
Malam ini sudah bergulir pekat, wanita itu sekarang sedang ada didalam kapal besar yang akan membawanya kembali ke Negara Amerika, ia sangat gugup karna baru pertama kalinya untuk keluar dari Kota ini, ia meninggalkan tempat ini setelah 2 Tahun berusaha menata hidup tapi masih saja belum bisa melupakan pria itu.
"Perusahaan siapa yang akan menerimaku?"
"Nona! Perusahaan Runwey Style Transformation dari Amerika, yang Pemimpinnya Tuan Dayle!"
Alen hanya mengangguk saja, yang jelas harus bekerja dengan bersungguh-sungguh mengingat nanti ia akan meninggalkan Kekayaan untuk sang putri, Bisnisnya di Apartemen lamanya masih berjalan lancar, tapi sekarang ia harus merintis usaha baru untuk membangun nama sendiri.
"Kapan aku bisa bertemu, Tuan Dayle?"
"Besok pagi jam 10, anda sudah harus ada di Perusahaan RST, dan anda harus membuat kesan yang memukau!"
"Hm, kau jaga Si nakal ini!"
Olivia hanya mengangguk, rambut berambut pirang dengan loreng hitam didalamnya itu hanya pasrah, meski ia juga tak tahu apa yang terjadi nantinya.
"Nona kecil sangat merindukan, dadynya!"
"Aku tak ingin membahas itu!"
Ucap Alen tegas, mau bagaimanapun ia tak akan pernah kembali menganggu pria itu, lebih baik ia menjauh atau mengubur Cintanya dengan Identitas baru ini.
"Anda tak bisa mengelak, Nona! karna Perusahaan MCC itu sangat besar, mau tak mau kau juga harus bertemu dengan, Presedir!"
Alen hanya diam seraya mengeratkan pelukannya ke Tubuh Baby Zilla yang pasti tak akan tinggal diam, ia takut disaat Nareus tahu ia membawa anaknya dan saat itu Nareus akan mengambilnya dan membawanya pergi bersama Istri barunya itu, ia takut ia tak bisa melawan Nareus yang lebih berkuasa darinya.
"Dia Putriku, hanya Putriku dan Zillaku!"
"Saya tahu, Nona! tapi setidaknya anda berfikir, jangan bersembunyi begini, lebih baik anda hadapi saja, lagi pula dia tak akan tahu siapa anda, Sikap, Gestur dan wajah anda sangatlah berbeda dengan Alen yang dulu!"
Alen terdiam sejenak, ia tak bisa se'egois ini dalam berfikir, setidaknya ia menunjukan kalau ia dan Baby Zilla ini memang berbeda dan Nareus tak akan mengetahuinya.
"Sudahlah, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi!"
Alen memejamkan matanya untuk menyosong mentari pagi ini, tapi ia merasakan sesuatu disini, rasanya Pria itu sangat dekat, bahkan ia bisa merasakan dadanya bergetar dengan gejolak rasa yang ambigu.
"Berapa jam lagi?"
"7 Jam lagi kita akan sampai, sekarang kita melewati Perairan wilayah Lord Devil!"
Degg,.
Alen seketika meneggang ditempatnya, ia menatap ke dekat Jendela kapal seraya wajah yang pucat pasih, Tak mungkin, Nareus tak mungkin disini, pria itu sedang ada di Perancis.
__ADS_1
"A..Aku ingin kekamar mandi!"
"Pergilah, Nona! biar aku yang menjaga Nona kecil!"
Alen mengangguk lalu melepas hati-hati pelukannya pada si kecil Baby Zilla, ia sangat penasaran dengan aura ini bahkan keringat dingin itu mulai menyeru di keningnya.
Dengan cepat Alen melangkah keluar kamar membuag Olivia menggeleng, kamar mandi sangat dekat tapi wanita itu malah repot keluar.
Namun, Alen tak memperdulikannya, ia memakai Blezer tebal itu untuk menutupi pakaian tipisnya seraya melangkah ke Kabin kapal dengan anggota King Latina yang hanya diam memantau pergerakan wanita ini.
"Berikan Pistolmu!"
Anggota itu memberikannya pada Alen yang lansung naik keatas sana, Blezernya terkibas oleh angin seraya kibaran rambut sepunggung itu menepis membuka leher jenjangnya yang meremang akan rembulan diatas sana.
Netra tajamnya bergulir menatap kesemua arah, namun disini sangat gelap, hanya Lampu kapal mereka yang menerangi arus air.
"Kemana rasanya sangat dekat?"
Gumam Alen memeggangi dadanya seraya menatap kesemua arah, tapi tak ada yang ia temukan selain suara angin dan lulungan anjing hutan yang sangat menyeramkan dan mendramatisir suasana.
"Nareus!!!!"
Teriak Alen kuat untuk menguji benarkah rasa ini, ia menunggu beberapa saat namun tak ada kiasan apapun, bahkan hanya suara binatang buas dari deretan hutan sana yang menjawab.
Umpat Alen lalu melangkah masuk, ia memberikan Pistolnya pada Anggota King Latina yang hanya diam tapi mereka selalu bersiaga.
Sedangkan pria yang baru saja melewati Pesisir laut itu seketika terlonjak kaget saat ada suara remangan yang menerpa gendang suaranya, ia sedang berdiri diatas tumpukan batu sana karna baru saja sampai ke Negara ini menyelesaikan para Pemberontak yang mulai melawan.
"A..Alen!"
"Lord!"
"Cari asal suara itu! cari sekarang!!"
Geram Nareus pada Smith yang lansung melakukan titahan Kingnya yang seakan kesetanan, pria itu berlari membelah semak menuju arah dimana hatinya berkata, ia yakin itu suara wanita itu.
"Alen!!!"
Teriak Nareus membelah dinginnya malam ini, tapi tak ada jawaban membuat hatinya benar-benar digeluti keresahan dengan pandangan yang menajam bak burung hantu yang menerkam mangsanya cepat.
"Suara itu berasal dari Kapal yang baru saja melewati Pesisir laut anda, Kapal itu dari arah Kota Wuton, Lord!"
"Mark?"
__ADS_1
Smith mengangguk membuat Nareus lansung berfikir, Mark, yah ia bisa bertanya pada pria itu atau Mark tahu sesuatu sesuai duga'annya selama ini.
"Lord, anda harus segera pulang ke Perancis! Nonya besar sangat khawatir, biar Asisten Buron yang menghadiri Meeting anda pagi ini!"
"Tidak, kau atur Jadwalku kembali dan jangan biarkan Momy sampai tahu aku ke Amerika!"
"Baik!"
Nareus lalu kembali melangkah pergi menuju Helychopternya, ada jalur pintas yang bisa ia dan Mark gunakan untuk mengikis waktu dari Perancis ke Amerika karna jalur laut dan peggunungan yang pendek.
"Aku..Aku yakin itu, Alen istriku!"
"Lord! bagaimana kalau Nyonya sudah.,,!"
Bugh..
Nareus memberi bongkaman panas itu kewajah Smith yang hanya menerima, ia hanya mengeluarkan pertanyaan yang sebenarnya ia pun sangat takut jika samoai itu terjadi.
"Jaga bicaramu, kakau dia bersama Step aku bisa menerimanya, tapi dia tak bersama siapapun!"
"Bukannya anda sangat menyayangi anakmu, Lord? Nyonya besar akan marah jika kau benar-benar kembali padanya, Lord!"
Nareus hanya diam, ia memang marah, kesal dan benci, tapi rasa cintanya sangat besar dan ia ingin Alen menjawab semua Pertanyaannya jika wanita itu bersedia menjawab ia bersumpah tak akan menganggunya lagi.
"Selidiki apa yang sebenarnya di sembunyikan, Mark?"
"King tak pernah bisa di bobol, Lord!"
Nareus lansung mengumpat kasar, pria itu selalu saja membuat ia kalang kabut, tapi kenapa pemberontakan ini berlansgsung sejalan dengan kedatangan kapal itu dan kenapa semuanya seakan diatur?
......
Alen sudah sampai di Apartemen miliknya, setelah melewati perjalanan yang panjang akhirnya ia bisa kembali menempati tempat semula dimana ia memulai kisah, pagi ini ia harus bertemu dengan Tuan Dayle untuk membahas semuanya dan tentu ia harus berdandan seperti biasa namun kali ini ia harus selalu tampil Perfack mengingat ia sudah mulai ketagihan dengan alat tempur wanita itu.
"Nona, anda harus berhati-hati! sepertinya Tuan Dayle menyukai Nona Lucister!"
Alen yang sedang menyapu kuas Make-up itu seketika terdiam sesaat, ia tahu wajahnya sekarang telah berubah dan tentu banyak yang akan datang karna Nona Lucister begitu anggun dan mempesona.
.......
Vote and Like Sayang..
Hihi๐๐
__ADS_1