Meet You, Again!

Meet You, Again!
YOU Bab 15


__ADS_3

Harus bilang apa lagi, Oma Lidya benar - benar nekat mengutarakan niatnya pada Sasha tanpa konfirmasi dulu dengan Anjas. Sekarang malah Anjas yang di buat pusing jadinya.


Saat ini Sasha mungkin berpikir kalau Anjas pun memiliki perasaan yang sama dengannya.


Anjas hanya tidak ingin mengecewakan mamanya. Dan tidak ingin menyakiti Sasha. Walau bagaimanapun, Sasha sudah banyak membantunya dalam mengurus dan merawat Nara.


Namun Anjas pun tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Hingga kini, Sasha tidak lebih dari seorang teman baginya. Dalam hati Anjas, masih ada seseorang. Seseorang yang begitu dicintainya. Sejak dulu sampai saat ini.


Akan tetapi, sebuah kejadian naas yang tidak bisa di hindari saat itu, telah membentangkan jarak di antara mereka. Bahkan menimbulkan kebencian yang dalam di hati orang yang dicintainya.


Anjas hanya tidak tahu, bagaimana dan harus memulai dari mana. Agar Mita mau mengerti dan mendengarkan penjelasannya. Sampai saat ini, di hati Anjas hanya ada Mita.


"Maaf, tadi Mama ku hanya asal bicara saja. Tolong jangan di anggap serius." Ujar Anjas saat tengah mengobrol berdua dengan Sasha di halaman belakang rumah. Sambil duduk di pinggir kolam, dengan kaki menjuntai menyentuh permukaan air kolam itu.


"Apa itu hanya keinginan Mama kamu saja? Kamu tidak menginginkan hal itu terjadi?" Sasha terlihat kecewa. Bertahun - tahun dia menantikan hal ini. Namun hanya inilah jawaban yang dia dapatkan dari Anjas.


"Maafkan aku."


"Tanpa aku mengatakan pun, kamu sudah tahu seperti apa perasaanku sama kamu. Aku ini wanita normal. Sudah bertahun - tahun kita bersama. Mana mungkin aku tidak memiliki perasaan itu terhadap kamu."


"Sekali lagi aku minta maaf. Aku tidak bisa menuruti keinginan Mamaku."


"Mau sampai berapa kali kamu meminta maaf Anjas. Aku tahu, sekarang kamu belum mencintaiku. Tapi aku yakin, suatu hari nanti kamu akan mencintaiku."


Sasha merasakan dadanya begitu sesak. Terasa ada yang mengganjal hingga membuatnya seakan sulit untuk bernapas. Apakah hal itu di karenakan pengakuan Anjas? Yang terang - terangan menolaknya mentah - mentah?


Alasan apa yang membuat Anjas menolak menjalin hubungan dengan Sasha. Padahal Sasha sudah begitu setia dan sabar menanti. Hingga Anjas benar - benar menyadari perasaannya.


Apakah Anjas sudah memiliki seseorang di hatinya? Tapi siapa? Selama ini Anjas tidak pernah cerita tentang seseorang yang dia cintai. Hingga Sasha pun berpikir kalau Anjas tidak memiliki siapapun di hatinya.


Anjas kemudian bangkit dan melenggang masuk ke dalam rumah. Meninggalkan Sasha yang terus memandangi punggungnya sampai menghilang di balik dinding rumah.


Hati Sasha terasa sakit melihat sikap Anjas yang terlalu cuek. Anjas pergi begitu saja tanpa berkata apapun lagi. Membuat Sasha menerka - nerka sendiri seperti apa perasaannya Anjas saat ini.


"Anjas, aku akan tetap menunggu. Sampai kapanpun." Gumam Sasha lirih.


Sepertinya Sasha butuh kesabaran ekstra saat ini. Mendapatkan cinta Anjas, tidak mudah memang. Butuh kesabaran dan perjuangan ekstra.


.


Di kamarnya Anjas terlihat tengah duduk diam sambil memandang keluar jendela kamar.


Pikirannya terusik dengan hubungan Mita dan Elvano, sahabat Anjas yang terkenal playboy itu. Anjas masih tidak percaya kalau mereka berpacaran. Masalahnya, Elvano itu tipikal pria yang suka bergonta ganti pasangan. Dan suka mempermainkan wanita.


Anjas hanya khawatir kalau sesuatu yang buruk akan menimpa Mita. Bukan tanpa alasan kecemasan Anjas. Kasus terburuk yang pernah di lakukan Elvano adalah pernah menghamili anak orang dan lari dari tanggung jawab. Anjas hanya tidak ingin Mita menjadi korban hidung belang Elvano.


"Mita, segitu bencinya kamu padaku?" gumam Anjas lirih. Disertai hembusan napas panjang dan berat.

__ADS_1


__


Mita hendak ke warung di seberang jalan untuk membeli keperluannya. Namun langkahnya terhenti saat di depan rumah terlihat sesosok familiar tengah berjalan memasuki pekarangan rumah. Sesosok pria tampan dengan sejuta pesonanya. Si tampan limited edition (edisi terbatas). Elvano.


"Hai ..." sapa Elvano begitu pandangan matanya tertumbuk pada Mita yang tengah berdiri di ambang pintu. Sambil memberinya tatapan tidak suka akan kedatangannya malam ini.


Elvano kini sudah berdiri di hadapan Mita. Sambil tersenyum manis menatapnya.


"Bukannya kamu orang super sibuk ya, kenapa malah kesini? Kan sudah aku bilang tadi, malam ini aku tidak ingin kemana - mana." Ucap Mita sedikit kesal dengan kedatangan Elvano ke rumahnya.


"Karena kamu tidak ingin kemana - mana, makanya aku yang kesini." Elvano menyahuti dengan santainya.


Si Elvano ini, besar juga nyalinya. Berani menyambangi anak gadis orang malam - malam. Ternyata prestasinya sebagai playboy tidak bisa di anggap remeh.


"Aku tidak di ajak masuk nih? Aku tamu loh. Sudah jauh - jauh datang kemari. Tawari minum kek." Seloroh Elvano sambil menatap Mita yang tengah menatapnya heran.


"Ada tamu Mit ? Siapa ? Kenapa tidak di ajak masuk tamunya ?" seru Mama Retno dari arah dapur.


Senyum Mama Retno mengembang seketika begitu melihat siapa tamu yang datang malam - malam ke rumahnya.


"Malam Tante ..." sapa Elvano sopan dengan senyum ramahnya.


"Eeh ... si anak ganteng. Sini, masuk dulu." Mama Retno menarik pergelangan tangan Elvano dan mengajaknya duduk di sofa ruang tamu.


Mama kebiasaan deh. Seperti orang yang tidak pernah melihat tampang mulus kayak Elvano saja. Mita semakin menggerutu dalam hatinya.


"Cuma mampir sebentar saja Tan. Pengen ngobrol sama Mita. Ngomong - ngomong, boleh kan Tante?" Elvano ini memang paling pintar mengambil hati.


"Ooh ... boleh. Tentu saja boleh," Mama Retno lalu melirik Mita, "Mit, sini, temani Vano ngobrol. Mama bikinin minum dulu buat kalian. Tidak baik mengacuhkan tamu."


Kemudian Mama Retno melenggang menuju dapur. Mita pun akhirnya mengambil duduk di sofa sebelah.


Beberapa menit kemudian Mama Retno datang dengan nampan berisi dua cangkir teh dan brownies buatan Mama Retno yang hits abis di kalangan pelanggannya dan para tetangga.


Setelah menaruh teh itu beserta pendampingnya, Mama Retno pun kembali ke dapur.


Elvano tersenyum manis menatap Mita yang terkesan kurang nyaman dengan kedatangan Elvano. Mita bahkan menatapnya dengan tatapan kurang suka.


"Kok ngelihatin aku segitu amat, lupa apa yang di katakan Mama kamu tadi? Tidak baik mengacuhkan tamu." Seloroh Elvano lalu kembali memasang senyum manisnya.


"Sebenarnya maksud kamu kesini itu apa?"


"Ketemu kamu lah. Masa ketemu sama Mama kamu."


"Apa aku belum bilang makasih tadi sama kamu?"


Elvano terkekeh mendengar ucapan Mita. Sungguh membutuhkan strategi yang jitu untuk mendekati makhluk hawa yang satu ini.

__ADS_1


"Mit, bisa tidak, kamu jangan galak - galak gitu."


"Ikh, siapa yang galak?" Mita memelototi Elvano.


"Ampun nih cewek. Mita, aku serius sama omongan aku tadi di sekolahan."


"Omongan yang mana?" Mita pura - pura lupa.


Memang, tipe - tipe cowok seperti Elvano ini tidak baik di beri hati. Lama - lama minta jantung. Hanya di ajak bersandiwara malah di bawa hati segala.


Elvano bergeser sedikit dari duduknya, lebih mendekat ke arah Mita yang duduk di sofa sebelah. Perlahan, Elvano pun meraih jemari Mita dan membawanya kedalam genggamannya.


Mita malah mengerutkan dahinya melihat tingkah aneh Elvano.


"Mit, apa aku boleh jujur sama kamu?"


"Boleh. Silahkan."


"Sebenarnya, aku suka sama kamu. Sejak pertama kali kita bertemu. Si coffeshop malam itu. Saat kamu berpura - pura jadi pacar aku."


Mita hanya menatap Elvano dengan ekspresi datar. Sebenarnya Mita sudah tahu arah - arah pembicaraan Elvano. Hingga Mita pun tidak merasa terkejut. Dari gelagatnya saja sudah jelas kelihatan.


"Apa boleh kita pacaran beneran? Aku mau kamu jadi pacar aku."


"Sorry Van. Aku __"


"Tidak perlu kamu jawab sekarang. Aku kasih kamu waktu untuk mempertimbangkan ini. Berapa lama waktu yang kamu butuhkan. Hm?"


"Van, aku __"


"Sampai kamu punya jawabannya. Sampai saat itu, aku akan selalu menunggu. Aku serius Mit, aku sayang sama kamu."


Aduh si Elvano ini. Mendadak jantung Mita di buat deg - degan ser tak karuan. Dari tampangnya, sepertinya Elvano serius. Tapi, apa iya, cewek seperti Mita ini, yang sederhana dan terkadang jutek bisa membuat Elvano jatuh cinta?


Apa sebelum ke rumah Mita, Elvano kesambet setan apa gitu atau mungkin kepentok dinding sampai pikirannya jadi ngawur begini.


Terus Mita harus jawab apa ?


Are you kidding Elvano (apa kamu bercanda Elvano) ?


...*...


...*...


...*...


...-Bersambung-...

__ADS_1


__ADS_2