
Rahang Nareus mengetat saat mendengar suara lemah itu, ia melangkah keatas sana mendekati sebuah Tangki besar yang berada tinggi diatas Bangkar besar yang berderit karna tiupan Angin, belum lagi papan penyokong dibawahnya yang tampak rapuh membuat Nareus harus jeli bagaimana cara aggar benda ini tak jatuh.
"Ka..Kakak hiks!"
"Jangan terlalu banyak bergerak!"
Alicia mengangguk, ia merasa sudah sangat pusing dengan Aroma minyak yang kental ini, tubuhnya sudah mulai memerah panas karna terlalu lama direndam.
"Bagaimana, hm?"
Wanita itu keluar dari atas sana menatap Nareus yang seketika menyebarkan aura Kelam itu, mata pria itu memerah dengan gertakan gigi yang beradu nyaring.
"Jannifer!"
"Yah! kau tahu aku, hm?"
Ucap Jennifer, yah dialah yang selama ini berpura-pura menjadi lemah, ia sudah sedari lama mengintai keluarga Moureen dengan ikut serta dalam rencana Adlen ia bisa tahu seluk beluk dua keluarga besar itu, ia juga memanfaatkan Grandma Zamlya sebagai jembatan penghubungnya, namun sayang, wanita tua itu sama sekali tak bisa diandalkan.
"Ayo, Nareus! kau menyelamatkan Adikmu maka Kedua Mertuamu akan Menyusul, Adlen!"
Nareus terdiam sesaat, ia harus segera mengambil tindakan apalagi melihat Alicia yang sudah kehabisan nafas dan Penyokong Bangkar ini mulai bergesek ingin runtuh.
Tapi Dady Tom dan Momy Berry diatas sana juga tampak menyedihkan dengan luka dimana-mana, tentu Alen akan marah besar melihat semua ini.
"Untuk apa kau melindungi Step?"
Nyonya Jannifer pun tersenyum kecut, ia membuka Amplop ditangannya lalu membuka benda itu dengan foto masa kecil yang terlihat menunjukan Visual seseorang.
"Dia itu Kakakku!"
Degg..
Momy Berry tersentak kaget bukan makn dengan Dady Tom yang termenung kosong, pantas saja Wanita ini tak mengusik Stephen bahkan ia terlihat menjauhkan pria itu dari bencana.
"Keluarga kalian!! Keluarga kalian yang membuat Dia hancur dan aku tak bisa melihatnya, dia wanita tak berdosa yang kalian Bunuh tanpa belas kasih!!!"
Bentakan Nyonya Jennifer menggema, Guckyi adalah Kakaknya, mereka terpisah saat kecil karna ekonomi yang tak baik, namun disaat ia ingin mencari wanita itu, ia seakan ditikam saat melihat jasad Kakaknya yang di gerogorti binatang laut tepat dihadapannya.
"Kalian bukan Manusia!!!"
"Bukan Keluargaku yang melakukannya!"
"Bukan?"
Nareus mencoba mengulur waktu, ia memberi kode Abstrak pada Anggotanya dari atas sana untuk melepaskan Dady Tom dan Momy Berry yang cukup kuat untuk berjalan lagi.
"Dan sekarang! Aku..Aku Jennifer Adiknya! Aku akan membuat kalian hancur, terutama Kauu!!"
"Sekarang!"
Dorrr..
"Aaass!!!"
Nyonya Jennifer terpekik saat tangannya ditembak Nareus hingga pistol itu terlepas jatuh kebawah sana, Anggota Lord Devil dengan cepat terjun melepaskan Momy Berry dan Dady Tom yang belum lega.
"Brengsek Kau Nareus!!"
Teriak Nyonya Jennifer lalu berusaha memberontak dari kepungan Anggota Devil, ia terus mengelak memikirkan rencana baru dengan sisa Anggota yang masih berkelahi dibawah sana.
"Ka..Kakak!"
"Jangan bergerak! Kakak yang akan kesana!"
Alicia mengangguk seraya mengambil nafas dalam-dalam, ia sangat merasa takut dengan tubuh yang mulai mati rasa karna Panas, dan Pegalnya ikatan yang membelit tubuhnya kuat.
Dengan hati-hati Nareus menapaki kayu menuju Bangkar besar sana, deritan kayu itu membuat Semua orang menahan nafas, mereka takut jika Lordnya jatuh dari atas ketinggian ini, apalagi Kayu penyokong ini sangat rapuh.
Krett..
"Kakak!!!"
"Tenanglah!"
Ucap Nareus saat kayu yang ia pijaki mulai retak, ia menumpuhkan titik keseimbangannya ditengah kau lalu menatap Tangki Alicia.
"Kau akan mati, Nareus!!"
Bughh..
Smith meninju telak wajah wanita itu hingga Nyonya Jennifer tersungkur keras, namun wanita itu masih belum puas karna ia akan melihat kekacuan Pria ini.
"Ka..Kakak!"
"Tenanglah, pejamkan matamu!"
Alicia mengangguk, ia memejamkan matanya ditengah rasa yang bercampur aduk, ia takut Kakaknya malah terluka tapi ia juga tak tahan dengan panas ini, disaat Nareus mulai mendekati Bangkar itu, mereka terkejut saat Penyokong pertama kayu itu patah dan membuat Tangki itu rubuh.
"Kakak!!!!"
Srett..
Brakkk..
Tangki itu jatuh hancur kebawah sana menumpahkan Minyak yang sagat banyak dengan Tubuh Alicia yang ditarik Nareus keluar hingga ia meloncat menggapai Beton disampingnya dengan satu tangan yang membelit pinggang Adiknya.
__ADS_1
"Ka..Kaka hiks, Cia takut kak!"
"Tenanglah!"
Nareus menatap Hellychopter diatas sana yang lansung turun mendekatinya yang sedang bergelantungan, ia mengayun tubuh Alicia untuk masuk kedalam benda itu dengan sekali cekatan tanganya.
"Bawa Adikku Pulang dan jaga dia baik-baik!"
Asisten Buron mengangguk namun ia ingin menyampaikan sesuatu, ia baru saja melihat sekilat bayangan yang memasuki area Pertambangan.
"Nyonya datang kesini, Lord!"
Glekk..
Alicia menelan ludahnya kasar melihat wajah Kakaknya yang sudah merah padam dengan aura yang bertambah menusuk kulitnya, wajah Tampan dibalik Masker pria itu begitu mengeras dengan dada yang bergemuruh panas.
"Dengan siapa?"
"Cullen, Lord!"
"Cegat dia dan jangan sampai masuk kesini!"
"Baik!"
Jawab Asisten Buron lalu menerbangkan Heychopternya pergi meninggalkan Nareus yang menatap hamparan Minyak yang sudah hancur dan meluapnya bau tak enak ini.
Brakkk...
Nareus menendang Kayu disampingnya hingga Tangki Minyak yang ada paling ujung lansung jatuh menimpa Suruhan Nyonya Jennifer yang ternyata ingin menembaknya.
"Kau ingin keluargaku hancur, hm?"
Gumam Nareus menyeringai picik, ia meloncat dari atas Beton ini dengan sekali ayunan naik ke Menara yang ditempati Nyonya Jennifer, wanita itu hanya diam menunggu apa yang diperbuat Nareus padanya.
"Na..Nak!"
"Kau menembaknya?"
Tanya Nareus dingin saat melihat luka dipaha Momy Berry yang telah disiksa habis-habisan oleh wanita tak berhati ini.
"Yah! aku menem..!"
Dorr..
"Aass!!"
Nyonya Jennifer meringis saat Nareus lansung menembak Pahanya, wanita itu tertatih-tatih beringsud menjauh dari Nareus yang seakan mengurungnya dalam kegelapan tatapan kelam itu.
"Kau menyentuh Adikku!!!"
Srett..
Nyonya Jennifer memekik saat kulit tanganya malah disayat Nareus dengan ujung Besi yang lansung memperlihatkan Tulangnya membuat Dady Tom dan Momy Berry menunduk tak berani menatap ini semua.
"Te..Tempat ini akan menjadi Akhir untuk kalian!"
Gumam Nyonya Jennifer menyeringai ditengah rasa sakit yang ia alami, Nareus memperhatikan semua gelagat aneh wanita ini dan seketika ia lansung menatap kebawah dimana Ranjau itu tepat dipijaki para Anggotanya.
"Lihatlah, tak akan ada yang bisa lolos, Hahahaha!!!"
Tawa itu menggema membuat Suruhannya yang ada dibawah sana begitu takut karna Tempat ini akan terbakar jika salah satu dari mereka saja bergerak.
"Ayo!! Ayo Pukul aku!!! Bertarunglahh!!!"
"Lord!"
Smith menatap Nareus yang sedang melihat ikatan talu di tubuh Momy Berry, sepertinya tali ini diselumbungi Kabel yang lansung terhubung dengan tali pinggang yang ada di Nyonya Jennifer.
"Mom!"
Nareus mendekati Momy Berry yang begitu pucat karna takut kalau itu benar-benar terjadi, ia menggenggam bahu wanita ini dengan lembut dengan tatapan yang tak putus.
"Percayalah padaku, hm?"
Momy Berry mengangguk membuat Mereka bingung apa yang akan dilakukan pria ini namun Smith hanya tersenyum picik pada Nyonya Jennifer yang begitu percaya diri.
"Hm, Kau mengorbankan Mertuamu, ya?"
Nareus hanya diam dengan tubuh yang tak beranjak dari Momy Berry yang menerima setiap apa yang direncanakan Menantunya ini.
"Lord! tanah ini mulai bergetar!!"
Teriakan Anggota Nareus dibawah sana karna merasa akan ada ledakan besar dan mereka terkurung didalam sini. namun mereka seketika mengerti saat Nareus menatap dengan penuh isyarat.
"Nareus!!! Kali ini kau tak akan lolos!!!"
Teriak Nyonya Jennifer yang lansung memerintahkan Kaki Tangannya untuk membakar tempat ini membuat para Suruhan Wanita itu lansung menyingkir.
Bummmm...
Ledakan besar itu melahap semua puing yang ada dihadapannya dengan Nareus yang lansung menarik Dady Tom ke Helychopter diatas sana meninggalkan Momy Berry yang hanya diam saat Menara ini mulai roboh.
Kobaran api itu membesar tersulut dari Tangki-Tangki minyak yang meledak dengan keras membakar semua Manusia dibawah sana, Namun Anggota Nareus sudah lebih dulu keluar menjadikan Batu loncatan para Mayat yang mereka bunuh tadi hingga tinggalah Suruhan Nyonya Jennifrr yang berteriak sakit saat Api itu menyembur tubuh mereka.
Krekk..
__ADS_1
Menara ini mulai retak dengan Nyonya Jennifer yang mengumpat saat Nareus malah meninggalkannya disini dengan Wanita ini.
"Nareus!!!! Kau Bajingan, Kau Tinggalkan mertuamu, Ya!!!"
Teriak Nyonya Jennifer keras hanya diam menunggu Menara ini hancur dan wanita disampingnya ini ikut mati Bersamanya.
"Lihatlah, dia itu Menantu yang sangat baik!"
Momy Berry tersenyum kecil menatap Kobaran api yang semangkin membesar membakar tempat ini menuju mereka, ia dengan hati-hati menurunkan tangannya mendekati Nyonya Jennifer yang tampak sudah memerah karna kepanasan, namun wanita itu bingung kenapa Momy Berry malah terlihat biasa saja.
"Lakukan saat Momy sudah terjundan..!"
"Momyy!!!!"
Nareus terkejut saat Alen datang dari Bawah sana menyonsong kobaran api yang menyala-nyala seakan ingin memakan tubuh wanita itu dengan Cullen yang berusaha mencegah Kakaknya.
"Tidak!! Alen, Keluarr!!!!"
Namun Alen tak mengindahkan ucapannya membuat Nareus panik setengah mati, Wanita ini ternyata lolos dari bekapan Anggotanya membuat Nareus harus memilih, Bom ini akan meledak kalau ia tak segera melakukan rencananya dan bagaimana dengan Alen yang malah masuk dalam wilayah Ranjau itu.
"Lord! Lima menit dari sekarang!"
"Sial!!! Alen!!! Alen keluar, Sayang Aku mohon!!!"
Teriak Nareus dari atas sana karna ia tak bisa membagi waktu, ia harus segera menarik Momy Berry dan tempat ini akan meledak.
"Momy!!!"
Teriak Alen masuk kedalam Menara yang sudah ingin roboh sana membuat keadaan semangkit genting, wanita itu sangat murka pada Nareus yang malah mengorbankan Ibunya, ia tak henti-hentinya berlari meski perutnya sudah sangat sakit.
"Yuhuuu!!! Lihatlah, dia mengantarkan nyawanya sendiri, Nareus!!!"
"Alen!!!,Jangan kesini, Nak!!"
Teriak Momy Berry namun Alen tak mendengarnya karna melawan Kobaran api yang mulai menjiprat jaket wanita itu membuat Nareus sudah tak lagi bisa bernafas ditempatnya.
"Kau tarik Momy setelah aku kebawah!"
"Tapi ini sangat beresiko, Lord!"
"Aku tak perduli!"
Ucap Nareus lalu meloncat dari Hellynya menuju gulungan Api dibawah sana membuat Dady Tom takut terjadi sesuatu pada anak dan menantunnya.
Nareus meloncat dari puing-puing Mobil yang terbakar, ia tak perduli kaki dan punggungnya malah ditimpa beberapa puing beton yang runtuh, ia masuk kedalam bagian bawah Menara sana seraya wajah yang sudah merah karna panas.
"Alen!!! Alen dengarkan aku dulu!!"
Teriak Nareus mendekati Alen yang jauh diatas sana, wanita itu menatap marah pada Nareus yang memelas, tempat ini akan hancur dan ia tak bisa mengendalikan dua hal dalam satu rencana.
"Kau brengsek, Nareus!! kau tega mengorbankan Momyku!!"
"Dengarkan aku dulu, Sayang! ayo keluar ini sangat berbahaya!"
Nareus memelas seraya melangkah mendekati Alen yang menjauh, wanita itu sudah terlanjur kecewa bahkan ia tak menyangka dengan tindakan pria ini.
"Aku membencimu!"
Brakk..
"Alen! Alen, Sayang! Jangan bergerak, aku mohon diam!"
Teriak Nareus saat melihat peledak dibawa kaki Alen yang terinjak oleh kaki wanita itu, Alen sangat kelabut dengan rasa marah dan kecewanya hingga ia tak melihat kebenaran dibalik peristiwa ini.
"Lord!!!!"
Teriakan Smith dari atas sana karna tak punya banyak waktu lagi, Nareus menatap Alen sendu dan lembut, ia berusaha menggapai hati wanita ini meski sekarang punggungnya terasa terbakar.
"Kau berjanji untuk percaya padaku, hm? sekarang aku mohon percayalah, aku sangat mencintaimu dan jangan buat aku mati ditempat seperti ini, Sayang!"
Bibir Alen bergetar mendengarnya, ia sudah terlanjur kecewa, ia melihat keadaan Momynya yang sudah terluka sedangkan Nareus berjanji tak akan ada luka di tubuh Momynya.
"Kau pembohong!!! Dia luka Nareus hiks, kau berjanji akan menjaganya!"
"Tapi luka itu ada sebelum aku datang kesini! aku mohon mengertilah keadaanku, Sayang!"
Ucap Nareus perlahan mendekat, ia sangat takut jika Alen malah bergerak seiring dengan Momy Berry yang akan diangkat nanti.
"A..Alen jangan bergerak, Sayang!"
"Kita mati bersama saja!"
"Sa..Sayang, kalau kau ingin membunuhku aku terima tapi jangan dirimu sendiri! ka..kau bisa keluar setelah itu aku berjanji akan diam disini sampai semua ini meledak tapi.. tapi jangan bergerak!"
Ucap Nareus semangkin susah bernafas, ia takut Aken terluka dengan kobaran api yang memanas ini.
"Lord!!!"
Duarrrrr...
Ledakan itu menghancurkan segalanya saat Momy Berry telah diangkat keatas dengan Nareus yang terpelanting jauh bersama Alen yang masuk kedalam Tangki panas sana.
........
Vote and Like Sayang...
__ADS_1