Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Penculikan!


__ADS_3

Mentari diatas sudah mengerijap sayu, ia masih belum sempurna memekarkan sayapnya untuk menyelumbungi setiap penjuru lekuk Bola ini, ia masih menggantung senyuman tak bersemangat itu karna awan hitam yang mengelilinginya masih enggan menepi.


Begitulah, desas-desus kesibukan Perancis dari mulai hari kehari selalu menciptakan inofasi yang melelahkan, hidup bebas, tenggakan Alkohol hingga Mini Bar yang selalu ramai di kunjungi.


Puitis akan betah berlama-lama ditepi jalan itu, karna banyak Ilustrasi Imajinasi yang tertangkap oleh netranya, menatap Manusia berkulit putih dengan mata yang beragam, mungkin inilah yang dikatakan dengan Dunia, hampir saja Salju itu menumpuk dijalan, tapi tak beralangsung lama karna Truk pengangkutnya selalu Stand-bay menyingkirkan tumpukan serbuk putih itu.


Namun, tentu saja semua ini tak akan berpengaruh karna Kebiasaan Manusia disana yang hidup bebas, tak perduli orang kecil sekalipun, bahkan entah mana yang adik dan saudara ditempat ini.


"Cia!!"


Remaja berjilbab itu menoleh kesampingnya, ia terkejut saat melihat seorang pria yang beberapa hari ini menghilang seketika mendekat kearahnya, mata itu mulai menyipit dengan Mantel hangat di Tubuhnya pun mengerat kuat.


"Cullen!"


"Hay!"


Cullen tampak berbeda, Postur tubuh pria ini tak sama seperti Postur tubuh yang ia kenal, Tubuh ini lebih kurus namun bentuk wajahnya sama.


"Kau kemana saja?"


Cullen sedikit terdiam menatap Pesepeda yang sedang berlalu dihadapan mereka, ia sedikit menepi didekat Trotoar jalan seraya menatap hilir mudiknya Bis-Bis sekolah disini.


"Kau kenapa jalan sendirian disini?"


"Tadi aku ingin ke Masjid disana, aku tak ingin merepotkan Kak Reus! jadi aku pergi sendiri!"


Ada yang aneh dari lekukan wajah Cullen tapi Alicia tak ambil pusing, yang jelas ia harus menemui temannya yang satu Pasantren dengannya.


"Kau Kemana saja kemaren? Kakak Ipar mencarimu, dan dia sangat khawatir!"


"Tidak ada! hanya mencari Objek Foto saja!"


Alicia mengangguk lalu mencari cela untuk menyebrang, Keramaian ini membuat ia sedikit sulit melewati Halte, apalagi semua orang tampak mengejar Deline sendiri.


"Aku punya jalan pintas!"


"Dimana?"


Tanya Alicia pada Cullen yang berfikir sejenak melihat sebuah lorong dibelakang sana, ia menatap Alicia yang menggeleng.


"Aku lewat disini saja!"


"Tak apa, Cia! kita kesana!"


"Cullen!!"


Pekik Alicia saat tangannya ditarik Cullen hingga kedekat lorong sana membuat Alicia bergetar takut merasa tangan Cullen sangat dingin.


Disaat mereka sudah ada didalam lorong gelap sana, Alicia tak merasakan lagi tangannya dipeggang, sehingga ia merapat kedinding lembab sana.


"Cu..Cullen!!"


Teriak Alicia kuat, sungguh ia sangat takut dengan semua ini, ia ingin lari kebelakang tapi pintunya sudah ditutup dan membuat Alicia histeris.


"Kakak hiks hiks, Kakak!!"


"Kenapa Kakak?"

__ADS_1


Degg,..


Alicia meneggang ditempatnya saat suara itu mulai berubah berat membuat ia sangat takut, ia menyesal keluar dari Kediaman mengabaikan perintah Kakaknya, seketika Alicia meraba Cicin dijarinya, sialnya ia tak memakai benda itu.


"Mencari ini?"


Alicia menyipit saat satu cahaya yang menyilaukan matanya, dan benar saja ia terkejut bukan main melihat orang yang berbeda dari yang ia lihat tadi.


........


Nareus mencengkram Ponselnya kuat, ia mendapat laporan kalau Alicia keluar sendirian dan sekarang ia sudah mengupat karna keadaan sudah mulai tak terkendali.


"Sial!!! Kenapa semua manusia di Kediaman ini tak ada yang mengerti!!"


Umpat Nareus memijat pilipisnya pusing, ia sudah menekan Alicia untuk tak keluar sendiri apalagi keluar sana, tapi Adiknya sekarang mulai membangkang sama seperti Wanita yang ada di kamarnya ini.


"Lord! mereka mengincar Nona Muda untuk mengendalikan Anda, dia juga telah menyekap Kedua orang tua Nnyonya!"


Nareus menghela nafas berat, tadi pagi ia melacak keberadaan Cullen, dan pria itu sedang mencari Kedua orang tuanya yang menghilang, dan ini adalah Permainan wanita itu, ia yakin dialah yang ada dibalik Taktik kotor ini.


"Bagaimana dengan Alicia?"


"Nona Muda dibawa ke dekat Gudang Tangki Minyak Bumi didekat Lab Political Sciene, Anggota kita sudah memantau Nona, dan untuk kedua orang tua Nyonya saya belum tahu pasti!"


Nareus mengetuk pinggir Balkon dihadapannya, kalau Alen sampai tahu Kedua orang tuanya sudah menjadi tawanan maka wanita itu tak akan tinggal diam.


"Cari Cullen aggar kembali ke Kediaman ini! Alen tak akan tenang jika pria itu tak pulang!"


"Dia dalam perjanalan, Lord!"


Nareus mengangguk datar, sekarang urusanya semangkin beresiko, Wanita ini sudah tahu apa yang harus dilakukan dan benar saja sekarang ia harus berusaha mengendalikan Alen.


"Kemana?"


Nareus terhenti saat Alen yang datang dari belakang sana, wanita itu baru saja selesai Mandi dan segera mendekati Nareus yang tetap setia dengan wajah datar itu.


"Kau mau kemana?"


Nareus terdiam sesaat, ia harus memberi tahu ini, kalau tidak Alen pasti akan marah besar padanya.


"Kau berjanji padaku kalau kau akan tetap diam disini!"


"Memangnya kenapa?"


"Katakan saja, kau mau atau tidak!"


Alen mencabik sinis, ia berdiri didekat Balkon sana menatap taman yang ada dibawahnya.


"Katakan alasan, baru aku bisa berjanji!"


"Seseorang telah menculik Kedua orang tuamu!"


Degg..


Alen lansung tercekat kuat lalu menatap Nareus dengan mata yang sungguh terkejut bukan main, seketika kepalan tangannya menguat dengan netra tajam yang mengobarkan kemarahan.


"Kau jangan bercanda!"

__ADS_1


"Apa aku pernah bercanda?"


Alen lansung terdiam dengan dada yang bergemuruh kuat, ia berusaha menahan diri untuk tak bertindak, tapi rasanya ia sangat ingin mencabik siapa yang berani mengusik Orang tua nya.


"Bawa mereka kembali!"


Seketika Nareus menghangat, ia harap Alen mau mengerti dan menurut untuk kali ini, ia tak bisa mengambil Resiko besar dengan mengikut sertakan Alen dalam semua ini.


"Aku mohon percayalah padaku! aku memang tak sekuat King yang kau junjung itu tapi aku bisa membuktikan kalau aku akan membawa Kedua orang tuamu pulang, dengan selamat!"


Ucap Nareus lembut menggenggam tangan Alen, ia tahu selama ini Alen tak pernah meyakini seseorang selain Mark, ia juga ingin diberi kepercayaan oleh wanita ini.


"Tapi aku hanya takut!"


"Tak akan terjadi apapun, selagi kau tetap Diam disini dan menungguku pulang!"


"Nareus, aku yakin mereka sudah menyiapkan segalanya! sedari kemaren aku merasakan Firasat buruk dan aku tak ingin melihatmu terluka!"


Nareus tersenyum hangat merangkuh Alen kedalam pelukannya, ia akan membuktikan ucapannya, masalah ini akan selesai dan ia bisa hidup drngan tenang bersama keluarganya,


"Yang penting kau percaya padaku! hanya itu saja yang ku butuhkan!"


"Baiklah, Jaga dirimu baik-baik! aku mohon selamatkan mereka!"


Cup..


"Hm! Itu pasti!"


Ucap Nareus setelah mengecup kilas bibir Alen yang tersenyum, ia akan mencoba menahan diri ditengah rasa khawatir ini, berarti Kepergian Cullen beberapa hari ini ada hubungannya dengan penculikan Kedua orang tuanya, dan Sialnya Pria itu tak bicara apapun tentang ini.


"Ingat, jangan keluar kemanapun! dan jangan dengarkan apapun!"


"Baiklah! tapi kau cepat kembali,"


"Hm, Aku mencintaimu!"


"Aku juga!"


Jawab Alen memberi wajah cantik itu, ia berusaha untuk tetap bersikap seperti biasa meksi sekarang ia sungguh Gelisah, bagaimana kalau Musuh itu sangat kuat? dan apa yang akan terjadi jika mereka melukai Kedua orang tuanya?


Pertanyaan yang bergelut resah dipikiran Alen yang dilanda pergulatan batin, ia tak yakin soal ini, jika Cullen disini, pria itu bisa membantunya untuk menelusup kesana.


"Sayang! Cullen akan kemari dalam beberapa menit lagi, dia ku perintahkan untuk menjagamu dan jangan pernah keluar!"


"Cu..Cullen!"


Nareus terdiam sesaat lalu mengangguk, ia sedang mengatur rencana bagaimana cara mengecoh Musuh yang pasti akan mengincar Alen.


"Jika kau ingin sesuatu Telfon aku!"


"Iya! kau pergilah, Jaga diri baik-baik!"


Nareus mengangguk lalu melangkah pergi, ia harus menghubungi Anggota gelapnya untuk memantau wilayah atas, bisa jadi tempat itu hanya tipuan semata.


"Maaf, tapi kalau sampai mereka terluka! aku juga ikut bermain!"


Gumam Alen menatap kepergian Nareus, seketika emosinya kembali meluap, ia sangat menyayangi keluarganya dan itu hal yang besar jika sampai mereka menyentuh kulit Dua Mahluk kesayangannya itu.

__ADS_1


...........


Vote and Like Sayang..


__ADS_2