." Jawab Lyra datar.


"Kalau begitu sekarang saja."


Lyra pun mengerutkan dahinya, "Maksud kamu?"


"Aku ingin jadi temanmu. Bahkan lebih dari teman. Boleh kan?" Dengan mantapnya Elvano mengutarakan isi hatinya.


Dan Lyra? Apa yang terjadi dengan Lyra? Gadis manis itu terdiam untuk sejenak. Namun sedetik kemudian, uraian senyum manis terukir di wajahnya. Membuat Elvano pun tersenyum manis. Ini ibarat gayung bersambut. Ibarat umpannya termakan mangsa. Berhasilkah Elvano?


"Aku pikir-pikir dulu." Ucap Lyra dengan senyuman terukir di wajahnya.


"Ada apa?" Tanya Lyra saat melihat Elvano tengah meraba-raba kantong celananya.


"Handphoneku hilang."


"Hilang? Kok bisa?" Lyra keheranan. Kok bisa Elvano kehilangan ponselnya. Ganteng-ganteng kok ceroboh sih Van.


"Aku lupa naruhnya dimana. Boleh pinjam handphone kamu sebentar?"


"Boleh." Sembari mengambil ponselnya dari dalam tas kecilnya. Lalu memberikannya pada Elvano.


Elvano pun meraih ponsel itu dari tangan Lyra. Dan mulai mengetik deretan nomornya di sana. Beberapa detik kemudian, samar terdengar bunyi dering ponsel dari dalam mobilnya. Elvano lalu mengembalikan ponsel itu ke tangan Lyra dengan santainya.


"Itu bukannya bunyi handphone kamu?" Tanya Lyra masih dengan raut mengernyit. Katanya ponselnya hilang. Tapi kok bunyi deringnya sepertinya berasal dari dalam mobil. Apa Elvano lupa menaruh ponselnya dimana, atau jangan-jangan ...


Elvano pun mengambil ponselnya dari dalam mobil. Dan mulai menyibukkan diri dengan layar ponselnya itu.


"Ini nomor kamu kan? Sudah aku save." Ucap Elvano dengan santainya.


Lyra pun menghembuskan napasnya panjang, sembari menggelengkan kepalanya. Rupanya Elvano hanya berpura-pura. Yaelah Elvano. Tinggal minta aja nomornya Lyra, buat apa pake berakting segala. Emang dasar Elvano. Ada-ada saja tingkahnya.

__ADS_1


"Jadi, gimana nih? Aku boleh dapat jawabannya malam ini tidak?" Tanya Elvano sekali lagi.


"Kan sudah aku bilang, aku pikir-pikir dulu. Oh ya, ngomong-ngomong, sudah larut malam nih. Aku masuk dulu ya? Selamat malam." Lyra mengakhiri obrolan begitu saja. Kemudian dengan santainya melenggang masuk, meninggalkan Elvano yang masih berdiri mematung memandangi kepergiannya.


Tepat diambang pintu rumah, ponsel Lyra berdering. Nomor tak dikenal. Lyra pun menjawab panggilan itu.


"Jangan lupa mimpi yang indah ya? Nanti aku akan datang dan menjadi teman dalam mimpimu. Biar mimpinya rame, tidak sepi, kan bagus kalau ada temannya." Ujar Elvano melalui sambungan telepon.


Aciye ciyeee ... Gombalan apaan tuh Vano. Receh amat. Hoeeeek !


Lyra pun tak bisa menahan tawanya. Kemudian kembali berbalik, memandangi Elvano yang tersenyum ke arahnya dari kejauhan. Dengan ponsel yang masih menempel di telinganya.


"Tapi datangnya jangan telat." Balas Lyra. Kemudian memutus sambungan telepon, dan bergegas masuk ke dalam rumahnya.


Di tempatnya, Elvano bersorak kegirangan.


"YES!"


Kemudian naik ke mobilnya dengan hati riang gembira.


Sementara Lyra, memperhatikannya dari balik jendela rumahnya sambil tersenyum-senyum sendiri.


Tidak sia-sia juga usaha keras Elvano. Eh salah, gombalan receh Elvano ternyata membuahkan hasil. Sebentar lagi, akan ada pasangan baru nih.


Saking senangnya, Elvano bahkan menyetir sambil bernyanyi. Tanpa menghiraukan jalanan yang ramai akan kendaraan malam itu. Duh illeee, sampai segitunya jatuh cinta ya Elvano. Tapi konsentrasinya juga jangan sampai hilang dong. Kalau nanti kecelakaan gimana? Kan belum nembak Lyra secara langsung. Keep fighting lah Elvano. Semoga saja impianmu tercapai. Kejar terus jodohmu. Kali ini jangan sampai lepas lagi ya? Good luck Vano.


.......


.......


.......


...Bersambung...


**Telat update mulu🙏


Jujur makin susah bagi waktu. tapi semoga saja masih bisa menghibur reader semua.


^^^Salam Hangat^^^


^^^Otor Kawe**^^^

__ADS_1


__ADS_2