Meet You, Again!

Meet You, Again!
YOU Bab 13


__ADS_3

Mita tertawa hambar mendengar ucapan Elvano. Ternyata si playboy karatan ini suka bercanda juga.


"Loh, kok tertawa?" tanya Elvano heran.


"Kamu kalau ngomong suka asal ya, suka seenaknya." Celetuk Mita. Membuat Elvano ikut tertawa kecil.


"Tidak apa - apa kamu anggap aku hanya bercanda. Meskipun sebenarnya aku serius. Tapi aku benar kan, soal kamu dan Anjas?"


Mita kembali memasang wajah datar. Sebenarnya enggan menjawab pertanyaan Elvano tentang hubungannya dengan Anjas.


Elvano mengamati raut wajah Mita yang mendadak suram. Tidak salah lagi. Pasti pernah ada sesuatu di antara mereka berdua. Elvano bukan anak kemarin sore yang tidak memahami raut wajah itu. Sangat jelas terlihat, ada kekecewaan mendalam di balik raut wajah Mita.


Namun Elvano tidak ingin membuat Mita kembali mengenang kenangan buruknya bersama Anjas. Yang Elvano bahkan tidak tahu menahu soal itu. Dan itu juga sebenarnya bukan urusannya.


"Sudah mau pulang kan? Ya sudah, aku antar kamu pulang." Tawar Elvano.


Dan Mita hanya menatapnya datar. Sedangkan Elvano tersenyum lebar plus genit.


___


Mita semakin mempercepat langkahnya menyusuri trotoar jalan. Demi menghindari Elvano yang mengikutinya dari belakang.


Mita hanya tidak ingin Elvano mengantarkannya pulang. Pria itu semakin lama semakin menjadi. Semakin di beri hati, lama - lama minta jantung.


Sudah tahu hanya bersandiwara. Eh, malah di bawa hati segala. Lama - lama bikin pusing juga si Elvano ini. Akhirnya Mita menyesal, kenapa waktu itu tiba - tiba saja dia mendapat ide gila itu. Pura - pura jadi pacar Elvano hanya demi menghindari Anjas. Sekarang, malah Mita sendiri kan yang kena batunya.


Mana tahu juga Mita kalau si Elvano akan seperti ini jadinya. Ganteng sih ganteng. Tapi lama - lama bikin kesel juga. Usahanya untuk mendekati Mita itu loh. Benar - benar gigih.


"Eh, ada cewek cakep. Sendirian aja neng." Sapa seorang pria asing bertampang mirip preman.


Otomatis, langkah Mita pun terhenti.


Nah kan, begini jadinya kalau terus menghindar. Menghindar dari Anjas malah ketemu Elvano. Dan menghindar dari Elvano malah ketemu preman begini. Mana tampang preman itu serem lagi. Duh Mita, sial kan jadinya.


Mita mundur selangkah demi selangkah. Sedangkan si preman, maju selangkah demi selangkah.


"Pulang bareng abang yuk neng." Goda preman itu.


Di situasi seperti ini, Mita jadi panik. Tidak tahu harus berbuat apa. Mana jalanan sepi lagi. Mau teriak minta tolong pun, percuma.


Akhirnya Mita berbalik dan hendak mengambil langkah seribu. Namun secepat kilat si preman itu menarik pergelangan tangannya dengan kuat. Hingga membuat langkah Mita terhenti di udara.


"Si neng malah mau pergi aja. Main - main sama abang dulu neng. Kita senang - senang sebentar." Ucap preman itu lagi.


Membuat Mita jijik jadinya. Iyuuuh ... amit - amit jabang bayi. Tampang hancur begitu saja, sok kepedean mau menggoda cewek.


"Lepaskan. Lepaskan tanganku. Kalau tidak, aku bakal treak, biar orang - orang akan menghakimi kamu di sini." Ancam Mita sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman tangan preman itu.


"Jangan galak - galak dong neng. Ikut abang aja yuk." Ya ampun, si preman ini, sangat tidak tahu diri. Sekarang dia malah menarik lengan Mita dengan kuat agar mengikutinya entah kemana.

__ADS_1


"Lepaskan. Jangan macam - macam kamu ya."


Si preman tidak ada kapok - kapoknya. Dia tidak mempedulikan segala macam ancaman dan sumpah serapah Mita. Dia terus saja menarik lengan Mita. Hingga akhirnya sebuah pukulan keras melayang, meninju wajahnya yang hancur jadi tambah hancur. Bahkan darah segar pun mengalir dari hidung bangirnya.


Bugh !!!


Si preman itu terlihat sedang meringis kesakitan. Tangannya yang mencengkeram pergelangan tangan Mita pun otomatis terlepas begitu saja. Dan Mita segera menjauh dari preman itu.


"Beraninya cuma sama perempuan. Dasar preman tidak tau aturan."


Tampak Elvano sedang menatap tajam preman itu dengan penuh amarah. Elvano hendak melayangkan pukulan berikutnya, namun si preman sudah lari terbirit - birit.


Elvano lagi - lagi datang di saat yang tepat. Di saat Mita butuh.


Elvano diam - diam mengikuti Mita dari belakang. Bukan Elvano namanya jika mudah menyerah terhadap wanita incarannya. Pantang mundur sebelum dia mendapatkannya. Entah apa pula yang ada dalam diri Mita yang membuat Elvano begitu menginginkannya. Padahal kalau di lihat - lihat, Mita sungguh jauh dari tipe idealnya sebagai pria paket komplit. Memang ya, playboy itu tidak pandang bulu.


"Makasih ya Van." Ucap Mita saat Elvano menghampirinya.


"Begini kan jadinya kalau kamu menolak tawaran dariku?" Elvano menatap Mita dengan seksama.


Mita mengembuskan napas lalu mengulum senyum tipis sembari menatap Elvano.


"Makasih ya, entah apa jadinya jika tidak ada kamu."


"Skarang kamu ikut aku. Jangan menolak lagi. Aku antar kamu pulang."


Lagi pula, kalau di lihat - lihat, Elvano ini sebenarnya orangnya baik. Buktinya, dia sudah menolong Mita dari preman itu. Di tambah lagi, dia mau - mau saja di ajak Mita bekerja sama dalam kebohongan. Demi menghindari Anjas.


.


"Sekali lagi makasih ya?" ucap Mita begitu sampai di depan rumahnya dan turun dari mobil.


Elvano pun turun dari mobilnya dan berdiri berhadapan dengan Mita. Yang tersenyum manis menatapnya.


Akh, mungkin Elvano harus berterima kasih pada preman itu. Berkat dia kini Mita terlihat tulus tersenyum padanya. Senyum yang begitu manis. Membuat hati Elvano sedikit berdebar.


"Nanti malam kamu ada waktu? Aku ingin mengajak kamu jalan."


"Maaf ya, aku sedang tidak ingin kemana - mana. Mungkin lain waktu."


Penolakan yang halus. Elvano menyadari itu. Dan dia hanya bisa tersenyum simpul. Tidak di sangka, mendekati wanita seperti Mita agak susah - susah gampang. Sangat berbeda dengan wanita - wanita yang pernah di dekatinya dulu. Rata - rata tidak ada penolakan sejak pertemuan pertama.


Namun dengan Mita, pertemuan pertama yang aneh. Dan entah kenapa, Elvano menerima sandiwara Mita begitu saja. Bahkan tidak keberatan harus bersandiwara untuk membohongi sahabatnya sendiri.


"Okey ... tapi begitu kamu punya waktu, jangan menolak lagi ya?"


"Aku tidak janji. Tapi akan aku usahakan."


Elvano terkekeh mendengarnya, "sama saja. Itu artinya, ada kemungkinan kamu bakal menolak lagi."

__ADS_1


"Eeeh ... ada tamu toh?" sapa seorang ibu - ibu yang terlihat keluar dari kedai kecil di depan rumahnya. Yang bertuliskan Toko Kue Mama Retno.


Siapa lagi ibu - ibu itu kalau bukan Mama Retno, mamanya Mita. Mama Retno mengelola toko kue nya kecil - kecilan di depan rumahnya sendiri.


Tapi jangan salah, biarpun kecil tapi pelanggannya sudah banyak. Dan kue - kue nya Mama Retno cukup di kenal. Sejak kepergian suaminya untuk selama - lamanya, Mama Retno memilih berjualan kue demi menyambung hidup. Dengan berbekal keterampilannya dalam membuat kue.


Mama Retno tersenyum - senyum menatap paras rupawan Elvano yang tersenyum padanya.


"Siang Tante ..." sapa Elvano ramah.


"Siang ..." Mama Retno lebih mendekati Elvano, "temannya Mita ya? Baru kali ini Tante lihat kamu."


"Teman baru Ma, baru saja kenal." Sahut Mita.


"Mama tidak bertanya sama kamu. Eh, siapa namanya?"


"Elvano Tante. Panggil saja Vano."


"Ayo masuk dulu. Kita ngeteh dulu di dalam. Mita gimana sih, temannya kok tidak di ajak masuk."


"Lain kali saja Ma, dia sedang buru - buru. Sibuk katanya. Iya kan?" Mita mengerjap - ngerjapkan matanya. Memberi kode, agar Elvano mengikuti omongannya.


"I__iya Tante. Maaf, lain kali saja ngetehnya. Saya lagi buru - buru. Ada urusan penting soalnya. Maaf ya Tante." Elvano pun menuruti perintah Mita, dengan berat hati.


"Oh, begitu ya. Iya, tidak apa - apa."


"Permisi Tante ..."


Akhirnya Elvano pun pamit pulang.


Mita bisa bernapas lega. Bisa panjang urusannya kalau Elvano berlama - lama di rumahnya. Lagian ada apa sih dengan mamanya. Lihat cowok cakep sedikit saja, pasti bawaannya di minta mampir sebentar. Tidak tahu apa, kalau putrinya ini sedang tidak ingin menerima tamu.


Maklumlah, ibu - ibu suka rempong, apalagi anak satu - satunya, di usia matang seperti Mita ini belum juga dapat jodohnya. Sementara para tetangga selalu menggunjingkan Mita sebagai perawan tua.


Sembarangan saja, Mita belum setua itu juga kali.


...*...


...*...


...*...


...-Bersambung-...


Thankyou so much ya reader 🤗🤗


Sampai di sini dulu.


Boleh dong minta like nya ... 🤗

__ADS_1


__ADS_2