
Tatapan semua Orang disana seketika terkunci melihat Dua Wanita yang malam ini akan Berkumpul bersama Teman Sosialita dari Kumpulan Nyonya-Nyonya besar itu.
Mereka terlihat sangat terpesona hingga lansung berdiri menatap diam pada Sosok yang menjadi pusat perhatian itu.
Alen sedikit gugup dipandangi begitu, apalagi para Nyonya disana membawa putranya masing-masing membuat ia jijik dengan tatapan nyalangnya.
"Seperti biasa saja, tubuhmu tak terlihat, Nak!"
Alen mengangguk lalu berusaha mengimbangi langkahnya hingga sampai ke Meja besar dengan para Manusia berpakaian megah dan mewah yang berjejer dengan wajah terkejut disana.
"Ini menantumu Mrs Moureen?"
"Yah, Bukankah dia sangat cantik?"
Mereka mengangguk cepat seraya memeluk Alen yang hanya pasrah, tak mungkin ia mempermalukan Momy Carolin disini, lagi pula ia hanya sebentar saja.
"Selamat malam, Mrs!"
"Ouhh, Malam sayang! kau Sangat cantik, kau cocok bersanding dengan Presedir Nareus Si Tampan itu!"
Alen hanya menyunggingkan senyum biasanya atas Ucapan Mrs Hanan dan Mrs Kanadjar yang begitu ramah menyambutnya, ia pun tak canggung karna semuanya membuka.
"Perkenalkan ini, Putraku Dion!"
"Hello!"
"Hay!"
Sapa Alen sedikit memaksakan intonasi ramah, sejujurnya ia ingin menunjukan wajah datarnya itu, tapi tak mungkin karna disini para Manusia berkelas, ia mengemban nama baik Menantu Keluarga Moureen.
Dion tampak menatap aneh Alen yang risih dipandangi begitu, gejolak Keterpesona'an dari sosok Alen bisa membius mereka dengan sekejap, lirikan netra tajam itu sangat kontras dan mengekang.
"Kau sangat cantik!"
"Hm, Terimakasih!"
Momy Carolin mengulum senyum geli melihat wajah Alen yang mulai jengkel, ia menatap Minuman dihadapannya lalu menatap pelayan disampingnya yang mengangguk pasti membuat senyuman di wajah cantik wanita paruh bayah itu mekar.
"Baiklah, Bagaimana dengan Arisan kalian?"
"Begitulah, sangat membosankan! coba saja kau ikut, kami pasti bersemangat!"
Ucap Mrs Hanan yang sangat suka kalau Momy Carolin ikut, selain wanita ini pandai, ia juga sangat berkomitment dan tentunya tak segan untuk memberi uang lebih.
"Hm! Kau Putri Keluarga Eliotes, ya?"
"Hm, Yah!
"Coba saja sedari dulu kau bertemu dengan Putraku, dia ini sangat pemalu tapi begitu menyukaimu!"
Alen hanya diam mengelus tangannya yang gatal ingin mencabik wajah-wajah mesum para Putra manusia berkelas ini, sekuat tenaga Alen tetap diam meski tangan dan jarinya sudah gatal.
"Kau kenapa diam saja?"
"Lalu kau mau aku apakan? Sialan!"
Batin Alen meledak, wajah Dion tampak berbinar menatapnya hingga leher jenjang wanita itu mengundang tatapan penuh damba para lelaki.
"Alen! Minum, Nak?"
"Aku tak Minum, Mom!"
Tolak Alen lembut pada Mrs Hanan yang menyodorkan alkohol padanya membuat mereka saling pandang dengan Momy Carolin yang tersenyum Misterius.
"Pelayan!!!"
"Iya, Nyonya!"
"Apa Jus ini aman?"
"Sangat aman, Nyonya!"
Momy Carolin mengangguk lalu memberikan Orange Juse pada Alen yang menerimanya dengan yang lain yang memeggang gelas Alkohol seperti biasa.
"Bersulang untuk Pertemuan Pertama kita!"
"Bersulang!!!"
Mereka menyatukan gelas lalu menegguk tandas Minuman itu dengan Alen yang sedikit aneh dengan bau Juse ini, tapi ia menatap Momy Carolin yang terus meyakinkannya.
"Minumlah, itu aman sayang!"
"Baik, Mom!"
__ADS_1
Alen menegguknya pelan, rasannya sangat segar di lidah bahkan begitu nikmat di cuaca dingin ini apalagi campuran teh yang sangat hangat.
"Lihatlah, aku kemaren membeli ini!"
Momy Carolin terlihat mulai Ilfil, kalau bukan karna rencananya ia tak akan mau berkumpul dengan Manusia-Manusia rakus ini.
"Benarkah? memangnya siapa yang belikan?"
"Suamiku! dia sangat manis!!"
Momy Carolin terkekeh dibalik senyuman santainya itu tersimpan rasa geram dan jijik seraya menatap gelagat aneh dari Dion yang tampak sangat tertarik pada Alen, sedari tadi pria itu menatap leher dan wajah cantik dengan kulit kuning langsat wanita itu dengan penuh hasrat.
"Bisa temani aku ke Sana?"
"Aku?"
Tanya Alen yang diangguki Dion, ia menyipitkan matanya sudah ia duga pria ini mata keranjang, dari auranya saja Alen tahu betul.
"Kau yakin?"
"Hm! hanya sebentar!"
"Pergilah, Nak!"
"Tapi..!"
Alen seketika terdiam saat tatapan memohon Momy Carolin yang selalu membuat ia tak tega dan akhirnya ia berdiri hingga menunjukan tubuh tinggi itu membuat Kobaran gairah muncul di Tubuh Dion yang memanas.
"Ayo!"
Dion memimpin jalan menuju pantai disamping Resort dengan pemandangan malam yang sangat indah.
Alen tak menyadari sesosok Iblis ganas dengan kobaran api angkara murka itu sedang menatap penuh kegeraman dengan wajah yang sudah mengeras.
"Tuan!"
"Berani sekali dia melakukan ini!"
Geram Nareus mengepalkan tangannya kuat hingga urat-urat biru itu muncul dengan aura membunuh yang kuat, Smith dan Asisten Buron hanya diam menunduk melihat Lordnya yang sudah terbakar sedari tadi.
"Kau mau apa?"
Tanya Alen saat Dion terhenti didekat pantai sana membuat angin itu mulai menerbangkan rambut pendeknya yang menunjukan kuasanya.
"Lalu?"
Tanya Alen menaikan alisnya sinis, ia menjaga jarak dengan pria ini karna merasa gelagatnya mulai aneh dan membayang.
"Mau berbagi malam denganku?"
Serak Dion membuat Alen jijik, ia mengeratkan mantelnya dengan wajah yang benar-benar kelam.
"Kau pikir aku Jalangmu?Mudah sekali mulutmu bicara!"
"Ouhh, tak usah sok jual mahal! Presedir tampan itu pasti sangat sibuk hingga tak sempat menghangatkan mu yang..!"
Bughhh..
Alen terlonjak kaget saat sekilas tubuh kekar seseorang melewatinya dan menghantam wajah Dion dengan kepalan tangan keras itu.
Alen semangkin terkejut saat melihat siapa yang sedang memukuli Dion dengan amarah yang mengumbun bahkan wajah Tampan itu memerah dengan netra yang berkobar murka.
"Akan Ku bunuh kau!!"
Bughh...Bughhh..
Dion tergorok ke pasir putih kasar sana dengan wjaha yang babak belur, tak cukup sampai di situ saja, Nareus menerjang perut dan bagian inti Dion yang seketika menjerit merasa ada yang pecah bahkan ia sudah tak bisa menahan tinjuan keras Nareus ke tubuhnya.
Bughh...Bughh..
"Mati kau Brengsek!!"
"Reus!!!"
Alen menarik tangan Nareus kuat namun tetap saja Nareus membatu menodongkan Pistol kekepala Dion yang teelihat gemetar takut dengan para Nyonya di dalam tadi keluar melihat kekacauan ini.
"Dionn!!!"
Mrs Hanan memeluk Putranya yang babak belur dengan luka lebam di wajah dan bahkan ia melihat darah yang keluar mulut putranya.
"Pre..Presedir! A..Apa salah putraku?"
Nareus tetap bungkam menahan amarah yang begitu kuat, ia ingin meratakan tempat ini bahkan ia ingin mengoyak tubuh Dion yang sudah remuk karna hantaman kaki kokohnya.
__ADS_1
"Reus!"
"Mom! Apa-Apa'an ini?"
"Ayo pulang!"
Momy Carolin menarik Nareus ke tempat Parkir dengan Alen yang seketika terkejut saat Nareua mencengkram kuat lengannya bahkan ia merasa aliran darahnya di tangan itu berhenti.
"Reus!! Lepas!!"
Nareus hanya membatu, ia sudah sangat panas melihat wajah cantik Alen bahkan Parfum wanita ini begitu mengundang syahwat lelaki.
"Reus!! Lepas!!!"
Alen menyentak kasar tangannya hingga Nareus melepasnya dengan Momy Carolin yang mencari tempat untuk mengurus rencananya.
"Kau!!! Apa yang kau lakukan disana, ha?"
"Apa?"
"Kenapa kau memakai ini? Ini..Ini..!"
"Reus!!"
Decah Alen yang tak bisa menghindar dari tangan Nareus yang mengacak Mantelnya hingga ia benar-benar tak habis pikir.
"Ini! Kenapa memakai Lipstik berwarna terang?"
"A..Aku..!"
Cup..
Alen kelimpungan saat Nareus lansung menyambar bibirnya dengan ganas membuat ia terhapit ke Body Mobil dengan remangan lampu Parkiran yang terlihat mendukung suasana untuk berciuman mesra.
"Ahmm! Reusmm!"
Alen memberontak namun Nareus mengunci kedua lengannya keatas kepala dengan bibir yang menghisap kasar bibirnya yang teraup penuh mulut pria ini.
Namun, Alen merasa aneh, tubuhnya mulai panas di tengah suasana yang dingin, bagian intinya berdenyut kuat saat cumbuan Nareus begitu liar membuat hal aneh terpantik didalam tubuhnya.
"A..Aku kenapa?"
Batin Alen saat merasakan tubuhnya mulai bergetar dan seakan mendamba sentuhan, Nareus lebih, bahkan bibirnya refleks membalas pangutan liar Nareus yang seketika terlonjak kaget saat merasakan Alen membalas hisapannya.
Plup..
Nareus melepas tautannya dengan deru nafas yang memburu di dada Alen yang mulai menatap Nareus berat dengan tubuh yang memanas.
"A..Alen!"
"Re..Reus! Ke..Kenapa denganku?"
Lirih Alen serak menatap lemah Nareus yang seketika mengepalkan tangannya kuat menduga apa yang terjadi pada wanita ini.
"Re..Reus! panas!"
Alen mulai membuka Mantelnya hingga membuat Gaun hitam minim bahkan begitu Sexsi itu terpampang membungkus Pemandangan indah membuat Nareus menegguk ludahnya kasar.
"Pergi dari sini!!"
Smith dan Asisten Buron lansung melangkah pergi mengatur tempat ini agar tak ada seoeang pun yang masuk untuk mengamankan Lord mereka.
"Pa..Panas!!! Aaaass!"
Alen sungguh tak tahan hingga ia masuk kedalam Mobil dan menghidupkan pendingin dengan suhu yang kuat dengan tangan yang mengibas lehernya yang gerah.
Keringat itu mulai muncul membasahi kening bahkan leher dan bagian belahan dada Alen yang tampak nyaris terbuka dengan bentuk yang menggiurkan.
"Reus!!! Bagaimana ini?"
Nareus terlihat kelut. apa yang harus ia lakukan? itu bukan panas biasa, meredamnya dengan air dingin atau anginpun tak akan pernah hilang?
"A..Apa sangat panas?"
"Kau tak lihat kulit ku memerah semua!!!! Panasss haaas!!"
Teriakan Alen menarik lengan Nareus untuk duduk disampingnya, entah kenapa ia begitu berkedut bahkan mendamba bibir merah muda pria ini.
.....
Vote and Like Sayang
.......
__ADS_1