Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Kalah telak!


__ADS_3

Pagi pun menjelang dengan Kilauan cahaya yang masih ditutupi awan gelap, seperti cuaca dimalam tadi, pagi ini masih tak bisa ditempuh dengan pakaian terbuka dan bersantai di luar sana, salju terus turun menumpuk dengan semangkin menimbun jalan yang mulai membeku karna Suhu yang meningkat.


Namun, tentu saja Musim ini tak akan menghambat pekerjaan Masyarakat Eropa dalam menjalankan Rutinitasnya yang sangat padat, kota yang selalu sibuk dengan berbagai Aktifitas yang maju didalam Gedung-Gedung Pencakar langit yang masih Exsis tegak diantara Monument kebangaan Negara ini.


Keriuhan ini sama seperti apa yang telah terjadi di Kediaman Moureen, setelah semalam membuat keterkejutan dan pagi ini malah membuat sebuah Keributan dalam segi yang sangat berbeda.


Wanita yang sedang memakai Apron itu kekeh untuk memasak pagi ini, tapi sayangnya Wanita yang sudah Standby sejak tadipun juga sedang melakukan Aktifitas langka yang tak pernah terjadi.


"Mom! aku mau memasak, tapi dia juga ada di dapur ini!"


Momy Carolin menatap Alen yang hanya diam, wanita itu sedang membuat makanan untuk Baby Zilla, hanya sayur-sayuran yang direbus dengan sedikit air diberi beberapa Penyedap yang tak terlalu mengandung Garam dan asam, ia hanya meracik kentang, wortel dan beberapa Sawi yang menjadi Salad bagi Putrinya.


"Kau memasak? apa kau yakin, Alen?"


"Kalian terlalu Percaya diri aku memasak untuk semua orang disini! aku memasak hanya untuk Putri dan Suamiku, bukan untuk kalian!"


Jawab Alen enteng, ia ingin membuat Rhose kelelahan memasak untuk semua orang di Kediaman besar ini, ia punya cara sendiri untuk membuktikan semua duga'an yang ia miliki sekarang.


"Kau tak boleh begitu! kau kan menantu di Keluarga ini, kalau kau memasak hanya untuk suami dan anakmu! bagaimana nasip yang lainnya?"


Alen hanya tersenyum simpul seraya menaruh nampan dan Mangkuk kecil serta piring yang lengkap dengan beberapa isian Makanan, seperti Sup Udang dan beberapa makanan penghangat dicuaca dingin ini, tak lupa Alen membuat Bakso yang pernah dulu Shena ajarkan padanya.


"Hey Nona! kita bukan orang Hindi yang memasak untuk satu rumah atau sampai menyajikan Makanan untuk satu daerah, kau punya anak dan Suami, utamakan dia baru yang lain!"


Ucap Alen lalu membawa masakannya ke Meja makan sana seraya semua orang yang sudah menunggu sedari tadi, bahkan Alicia sampai menyonsong Alen yang tersenyum melihat tingkah Adik iparnya ini.


"Kak! apa makanan untukku ada?"


"Ada! sejak kapan aku tak perduli padamu, hm?"


Alicia tersenyum mengangguk, ia menatap pelayan yang seketika mengerti dan mengambil makanan yang tadi Alen buat untuk Tuan Muda dan Nona kecil mereka, tapi kenapa semua orang juga mau? dan tentu saja itu permainan dari sang singa itu.


"Kau yakin dengan masakanmu itu? jangan-jangan itu hanya tipuanmu saja!"


"Kalau tak niat memakan ya tak usah makan! aku tak pernah memaksakan orang memakan masakanku, kan aku sudah bilang, Aku memasak hanya untuk SUAMI dan ANAKKU, bukan kau!"


Jawab Alen membuat Grandma Zamlya terdiam, wanita ini memang benar-benar bisa membalikan pertanyaannya, padahal ia juga sangat lapar dengan Masakan Alen yang tampak lezat namun ia sekuat hati menahannya.


"Nak! kami juga mau, masakanmu pasti enak!"


"Iya! sedari tadi kami menunggu tapi kau malah asik pada si mungilku itu!"


Sambung Kakek Moureen yang tak pernah bisa jauh dari Baby Zilla yang selalu menyebar bunga dimasa senja keduanya, tentu itu membuat Alen lega karna masih ada yang mau melihat Putrinya.


"Makanannya datang, Kakek!!!"


"Ohhuu!! Aku sangat lapar!!"


Mereka terkekeh menatap Alicia yang menata segalanya dengan rapi, Makanan ini tak asing lagi karna dulu Di Indonesia mereka juga menjumpainya karna Istri Msiter President itu sangat bisa dalam segala hal.


"Jangan dimakan!!!"


Teriak Nareus dari atas sana lansung berlari ke meja makan dengan wajah merah padam itu membuat Rhose lansung kegirangan, ia yakin Nareus pasti akan marah karna Alen berlaku se'enaknya disini.


"Mom! Nareus pasti marah!"


"Hm! Kita lihat saja!"


Ucap Momy Carolin seraya meminum segelas Teh hijau ditangannya seraya menatap Nareus yang berkecak pinggang menatap Alen yang mengadah menatap wajah kesal Suaminya.


"Hey! letakan sendokmu!"


"Kau mencari masalah pagi-pagi begini! aku sudah lapar dan jangan mencari masalah!"


"Letakan sendokmu!"


Tekan Nareus pada Kakek Moureen yang seketika menghela nafas berat meletakan benda itu kembali lalu menunggu apa yang akan dilakukan Nareus.


"Kenapa kau memasak?"

__ADS_1


"Kan untuk kau dan Baby, Sayang!"


Jawab Alen seraya menyuapi Baby Zilla yang melakukan sesuatu dalam diam, entah apa yang dilakukannya ke kursi tepat disampingnya dengan kentang yang ia peggang di genggaman mungil itu.


"Lihatlah, bahkan Nareus tak suka dengan masakanmu!"


Ketus Momy Carolin mendekati Alen yang hanya diam, ia tak tahu maksud Suami gilanya ini bagaimana.


"Bukan begitu, Mom! dia memasak untukku dan Baby! tapi kenapa malah mereka yang memakannya? aku tak sudi!"


Duarr..


Habis sudah harapan Rhose yang susah sangat bahagia melihat Nareus yang tadi mencegah semua orang untuk memakannya, ia kira pria ini tak sudi memakan masakan Alen, tapi ternyata malah menunjukan sisi gila yang tak masuk akal sama sekali.


"Cihh, terserah kau saja! aku mau makan dan jangan mengganggu!"


"Tidak bisa, istriku memasak untukku bukan kau! makan saja yang lain!"


Ketus Nareus menatap Kakek Moureen yang sungguh naik pitam dengan tabiat Cucu tak berakhlaknya ini.


"Sudahlah, makan saja Sayang! lagi pula yang ini khusus untukmu!"


"Tapi kau..!"


"MAKAN!"


Nareus lansung merenggut dan duduk disamping Alen yang lansung menyuapinya berbagai makanan dinampan itu, kunyahan demi kunyahan yang menciptakan rasa yang membakar lidah namun sangat nikmat, apalagi cuaca ini dingin membuat ia bisa berkeringat.


"Pedas?"


"Aku suka Pedas! terimakasih, Sayang!"


Alen hanya mengangguk seraya melanjutkan suapannya membuat Rhose sungguh naik pitam, seketika ia punya rencana untuk mendekati Nareus dalam segi yang lain.


"Alen! kau suapi Nareus saja! biar aku yang mengurus, Baby Zilla!"


"Tidak!"


"Biarkan saja!"


"Sayang! kau bercanda?"


Alen menatap Nareus dengan khas, jari wanita itu mengelus bibir Pink segar milik suaminya seraya wajah yang benar-benar membuat orang tak mengerti, namun Nareus paham akan hal itu.


"Hm! Pergilah!"


Rhose lansung kegirangan, ia duduk disamping Baby Zilla yang hanya menatap wanita itu datar namun wajah polosnya menyimpan tatapan gila yang sama halnya dengan Alen.


"Momyy!"


"Suapi anakku! jangan sampai dia menangis!"


"Baiklah, ayo lihat Aunty, Sayang!"


Baby Zilla lansung lansung membuka mulutnya namun ia menggapai tangan Rhose dengan halus, tentu wanita itu mendekatkan kursinya kesamping Baby Zilla yang menggenggam kentang ditangannya.


"Mimam!"


Mereka seketika mengulum senyum geli saat Baby Zilla malah mengulur tangan mungilnya yang *******-***** kentang tadi ke wajah Rhose yang pucat, ia berusaha untuk menolak tetap Baby Zilla seakan menekannya melakukan ini.


"Baby! kau saja yang makan, hm? Aunty tak lapar, Nak!"


"Mamam ty!"


Suara Baby Zilla mulai bergetar dengan bibir yang manyun menyiput serta matanya mulai mengembun membuktikan betapa sedihnya Putri Penguasa Eropa ini.


"Dady hiks hiks, Dady Laaa!!!"


Nareus lansung tersigap akan tangisan manja sang putri, ia menatap membunuh Rhose yang menelan ludahnnya kasar dengan kepalan tangan yang menguat.

__ADS_1


"Kau buat putriku menangis!!"


"Na..Nareus! a..aku tak suka kentang!"


"Dimakan saja, untuk cucuku tak ada yang boleh membantah!"


Tekan Kakek Moureen membuat Rhose lansung termakan kekesalan, sumpah demi apapun ia muak dengan situasi seperti ini.


"Mamam!!"


Rhose membuka mulutnya dengan Baby Zilla yang menyuapinya namun si kecil itu hanya membuat mulut Rhose belepotan dengan kentang yang ia remas serta pakaian Sexsi wanita itu harus dibaluri kentang yang begitu lengket, Make-upnya sudah berantakan akan ukiran tangan Mungil si kecil ini.


"Sayang! ayo kekamar!"


Alen mengkerutkan dahinya menatap Nareus yang tampak bersemangkat berbisik ketelinganya, dengan mata yang menyipit Alen mendekatkan wajahnya ke wajah Nareus yang tampak ceria.


"Memangnya kenapa?"


"Semalam tidak jadi!"


"Semalam yang mana?"


Tanya Alen pura-pura tak tahu, padahal ia tahu betul apa yang diinginkan suami mesumnya ini, bahkan setiap jamnya pria ini hanya memikirkan Dirinya dan Pergumulan panas itu, semalam mereka tak sempat melakukannya karna Baby Zilla yang bangun mengacau suasana.


"Sayang, aku mau! ayolah!"


Bujuk rayu Nareus yang mengelus kepala Alen lembut, pagi tadi ia juga tak bisa mengungkung Istrinya dan sekarang ia harus bisa karna ia sudah tak bisa membendung rindu itu dalam arti yang lain.


"Tuan!"


Nareus mengumpat saat melihat kedatangan Asisten Buron dan Olivia yang tampak geli melihat Baby Zilla mengacau dimeja makan itu.


"Bisa kau tak datang pagi-pagi begini?"


"Maaf, Tuan! ada hal yang harus saya bicarakan!"


Nareus menghela nafas berat, ia menatap Alen dengan tajam seakan menelan habis sosok molek ini.


"Aku pergi! nanti aku akan kembali, dan siapkan tenagamu, Baby!"


Bisik Nareus lalu mengecup bibir Alen lama dan melangkah pergi dengan membawa rendungan kekesalannya hingga membuat mereka menggeleng.


"Kau pikir kau bisa lolos. hm? Lihat saja! aku akan membuat kau mati untuk yang kedua kalinya!"


Batin Rhose yang akan melakukan sesuatu, ia sudah tak bisa menahan hidup dilingkungan tak berguna ini dengan Alen yang selalu santai menghadapinya.


..........


"Maaf, Tuan! untuk apa anda kesini?"


Seorang wanita yang berpakaian biasa dan sederhana tampak keluar dari sebuah gubuk yang tak layak untuk dipakai, tempat ini seperti tempat sampah yang penuh dengan gumpalan yang tak terpakai.


"Kau yang bernama Gazy?"


"I..Iya!"


"Ikut aku!"


Wanita itu lansung terdiam, ia mematung ditempatnya karna tak bisa pergi karna takut dengan Pria berbadan kekar tinggi yang memakai Masker ini. melihat wanita ini tak bergerak membuat Smith sungguh dikuasai kegeraman.


"Kau tuli?"


"Ma..Maaf! tapi saya tak kenal, anda!"


"Ikut saja! ini Perintah dari Presedir Nareus!"


Wanita itu lansung tersigap dan lansung mengangguk membuat Smith mendecah kesal, waktunya terbuang sia-sia hanya untuk membujuk wanita ini untuk pergi.


........

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2