
Perhatian semua Hadirin yang ada ditempat itu lansung tertuju pada Tuan Adlen yang melangkah menuju lantai Dansa dengan kilauan lampu utama yang menyorot pasti wajah Tampan pria paruh baya itu.
Gelas kecil ditangannya ia guncang ringan seraya satu tangan yang masuk kedalam saku celananya begitu Terhomat dan sangatlah menunjukan Kasta, ia menatap semua orang dengan maksudnya tersendiri.
"Kalian tak ingin bersulang Untuk malam yang Gemilau ini?"
Mereka semua saling pandang lalu tersenyum menggeleng dengan satu persatu yang menganmbil segelas Alkohol itu seraya memperhatikan para Petunggi yang hadir pun melakukan hal yang sama.
Hanya Nareus yang diam bersama Alen yang menatap suaminya, ia tahu Nareus menyukai minuman itu tapi ia tak suka jika Nareus kembali Minum, ia takut Alergi pria ini akan semangkin parah.
"Presedir! Mari bersulang!"
"Maaf, tapi ..!"
"Apa suami anda takut Minum, Nak?"
Canda Tuan Adlen pada Alen yang mengepalkan tangannya kuat, Pria ini sangat licik bisa memanfaatkan keadaan, apalagi para Media yang sangat menanti jawaban darinya.
"Sayangnya aku tak suka Minum! makanya Suamiku juga tak melakukannya!"
"Nyonya, anda bisa Berdansa denganku?"
Tanya Rhose pada Alen yang terdiam, ingin sekali ia mengoyak wajah Cantik wanita itu, bahkan pakaian seperti Kain Transparan itu membuat ia sangat geli dan merasa sangat tak punya malu sebagai wanita.
"Saya mohon, Nyonya! saya sangat merasa terhormat jika bisa Berdansa dengan anda!"
"Baiklah!"
Nareus lansung mengeratkan pelukannya ke pinggang Alen yang menatapnya memohon, yang Nareus khawatirkan itu adalah Kondisi Istrinya, Alen masih masa rentan walau Dokter Andrew sudah memberi obat penguat kandungan, tapi ia tak pernah percaya itu.
"Alen! kau tak perlu melakukan hal itu! kau tak bisa Berdansa, Sayang!"
"Ya terus bagaimana? dia itu kalau tidak di Tendang tak akan Diam!"
Nareus terdiam sejenak, disini banyak orang-orang penting yang datang dan tentu mereka akan Melihat Kecerdasan dan kelebihan Alen sebagai Istri sekaligus Nona Muda Eliotes.
"Seharusnya kau jadi Wanita Asli, Sayang!"
"Kau pikir aku siapa, ha? Batu!"
Nareus hanya mengulum senyum pelit nyaris tak terlihat menggendong Alen turun ke Lantai Dansa membuat mereka bingung apa yang dilakukan Pria itu, namun Rhose berusaha tenang karna rencananya tak bisa gagal kali ini.
"Mau Berdansa denganku?"
"Ouhhh!!"
Mereka saling berpelukan melihat Nareus yang berjongkok mengulurkan tangannya pada Alen yang mematung ditempatnya, sorotan lampu itu lansung menyinari mereka dengan sangat fokus, bahkan Alen terlihat gugup karna tak biasa melakukan gerakan Aneh itu.
"Ayolah, Nyonya! Presedir sangat Romantis!"
Nareus menatap Alen dengan lembut dan penuh cinta membuat Alen perlahan mengulurkan tangannya menggenggam tangan Nareus erat dan mulai menuruti tarikan Lembut Nareus yang membelit pinggangnya halus dengan tatapan yang sangat membuai.
"A..Aku tidak bisa!"
"Ikuti langkahku!"
Alunan Musik mulai mengalun begitu mesra, bahkan malam ini bergulir dengan kilapan lampu yang bernuansa Remang dan Romantis membuat mereka terhanyut dan mengelilingi Lantai Dansa.
"Re..Reus!"
"Rileks Baby!"
__ADS_1
Bisik Nareus ditelinga Alen yang berusaha tetap tenang, kakinya terlihat kaku dengan satu tangan yang memeggang Bahu kokoh Nareus dengan hidung mancung yang nyaris bersentuhan, alunan musik itu begitu menyatu dengan langkah Pelan Nareus yang seakan menopang tubuh wanita ini.
"Dia selalu memandangmu!"
"Siapa?"
"Wanita Cacing itu!"
Jawab Alen seraya memutar tubuhnya sesuai dengan arahan Nareus lalu kembali kepelukan Nareus yang mendekapnya dari belakang, sungguh sangat Intim dan sangat indah.
Liukan tubuh keduanya sangat sempurna dan menjunjung penampilan yang Memukau.
"Kau juga harus ikut, Nak!"
Stephen yang sudah terlalu banyak minum itu lansung menarik Rhose ke Lantai Dansa dengan Musik yang mulai menghentak keras membuat mereka memekik gembira.
"Yeaahhh!!!"
Prokkk..Prokk..
Tepukan tangan yang keras meruak dengan Stephen yang menguasai lantai Dansa, ia menunjukan semua bakat dan kegesitannya memutar tubuh Rhose yang juga tak ingin kalah mendominasi Alen.
Melihat Stephen yang kehilangan kendali Nareus mengeratkan belitannya ke pinggang Alen yang berusaha menghindari liukan kasar Rhose yang ingin menjatuhkannya.
"Ayo Berdansa!!!"
Teriak Stephen dengan mata merah berair itu menatap Alen dengan penuh rasa sakit membuat Alen membuang muka, ia belum pernah melihat Stephen se rapuh ini.
"Step!!"
"Berdansa!!!"
Rhose mulai kehilangan keseimbangan karna kelincahan Stephen yang memutar tubuhnya, ia berusaha tetap Stabil meski kakinya sudah keram dengan perlakuan kasar pria ini.
"Ayolah, Presedir! Sepupumu saja sudah sangat Menguasai Lantai Dansa, anda harus bisa melakukannya juga!"
Alen menghela nafas dan mulai menggerakan tubuhnya lincah membuat Nareus lansung membelit pinggang ramping wanita itu seraya mengikuti kemana liukan indah tubuh Alen yang melenting cantik mengibas Gaunnya membuat mereka terngangak gila.
"Wowww!!! Gerakan yang luar biasa!"
MC Darwin yang terkagum akan kelincahan Alen yang lansung menyatu dengan gerakan Spontan Nareus yang menjaga langkah istrinya, ia juga berenerjik memutar tubuh dengan gagah lalu menyambut tubuh Alen yang berlenggok lembut dan sangat anggun tanpa mengurangi Gestur tubuh Elegannya.
"Sial!"
Umpat Rhose yang menyingkir dari lantai Dansa tapi Stephen terlalu panas hingga ia tetap menarik Rhose kuat hingga mereka berempat menguasai tampat itu.
Whusss..
Kibaran dari Gaun Alen menerpa wajah Stephen yang lansung menarik tangan Alen kepelukannya membuat wanita itu tersentak kaget dengan Nareus yang lansung menagkap tubuh istrinya.
Grepp..
"Woww!! Putaran yang bagus, Presedir!!"
Nareus menarik lembut Alen yang masih terdiam dengan wajah pucatnya, tarikan itu sangat kasar bahkan ia merasa perutnya sakit sekarang.
"Biarkan aku Berdansa dengan Istrimu, Presedir!"
"Dia sudah lelah!"
Nareus menggendong Alen namun Stephen mencengkal lengannya membuat kepalan tangan Nareus menguat berusaha menahan emosi.
__ADS_1
"Step!"
"Kenapa kau tega melakukan ini?"
Alen hanya diam lalu menatap Nareus yang ingin pergi tapi Alen mencengkal tangannya hingga ia terhenti sejenak.
"Biarkan aku bicara dengannya sebentar saja!"
"Untuk apa?"
"Aku hanya ingin memperjelas!"
Memperjelas apa? kau ingin dia memelukmu, menciumu bahkan satu ruangan denganmu, kau tak mengerti Alen.
"Aku mohon!"
"Tidak!"
Nareus melangkah pergi ke luar dari Lantai itu melewati semua orang yang merasa aura disini kembali dingin membuat nafasnya tercekat.
"Reus! aku berjanji hanya sebentar!"
Nareus hanya diam menggendong Alen menuju Loby dimana Smith sudah menyiapkan mobil dengan wajah datar itu.
"Reus! hanya sebentar, kalau tidak dia bisa melakukan apapun, dia sedang mabuk dan..!"
Nareus lansung menurunkan Alen di depan Pintu Mobil dengan wajah kelam itu, dadanya terbakar panas dengan wajah yang memerah menahan kemurkaan.
"Reus aku hanya..!"
"Pergilah!"
Nareus masuk kedalam Mobilnya membuat Alen tersentak kaget, ia hanya ingin Stephen mengerti dan tak masuk dalam rencana pria itu.
"Sayang, Reus! aku tak bermaksud..!"
"Pergilah!"
Smith berdiri disamping Mobil dengan Alen yang terdiam menatap kebelakang, apa ia salah untuk membantu pria itu, ia tahu Stephen tak sejahat tadi.
"Lain kali saja!"
"Temui saja dia!"
"Tapi kau marah!"
"Sudah ku bilang lakukan apa mau mu!!!!"
Bentak Nareus yang sudah sangat panas, ia berusaha sabar tapi kenapa seakan rasa itu terus mendesak, ia tak ingin hilang kendali bisa saja menghabisi Stephen karna rasa Cemburu ini.
"Maafkan aku!"
Alen masuk kedalam mobil dengan Nareus yang menghela nafas menormalkan deru dadanya yang memburu, ia tak menatap Alen sama sekali karna tak ingin berlarut dalam masalah ini.
..............
Sedangkan Rhose sedang mengupat marah seraya menatap pelayan yang tadi ka perintahakan untuk memberi Minuman itu, tapi sayangnya sama sekali tak berhasil karna Anggota Nareus mencegatnya.
"Sialll!!! Ini semua tak berguna!"
Umpat Rhose lalu menyambar tasnya dan melangkah pergi, bersama Stephen hanya membuat beban baginya, pria itu sudah gila hingga mabuk dan menangis begitu saja membuat ia pusing.
__ADS_1
.......
Vote and Like Sayang,,