Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Melepas!!


__ADS_3

Brugh..


Tubuh wanita itu lansung luruh saat mendengar ucapan dari Dokter yang sudah tahu apa penyebab dari Penyumbatan Pernafasan dari Bayi mungil yang kemaren dibawa kemari, mereka hanya menatap Prihatin sang ibu yang tak lagi tahu urusan lain selain menunggu kabar sang buah hati.


"A..Apa?"


"Dia mengalami Keracunan, Susu! Bakteri ganas yang menyerang paru-paru dan bagian Trakea membuat Putri anda sulit bernafas!"


Fanya menangis tertahan mencengkram kepalanya yang sungguh berat, ia tak pernah tenang dan bisa beristirahat memikirkan Putri dan Suaminya yang tak kunjung pulang, ia butuh sandaran bahkan kehangatan dari Pria itu.


"Ba..Baby hiks! Baby!"


"Nyonya!"


"O...Oskar! ka..kau menemukan Step?"


Oskar menggeleng membuat Fanya benar-benar diterjang kerapuhan, ia hanya bisa menekuk kedua kakinya kaku dilantai dingin itu seraya lelehan bening yang tak berhenti keluar.


"Dia terus memanggil, Dady! saya hanya sarankan kalau anda segera mempertemukan Putri anda dengan ayahnya!"


Fanya terdiam sesaat, Ayah kandung Putrinya sudah meninggal saat kecelakaan waktu itu, ia hanya mendapat belas kasihan Step yang membuat Putrinya ketergantungan.


"A..Apa Putriku akan sehat?"


Dokter Oziee yang bertugas khusus untuk Bayi itu terdiam, kemungkinannya sangat tipis, ia tak yakin bayi itu akan bertahan lebih lama dengan Peralatan medis yang memancap ditubuh mungilnya.


"Sebaiknya anda te..!"


Fanya sudah lebih dulu berlari masuk kedalam ruangan sana, ia berlalu cepat dengan tungkai yang gemetar mendekati Bangkar dimana Si Mungil yang selama ini ia Kandung dan besarkan terbaring lemah dengan selang yang membelit tubuhnya, tak ada raut kehidupan diwajah yang selalu ceria itu.


"Ba..Baby!"


"Da..Dad!"


Ouhh Tuhan hiks! aku mohon jangan balas Kejahatanku dengan merenggut dia dariku, jangan hiks, jangan aku mohon!!


Jeritan Batin Fanya merasa sakit, ia baru tahu bagaimana rasanya disituasi Shena dulu, ia merasakan jiwanya tercabut paksa dengan hati yang terkoyak tuntas.


"Da..Dady!"


"Ini Mo..Momy sayang!"


Baby Faby terus melirihkan suara lemah itu dengan Fanya yang mengelus kepala sang putri dengan lembut, apapun akan ia lakukan asalkan Putrinya selamat.


"Da..Dady!"


"Mo..Momy janji hiks! Mo..Momy akan bawa dady Pulang, Baby! Janji sayang hiks!"


Fanya mendekap hangat tubuh mungil itu, ia menyalurkan rasa aman meski ia sendiri sudah tak tahu bagaimana menebar senyuman setelah ini.


"Dia sangat ingin Dadynya datang! ikatan mereka kuat, Nyonya! cobalah anda pertemukan!"


Fanya terdiam seraya menatap wajah lemah Putrinya, ia akan berusaha, bahkan akan berjuang secepat mungkin membawa pria itu pulang, hanya demi buah hatinya, Cinta dan Kehidupannya ini.


Cup..


"Nak! Mo..Momy pergi, Momy janji akan pulang bawa dady! Tu..Tunggu Momy, Tunggu ya?"


Fanya mengecup seluruh lekik tubuh mungil itu dengan penuh cinta dan gejolak rasa keibuan, lalu menatap Oskar pria berusia 30 Tahun yang selalu siap siaga.


"Ja..Jaga dia! Aku mohon pada kalian!!"


Mereka hanya bisa mengangguk meski kemungkinan sangat tipis, setidaknya mereka sudah berusaha meski masih jauh dari angan yang akan digapai.

__ADS_1


.......


Alen seketika terkejut bukan main mendengar ucapan Nareus yang menurutnya sangat membual dan Pembohong, ia tahu Step tak akan melakukan hal sekejam itu padanya, bahkan ia yakin Nareus hanya menguji Mentalnya saja.


"Re..Reus! Kau bercanda?"


Nareus menatap Intens guratan wajah Alen, ia masih melihat tempat Step disana, bahkan Alen berusaha tak membawa ucapannya serius.


"Apa aku terlihat bercanda?"


Degg..


Alen meneggang ditempatnya dengan mata yang menggenang, ia menatap Nareus kosong dengan cengkraman tangan yang menguat pada ke lengan Nareus sebagai topangan tubuhnya yang lemas.


"Ste..Step!"


"Maaf, tapi seharusnya aku tak mengatakan ini, Sayang! tapi aku ingin kau mengerti!"


Alen hanya diam dengan netra kosongnya, ia masih belum bisa menerima karna ia tahu betul Step bukanlah Pria brengsek, pria itu tak mengungkin Menghianatinya sebesar ini.


"Aku Pergi!"


"Alen!!!"


Nareus mencengkal Alen yang ingin melangkah pergi, inilah yang ia khawatirkan, Alen pasti akan kecewa besar bahkan wanita ini bisa berbuat nekat.


"Le..Lepas!"


"Kau mau apa?"


"Reus! a..aku yakin Step tak begi..!"


"Pergilah!"


"Reus! aku hanya..!"


"Pergi!"


"Reus aku..!"


"Pergi dari sini!!!"


Bentak Nareus menyala-nyala menatap Alen yang tercekat melihat netra elang Nareus yang terlihat sendat akan luka, hatinya mencolos saat tahu ia telah melukai Perasaan Nareus yang tentu sakit akan ucapannya.


"Reus! aku mohon kau..!"


Nareus menarik lengan Alen kuat kearah pintu keluar sana, ia sudah lelah untuk bicara tapi wanita ini seakan membatu, lebih baik ia serahkan semuanya tanpa ada perkataan yang berbelit.


Bughh..


"Reus!!"


Momy Carolin yang tadi melewati lantai kamar Putranya pun terkejut saat melihat Nareus yang menyeret Alen keluar pintu kamar.


"Reus!!! apa yang kau lakukan, ha?"


"Pergi kau dari sini!!"


Alen hanya diam mencengkram kuat jaketnya, ia mengadah menatap Nareus dengan begitu sesak, aku hanya ingin bertanya pada Step? hanya itu.


Lirihan batin Alen yang sungguh hanya ingin meminta penjelasan lansung, ia tak berniat untuk menyakiti Nareus begini.


"Re..Reus!"

__ADS_1


"Kau bukan Istriku lagi!"


Duarr..


Alen terkejut dengan jantung yang seakan tercabut paksa, ia menggeleng berdiri ingin bicara namun Nareus menutup pintu itu kasar membuat bunyi yang begitu nyaring.


Brakk..


"Reus!!! Reus buka pintunya!!!"


Alen memukul kuat bahkan tangannya hampir berdarah membuat Momy Carolin meneggang ditempatnya melihat Alen bergantian dengan Pintu itu kembali.


"Reus, A..Aku mohon beri aku waktu!"


Nareus hanya bungkam didalam sana seraya duduk diatas lantai dengan bersandar kedinding kamarnya.


"Maafkan aku, Sayang! a..aku hanya ingin kau mengerti! kalau aku tak bisa bersamamu lagi!"


"Reus hiks! A..Aku mohon beri aku waktu, aku mohon Reus!!"


"Maafkan aku!"


Gumam Nareus mencengkram dadanya kuat, ia harus mengorbankan hubungannya sendiri hanya demi menyelamatkan Hubungan Momy dan Dadynya, hanya itu cara satu-satunya aggar Alen pergi.


Flasbach On..


"Lord!"


Nareus hanya diam mematung menatap Laptop dan Laporan yang didapatkan dengan cepat oleh anggotanya, tangannya terkepal dengan dada yang bergemuruh.


"Ini adalah Perjanjian masa lalu! Tuan besar harus merelakan bercerai dengan Nyonya besar karna ini sudah janjinya sejak kecil bersama Tuan Besar Kedua!"


Nareus masih diam menatap dua Foto kecil seorang Bocah yang menggandeng Bocah yang begitu mirip bahkan sangat sulit dibedakan, hanya senyum lebar dari wajah pria itulah yang membedakannya.


"Isi Perjanjiannya!"


"Tuan besar bisa menikahi Nyonya Carolin jika ia merelakan di masa depan kalau Putri atau Putranya harus melepas wanitanya sendiri!"


Degg..


Nareus lansung terkejut menatap Asisten Buron yang hanya bisa menunduk, mereka tak bisa membunuh Saudara ayah Lordnya sendiri bahkan ini hanya karna Perjanjian antar Aliran darah.


"Shittt!"


"Ini Ketentuannya, Tuan! anda adalah Putra dari seorang Albert Moureen, dan Tuan Mudah dari Keluarga Hotmartew yang punya punya Aturan dan Perjanjian yang Mutlak! Itu sebabnya, Nona Muda Alicia terus diganggu karna Tuan Besar Albert tak memenuhi janjinya semasa kecil, Tuan Besar Albert menjanjikan itu karna ia ingin Saudaranya melepas Momy Carolin yang sangat dicintainya, tapi dia meminta salah satu putra atau putri Tuan Besar harus mengalami nasip sama sepertinya!"


Jelas Asisten Buron membuat Nareus semangkin dilanda kebercamukan, apa yang harus ia lakukan? Hubungan kedua orang tuanya dipertaruhkan, ia juga baru tahu kenapa Grandma Zamlya sangat membenci Momy Carolin yang menjadi penyebab Kepergian Putra Keduanya.


"Aaaa!!! Brengsekk!"


Brakk..


Nareus meninju mejanya hingga benda kayu berkekuatan khas dan tahan itu malah patah dengan remukan tangan Nareus yang seakan diselumbungi besi bertahan baja yang menghantam semuanya dengan keras.


"Aku tak akan melepas, Istriku?"


"Maaf, tapi saya tak bisa menyarakan, Lord! kalau ini Musuh lain saya pasang badan untuk anda, tapi ini mengenai Perjanjian yang dibuat Ayah anda sendiri!"


Nareus lansung lemas ditempatnya, bagaimana bisa ia melepaskan Alen jika jauh saja ia tak bisa?


Flasbackh Of..


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2