
Alen menatap Nareus dengan bingung, ia memeggang lengan Nareus yang masih terdiam dengan wajah yang benar-benar mengeras seakan ingin menelan semua manusia disini, Asisten Buron hanya bisa terdiam melihat kemarahan besar Lordnya.
"Sayang! ada apa, hm?"
Nareus menghela nafas halus menatap Alen dengan lembut, entah apa yang telah terjadi diNegaranya sana hingga situasi menjadi rumit begini, bahkan ia tak menduga Momynya akan berbuat sejauh ini.
"Hanya berita biasa!"
"Berikan ponselnya!"
"Sayang! nanti kita bahas, sekarang ayo kita pulang!"
Namun Alen tak tenang, ia mengambil Ponselnya dan melihat gejolak apa yang membuat Nareus semarah itu.
Degg..
Alen seketika terkejut melihat Artikel dan beberapa Show yang mengejutkan bahkan menjadi Booming hanya satu kali penayangan, tangannya bergetar menatap Nareus yang lansung merangkuh tubuhnya.
"Itu sama sekali tak benar!"
"Ta..Tapi!"
"Percayalah padaku!"
Alen terdiam sesaat, masih menatap semua hujatan bahkan berita yang menyiarkan lansung bagaimana Pers mengungkap semuanya.
News Television World Gabie
*Pengakuan mengejutkan dari Nyonya Besar Carolin Moureen, terungkap jelas rasa kekecewaan wanita Eropa ini dengan Pertentangan antara Hubungan Nona Muda Eliotes dan Putranya Nareus Ouse Moureen.
Istri dari Presedir Nareus telah menghilang semenjak 2 Tahun hingga sekarang tak tahu bagaimana kabarnya, sedangkan Rhosaline Deep mulai mengganti posisi Nona Muda Eliotes dari Posisi menantu diKeluarga Moureen.
"Saya yakin! Putra saya akan cocok dengan wanita ini! lagi pula selama 2 Tahun kami sudah berkenalan dekat!"
*Ucapan Nyonya Besar Moureen yang mencengangkan Publik karna telah merestui secara tak lansung Kedekatan Nona Muda Deep dan Putranya.
"Dan mereka sudah bertunangan*!"
Pernyataan Nyonya Besar Carolin menjadi buah bibir Masyarakat, apa benar Presedir Nareus sudah bertunangan? dan apa yang terjadi hingga Istri Tuan Muda Moureen ini bisa menghilang?
Kami menyiarkan dari Stasiun News World dengan dukungan Masyarakat New York, Amerika Serikat.
...
Alen hanya diam, semua Masyarakat mendukung hubungan Nareus dan Rhose karna mereka menganggap ia telah menghilang tanpa jejak serta menganggap ucapan Momy Carolin sebagai bukti kalau ia bukanlah menantu yang baik.
"Sudahlah, jangan dipikirkan! ini sama sekali tak penting,"
Alen tetap diam membisu, semua ini salahnya, kalau ia tak gegabah memikirkan apa yang terjadi kedepannya Rhose tak mungkin punya cara menyalip hubungannya.
"I..Ini semua karna aku!"
"Sutt! tak ada yang salah, Momy hanya butuh penyelesaian! kita akan pulang dan menjelaskan segalanya, hm?"
Namun Alen hanya mengangguk saja, ia yakin semua itu tak semudah apa yang Nareus ucapkan, bahkan dari raut wajah Nareus tadi Alen sudah menduga apa yang telah terjadi 2 Tahun ini hingga Momy Carolin membencinya.
__ADS_1
"Siapkan penerbangan untuk malam ini!"
"Baik, Tuan!"
Asisten Buron mengawal Nareus yang melangkah beriringan dengan Alen yang tak ingin terlihat dekat, masalah akan tambah runyam jika gosip baru mulai meluncur dan memanas membuat Argument baru di Masyarakat nantinya.
"Presedir!!!"
"Sial!!"
Umpat Nareus lansung memasang kacamatanya saat melihat segerombolan Media yang berlari memenuhi Loby sana, ia sudah menduga kalau Wartawan disini tak akan tinggal diam begitu saja.
"Presedir! apa yang dikatakan Nyonya Besar itu Benar?"
"Presedir! apa hubungan anda dan Nona Muda Deep itu Real dan sudah berapa lama memulai?"
"Kalian bertunagan?"
Nareus hanya diam melangkah membelah keramaian, dengan mata yang mengawasi Alen yang bisa saja terluka dikeramaian ini, Anggota Nareus terus berkeliling menjaga Sang Lord dengan jepretan Kamera yang liar, bahkan Alen pun terkena dampak dari semua ini.
"Nona, apa tanggapan anda akan hal ini?"
"Bukankah anda Partner kerja, Presedir? mohon beri Komentarnya, Nona!"
Alen hanya diam, tangannya terkepal kuat mencoba menahan emosi yang memuncak, apa ia harus membicarakan tentang wanita lain bersama suaminya? benar-benar gila.
"Beri jalan dan Nona tak ada waktu untuk bicara!"
Ucap Anggota Nareus yang mengamankan situasi yang mulai membeludak, Berita Pertunangannya dan Rhosaline membuat guncangan besar bagi Alen, tentu wanita itu sangat merasa panas akan setiap pertanyaan yang seakan ia tak lagi menjadi Istri Nareus.
"Sayang!"
"Jalankan Mobilnya!"
"Tapi, Nona!"
"JALANKAN mobilnya!"
Tekan Alen membuat Olivia lansung mengangguk patuh lalu mulai menggas mobilnya untuk pergi dari Lingkungan Perusahaan RST ini, Baby Zilla hanya diam menatap wajah merah Momynya dari Spion sana, ia tak berani untuk berbuat nakal sekarang karna Momynya sedang marah.
"Momyy!"
"Diam dan jangan membuat Momy pusing!"
Tekan Alen pada Baby Zilla yang mengangguk lalu kembali duduk di kursi depan sana, si kecil itu sibuk memainkan Dasi Sang dady ditangannya seraya sesekali mencuri pandang pada Alen membuat wanita itu tak kuasa dengan sikap putrinya.
"Sini sama, Momy!"
Baby Zilla lansung merekahkan senyum manis dengan gusi merah itu menatap Alen yang mengulur tangannya mengambil tubuh mungil Baby Zilla yang ringan kepangkuannya.
"Momyy!"
"Maaf kalau Momy, tadi marah-marah, hm?"
Baby Zilla mengangguk mengecup kilas bibir Alen dan kembali membelitkan Dasi yang ada ditangan mungil itu kelehernya, ia menyandarkan tubuhnya ke dada Alen yang mengelus rambut pirang putrinya.
__ADS_1
Cittttt...
Alen lansung berpeggangan ke Kursi mobil saat Olivia mengerem mendadak membuat tubuhnya terhuyung kedepan.
"Kau lupa cara berkendara, ha?"
"Maaf, Nona! tapi Mobil Presedir!"
Alen menatap kedepan dan seketika nafasnya melemah melihat Pria tampan dengan tubuh kekar yang mempesona itu sudah keluar memotong jalan Mobilnya.
"Presedir!"
"Hm!"
Nareus membuka pintu Mobil Alen seraya memasukan setengah badannya ke dalam Mobil itu menatap Alen yang hanya diam memalingkan wajah darinya.
"Ayo ke Mobilku!"
"Reus!!"
Pekik Alen saat Nareus menggendongnya dan Baby Zilla secara bersama'an keluar dari mobil dan melangkah menuju Mobilnya yang sudah terparkir menyetop Mobil merah ini.
"Reus! Turunkan aku, nanti ada yang liat!"
"Biarkan saja!"
Jawab Nareus datar, ia tak perduli jika harus mempublis semua ini, Momynya sudah keterlaluan hingga membuat Gejolak Publik yang seakan menyingkirkan Alen dari Posisi sebagai istrinya.
"Dady Laa!"
"Kau merindukan Dady, hm?"
Nareus memangku Baby Zilla yang lansung mendekap perut keras Nareus, si kecil ini selalu bisa membuat hati keduanya melemah hingga tak bisa membuat rasa jauh terlalu lama.
"Momy dan Dady tak bertengkar! hanya sedikt kesal, hm?"
Ucap Alen mengecup pipi gembul itu, ia rasa masalah ini akan semangkin berlanjut mengingat Momy Carolin sudah sangat membencinya.
"Kenapa kau malah pergi begini? kan aku sudah bilang aku bisa menyelesaikannya, Sayang!"
"Cihh! Aku hanya kesal, kenapa malah bertanya soal kau dan dia padaku? aku tak tahu apapun tentang kalian! entah kalian punya HUBUNGAN atau memang sudah BERTUNANGAN!"
Sindir Alen sedikit menekan kata itu, setidaknya nanti ia tak terkejut melihat wanita sialan itu ada di Kediaman Moureen, apalagi ia harus exstra mengendalikan diri yang ingin membunuh saja.
"Aku hanya Milikmu! dan semuanya Punyamu, tak ada hak orang lain disini!"
"Aku percaya!"
........
Wanita cantik itu sedang menatap dirinya didepan cermin dimana ia berusaha menjadi yang terbaik, selama bertahun-tahun ia mencoba mencari cela untuk masuk kedalam Keluarga ini, dan benar saja ia bisa menguasai Momy Carolin dan Grandma Zamlya yang mendukung hubungannya dan Nareus.
"Nak! kau sangat cantik!"
Rhose tersenyum, ia sekarang sedang memilih baju untuk menyambut kedatangan Nareus besok, ia yakin pria itu akan terkesan akan Penampilannya sekarang apalagi ia sudah mulai mengambil hati para Manusia di Kediaman ini kecuali Alicia dan Dua Kakek dan Nenek Peot itu.
__ADS_1
....
Vote and Like Sayang..