
Deru Mobil hitam mengkilap itu lansung meluncur dengan para Awak Media yang bersiap didekat Tempat mereka meliput, desusan para Reporter yang berbicara Live di Stasiun Televisi masing-masing.
Dengan Nareus yang tampak membelit pinggang ramping Alen yang ada disampingnya, wanita itu tampak anggun dengan Long-Dress yang ketat membalut tubuhnya dengan Mantel tebal karna cuaca yang dingin namun hanya bersuhu wajar membuat aktifitas tak begitu terganggu. sayangnya Nareus tetap Posesif pada sang istri, tak sesentipun ia melelepas Alen begitu saja.
Anggota Lord Devil berjaga disetiap penjuru dengan pasukan Tersembunyi King Latina yang selalu memantau Keluarga Kingnya, mereka menyonsong Pintu pesawat sana untuk mengawal sang Keluarga Alfoenzo. drngan Janson yang datang belakangan karna mengurus hal penting.
"Selamat Datang Mister President!!!"
Sambut mereka pada sesosok pria berperawakan tinggi dengan kharisma yang kuat itu yang hanya mengangguk berdiri diatas Karpet merah yang terbentang menuju Mobil khusus di ujung sana.
Para wartawan sana begitu Exaited mengambil gambar Permaisuri sejagat yang begitu mempesona dengan 3 Bayi yang selalu di gendong Mark dan Shena yang tampak tersenyum ramah pada mereka.
"Selamat Datang, Di Negaraku!"
Mark hanya mengangguki ucapan tegas Nareus yang juga dikilati Benda bertekbologi itu, keduanya tampak serasi dengan Alen yang juga mendominasi dengan kekhasannya sendiri dari tatapan tajamnya.
"Maaf, tapi bisa Presedir dan Mister President, kalian berfoto bersama?"
Shena dan Alen menatap suaminya yang terlihat berfikir lalu menganggukinya membuat senyum Shena mekar mengincar gejolak kagum dengan Alen yang sedari tadi dibuat risih dengan Media yang begitu bernafsu padanya dan Shena.
"Aunty Lelen!!"
"Uhhh, Tuan Muda!"
Alen mengambil Baby Mian dari gendongan Mark yang memberikan saja, Toh ia sudah sangat kesal dengan Si mungilnya itu sedari dipesawat tadi.
"Sayang! jangan berwajah begitu!"
"Hm!"
Gumam Mark yang merubah wajahnya sedikit mengibarkan binaran Cinta, tapi tentu hanya untuk Bidadari disampingnya dan begitu juga Nareus yang terlihat menggendong Baby Rea seraya berwajah datar seperti biasa, mereka menatap Kamera bersamaan dengan Kharismanya masing-masing.
"Aaaaaa!!! Aku tak tahan!!"
Para perwakilan Perusahaan yang melihat Nareus dan Mark menjadi menggila sendiri, tak cukup menatap sekali saja, mereka sangat lapar pada Dua Penguasa itu.
"Apa sudah?"
"Sekali lagi, Mrs!"
Shena mengangguk dan tersenyum cantik dengan Alen yang sedia berwajah biasa namun tatapan tajam wanita itu sangatlah sexsi dan beraura membuat siapa saja terpikat dan Penasaran.
"Ternyata Anak-Anak Mister President sangat tampan dan cantik! mereka mewarisi Kesempurna'an Kedua orang tuanya!"
"Tentu saja, kau lihat saja Tuan Muda Denzo! dia sangat mirip dengan Mister President!"
"Tapi aku penasaran Keturunan Presedir, Nareus! pasti tak kalah mempesona. lihat saja Mereka sangat serasi!"
Ucap Mrs Veronica dan Mrs Abian yang sangat bersemangat untuk menatap pemandangan mata ini, mereka sangat jatuh cinta pada Baby Denzo yang menatap mereka datar bak pisau dan dingin seperti pandangan sang Abi.
"Mister President!!!! Mrs Shena!!!"
Teriak beberapa Penggemar mereka yang diloloskan masuk karna berjanji akan berbuat tertip, mereka juga sangat mengaggumi Nareus yang menjadi kesempatan Doubel bisa memandangi Cipta'an Tuhan itu.
"Sudahlah, Sebentar lagi akan hujan!"
"Baiklah!"
Ucap Nareus pada Alen yang tersenyum menggandeng Reus dengan satu tangan dan tangan satunya sibuk membelit pinggang mungil Baby Mian yang menatap Kamera Media sana dengan sangat bersemangat, berbeda sekali dengan Baby Denzo dan Baby Rea yang hanya berdiam diri.
"Mister, Presedir! Mohon sekali lagi!"
Mereka lansung terdiam saat tatapan tajam Nareus yang seakan menelan hidup-hidup, Mark hanya diam merasakan aura Kekuasaan kuat dari Nareus di Negara ini.
Terbukti dengan semua orang yang menatap Pria tampan itu penuh hormat dan sangat memujanya.
"Untuk saat ini hanya itu! Mohon pengertiannya!"
Asisten Buron yang mengamankan situasi, Ratusan orang dari samping sana berteriak histeris saat Baby Mian mengecup pipi Alen yang tersenyum dibuatnya, Bayi mungil ini sangat suka mencari Perhatian.
"Huuuu!!!! Baby Damian!!!"
"Putramu ingin menjadi Bintang!"
Mark hanya tersenyum kecil mendengar gumaman Nareus, ia tak ambil pusing yang jelas Anak-Anaknya tetap sehat dan aman.
"Kami ke Vila di sini!"
"Tidak bisa!!"
Suara Wanita paruh baya yang keluar dari Mobil yang baru datang itu mendekati Nareus yang sudah menduga Momynya akan seperti ini.
"Momy Carolin!"
"Ouh, Shena sayang! Kasihanilah Momymu ini! aku ingin bermain dengan Cucu-Cucuku!"
Momy Carolin memeluk Shena yang tersenyum karnanya, wanita itu juga sangat merindukan semua orang di Kediamaan Moureen.
"Mom, mereka akan berkunjung saat malam nanti!"
__ADS_1
"Tidak! Momy sudah menyiapkan segalanya, kalian tinggal di Kediamanku!"
"Kau menjamin Kenyamanan Istriku?"
Suara datar Mark terkesan titahan yang membuat Nareus menggeleng, pria ini selalu saja menyikapi masalah dengan begitu serius.
"Yah! Putriku Alicia membutuhkan Anak-Anak Kalian, dia pasti sangat senang!"
"Hm! Baiklah!"
"Yeaahhh!!!"
Pekik Alen membuat mereka semua menatap kearah wanita cantik itu hingga Alen berdehem menormalkan harga dirinya.
"Lanjutkan! aku hanya sedikit aneh pagi ini!"
"Kau sangat bahagia, hm?"
Alen mengangguki bisikan Nareus yang paham karna hampir 3 Bulan semenjak Pernikahan mereka tak lagi berkunjung Kekediaman Mark.
"Terimakasih!"
"Untuk?"
"Aku tahu kau berusaha untuk membawa mereka kesini!"
Ucap Alen tulus, ia tahu kalau bukan dari desakan Nareus suami Tampannya itu, Kingnya ini tak akan datang karna lebih memilih mengutus Asisten saja, tapi Bahkan sekarang Mark membawa Keluarga kecilnya.
"Semuanya untukmu!"
Alen semangkin jatuh dalam kelembutan pria ini, entah kenapa ia begitu mengaggumi sosok Nareus yang lebih mendominasi di hatinya.
Tapi kenapa lidahnya keluh untuk mengungkapkan 'Aku mencuntaimu', dua kata itu serasa sangat panjang dan berat.
Tentu Shena menatap aneh pandangan Nareus, ia seakan menemukan sesuatu dibalik senyum dan wajah bahagia pria tampan sepupunya itu.
"Jangan berfikir terlalu keras!"
"Apa mereka baik-baik saja, Sian?"
Mark tersenyum lembut mengecup bibir Shena kilas membuat ratusan orang ditempat itu seakan kesemsem dengan Pesona Mister President ini.
"Biarkan semuanya berjalan dengan sendirinya, hm?"
"Baiklah, Sian!"
Mark memasuki mobilnya sendiri dengan Nareus yang juga sama, tapi ia membawa Baby Mian sedangkan Baby Rea ia kembalikan pada Shena.
"Iya,Tuan!"
Baby Mian merenggut mendengar panggilan itu hingga ia membuang muka masamnya membuat Alen tersentak kaget.
"Reus! apa aku salah?"
"Menurutmu, hm?"
Tanya Nareus seraya mendudukan Alen dengan hati-hati karna bisa saja wanita ini kembali duduk sesuka hati yang menyebabkan keram.
"Apa Tuan Muda tak suka pangilan..!"
"Aunty Lelen, hiks!"
"Berikan padaku!"
Alen memberikan Baby Mian pada Nareus yang memangkunya ringan, tubuh si kecil itu sangat mungil di atas pangkuannya, bayangkan saja tubuh kekar Nareus dengan sangat gagah itu seakan menjadi singa jinak saat bersama istri dan anak ini.
"Kau tak suka Auntymu memanggil Tuan?"
"Ehm Uncel Yusss! Bii Na.. Mimi!"
Alen dan Nareus saling pandang lalu tersenyum geli karna merasa gemas dengan pipi gembul itu.
"Lalu maunya dipanggil apa?"
"Minyan, Biii.. Mimi Minyan!"
Alen terkekeh mengunyel pipi gembul itu membuat Baby Mian tercengir lalu menghisap kulit tangan Nareus yang membuat mereka geli.
"Hey! Abimu bisa marah kalau kau begini!"
"Biii?"
"Iya, Mian ! kau suka kalau Aunty panggil , Mian?"
Baby Mian mengangguk lalu asik menghisap lagi membuat Nareus geli mengambil Camikan bayi didekat kursinya.
"Sayang! nanti kalau anak kita begini kau apakan?"
"Maksudnya?"
__ADS_1
Tanya Nareus seraya membuka Biskuit ringan dan memberikannya pada Baby Mian yang dengan sigap mengambilnya seraya menatap polos wajah tampan Nareus yang menatapnya penuh kasih.
"Tak ada! justru aku sangat senang jika dia begini padaku!"
"Benarkah?"
Nareus mengangguk mengecup lama kening Alen yang menghangat karnanya, pria itu menyandarkan kepala sang istri kedada bidangnya seraya mengelus perut Alen lembut.
"8 Bulan lebih 2 hari lagi!"
"Hm! Aku juga menantikannya!"
Keduanya larut dalam kemesraan sendiri dengan Alen yang sangat kagum akan kegesitan Nareus yang seakan menjadi sosok ayah disini.
"Baby mau apa kalau ke Kediaman, Uncel?"
"Mamam!"
"Perutmu sudah penuh kau masih saja ingin makan, pantas saja Mark mengungsikan kau padaku!"
Gemas Nareus mengunyel pipi gembul itu, namun sayangnya Baby Mian terlalu Asik dengan Makananya hingga tak sadar kalau ia pipis lagi.
"Reus!!"
Nareus terkejut saat pahanya menghangat, dan benar saja cairan bening itu keluar tanpa Pempers sama sekali, keadaan yang sama ketika Mark memangku Si Mungil ini.
Melihat Nareus yang terdiam Alen jadi takut kalau Pria ini marah, ia mengambil tisu dan mencoba mengantisipasi.
"Reus, Sayang! Jangan marah, ya? Tuan kecil itu kan..!"
"Heyy!"
Nareus mencegah tangan Alen yang ingin mengambil Baby Mian, ia terkekeh kecil menatap wajah takut Istrinya, apa ia semenyeramkan itu atau ia setega itu marah-marah tak jelas.
"Biar aku yang gendong!"
"Tidak, Sayang! aku bisa mengurusnya!"
Namun Alen tetap membersihkan Celana Suaminya dengan gesit, ia juga menatap Asisten Buron yang lansung mengganti kaca Jendelan dengan kaca hitam berteknologi seraya menutup Kaca Spion.
"Mau apa, Sayang?"
"Ayo ganti Celana mu!"
"Tapi kita..!"
"Aku membawa Cadangan!"
Alen menunjukan Paper-Bag nya, Celana ini sudah lama di Mobil karna Alen tahu tak mungkin Tuan Mudanya ini tak meninggalkan tanda Cinta.
"Pakai Pempers dulu, ya?"
"Hmm, Aunty Lelen!"
Alen ingin menggangganti namun Nareus dengan cepat menyambarnya karna ia tak ingin Alen lelah bergerak banyak.
"Biar aku saja, Sayang!"
"Tapi..!"
Cupp..
Alen lansung bungkam dan mengangguk melihat Nareus yang dengan cekatan mengganti celana dan popok Bayi, anehnya Baby Mian tak menolak benda itu sama sekali.
Bahkan Alen yang dibuat tak paham dengan apa yang Nareus lakukan, dari mulai pemasangan benda itu hingga memakai minyak entah minyak Bayi pun Alen tak tahu.
"Kalau celanaku kau saja sayang!"
"Cihh!"
Decih kesal Alen begitu geli goda'an mesum Pria ini, tapi ia tetap melakukannya seraya Nareus yang memeggang pinggang istrinya takut wanita ini malah jatuh.
"Kau membuat Kado terindah hari ini, Tuan kecil!"
"Uncel Yusssn Umuahhh!"
"Lihatlah, dia melakukan hal yang sama pada ku juga, Sayang!"
Nareus mencubit pipi gembul Baby Mian yang selalu ringan memberi kecupan hingga ia merasakan kehangatan menjadi seorang ayah.
Melihat Nareus yang begitu Cocok dan sangat lembut pun membuat Alen tertegun diam.
Tangannya terulur mengelus kepala Nareus yang asik bermain berdua dengan Si Mungil itu.
"Bersabarlah sebentar lagi!"
Cupp..
Alen mengecup lama kening Nareus yang hanya diam tersenyum menatap istrinya, ia akan lakukan yang terbaik meski ia tak tahu harus menerima atau mengikhlaskan kedepannya,
__ADS_1
...
Vote and Like Sayang..