
Mobil yang dikendarai Elvano mulai memasuki pekarangan luas sebuah rumah mewah nan megah. Di depan pintu rumah itu berdiri seorang asisten rumah tangga yang siap menyambut kedatangan mereka.
Mita dan Elvano pun berjalan bersama sambil bergandengan tangan.
"Selamat malam Tuan El__" kalimat sapaan asisten rumah tangga itu terpotong karena Elvano menjentikkan jarinya di depan wajah asisten RT itu. Yang memang sudah mengenal betul siapa Elvano.
Mita menatap Elvano keheranan, sedangkan Elvano tersenyum. Elvano hanya kurang suka mendengar kata Tuan. Rasanya dia seperti pria yang sudah berumur saja.
"Mari, saya antar ke taman belakang. Non Sasha dan calon tunangannya sudah menunggu." Kata asisten RT itu sopan.
Mita dan Elvano mengikuti langkah asisten RT itu. Yang membawa mereka ke taman belakang rumah mewah itu.
Di taman itu, sudah menunggu Sasha dan Anjas di sebuah meja makan yang hanya di peruntukkan bagi empat orang saja.
Melihat Mita dan Elvano datang, seketika Anjas bangkit dari duduknya. Dia begitu terpana melihat Mita dalam tampilan yang berbeda. Cantik dan anggun.
Bukan hanya Anjas saja yang terpana dengan penampilan Mita. Sasha pun sesaat tertegun melihat Mita. Tetapi dia buru - buru mengusir kekagumannya akan kecantikan Mita. Karena baginya, Mita hanyalah wanita biasa dari kalangan menengah.
Mita sudah tampil begitu cantik dan anggun. Akan tetapi sayangnya, Mita malah menggandeng mesra lengan Elvano. Membuat hatinya mendadak ngilu. Ambyar, hancur berkeping - keping.
Lain halnya dengan Mita. Ada perasaan lain yang kini mendera hatinya. Ada perasaan sedih, rasa bersalah, dan kecewa berbaur menjadi satu.
"Hai Van ... Mita ..." sapa Sasha sembari bangun dari duduknya dan mengulum senyum manisnya.
"Ini dinner nya hanya kita berempat nih?" Elvano meninggikan alisnya memastikan.
"Iya. Kenapa?"
"Kalau tau begini, mendingan kita makan di luar aja. Iya kan Mit?" Elvano menoleh, menatap Mita sembari tersenyum manis.
Mita pun membalas senyuman Elvano dan hendak menarik tangannya yang menggandeng lengan Elvano. Tetapi Elvano langsung menahannya.
"Jangan dilepas. Anjas sedang memperhatikan kamu." Bisik Elvano di telinga Mita.
Memang benar Anjas sedang memperhatikan mereka. Sejak Mita datang, tatapan Anjas itu tidak pernah lepas darinya.
"Van ... ayo ikut aku sebentar. Ada yang ingin aku katakan sama kamu." Pinta Sasha sembari berjalan menjauh.
"Bentar ya sayang ..." sembari melepas tangan Mita yang menggandeng lengannya. Kemudian menyusul Sasha yang berjalan memasuki rumahnya.
Begitu melihat Sasha dan Elvano sudah menghilang di balik dinding, Anjas pun mencoba menghampiri Mita. Yang terlihat risih di pandangi Anjas terus.
"Malam ini kamu sangat cantik." Anjas memuji Mita sambil mengulas senyum manisnya.
"Makasih." Ucap Mita lirih. Duh Anjas, belum tahu ya kalau Mama kamu yang sudah mendandani Mita malam ini.
__ADS_1
Kini Mita memberanikan diri menatap Anjas. Sesaat dia teringat kembali obrolannya dengan Oma Lidya. Dan seketika itu juga, Mita mendadak tak enak hati pada Anjas. Selama empat tahun Mita memendam kebencian pada pria itu.
Bukan salah Mita juga jika dia membenci Anjas selama empat tahun. Kenapa juga Anjas tidak pernah cerita mengenai kondisinya saat itu.
"Aneh ya? Setelah empat tahun, kita bertemu lagi dengan cara seperti ini. Padahal selama empat tahun, aku selalu berharap, disaat kita bertemu lagi ... kita masih sendiri."
Akh, Anjas. Mita sudah tahu loh kalau kamu itu masih jomblo. Eh bukan, masih singgel maksudnya. Dan bukan duren sawit seperti perkiraan Mita.
"Anjas ..." panggil Mita lirih.
"Hm?" sambil menatap Mita sendu.
"Aku ... Aku minta maaf." Akhirnya kalimat itu meluncur dari mulut Mita sendiri.
Anjas terkejut mendengarnya. Anjas pun iseng dengan mengorek kupingnya. Mungkin saja dia salah dengar. Atau mungkin juga Mita yang salah ngomong.
Dan tingkah Anjas itu malah membuat Mita cemberut. Anjas pun makin gemas melihatnya. Anjas rindu saat - saat yang dulu. Saat dia masih bersama Mita. Anjas sering menjahili Mita hingga membuat Mita cemberut. Dan disaat Mita cemberut, biasanya Anjas akan mencubit manja kedua pipi mulus Mita.
"Maaf ... kupingku sepertinya lagi ada masalah nih. Jadi agak - agak kurang jelas gitu pendengarannya. Tolong di ulangi sekali lagi, apa kamu bilang tadi?" Anjas mulai jahil. Dan Mita pun semakin cemberut.
Iiikh ... makin gemas Anjas di buatnya. Bukan hanya ingin mencubit Mita saja. Rasanya Anjas ingin menciumnya saat ini juga.
"Aku minta maaf. Selama ini, aku sudah salah menilaimu. Maaf, aku baru tau kalau Nara itu sebenarnya ponakan kamu."
"Skarang kamu sudah tau. Apakah setelah ini, kita bisa kembali seperti dulu lagi?Jujur, aku masih sayang sama kamu."
Mita harus bilang apa sekarang nih. Saat ini dia sedang menjalin hubungan dengan Elvano. Masa Mita main terima begitu saja. Lalu, bagaimana dengan perasaan Elvano?
Sementara itu, di dalam rumah, tampak Sasha sedang membicarakan sesuatu hal yang serius dengan sepupunya itu. Saking serius hingga Sasha pun harus bisik - bisik ngomongnya.
"Ada apaan sih?" tanya Elvano yang sebenarnya sedikit kesal dengan Sasha. Karena Sasha mengajaknya ke dalam rumah, jadinya dia harus meninggalkan Mita berdua saja dengan Anjas. Dan Elvano kurang menyukainya.
"Van, aku minta tolong sama kamu."
"Tumben kamu membutuhkan bantuanku. Biasanya kamu kan tinggal pake duit saja. Tinggal bayar orang untuk mendapatkan keinginan kamu."
"Kamu mau diputusin Mita? Kamu pasti tau kan, ada hubungan apa diantara mereka dulu."
Elvano mengendikkan bahunya, "entahlah. Tapi yang pasti, kayaknya mereka punya hubungan yang spesial dulu."
"Nah, makanya kamu bantuin aku. Kamu tidak mau kan kalau mereka balikan lagi?"
"Ya jangan lah ... Mita kan pacarku skarang."
"Makanya bantuin."
__ADS_1
"Gimana caranya?"
"Kamu bikin Mita benar - benar jatuh cinta sama kamu. Sebisa mungkin, kamu buat dia menjauh dari Anjas. Dan satu lagi ... Aku ingin Mita dipecat dari pekerjaannya."
"Kalau untuk membuat Mita jatuh cinta padaku, akan aku lakukan. Tapi kalau untuk membuat dia di pecat dari pekerjaannya, sorry, aku tidak bisa."
"Jangan gitu dong Van. Kamu tau kan, kalau Mita itu sekretarisnya Anjas?"
"Kalau itu aku baru tau."
"Jadi, kamu mau kan?" Sasha semakin mendesak Elvano.
"Aku pikir - pikir dulu deh."
"Nah, gitu dong."
Sasha kebangetan deh. Masa dia mau bikin Mita dipecat dari pekerjaannya. Kalau Mita di pecat, lalu Mita harus mencari pekerjaan kemana lagi? Rupanya ini, maksud Sasha mengundang Elvano dan Mita makan malam dirumahnya. Biar dia bisa merencanakan sesuatu untuk menjauhkan Anjas dari Mita.
.
.
"Mit, apa kamu serius dengan Vano? Kamu sudah tau siapa dia kan?" tanya Anjas sedikit memastikan.
"Maksud kamu?"
"Kamu tau dia itu sepupunya Sasha kan?"
"Aku tau." Sambil mengangguk.
"Apa kamu juga tau, kalau dia itu adalah pewa__"
"Ehem ... Ehem ..." suara deheman Elvano membuat kalimat Anjas terpotong.
Kalau saja Anjas jadi memberitahu Mita soal siapa sebenarnya Elvano. Pasti Mita akan tersinggung. Karena Mita akan terkesan matre di mata Anjas. Padahal Mita baru saja minta maaf. Masa Mita harus benci lagi pada Anjas.
Empat tahun loh, Mita membenci Anjas. Please deh Anjas. Jangan bikin Mita tersinggung ya?
.......
.......
.......
...Bersambung...
__ADS_1