Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Rencana Momy Carolin


__ADS_3

Langkah wanita itu begitu cepat lansung masuk kedalam kamarnya, ia sudah sangat pusing dengan Kedatangan Si Tua bebek itu dan sekarang ia harus lebuh giat mencari tahu dimana Keberadaan Kekasihnya, kalau mempercayakannya pada Nareus itu sama saja ia menunggu Matahari jatuh, pria itu seakan tak berniat membantunya.


"Alen!"


"Hm!"


Alen hanya diam saat Nareus memanggilnya dengan suara lembut itu, ia tak marah tapi ia sekarang tak ingin berdebat karna bisa saja ia menyakiti Grandma Nareus dengan sikap kasarnya.


"Alen!"


"Hm!"


Nareus semangkin dibuat resah jika wanita ini benar-benar marah padanya, entahlah, rasa tak enak dan was-was itu mulai menggeluti dadanya membuat Nareus menjadi gelisah berlebihan.


"Alen! Alen dengarkan aku!"


Nareus menarik lengan Alen yang ingin pergi kekamar mandi hingga tubuh wanita itu kembali kepelukannya dengan wajah yang saling tatap dengan khasnya sendiri.


"Apa?"


"Maafkan Grandma ku!"


"Memangnya dia kenapa?"


"Tadi dia menghinamu! sejujurnya dia tak begitu, Alen!"


Alen hanya mencabikan bibirnya acuh membuat Nareus menelan kehampa'an, ia merasa Alen benar-benar tak menganggapnya bahkan wanita ini tampak biasa saja.


"Kau tak marah?"


"Marah! untuk apa?"


Nareus lansung terdiam, ia melepas belitan tangannya kepinggang Alen yang sama sekali tak paham, ia bukanlah wanita yang peka, lagi pula Grandma Zamlya itu wajar marah padanya karna ia memang tahu diri kalau ia jauh dari Kriteria Nona Muda Kebangsawanan.


"Tidak ada!"


Alen mengkerutkan dahinya lalu berfikir sejenak menatap Nareus yang lansung menyambar handuk ditangan Alen dan Pergi kemar mandi.


Brakk..


Alen terlonjak kaget mengelus dadanya melihat Nareus yang membanting pintu kamar mandi sana keras membuat ia terperanjat kaget.


"Reus!!!"


"Hm!"


"Ini sudah jam 7 Pagi, kau ingin kekantor apa tidak?"


"Memangnya kenapa?"


Tanya Nareus menyembulkan kepalanya dari pintu sana dengan rambut basah serta dada bidang yang begitu menggiurkan membuat Alen menggeleng saja melihat si Sexsi ini.


"Kan kau mau mewakili, King!"


"Hm, Baiklah!"


Alen memiringkan bibirnya sinis lalu mulai menyiapkan Stelan kerja Nareus, ia juga harus menurut karna itu bisa membuat Nareus mau mencari Kekasihnya itu.


"Reus!!!"


"Hm?"

__ADS_1


"Aku nanti menyusulmu, ya?"


"Tak Usah!"


Alen hanya diam memikirkan apa yang akan ia buat nanti untuk menyusul pria itu, kalau pamitpun Nareus tak akan mengijinkannya.


"Alen!!!"


Suara Momy Carolin dari luar sana membuat Alen seketika lansung meletakan Pakaian Nareus diatas ranjang sana barulah ia membuka pintu kamar.


"Ada apa? Mom!"


Momy Carolin terlihat tersenyum merangkul Alen yang bingung apa yang diinginkan wanita ini.


"Nak, kau mau tidak menemani Momy ke acara Pesta malam ini?"


"Aku..!"


"Kemana?"


Sambar Nareus yang keluar dari kamar mandi sana seperti biasa dengan Handuk yang membalut tubuh kekar itu dengan tetesan air yang masih mengalir menyurusi tonjolan otot-otot seksi dari tubuh gagahnya.


"Reus!"


"Memangnya kemana?"


Tanya Nareus lagi seraya membiarkan Alen mengeringkan rambutnya dengan duduk di pinggir ranjang sana.


"Nak, Momy ada acara Pesta malam ini!"


"Lalu?"


Nareus lansung terdiam dengan tatapan mata menyelidik itu, ia tak tahu apa yang akan dilakukan wanita paruh baya ini, tapi tentu itu tak akan buruk bagi Alen.


"Jam berapa?"


"Nanti jam 7 malam!"


Nareus berfikir sejenak seraya menoleh kebelakang menatap Alen yang menaikan bahunya acuh, ia hanya menurut saja itupun jika ia mau nanti.


"Kau mau ikut?"


"Jika aku mau nanti! kau putuskan saja, nanti kau bilang aku Istri Pembangkang!"


Nareus hanya tersenyum pelit saja mencubit pipi tirus wanita galak ini hingga membuat Momy Carolin menghangat.


"Pergilah, tapi Mom! jangan pulang terlalu larut!"


"Hm! kau kan juga ada pekerjaan, maka urus saja! biar Alen bersama Momy!"


Nareus hanya mengangguk, itu hal yang baik karna setidaknya Alen tak bertemu dengan pria itu, hingga ia bisa memanfaatkan waktu yang ada.


Sementara Momy Carolin, ia harus segera berkomunikasi dengan Momy Berry akan rencananya malam nanti, ia akan memastikan Nareus dan Alen harus bersatu hingga bisa melawan Nenek Peot Sialan itu.


"Ya sudah! nanti kita berbelanja, kau ikut Momy!"


"Mom! acaranya kan jam 7 malam, urusan baju biar aku yang mencarinya!"


Sangka Nareus menarik Alen kembali kesampingnya, ia tahu bagaimana cara berpakaian Momy Carolin pasti akan sangat terbuka hingga Tubuh Alen akan menjadi objek fantasi nanti.


"Memangnya kau itu Wanita? hanya wanita yang tahu Keriteria dan Style yang benar!"

__ADS_1


"Tapi..!"


"Sutt!"


Momy Carolin lansung menarik Alen pergi meninggalkan Nareus yang sumpah demi apapun ia khawatir kalau wanita itu nanti di pertontonkan ke tengah para Pria di pesta itu.


"Ini tak bisa di biarkan!"


Nareus menyambar Ponselnya untuk menelfon Asisten Buron yang sedang mengurus sesuatu yang ia perintahkan.


"Iya Tuan!"


"Kau suruh Smith untuk menguntit Istri dan Momyku! kirim padaku foto atau kegiatan yang dia lakukan!"


"Baik, Tuan!"


Tutt..


Nareus mematikan sambungannya, ia harus cepat menyelesaikan Pertemuan ini setelah itu barulah ia menyusul Alen dan Momynya sekilat mungkin.


Sedangkan wanita tua di luar sana seketika mengepalkan tagannya kuat melihat sekaligus mendengar sendiri bagaimana Cucu kesayangannya, yang dulu tak perduli dan sangat dingin malah bersikap lembut pada Wanita Preman itu.


"Berani sekali kau Carolin!"


Geram Grandma Zamlya begitu tersulut emosi, kaca mata Berlensa itu menunjang penampilan bergayanya dengan pakaian ketat yang dihiasi berlian murni tampak sangat mewah menyatu dengan kulit putih yang terlihat sedikit keriput namun tampak segar.


"Lihat saja, aku juga tak akan membuat Sus ku beralih pada Wanita pilihanku!"


Gumamnya lalu melangkah pergi dengan Heels merah yang begitu cantik dan Elegan, ia harus bersaing dengan Momy Carolin memantu tak tahu di untung itu.


.............


Tatapan lega pria itu lansung mekar saat melihat gedung dihadapannya, gejolak kehidupan itu berkobar dalam netranya.


Perusahaan Husein Crops Amster akan bekerja sama dengan dua Perusahaan besar Mendunia, ia akan membuat seseorang yang telah lama mengukir tempat dihatinya itu senang dan janjinya dulu bisa terbayarkan karna kerja kerasnya sendiri.


"Maaf, Mr! apa anda dari Perusahaan Husein Crops?"


Stephen mengangguk dengan senyum ramah itu membuat para Staf Administrasi dan Resepsionis berambut kecoklatan itu membalasnya dengan ramah.


"Silahkan menuju Ruang Pertemuan, Mr!"


"Terimakasih!"


Stephen melangkah masuk menuju Lift, para Pembisnis dari berbagai Negara naungan tampak hadir sesekali menyapanya hingga mereka naik bersama menuju Ruang Meeting besar di Gedung MCC tertinggi ini.


"Hari ini, Mister President tak bisa datar! hanya Presedir Nareus yang mewakilinya!"


"Benarkah?"


"Hm! mereka berdua itu sama-sama menyeramkan, tapi untung saja mereka sudah menikah!"


Jelas Mr Gergoe yang berada di Lift bersama Stephen yang memang tahu kalau Presedir Nareus sudah menikah bahkan dikabarkan Istri pria itu sangat cantik, namun Stephen tak sempat melihat berita karna pekerjaannya yang sangat menumpuk kemaren.


"Sudah jelas, Presedir kan Pria yang sangat Sempurna, pantas kalau istrinya juga tak kalah Bersaing!"


Jawab Stephen yang belum tahu siapa yang ia bicarakan, mereka berbincang tentang Kehidupan Presedir Nareus itu, tentu Stephen kalah telak karna ia jauh dari kata Sempurna, wajahnya juga tak akan bisa bertanding apalagi dalam segi Kekuasaan yang hanya sebutir Debu saja.


........


Vote and Like Sayang.

__ADS_1


__ADS_2