
Deru mobil itu lansung menuju ke Daratan panas tempat penambangan Tangki Minyak terbesar yang sudah terbengkalai disini, pepohonan yang hanpir kering ditepi jalan sana begitu tandus tanpa air, tempat ini sangat terpencil dari Kota karna tak ada lagi Minyak yang bisa diolah.
Namun, hari ini mereka menjalankan Misi yang sangat besar, melibatkan banyaknya pengawalan yang berguna untuk berjaga didekat Hutan yang bisa saja terbakar akan adanya api kecil nantinya.
"Ini akan sulit, jangan sampai kalian Gegabah!"
"Baik!"
Ucap mereka melalu Earpice sana dengan Smith yang menginstrupsi dari Mobil ini, mata mereka liar mencari cela dengan kesunyian yang tak bisa dianggap tenang.
"Berhenti!!"
Cittt..
Mobil itu lansung terhenti dengan titahan Nareus yang mutlak, pria itu menatap dareah disekelilingnya, ada banyak jebakan disini dan tentu ia paham dan sangat jeli.
"Berapa Hektar Hutan yang tandus disini?"
"1/2 Hektar tanah yang kering dan dikelilingi hutan mati, Pertambangan Minyak ini dikelilingi hutan dengan pembatas laut untuk ke kota, Lord!"
Nareus terdiam sesaat, pantas saja Wanita itu menyekap disini, keuntungan yang didapat sangatlah besar, tak ada yang bisa keluar tanpa luka setelah dari sini.
"Mundurkan Anggota!"
Smith lansung memerintahkan Anggota yang tadi bersiap untuk menyerangpun segera patuh, mereka kembali ketempat Lordnya dan ada juga yang sedang memantau keadaan dari atas.
"Debu, Panas, dan Api!"
Gumam Nareus sedikit berfikir, ia terlihat mengetuk-ngetuk kursi mobilnya dengan wajah yang benar-benar dingin sekarang.
"Jangan ada yang melewati tenah yang rata! jangan menginjak Rerumputan dan jangan merokok disini!"
"Baik! Lord!"
Nareus mengangguk lalu memriksa jam tangannya, ia melirik kaca Spion mobilnya menunggu sambutan selamat datang yang pasti akan di luncurkan.
"3 Bagian dari bawah dan 2 diatas, yang lain ikut di belakang!"
"Baik!"
Mereka mulai memecah kelompok, Klan gelap yang Nareus bentuk sudah lebih dulu masuk ke hamparan tandus sana untuk mengecek situasi, sedangkan Smith merasa tanah dibawahnya bergetar, apalagi kaca mobil mulai menunjukan gelagat aneh.
"Mereka akan datang 10 Menit dari sekarang!"
"Mereka mengiring kita ke Lapangan, Lord!"
"Tentu kau tahu apa yang harus dilakukan!"
Smith mengangguk pasti, ia mulai menyetel beberapa Perangkat di Mobil mereka drngan Nareus yang bersiap dengan Stelan kerja Dunia bawahnya, seperti biasa ia tak ingin terlihat bergerak cepat.
Brummm..
Suara mobil dibelakang sana mengguncang tanah dibawah mobil ini, Nareus memasang Maskernya seraya menatap Jok mobil dan juga Smith bersamaan. ia memperkirakan laju 5 Mobil dibelakang sana dengan perhitungan.
"Yuhuuu!!"
Teriak segerombolong orang bertato yang sama menyerang mereka dimalam itu, Nareus hanya diam seraya memeggang Pistolnya erat. disaat mobil hitam pekat itu melesat ingin menambak Bamper mobil, Smith lansung menginjak Gas kencang hingga mereka di'iring ke lapangan berkabut didepan sana.
"5 menit dari tanjakan!"
"Baik, Lord!"
Nareus memakai sarung tangannya seraya membuka Jendala mobil untuk memberi serangan kecil.
Dorrr..
"Kau pengecut, Kawan!!"
Sarkas mereka saat tembakan Nareus meleset dari kaca Mobil. namun sayangnya mereka terkejut saat mobil itu mulai oleng.
"Cuihh! Anak TK pun tahu Teknik ini!"
Cela Nareus lalu menembak yang kedua kalinya hingga Satu Mobil itu terguling karna Ban yang sudah remuk membuat putaran debu yang pekat menghalangi jalan.
__ADS_1
"Sekarang!!"
Brakkk...
Tabrakan besar terjadi dengan Smith yang dengan cepat memutar Stir mobil kekiri menghindari Lapangan sana hingga 5 Mobil itu lansung bertabrakan karna rencana yang tepat, melihat itu Smith tersenyum kecil, hal biasa baginya untuk mengemudi Fanataik dan Exstrem sesuai ajaran sang Lord.
Melihat itu semua, Wanita yang sedang memantau dari Menara dengan Bangkar besar yang dikelilingi Tangki minyak besar itu seketika mengupat, ia sangat geram dengan Kelihaian pasukan Devil ini mengelak.
"Sial!! Aku tak mau tahu, kau harus membunuh setengah dari Anggotanya!"
Titah wanita itu pada Pria muda disampingnya yang lansung melangkah pergi, ia telah menentukan titik dimana akan ada ledakan yang terjadi.
"Na..Nareus!"
Dorr..
"Aaa..Ss!!"
Desisan Wanita paruh bayah yang terlihat digantung kedua tangannya didekat Tangki sana karna tembakan keras itu ke pahanya. begitu juga dengan Pria paruh baya yang tersenyum melihat kegaduhan para manusia keji ini.
"Ka..Kau akan mati, Nyonya!"
"Diam!!!"
Bentak wanita itu pada Tuan Tom yang terkekeh kecil dengan wajah yang sudah bonyok dipukuli berbagai manusia kekar disini, ia tak takut mati, yang ia takutkan Putrinya yang begitu keras kepala itu malah datang kesini membuat kecelakaan yang besar.
"Lihat saja, dia tak akan berkutik!"
Gumma Wanita itu menyeringai iblis, ia memantau seorang Gadis yang sudah dibenamkan kedalam Tangki minyak sana, gadis remaja itu terlihat menangis dan kehabisan nafas, sesekali ia terlihat menyembulkan kepalanya keluar Tangki namun ikatan tali itu sangat kuat.
"Kalian akan hancur! semuanya akan menjadi hancur!!!"
Wanita itu melihat Mobil Nareus yang masuk ke Bangunan besar sana, ia sudah menduga Pria ini akan leluasa menghabisi para Suruhannya.
"Bawa Kepalanya ke hadapanku!"
"Baik, Nyonya!"
Mereka melangkah pergi dengan Momy Berry yang sangat gugup jika pasukan besar dari wanita iblis ini bisa saja menyerang habis Nareus.
Brakkk..
"Brengsek!!"
Umpat mereka saat Smith memutar Stir melakukan Stand didekat sana dengan perputaran debu yang kuat, ini dapat bermanfaan bagi mereka.
"Sekarang, Smith!"
"Baik!"
Dorrrr..
Bummmm...
Ledakan besar itu terjadi didekat Tangki sana dengan Nareus yang meloncat keluar bersama Smith yang melepas kemudinya untuk menjadi pantikan api dari Minyak ini.
Kepulan asap hitam itu mulai melahap para Manusia yang sudah terperangkap dalam debu yang dibuat tadi hingga mereka terlahap si Jago merah itu.
"Jangan gegabah!"
"Lord! banyak Bom disini!"
Nareus terdiam sesaat dengan tubuh yang berdiri teggak menjahui Api sana seraya mata yang liar menatap lingkungan disekitarnya.
Dorr..
"Pengintaian!"
Gumam Nareus setelah menembak Suruhan wanita itu yang ternyata bersembunyi dibalik Mobil rongsokan disini, ia juga merotasikan pandangannya tajam, ada banyak senjata disini.
"Lord!"
Nareus terigap saat ada sulutan api merah yang ada didekatnya itu membuat Anggota Nareus menyingkir, namun sayang ternyata masih ada Ranjau dibawah Tangki air sana.
__ADS_1
"Menunduk!!"
Duarrrr..
Nareus menarik Smith kebelakang tembok sana dengan Anggota Nareus yang berlindung dibalik puing-puing beton yang roboh, pria itu munmpat saat menduga sesuatu.
"Menyerahlah! Tempat ini bukaalah pakar senjata!!"
Suara lantang entah dari mata keluarnya itu seakan mengalun mengumandankan sebuah peringatan, Smith mengeraskan rahangnya melihat pasukan besar yang juga datang dari arah belakang mereka.
"Bagaimana ini, Lord? kita tak bisa menggunakan Senjata api karna disini banyak bahan yang mudah meledak!"
Nareus terus memutar otak, ia menatap semua Puing-Puing di dekat kakinya, dan seketika ia menatap Smith yang mengerti.
"Ambil benda yang bisa dijadikan Senjata!"
"Baik!!"
Mereka mengambil besi-besi tajam yang berkarat bekar Gedung ini dengan tampang bengis yang mulai bersiap menghadang pasukan yang datang.
"Habisi tanpa sisa!"
"Haaaa!!!"
Mereka lansung berlari menyonsong puluhan lawan dengan tato Mirip Yakuza itu dengan pelatihan yang sudah sangat terampil.
Pertarungan itu dimulai, Klan Lord Devil tampak mencabik dengan leluasa dan penuh kekejaman, darah itu mulai mengalir diwajah mereka dengan suara teriakan dan jeritan yang keras.
Lelehan otak dimana-mana dengan cabikan dagging yang tampak tak bisa lagi dimakamkan karna ini sangat gila.
Brakk..
Nareus menghantam satu kepala yang melewati kakinya, ia mulai membabat apapun yang menyerangnya seraya berjalan menuju pintu masuk Gedung.
"Mencari mati dengan Klanku!!"
Geram Nareus mencabut satu lidah yang berani mengejek padanya, yang ia pikirkan sekarang adalah Alicia dan Dua mertuanya.
"Lord! Pergilah keatas, Anggota juga sudah mengepung!"
"Hm!"
Nareus berlari keatas sana meloloskan diri dari hamparan mayat yang seperti tumpukan dagging yang tak layak, ia tak perduli dengan bau amis ini karna tujuannya hanya satu.
Melihat Klan Nareus yang sudah mengepung dan membabat segalanya dengan ganas, Wanita diatas sana semangkin dibuat gentar, ia hanya punya 100 suruhan lagi sedangkan separuhnya itu sudah mulai tak sanggup bertarung lagi.
"Sialan! Tidak bisa, aku gak akan kalah!"
Gumam Wanita itu menatap Dady Tom dan Momy Berry yang tersenyum menatap bagaimana hebatnya Menantu mereka, sungguh Alen sangat beruntung memiliki Suami sempurna seperti itu.
"Ka..Kau takut, hm?"
"Takut kau bilang?"
Wanita itu lansing terbahak menggenggam pistol ditangannya, ia mendekati dua manusia lemah ini dengan wajah yang bergurat sangat bengis.
"Tidak! Karna Putrimu akan datang menyelamatkan, Momynya!"
Deggg..
Momy Berry meneggang ditempatnya, ia menatap terkejut dengan Wanita paruh baya ini mengambil gambar mereka dan juga rekaman Alicia lalu memyerahkannya pada sang kaki tangan.
"Dia akan datang! akan ku pastikan itu!"
"Kauuu!!!"
Plakkk..
Tamparan keras itu lansing dilayangkan dengan Nareus yang menatap dari bawah sana seketika menggeram murka menatap dua Manusia itu sudah tampak tak berdaya.
"Ka..Kak!"
Deggg..
__ADS_1
.....
Vote and Like Sayang..