Meet You, Again!

Meet You, Again!
YOU Bab 9


__ADS_3

Mentari pagi kini bersinar cerah. Cahayanya yang hangat menyapa setiap insan.


Seperti biasanya, keseharian aktifitasnya, Mita tengah berdiri di ambang pintu kelasnya. Menunggu dan menyambut murid-muridnya yang mulai berdatangan. Riuh suara anak-anak membuat Mita tidak bisa melepas senyum di wajahnya itu.


Suara riang canda tawa mereka menghadirkan suasana tersendiri bagi Mita. Anak-anak itu seolah merupakan hiburan baginya.


Ada yang bermain sambil bercanda, ada yang berlarian sambil kejar-kejaran. Hingga membuat Mita harus menegurnya berkali-kali.


"Jangan lari-lari nanti jatuh anak-anak ..." begitu teguran Mita berkali-kali mengingatkan murid - muridnya itu.


Mita terlalu sibuk memperhatikan dan mengamati murid-muridnya yang saling kejar-kejaran. Hingga salah satu muridnya yang berlari cepat melintas di depannya tanpa sengaja menyambarnya.


Alhasil tubuh Mita pun oleng, sempoyongan. Mita berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya yang akan terjatuh itu.


Beruntung, dengan cepat sepasang tangan kekar berhasil menopangnya hingga tubuhnya tidak terjatuh menyentuh lantai.


Pemilik sepasang tangan kekar itu kini tengah menatapnya dalam. Dalam hitungan sepersekian detik, tatapan mata mereka saling bertemu.


Tatapan mata itu membuat jantung Mita berdebar tak karuan. Tatapan mata yang dulu sering dilihatnya. Bahkan sering menatapnya. Ya, tatapan mata yang sama dari orang yang sama pula.


Anjas !


Seketika Mita pun tersadar dari buaian tatapan itu.


Mita berpura-pura merapikan pakaiannya demi menghindari tatapan itu. Dan demi menormalkan kembali debaran jantungnya yang semakin tidak beraturan kini.


"Hati-hati. Kalau nanti kamu jatuh gimana? Untung ada aku kan?" seloroh Anjas sembari mengulum senyum tipis di wajahnya.


Mita membuang pandangannya ke sembarang tempat. Menghindari tatapan Anjas yang tidak pernah lepas darinya.


"Pagi Bunda ..." sapa Nara tiba-tiba sambil melambaikan tangannya di depan Mita.


"Pagi Nara ..." Mita membalas sapaan Nara sembari mulai merangkulnya dan mengajaknya ke tempat duduknya. Untuk menghindari Anjas.


"Nara ... bukannya daddy nya Nara sibuk? Pulangnya nanti minta di jemput mommy aja ya. Kasihan kan daddy nya lagi banyak kerjaan." Ujar Mita dengan suara sengaja di buat kencang agar terdengar oleh Anjas.


Anjas yang mendengar itu hanya bisa tersenyum - senyum sendiri.


Ternyata Mita masih sama seperti dulu. Suka jutek. Dan hal itu yang membuat Anjas terkadang gemas dengan tingkahnya.


"Kata daddy, daddy bakal antar jemput Nara setiap hari. Daddy udah janji."


"Oh ya ? daddy nya nekat juga ya ?" sambil melirik Anjas yang masih berdiri di ambang pintu.


Anjas masih menatap Mita dengan senyum tipisnya.


Sementara Mita seakan tidak nyaman dengan keberadaan Anjas. Hingga Mita pun melancarkan sindiran - sindiran halus untuk mengusir Anjas.


"Anak - anak ... kita mulai saja pelajarannya ya? Tolong bagi yang tidak berkepentingan, harap segera meninggalkan ruangan ini. Karena keberadaan anda sangat mengganggu." Mita sengaja mengencangkan suaranya sembari melirik Anjas dengan ekor matanya.


Lagi - lagi tingkah Mita itu justru membuat Anjas tertawa kecil. Sambil menggelengkan kepalanya.


"Bagi yang tidak berkepentingan, harap segera meninggalkan ruangan ini. Kecuali jika anda memang tuli." Mita kembali melancarkan aksinya sambil melirik Anjas.


Akhirnya Anjas pun menuruti perkataan Mita sambil tersenyum - senyum. Dan segera meninggalkan ruangan itu.


"Apa orang itu akan menunggu anaknya sampai selesai belajar?" gumam Mita sambil memanjangkan lehernya melihat - lihat apakah Anjas sudah pergi atau justru bertahan demi menunggu Nara.

__ADS_1


Sedikit tidak beruntung, asisten Anjas menelepon. Untuk memberitahu bahwa mereka akan melakukan kunjungan ke pabrik 15 menit lagi.


Sehingga nya, Anjas tidak bisa menunggu sampai Nara selesai.


Anjas pun akhirnya bergegas meninggalkan sekolahan itu. Dengan sedikit berat hati. Dan memacu mobilnya dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan kota yang mulai terlihat ramai oleh berbagai kendaraan.


Huffft !!!


Mita pun bisa bernapas lega setelah kepergian Anjas. Hampir saja dia terserang sesak napas dadakan karena kehadiran Anjas. Yang benar - benar membuatnya tidak nyaman.


Anjas adalah masa lalu yang di bencinya. Masa lalu yang ingin dia lupakan. Masa lalu yang susah payah berusaha dia hindari. Anjas adalah musuh abadinya.


___


Jam pelajaran pun telah usai.


Murid - muridnya sudah di jemput oleh orang tuanya. Hanya tertinggal Nara seorang yang belum mendapat jemputan.


Seperti biasanya, sebagai tanggung jawabnya sebagai wali kelas. Mita pun menemani Nara. Menunggu sampai anak itu di jemput oleh orang tuanya.


Walaupun sebenarnya, Mita berharap bukan Anjas yang akan datang menjemput Nara.


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya seseorang datang menjemput Nara. Orang itu datang menggunakan taksi.


"Mommy ..." seru Nara sembari menghambur ke dalam pelukannya.


"Hai sayang ... mommy telat lagi ya? Maaf ya? Tadi mobil mommy mogok, jadi mommy sedikit telat menjemput Nara. Nara tidak marah kan?" seru wanita itu. Yang katanya adalah ibunya Nara.


"Tidak." Nara menggelengkan kepalanya lalu melepaskan pelukannya.


Mita melempar senyum ramahnya pada wanita itu. Sasha Adelina.


"Mita, Bu."


"Oh iya, Mita. Panggil saja Sasha, lebih enak di dengar."


Mita kembali menyunggingkan senyum ramahnya.


Tak berapa lama, sebuah mobil berhenti di depan gerbang sekolah. Terlihat seseorang turun dari mobil itu dan berjalan menghampiri mereka yang masih berdiri di depan ruang kelas.


"Daddy ..." panggil Nara pada orang itu.


Ya. Siapa lagi yang datang kalau bukan Anjas. Si duren kedondong. Musuh abadinya Mita.


Seketika perasaan Mita menjadi tidak karuan. Terlebih saat melihat si kedondong itu tengah tersenyum manis menatap Sasha. Yang di balas Sasha dengan senyuman yang tak kalah manis pula.


Hatinya terasa cenat - cenut tak karuan. Gelisah tak menentu.


Tunggu !


Apa Mita cemburu ?


Oh came on Mita ( oh ayolah Mita)


Keep calm (tetap tenang)


Kuasai diri, hati, dan perasaan mu. Ingat, dia musuh abadi mu. Orang yang sudah mencampakkanmu.

__ADS_1


"Maaf ya, daddy telat." Ucap Anjas sambil mengelus puncak kepala Nara.


"Nara senang bisa di jemput daddy dan mommy. Habis ini kita ke Mall ya daddy. Nara mau beli mainan yang banyak." Ucap Nara kegirangan.


"Katanya hari ini kamu sibuk." Ucap Sasha sambil menatap Anjas dengan seksama.


"Hanya mengunjungi pabrik. Itu bisa di jadwal ulang. Yang penting buat aku skarang adalah Nara." Lalu melirik ke arah Mita.


Mita menatap mereka dengan ekspresi datar. Namun tersenyum tiba - tiba sebab Sasha menoleh ke arahnya.


"Kalau begitu kami pergi dulu ya Mit. Sekali lagi terima kasih, sudah menemani Nara." Ucap Sasha.


"Iya, sama - sama."


"Ayo, kita pulang."


"Tunggu sebentar." Anjas melangkah menghampiri Mita yang kini sudah kembali ke ekspresi datarnya.


Senyumnya mendadak layu saat Anjas menghampirinya.


"Terima kasih ya," ucap Anjas singkat sambil tersenyum menatap Mita.


Mita hanya membalasnya dengan anggukan kecil. Tanpa sekalipun menatap mata Anjas.


"Kapan - kapan, kalau ada waktu, apa boleh kita ketemu. Banyak hal yang ingin aku bicarakan berdua sama kamu."


"Maaf, tapi aku harus minta ijin pacar aku dulu." Kilah Mita demi menghindari ajakan Anjas.


"Oh iya, maaf. Hampir lupa kalau kamu sudah punya pacar. Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu."


"Silahkan ..." Mita pun memaksakan senyumnya yang akhirnya jadi terlihat aneh itu.


Anjas, Sasha, dan Nara pun lalu beranjak pergi menaiki mobil Anjas yang terparkir di depan gerbang sekolah.


Mita hanya bisa mengelus - elus dadanya saat melihat Anjas membukakan pintu mobil untuk Sasha. Sambil tersenyum manis.


Namun sekilas, tingkah Mita itu sempat tertangkap oleh pandangan mata Anjas.


Dan Anjas hanya bisa tersenyum sambil melirik Mita. Apa yang di lakukan Anjas dengan sengaja, ternyata menimbulkan ekspresi yang berbeda di raut wajah Mita.


Mita cemburu ?


Anjas menginginkan hal itu terjadi.


...*...


...*...


...*...


...-Bersambung-...


**Hai readers yang budiman 🤗


yang baek, yang cakep ...


Boleh dong minta Like nya, komen, vote, dan bunga yang banyak. Agar otor kawe ini makin semangat update nya ☺️

__ADS_1


Tetap semangat, jaga kesehatan.


Salam hangat dari** Otor Kawe 🤗


__ADS_2