Meet You, Again!

Meet You, Again!
YOU Bab 75


__ADS_3

Sore itu, Oma Lidya mengajak Mita ke butiknya dengan ditemani Anjani dan Nara, atas permintaan Anjas.


"Mita ... Coba kamu pakai gaun ini." Ucap Oma Lidya sembari menyodorkan sebuah mini dress berwarna merah ke tangan Mita.


Mita pun menerimanya dengan senang hati, disertai senyuman hangat di wajahnya.


"Itu Mama bikin khusus buat kamu." Tambahnya.


"Makasih Ma. Dress nya cantik sekali Ma. Kenapa Mama repot-repot segala membuatkan aku dress secantik ini."


"Kamu kan sudah jadi menantu Mama."


"Dicoba aja dulu Bunda. Bunda pasti cantik pake gaun itu." Ujar Nara menimpali.


"Dress nya cantik. Sama kayak Kak Mita. Ayo Kak, dicoba dulu." Tambah Anjani.


"Ya sudah, aku coba ya?" Mita pun melenggang ke ruang ganti.


Tak berapa lama, Mita keluar dengan berbalutkan mini dress itu ditubuhnya. Membuat Oma Lidya, Anjani, dan Nara terpana.



"Waaah ... Tuh kan, Nara bilang juga apa. Bunda cantik banget." Puji Nara dengan wajah sumringah.


"Makasih sayang." Ucap Mita sembari tersenyum.


"Kak Mita cantik. Suer deh." Anjani turut menimpali sambil mengacungkan jempolnya.


"Makasih. Kalian terlalu banyak memuji. Aku jadi malu."


"Tapi, akan lebih cantik lagi kalau kita poles sedikit muka kamu. Ayo, Mit. Ikut Mama." Oma Lidya mengajak Mita ke ruang rias pribadinya di butik itu.


Mita pun mengekor di belakang Oma Lidya. Menurut saja apa pun yang mereka lakukan padanya. Tanpa tahu kejutan kecil apa yang sedang menantinya di rumah.


Sementara Mita sedang sibuk dengan dandanannya, Anjas justru sedang sibuk dengan persiapan kejutannya. Dengan dibantu Chandra, dan asisten rumah tangganya.


"Den, ini kuenya ditaruh dimana?" Tanya Memey sembari menunjukkan kotak kardus di tangannya.


"Taruh saja dulu disitu Mey."


Memey pun menurut. Diletakkannya kotak kardus itu di meja kecil. Setelah itu, Memey kembali menyibukkan dirinya dengan pita-pita dan bunga-bunga yang turut melengkapi dekorasi dadakan sore itu.


.


.


Malam pun menjelang. Tepat pukul tujuh malam, Mita, Oma Lidya, Anjani, dan Nara pulang ke rumah. Mita yang dalam balutan moni dress berwarna merah, ditambah riasan tipis diwajahnya, semakin menambah keanggunannya.


Perlahan mereka mulai melangkahkan kaki memasuki rumah itu yang tampak sepi, tak seperti biasanya. Hal itu pun menimbulkan pertanyaan dalam benak Mita.


"Kok sepi ya?" Tanya Mita heran.


"Iya nih. Mama juga kurang tau. Anjas kemana ya?" Oma Lidya pun berlagak seolah tidak tahu menahu tentang kejutan yang disiapkan oleh Anjas.


Tiba di ruang tengah. Tiba-tiba saja ...


Duarrr

__ADS_1


"Happy Birthday." Serempak, bak paduan suara, semua yang hadir di ruang tengah itu mengucapkan selamat pada Mita. Hingga Mita pun tersentak kaget dibuatnya.


Memang kejutannya cukup sederhana. Tamu undangan yang hadir pun hanya sejumlah orang. Namun, mereka adalah orang-orang yang berarti dalam hidup Mita.


Di ruang tengah itu, berdiri Mama Retno, sahabatnya Nayla, sepupunya Lyra, dan para asisten rumah tangga. Tak lupa pula Chandra, asisten Anjas. Sementara pandangan Mita mencari-cari keberadaan suaminya.


Sampai tiba-tiba, sebuah buket bunga sudah berada di hadapannya. Seseorang berdiri di belakangnya sambil memegang buket bunga itu. Sontak, Mita pun memutar tubuhnya. Menghadap si pemegang buket bunga.


"Selamat ulang tahun isteriku." Ucap Anjas sembari tersenyum manis.


Dengan malu-malu, disertai perasaan bahagia, Mita meraih buket bunga itu dari tangan Anjas.


"Makasih suamiku." Dengan cepat Mita menghambur ke pelukan Anjas. Anjas pun membalas pelukan Mita. Disertai kecupan hangat mendarat di kening Mita, saat Mita menadahkan pandangannya.


"Aku mencintaimu." Lirih Mita berkata diiringi buliran air bening yang perlahan mulai berjatuhan dari pelupuk matanya.


Dengan lembut jemari Anjas menghapus air mata itu. Diikuti kecupan hangat untuk kedua kalinya.


"Aku lebih mencintaimu." Lirih Anjas sembari membelai lembut pipi mulus Mita.


"Selamat ulang tahun, Bunda." Ucap Nara sembari menghambur ke pelukan Mita. Mita pun melepas pelukannya dari Anjas dan menyambut gadis kecil itu kedalam pelukannya.


"Makasih sayang."


"Selamat ulang tahun ya Nak." Ucap Oma Lidya tulus.


"Makasih, Ma." Sembari bercipika-cipiki begitu melepaskan pelukan Nara.


"Selamat ulang tahun kakak iparku." Ucap Anjani, pun bercipika-cipiki dengan kakak iparnya.


Diikuti yang lain, mamanya, sahabatnya, sepupunya, dan para ART. Turut memberikan ucapan selamat ulang tahun. Pantas saja, Oma Lidya mendandani Mita dengan begitu cantiknya. Ternyata hari ini adalah hari ulang tahun Mita.


"Mau bagaimana lagi. Mana mungkin aku menolak undangan suami kamu. Lagi pula, malam ini jadwalku kosong."


Di tengah suasana yang penuh rasa haru itu, tiba-tiba terdengar suara yang familiar, yang tiba-tiba hadir diantara mereka.


"Waah ... Rupanya aku datang terlambat ya."


Elvano.


Pria tertampan sejagad raya itu berdiri di seberang dengan buket bunga di tangannya.


"Hei, Van." Seru Anjas sembari menghampiri.


Melihat Elvano datang, Mita pun menghampirinya sambil menarik pergelangan tangan Lyra.


"Selamat ulang tahun Mit." Ucap Elvano dengan menyodorkan buket bunga itu ke tangan Mita.


"Makasih, Van." Ucap Mita sambil mulai menghirup aroma bunga itu.


"Eh, jangan dicium. Bunganya bau amis. Aku lupa ngasih parfum soalnya." Kelakar Elvano dan berhasil membuat mereka tergelak.


"Kamu bisa aja deh Van."


Tampak Lyra tersipu malu saat Elvano mengalihkan pandangannya. Candaan receh Elvano itu membuat Lyra tersenyum-senyum sendiri. Namun berbeda dengan Elvano. Dia justru dibuat terpana dengan senyuman manis Lyra, yang baru kali ini tampak jelas di matanya.


"Ehem ... Ehem ..." Deheman Anjas pun membuat keduanya salah tingkah.

__ADS_1


Rupanya ada cinta yang mulai bersemi nih. Ada hati yang perlahan mulai saling bertaut. Mengerti dengan keadaan, Anjas dan Mita pun meninggalkan Elvano dan Lyra berdua. Agar keduanya bisa saling mengenal lebih dekat lagi.


Perayaan kecil-kecilan itu pun diwarnai oleh canda tawa. Setelah acara tiup lilin dan pemotongan kue, diakhiri dengan kado spesial dari Oma Lidya. Yaitu tiket honeymoon ke Korea Selatan selama seminggu.


Aciyeee ... Selamat ber honeymoon ria ya. Semoga disana ketemu sama Babang Lee Min Ho. Salam dari otor buat Bang Lee Min. Jangan lupa disampaikan ya.


.


.


Setelah acara ulang tahun itu, Elvano dengan berani menawarkan diri mengantarkan Lyra pulang. Bak gayung bersambut, Lyra pun tidak menolak.


Dalam perjalanan pulang, suasana tampak hening. Pandangan Lyra terfokus ke jalanan di depan. Sementara Elvano, meski sedang menyetir, sesekali melirik ke arah Lyra yang masih diam membisu.


"Makasih ya." Ucap Elvano kemudian. Memecah hening diantara mereka.


"Untuk apa?"


"Bersedia aku antar pulang."


Lyra terkekeh, "Begitu saja kok bilang terima kasih."


"Harus dong. Karena kamu bukan wanita sembarangan." Mulai lagi nih si Elvano.


"Bisa aja. Bukannya semua wanita itu sama saja?"


"Tapi kamu berbeda."


Lyra kembali terkekeh, "Oh ya? Sampai segitunya kamu bercanda." Celetuk Lyra.


"Aku serius. Kamu sungguh berbeda. Kamu itu ibarat bidadari yang dikirim Tuhan untukku. Jadi bagiku, kamu berharga." Nah kan? Elvano mulai melancarkan aksinya. Elvano gitu loh. Pantang mundur saat ada mangsa.


"Ha Ha Ha ..." Lyra malah terbahak-bahak mendengar gombalan receh Elvano. Baru aja kenal, udah berani ngegombal abis. Emang dasar Elvano.


"Aku beneran serius loh."


"Dasar tukang gombal." Celetuk Lyra sembari mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil. Namun wajahnya tersipu malu.


.


Sementara di lain tempat. Setelah perayaan kecil-kecilan itu usai, kini saatnya Mita dan Anjas beristirahat di kamarnya. Nara sudah ditangani Anjani. Jadi malam ini, tidak akan ada gangguan lagi.


Pelan Mita mendorong daun pintu kamarnya. Diikuti Anjas di belakangnya. Saat pintu terbuka, tampak ada sesuatu yang berbeda dari kamar itu.


.......


.......


.......


...Bersambung...


**Mohon maaf baru bisa update, dikarenakan kondisi kesehatan yang tiba-tiba menurun. Semoga saja masih bisa menghibur.


salam hangat untuk reader ter❤️


Jangan lupa tetap jaga kesehatan.

__ADS_1


^^^Otor Kawe**^^^


__ADS_2