Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Kekacuan oleh si Kecil.


__ADS_3

Alen lansung berlari keluar sana, ia berusaha untuk menahan kegeraman serta kekhawatiran itu karna seperti biasa putrinya selalu membuat kegaduhan membuat ia kualahan untuk menanganinya.


"Nona! perhatikan langkah anda!"


Olivia yang mengawal Alen, seketika wanita itu terdiam sejenak lalu berlajan seperti biasa karna semua Keamanan di Rumah Sakit ini telah berpencar mencari putrinya.


Di sepanjang jalan, Alen terus bersikap Normal ia sudah biasa disapa bahkan disenyumi oleh semua orang disini karna mengingat semua Masyarakat disini telah menganggapnya sebagai Pemimpin pantuan perempuan.


"Nona! saya memeriksa di taman bermain seperti biasa tapi, Nona kecil tak ada!"


"Biasanya Nona kecil selalu bermain di Taman itu, Nona! kami tak tahu harus mencari kemana lagi!"


Sambung Olivia yang memang sering bersama Ezilla yang begitu rewel dan nakal, ia selalu kualahan menghadapi Si kecil itu begitu juga Alen.


"Biar aku yang mencarinya!"


Alen lansung melangkah keluar, kota ini sangatlah Fres membuat otaknya tenang belum lagi manusia-manusianya yang sangat ramah dan bercirikhas membuat ia betah.


Disepanjang jalan, Alen selalu dihadapkan dengan para kumpulan wanita yang begitu anggun selayaknya seorang Perempuan, ia pun tak kaku lagi hidup Feminim begini mengingat selama bertahun-tahun Alen hidup dengan ajaran dan tentu sangat ia pahami betul.


Namun, ia tak tahu dengan Putrinya Ezilla si pembuat onar itu, sepertinya sifat aslinya akan menurun pada sang anak.


"Nona!! Nona!"


"Iya, Paman?"


Alen menatap Paman Kroku yang berasal dari Jepang itu, pria dengan mata sipit yang jelas berpindah kesini itu terlihat panik menatap Alen yang bingung.


"Nona kecil mengacaukan Pesta ulang tahun keluarga Yuan!"


"Apa?"


Pekik Alen lalu melangkah menuju Mall yang tepat ada disamping rumah sakit ini, pantas saja Si kecil itu berkeliaran sampai kesana karna Rumah sakitnya tak jauh dari pusat pesta Musuhnya itu.


Setelah beberapa lama, Alen sampai ke lantai 7 dimana semua orang yang kebanyakan berbangsa Jepang dan Cina itu sedang berkumpul mengerumuni suatu objek yang sudah Alen duga siapa yang mereka lihat.


"Apa-Apa'an ini? aku sudah lelah menyiapkan semua Pesta Putriku dan dia mengacaukannya dalam sekejap!"


Si kecil dengan pipi gembul itu hanya santai memakan Kue yang ada didepannya, mulutnya yang belepotan mengundang tatapan gemas karna mata tajam si mungil itu sama sekali tak ambil pusing dengan celotehan Nyonya Yuan.


"Cepat usir dia dari sini!! Ibu dan anak sama saja menyusahkan Kota ini!"


"Ouh! benarkah?"


Mereka semua lansung menunduk saat kedatangan Alen seperti biasa menjadi sorotan, penampilan wanita ini sangatlah sempurna dengan mata yang menajam persis seperti si kecil di bawah sana.


Sudut bibir Nyonya Yuan terangkat sinis menatap Alen yang menenteng tas kecilnya dengan sangat Elegan dan lekukan tubuh yang memang patut diacungi jempul, sangat menggoda dan terkesan Dewasa dengan pakaian Dress diatas lutut serta rambut yang ditata indah itu.


"Lain kali kau jaga, Anakmu! kau lihat semua ini kacau gara-gara dia!"


"Zilla, kau selalu saja membuat kejutan untuk Momy, Baby!"


Baby Ezilla yang menghentikan suapannya, ia mengadah menatap Alen dengan intens seakan mencari cela apa benar ini ibunya, dan seketika bibir pink itu melengkung menatap Alen dengan sangat manis.


"Momyy!!"


"Ouhh, si kecil ini memang sangat menggemaskan!"


Alen menggendong Baby Ezilla dengan ringan lalu menatap Nyonya Yuan yang membuang muka kesal itu kesembarang arah, Alen sangat bahagia jika memang putrinya menghancurkan acara Murahan wanita ini.


"Benarkah ini acara ulang tahun?"


"Kau sudah gila? kau lihat semua ini, Kue ulang tahun, Topi dan..!"


"Dan orang dewasa yang berpacaran disini juga kau undang!"

__ADS_1


Degg..


Nyonya Yuan seketika terdiam menatap para Manusia disana, ia tercekat saat melihat teman-temannya yang berciuman di sudut sana bahkan tak segan melakukan adengan Erotis.


"Pantas jika Putriku ikut campur! mereka menikmati acara ini sebagai anak-anak, dan kau menikmati Pesta putrimu sebagai orang dewasa, bukankah itu hal yang benar, Nyonya?"


"A..I..Aku!"


"Sudahlah, tak usah menyangkal! lain kali buat Pesta seperti ini di kamar, siapkan juga ranjang untuk satu persatu temanmu aggar tak lelah bercumbu diatas lantai!"


Ucap Alen santai lalu melangkah pergi membuat para tamu undangan sana bertepuk tangan akan Pesona khas wanita itu, mereka tak tahu wajah asli wanita itu tapi sudah jelas kalau pahatannya akan tetap cantik sesuai hatinya.


"Momyy!"


"Zilla, seharusnya kau menjatuhkan api disini! lalu kau pergi kekamar Mandi, dan pastikan kau tak terkena percikannya!"


Baby Zilla mengangguk, ia semangkin bersemangat untuk menghancurkan para Manusia yang selalu iri dengan Momynya, Olive yang melihat interaksi kedua ibu setengah On Of ini hanya menggeleng saja.


"Apa kuenya enak, hm?"


"Emm, Momy!"


Baby Zilla menggeleng tapi ia juga menjilati bekas kue coklat tadi di tangan mungil itu membuat ia terkekeh geli, amarah dan kekesalannya tadi tak berguna sekarang karna Si kecil ini selalu membuat ia terhibur.


"Kenapa Nona kecil sudah mengerti arti kata bahasa, Nona?"


"Dia anakku! tak mungkin dia bodoh seperti anakmu!"


"Cihh!"


Olivia berdecih malas, selalu saja ia yang kena oleh Wanita seribu rupa ini, Meski cara berjalan, berpakaian serta pahatan yang berubah, namun ia masih Alen yang sangat menyebalkan.


"King, mengirim Team penilaian untuk anda!"


"Aku tahu, aku tak akan mengecewakan, King!"


"Apa King mengijinkan aku bekerja?"


"Iya Nona! King bilang anda akan dipekerjakan di Sebuah Perusahaan sebagai Mentor Fashion!"


Alen mengangguk paham saja, semuanya dapat dibereskan pria itu meski ia tak tahu sekarang bagaimana keadaan diluar sana, ia sangat rindu pada kedua orang tuanya begitu juga si Cullen pria sialan itu.


"Siapkan segalanya, aku akan pergi Malam ini!"


"Baik!"


Olivia lansung menghubungi Anggota lain dari mereka, King Latina memang menargetkan Alen tinggal disini hanya sampai wanita itu berubah dan siap keluar dari tempat kursus ini.


"Momyy!"


"Ngantuk, hm?"


Baby Zila mengangguk, bulu mata lentik itu sayu-sayu terpejam membuat Alen teringat dengan seseorang, namun ia menepisnya karna tak ingin mengenang masa itu lagi, ia tak mau menganggu rumah gangga orang lain.


"Sama dady?"


"Dady!"


Alen mengangguk, ia sudah sampai kedalam Mobilnya diluar sana dengan Paman Kroku yang selalu siap mengantarnya kemanapun.


"Ke Kediaman, Paman!"


"Baik, Nona! ini Jaketnya!"


Alen mengambil Jaket hitam besar itu lalu meletakan Baby Zilla disamping kursinya, ia mengambil tisu seraya membersihkan bekas kue yang dimakan Putrinya.

__ADS_1


"Dady!"


Lirih Baby Zilla yang menggapai Jaket hitam itu dan memeluknya erat membuat Alen terdiam dengan bibir yang bergetar merasa ia sangat jahat.


"Ma..Maafkan, Momy!"


Lirih Alen bergetar, itu adalah Jaket Nareus yang dulu selalu ia ikatkan ke perutnya, aroma wangi dari tubuh pria itu sangat kental bahkan tak bisa hilang sama sekali, Baby Zilla menganggapnya dady karna sudah biasa dengan bau tubuh ini, bahkan si kecil itu tak akan bisa tertidur jika Jaket itu tak ia peluk selayaknya Kekasih impiannya itu.


.......


Brakk..


Tendangan pria itu lansung mematahkan balok kayu tebal dihadapannya karna sedang memberi pelajaran pada Perusahaan yang setiap ingin mengadakan Meeting maka akan ada Wanita ****** yang selalu ditawarkan padanya.


"A..Ampun, Presedir!"


"Kau mencoba berlari ke Gedung tua ini, hm?"


Ucap Nareus dingin seraya menyesap sebatang rokok dijarinya, ia telah membunuh 3 Manusia yang dengan begitu berani menawarkan wanita hanya demi kerjasama, dan tentu Nareus sangat muak dengan itu.


"Sa..Saya berjanji kalau..!"


Bugh..


"Uhukk!"


Pria itu terbatuk darah karna tusukan Besi tajam dari Nareus yang dengan santai menusukan benda itu kedada Mr Loesie yang lansung terbatuk darah dan ikut mati bersama 3 Teman yang bernasip sama.


"Bakar tempat ini dan ambil semua Asetnya!"


"Baik, Lord!"


Smith lansung memerintahkan Anggota yang lainnya dengan Nareus yang melangkah keluar membuka Jasnya yang terkena noda darah itu.


"Tuan! hari ini Jadwal Pemeriksaan Alergi anda!"


"Itu tak penting! kirim semua Berkas tadi pagi ke Emile ku, dan siapkan Prosedur Meeting besok pagi!"


"Baik!"


Nareus lansung masuk kemobilnya, ia sekarang lebih suka mengemudi sendiri karna ia bisa mengatur gas mobil serta merokok sesuka hatinya tanpa ada yang meneggur.


"Hay, Baby! maaf tadi dady ada pekerjaan, Sayang!"


Nareus menatap Selembar USG yang dulu ia dan Alen lakukan, hanya inilah yang selalu membuat ia bahagia walau tak sempurna, namun, Foto sang Wanita Batangannya itu juga selalu ada di layar Ponselnya.


"Shitt, ayo kita berkeliling!"


Nareus memutar Kemudinya menuju pantai Warst Berts yang selalu ia kunjungi, ia akan melepas lelah sejenak disana hingga waktu bekerja datang kembali.


"Kau merindukan, Momymu?"


Tanya Nareus sesekali menatap lembaran gelap itu, ia memendung rindu ini sekuat tenaga meski ia pun tak tahan untuk terlihat kuat, ingin ia mengatakan dan berteriak pada Dunia aggar wanita itu kembali kepelukannya.


"Dady merindukannya! kau juga kan?"


"Ayolah, kau pasti merindukannya! tak usah disembunyikan!"


Sambung Nareus lagi sesekali menghapus lelehan bening itu dan kembali berbicara sendiri, dengan ini ia merasa Alen dan anaknya ada, bahkan sangat dekat dengannya.


"Aku sangat merindukanmu, Sayang!"


Gumam Nareus tersenyum kecut dengan kata itu, ia tak akan bahagia bahkan satu kata itu akan musnah dari hidupnya saat ini.


....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2