Meet You, Again!

Meet You, Again!
YOU Bab 26


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Anjas terlihat memasuki halaman rumahnya. Anjas langsung turun dari mobilnya. Dan bergegas memasuki rumahnya.


Kakinya sudah bersiap menapaki anak tangga, saat tiba - tiba terdengar suara Oma Lidya memanggilnya.


"Anjas ..."


Anjas menurunkan kembali kaki kanannya yang hampir saja menapaki anak tangga itu. Lalu memutar tubuhnya, menghadap Oma Lidya yang datang menghampiri.


"Sasha ada di kolam renang. Dia nungguin kamu dari tadi. Ayo, cepetan kesana. Kasihan loh. Jangan buat calon menantu Mama kecewa."


"Hah?" Asli, Anjas melongo plus melotot.


Calon menantu? Kapan Anjas melamarnya? Waduh, parah nih si ibu - ibu kece badai ini. Ngarep banget pengen punya menantu kayak Sasha.


Anjas mendesah berat. Sembari memijit pelipisnya yang mulai terasa berdenyut. Rempong benar nih ibu - ibu.


"Ingat loh Anjas. Berkat orang tua Sasha, perusahaan kita terselamatkan dari kebangkrutan. Semua juga atas bantuannya Sasha yang sudah susah payah membujuk ayahnya agar mau berinvestasi. Jangan sampai Sasha kecewa."


Oh God (oh Tuhan)


Harus bilang apa lagi. Oma Lidya sudah mengingatkan Anjas tentang jasa dan kebaikan hati orang tua Sasha. Kalau sudah begini, Anjas bisa berbuat apa. Anjas hanya bisa pasrah dan menuruti perkataan mamanya.


Akhirnya, Anjas pun menemui Sasha yang sedang menunggunya di dekat kolam renang. Anjas langsung mengambil duduk di depan Sasha tanpa bertegur sapa.


Melihat kedatangan Anjas, senyum di wajah Sasha mengembang lebar dengan sorot matanya yang berbinar - binar.


"Kamu dari mana saja? Sejak tadi aku menunggu kamu disini," Sasha memulai obrolan dan semoga saja Anjas tidak akan jenuh.


"Sudah minta Memey membawakan kamu minum? Tunggu sebentar ya, aku panggil Memey dulu." Anjas tidak menemukan alasan lain untuk menjauhi Sasha sejenak. Sebab hatinya kini sedang gundah karena penolakan Mita tadi.


"Sudah, tadi. Kamu tidak perlu repot - repot." Sasha cepat menyahuti sebelum Anjas beranjak pergi.


Anjas pun terpaksa mendudukkan kembali dirinya yang sudah setengah berdiri itu. Sembari mendesah berat. Harus mengobrol apa dengan Sasha sementara mood nya sedang anjlok - anjloknya gara - gara Mita saat ini. Semoga saja Sasha tidak akan membahas soal perasaannya.


"Oh ya, aku ingin tanya sesuatu. Apa boleh?" tanya Sasha.


"Silahkan." Sembari mengangguk.


"Soal Mita ..."


Anjas menatap tajam Sasha. Apa lagi kali ini yang ingin di bahas Sasha. Ada apa dengan Mita. Jangan bilang kalau Sasha sudah tahu, bahwa Mita itu adalah mantan pacar Anjas.


"Jujur, aku kurang mengenal Mita dengan baik. Tapi aku rasa, dia adalah gadis yang baik. Dia cantik, ramah, dan juga sangat sederhana." Sasha nampak berpikir sejenak.


Apa? Apa ini maksudnya?


Anjas mengerutkan dahinya. Masih menunggu kalimat Sasha selanjutnya tentang Mita.


"Aku sempat ngobrol dengan Vano. Katanya, dia benar - benar jatuh cinta dengan Mita. Dan Vano berniat ..."


Anjas tegang. Hampir tidak bisa bernapas. Vano berniat apa pada Mita? Pikiran Anjas jadi berkelana kemana - mana kini. Semoga saja Elvano tidak berniat buruk pada Mita.


"Vano berniat melamar Mita." Ucap Sasha mantap. Dan Anjas terbelalak seketika.


Melamar? Si playboy itu mau melamar Mita?

__ADS_1


Akh. Yang benar saja. Apa dia benar - benar sudah insaf dan mulai memikirkan masa depan? Tapi rasanya tidak mungkin. Bagaimana bisa Elvano seserius itu terhadap Mita. Sedangkan Mita bukan kriteria idealnya. Apa Elvano sedang mempermainkan Mita?


Sementara di ruang tengah, Nara sedang bermain boneka dengan di temani Anjani dan Memey. Sedangkan Oma Lidya sedang asik berselancar di dunia maya. Sesekali dia terlihat sedang berselfie - selfie ria. Dengan mengimut - imutkan wajahnya yang meski terlihat awet, tetap saja ada garis halusnya.


He he he, yang namanya nenek - nenek, tetap saja peyot. Mau di timpa bedak seberapa tebal pun, tetap saja peyot.


"Ma ..." panggil Anjani.


"Hmm?" Oma Lidya berdehem sambil memasang pose terimutnya. Dan ... klik ... satu pose terabadikan.


"Mama serius mau menjodohkan Kak Anjas dengan Sasha?"


"Serius dong. Mereka itu sangat serasi. Lagi pula Sasha cantik, dan orangnya juga baik. Mereka pasti bakalan cocok."


"Mama yakin Kak Anjas suka sama Sasha?"


"Yakin lah. Selama mereka berteman, apa pernah Kakak kamu itu mendekati wanita lain? Tidak kan? Jadi Mama berkesimpulan, kalau Kakak kamu suka sama Sasha. Hanya saja dia malu mengutarakan perasaannya itu pada Sasha."


"Ikh, Mama jangan suka ngambil kesimpulan sembarangan deh. Gimana kalau ternyata Kak Anjas mencintai wanita lain."


"Wanita lain yang mana? Wanita di masa lalunya itu? Yang tidak jelas asal - usulnya? Ogah, Mama tidak setuju."


Memang, empat tahun lalu Anjas sempat mengutarakan niatnya pada mamanya tentang rencananya untuk menikahi Mita. Namun terhalang sebuah tragedi. Kakak tertua Anjas mengalami kecelakaan hebat hingga meninggal dunia. Dan disaat yang sama pula, perusahaan keluarga yang di kelola Bagas, kakak tertua Anjas, sedang dalam masalah finansial. Dan berada di ambang kebangkrutan.


Saat itu juga, Anjas di daulat untuk menggantikan kakaknya. Dan harus menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. Sehingga, dengan sangat terpaksa Anjas membatalkan pernikahannya dengan Mita secara sepihak. Demi menyelamatkan keluarganya.


Dan saat itu, Sasha datang sebagai penyelamatnya. Sasha yang notabenenya putri seorang pengusaha properti ternama membantunya dengan cara membujuk orang tuanya agar mau berinvestasi di Winata Group. Sedangkan Sasha sendiri lebih suka mengelola toko bunganya ketimbang bekerja di perusahaan ayahnya.


Hal itulah yang membuat Anjas tidak bisa menghindari Sasha. Anjas seakan terikat oleh balas budi.


.


.


Dan kini mereka tengah duduk berdua di satu bangku di taman itu. Elvano memberanikan diri merangkul pundak Mita. Sedangkan Mita merasa kikuk di perlakukan seperti itu. Bukan karena keteknya Elvano bau, bukan. Melainkan, Mita sendiri belum yakin dengan perasaannya untuk Elvano. Jadinya Mita merasa risih.


Ada - ada saja si Mita. Elvano udah ganteng maksimal begitu, masa keteknya bau. Keep calm Mita. Elvano loh ini. Si tampan edisi terbatas. Lebih tampan dari Ji Chang Wook malah.


"Mit, apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Elvano lirih.


"Boleh, mau nanya apa?"


"Kamu senang tidak pacaran denganku?"


"Eum ... ehem, ehem ..." Mita harus jawab apa ini?


"Kenapa? Leher kamu gatal? Mau aku belikan minum?"


"Tidak, tidak, bukan itu." Sembari melepaskan rangkulan Elvano dari pundaknya dengan pelan dan hati - hati.


"Kenapa? Ketekku bau ya?" sambil menghirup aroma keteknya.


Mita tertawa geli melihat tingkah dan mimik wajah Elvano seperti itu. Ternyata Elvano orangnya lucu juga. Dan suka bercanda.


"Bukan, bukan itu. Ketek kamu tidak bau kok."

__ADS_1


"Haaah ... syukurlah. Padahal aku udah pake parfum termahal loh buat kamu."


"Ish ... pamer ya?"


"Bercanda sayang ..." sambil menyentil gemas hidung mancung Mita.


"Oh ya, kamu belum jawab pertanyaan aku." Kini Elvano menatap lekat Mita. Sorot matanya begitu dalam hingga membuat jantung Mita dag dig dug ser tak karuan. Hatinya pun berdebar - debar aneh.


Baru saja Elvano terlihat bercanda. Dan kini, tampangnya begitu serius. Hingga membuat Mita serasa berhenti bernapas.


"Eum ... aku ..." Mita gugup. Sumpah, Mita grogi.


"Aku sayang sama kamu. Bukan hanya itu, tapi aku juga cinta sama kamu. Aku hanya ingin tau, seperti apa perasaan kamu padaku."


"Van, aku tau kamu tulus. Tapi kamu juga tau kan, cinta juga butuh proses. Tidak bisa hadir begitu saja."


"Kamu masih butuh waktu lagi?"


Mita menggelengkan kepalanya.


"Okey ... Tapi aku tidak mau menunggu lama."


Mita mengangguk pelan, "makasih ya, kamu sangat pengertian. Aku__"


Mita tidak sempat menyelesaikan kalimatnya karena Elvano sudah membungkam bibir Mita dengan bibirnya. Memagutnya mesra dan dalam.


Dag ... Dig ... Dug ...


Aduh, jantung ... jantung baik - baik ya? Please yang tenang di dalam sana. Jangan gaduh.


Jantung Mita berdebar kencang. Dan sesaat menikmati ciuman lembut Elvano.


Namun tiba - tiba ...


"Hatchiiih ..." Mita bersin tepat di depan wajah Elvano. Dan Elvano hanya bisa mendesah sambil mengusap wajahnya yang terkena percikan air liur Mita.


"Maaf ... Maaf ya?" Mita nyengir lebar. Ikh, Mita malu - maluin. Bisa - bisanya di saat - saat romantis begini Mita malah bersin - bersin. Apa mulutnya Anjas bau ya?


Ya ampun Mita. Jangan menjatuhkan nama baik Elvano gitu dong. Elvano loh, pria tertampan sejagad raya.


.......


.......


.......


...Bersambung...


Maaf ya telat - telat update 🙏


Jujur, otor syibbuk ...🤗


Saranghae readers ❤️


Otor Kawe

__ADS_1


__ADS_2