Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Perjanjian Pernikahan!!


__ADS_3

Dady Albert terlihat melangkah maju Keluar dari Bangunan besar Kediaman Moureen hingga ia Pergi kebagian belakang Manshion, ia merasakan keberadaan Adlen dan sangat ia duga telah datang kesini.


Dengan amarah yang kuat ia melempar Kursi santai disampingnya ke dinding sana.


Brakk..


"Keluar kau Brengsek!!!"


Bentak Dady Albert yang sudah tak tahan melihat Putrinya Alicia terus dihantui bayng-bayang Pria itu, apalagi Adlen sudah berani mengusik Kehidupan Anak-Anaknya.


Wajah Tampan Dady Albert dengan Brewokan tipis itu tampak mengeras, ia ingat dengan Perjanjiannya waktu itu, tapi bukan berarti Adlen membuat Putrinya terluka.


"Adlen!! aku tahu kau disini!!"


Pria yang dimaksud itu hanya diam menyeringai tipis, netra tajamnya seakan melahap habis sosok Dady Albert yang melanggar semua Perjanjian itu.


"Kau yang memulai!"


Dady Albert menatap kebelakangnya, namun tak ada Orang sama sekali, padahal ia merasakan bahkan mendengar dengan jelas kalau itu suara Adlen.


"Adlen! Alicia tak bersalah!!"


Slrupp..


Dady Albert menghindar saat satu anak panah melayang kerahnya, ia bersiaga karna Tahu Alden memiliki sifat Temptamental yang kuat.


"Kehancuran!"


"Kau tak akan bisa melakukan apapun!"


"Aku bisa!"


Dady Albert berusaha untuk tak tertipu, Alden itu seorang Pria Nakal yang mempunyai berbagai Trik Tipuan, sangat pandai membuat Taktik Mainan.


"Alden! Kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik!"


Brakkk..


Satu Kentong Air yang rusak dibelakang sana rubuh akibat penyangga yang sengaja di patahkan oleh Pria bermasker itu hingga ingin menimpa Dady Albert.


"Dad!"


Sekilat mungkin Tubuh gagah seorang pria yang lansung menarik Dady Albert menyingkir hingga Kentong besar dengan patahan kayu yang sudah termakan usia itu hancur.


Brukkk..


Nareus menendang satu Pot disampingnya untuk menyonsong sebuah batu yang terlempar kearah mereka membuat Dady Albert terkejut akan kedatangan Putranya.


"Re..Reus!"


"Kenapa Dady kesini?"


Geram Nareus yang begitu kelam, ia sengaja membiarkan Pria itu masuk karna semua anggotanya sudah mengepung, tapi dengan Dady Albert kemari pria itu bisa mengalihkan perhatian mereka.


"Dia melukai Alicia!"


"Aku tahu! Sekarang ayo masuk!"


Nareus menarik Dady Albert pergi meninggalkan tempat itu dengan Pria bermasker yang mereka perdebatkan sudah menghilang Pergi entah kemana, tapi percayalah, ia akan kembali Menganggu gadis cantik itu karna sangat mirip dengan Momy Carolin.


"Reus! Dady tak bisa membiarkan dia masuk se'enaknya saja setelah Sekian lama Pergi!"


"Dad! kau paham tidak, kenapa aku tak bertindak semenjak Alicia diusik?"


Dady Albert menggeleng, ia memang tak tahu dengan rencana, ia hanya bisa lansung menghadap dan serang, itulah pembeda ia dan Alden, Alden adalah Pria yang licik dan Liar, pria itu tak segan untuk membunuh.


"Sekarang, dady jelaskan padaku apa yang terjadi dan kenapa bisa begini?"


Dady Albert terdiam, sejujurnya ia malu mengatakan ini, tapi ia takut jika Momy Carolin tahu maka wanita itu akan sangat membencinya.


"Tapi jangan beri tahu Momymu!"


"Aku tak menjamin!"


"Reus!"


Nareus hanya diam mengiring Dady Albert untuk masuk kedalam Ruang kerjanya, dengan Asisten Buron dan juga Smith yang sudah lebih dulu menyambut Lordnya.


"Nareus! Momymu akan marah jika dia tahu kalau..!"


"Lalu aku harus apa, Dad?"


Dady Albeet terdiam, ia dulu terlalu Egois hingga tak berfikir kedepan, Cintanya pada sang istri membuat ia buta akan Kenyataan.


"Dia pasti mengerti, Reus! Adlen tak sejahat itu!"


Nareus tersenyum miris, kenapa Dadynya sangat berbeda dengannya? pantas saja selama ini Momynya lah yang berkoar memimpin Keluarga.


"Sejak kapan Putra seorang Bangsawan begitu lugu sepertimu?"


"Kenapa kalian selalu menganggapku Bodoh????"


Bentak Dady Albert yang sungguh tak kuasa lagi menahan cacian itu, bukan Nareus saja yang mengatakaa kalau ia Putra Kesayangan Bagi Grandma Zamlya, tapi Adlen dulu juga mengoloknya begitu.


"Dad! Dia Momyku, Alicia adikku! dan ALEN!"


Nareus menghentikan kalimatnya seraya menatap penuh ketegasan pada Dady Albert yang terlihat sekali memaksakan untuk menjadi Pria yang berfikir penting selama ini.


"Alen itu ISTRIku! dia akan mengusik kehidupannya juga kalau Dady tak menyelesaikan semua ini secepat mungkin!"


"Ta..Tapi Dady takut Momymu meninggalkan Dady, Nak!"


Nareus lansung terdiam menatap wajah sulit Dady Albert yang berkecamuk, hatinya begitu kagum akan Cinta hingga menua pria ini, tapi ia tak bisa begini terus sementara Istrinya sedang hamil.


"Dad!"

__ADS_1


"Jangan katakan apapun pada Momymu!"


Dadh Albert sangat memohon pada Nareus yang dilanda kebingungan dan berat hati, mau bagaimanapun Momynya tak akan bisa di bohongi lebih lama.


"Ceritakan apa yang terjadi!"


Flasbackh On..


............


Dua Pria dengan raut yang berbeda itu terlihat sedang berjalan beriringan menuju Ruang Baca para Putra Keluarga Hotmartew yang dipenuhi buku dan Profesor khusus untuk mengajari mereka,


Semua Koridor menuju Ruangan itu dipenuhi penjaga'an dari berbagai Manusia kekar dengan para pelayan yang menunduk saat kedatangan mereka tiba.


"Selamat Siang!!"


"Siang Tuan Muda Pertama!"


Albert yang menyapa dengan sangat ramah dan begitu lembut, tapi berbeda dengan Adlen yang hanya diam sedia dengan wajah datarnya menatap mereka tajam.


"Kenapa kesini?"


"Kita belajar!"


"Aku sudah cerdas!"


"Ayolah, Adlen! kau sudah cerdas, lalu bagaimana dengan aku?"


Adlen hanya memiringkan bibirnya sinis lalu menurut saat tangannya di tarik Albert menuju Bangku kosong disudut sana dengan tatapan Menyelidik Prifesor Wong yang selalu memantau Aktifitas Dua Tuan Muda kembar Identik ini.


"Alden!"


"Hm!"


Albert sedikit takut mengatakan ini, ia tahu kalau Alden juga menyukai Putri dari Keluarga Moureen, tapi ia dan Carolin sudah berpacaran sejak lama tanpa sepengetahuan Alden.


"Alden, aku akan menikah!"


"Dengan?"


Wajah datar Alden masih datar tak ingin teelalu bersemangat, yang jelas olehnya ia akan melamar seorang Bidadari yang membuat ia tak bisa Tidur semalam ini.


"Alend! dengarkan aku,"


"Apa?"


"Kau tak marahkan?"


Alden menaikan alisnya aneh, buat apa ia marah, lagi pula ia senang dengan begitu ia bebas dari Kekangan Momynya.


"Tidak!"


"Aku akan Menikah besok dengan Carolin!"


Brakkk...


"Apa kau bilang, ha?"


"A..Adlen! aku..aku tahu kau mencintai Carolin! tapi kami juga saling mencintai dan..!"


Srett...


Adlen menarik kerah kemeja Albert yang panik melihat netra membawa Saudaranya ini, sumpah demi apapun ia tak berniat untuk menyakiti Alden.


"Sudah cukup kau merenggut Kasih sayang Momy karna menjadi Putra yang cerdas! CROLIN itu MILIK ku!"


"Tapi..!"


Bugh..


Dady Albert tersungkur akibat pukulan keras Alden yang berdiri menentang mereka semua dengan membuat seisi ruangan itu takut akan aura menajamnya.


"Walau kita Saudara! Untuk yang satu ini aku tak mau mengalah!"


"Adlen, aku mohon mengertilah! Carolin dan aku saling mencintai!"


Adlen semangkin tersulut emosi hingga ia keluar dari Ruangan itu membiarkan Albert yang bangun mengejarnya.


"Adlen!!! Adlen, dengarkan aku!!"


Adlen hanya diam dengan dada yang panas, tak ia sangka Carolin malah mencintai Albert, dan begitu juga sebaliknya.


"Adlen!"


Momy Zamlya yang mendekati kedua putranya dengan wajah yang tak bisa menebak apa yang membuat Adlen si pria Tempramental bisa semurka ini.


"Adlen! apa yang kau lakukan pada, Kakakmu?"


"Apa dia akan Menikah dengan Carolin?"


"Yah! memangnya kenapa? Albert itu putra pertama, dia juga memimpin Perusahaan dengan baik, wajar Putri mereka jatuh cinta!"


"Tapi aku juga Mencintai Carolin!!"


Betak Adlen mencari keadilan, ia menatap Albert yang memohon, sumpah demi apapun pria itu tak mau bermusuhan dengan Adlen saudaranya sendiri.


"AKU tak akan pernah MELEPAS, Carolin!"


Tekan Adlen melangkah pergi membuat Albert lemas, ia tak bermaksud menyakiti Adlen, ia memang Tulus bersama Carolin untuk memulai hubungan serius.


"Sudahlah, Adlen itu hanya bisa marah-marah lalu dia Berkeliaran entah kemana, seharusnya kau tak perlu memberi tahunya, Albert!"


Albeet hanya diam, ia yakin Adlen sangat membencinya, ia yakin pria itu akan Merusak Pernikahanya besok.


Namun, sejak itulah semuanya berubah, Adlen sering memukuli Albert yang menerima dengan senang hati karna ia tahu hati saudaranya masih panas.

__ADS_1


Hingga satu saat Albert terdiam saat dihadapkan dengan sebuah Perjanjian oleh Adlen yang akan membiarkannya menikah asalkan melakukan Syarat darinya.


Surat Perjanjian..


*Albert Ouse Hotmartew akan Menikah dengan Carolin Lady Moureen hanya bisa jika melakukan Perjanjian berikut:


* Albert harus bersedia Menuruti Keinginan Momy.


*Albert harus merelakan Putra atau Putrimu kelak untuk berpisah dengan Pasangannya.


*Albert harus Bersedia bercerai jika Perjanjian Ke dua tak terpenuhi*.


.....


Albert terdiam menatap sulit wajah datar Adlen yang mendesaknya untuk menandatangani Surat ini, Pernikahannya hanya akan hitungan Jam saja dari sekarang.


"Adlen! tak seharusnya kau..!"


"Iya atau Tidak!"


Tekan Adlen yang tak bisa Merampas Carolin yang begitu mencintai Albert, wanita itu begitu kekeh dan Arogan padanya tapi tidak pada Albert.


"Tapi ini salah! aku tak mungkin melakukan ini, Adlen!"


"Kalau tidak! aku akan membuat Pernikahanmu hancur dan Membawa Carolin pergi!"


Akhirnya setelah desakan dan ancaman yang dibuat Adlen mempengaruhi Albert yang sungguh buta akan Pernikahannya hingga tak ingin berpisah dengan Carolin.


"Kau lihat saja, Albert! Pernikahanmu akan ku buat bagai di Neraka sampai ke anak cucumu!"


Batin Adlen menyeringai licik, semenjak itulah ia tak lagi tinggal di Kediaman Megah Hotmartew dan kabar serta keadaannya hilang begitu saja membuat Momy Zamlya menjadi muak terhadap Carolin yang memecah Putra-Putranya.


Flasbackh Of..


"Perjanjian itu Bermatrai Kebangsawanan dengan nama yang tertera jelas! Disaksikan oleh mata Adlen sendiri, namun pria itu juga sangat licik merekamnya!"


Nareus lansung memijat pelipisnya lalu menyandarkan tubuh kekursi kerjanya, tatapannya terkesan sangat sulit diartikan pada Dady Albert yang digeluti rasa pedih.


"Kau menyesal, Dad?"


"Dady tak pernah menyesal Menikah dengan Momymu! tapi dady menyesal karna Mengorbankan masa depan kalian!"


Dady Albert yang menatap Nareus iba, ia harus membebankan semuanya pada Nareus, sedangkan ia tak tahu harus apa.


"Sudahlah, temani Momy dikamar!"


"Maafkan dady, Nak!"


"Hm!"


Nareus menepuk bahu Dady Albert yang lansung melangkah pergi meninggalkan Nareus yang terdiam mengetuk meja kerjanya dengan pelan seraya wajah yang berfikir keras.


"Dengan apa terbuat Matrainya?"


"Sesuai Tinta Keluarga Bangsawan serta dilakukan Sumpah yang Mutlak, Lord!"


Nareus manggut-manggut mengerti, pria ini sangatlah licik, bermain peran didalam Dua keluarga.


"Apa istriku keluar hari ini?"


"Tidak, Lord! Nona hanya mengurung diri dikamar?"


"Apa yang dia lakukan?"


Tanya Nareus seraya membuka Laptopnya untuk melihat bagaimana keadaan wanita keras kepala yang membuat ia Merindu itu.


"Nona hanya diam di Balkon, kami tak tahu apa yang Nona Pikirkan!"


Nareus terlihat Intens mencari disetiap CCTV yang ia pasang serta penyadap dari Cincin pernikahan yang Alen kenakan.


Bibirnya tertarik kecil menatap lembut Pose tubuh ramping wanitanya yang sedang berdiri diatas Balkon memandangi Taman dibawah sana.


Memakai Hotpans seperti biasa dengan Tangtop kecoklatan itu menampakan liukan Sexsi dari tubuhnya membuat Asisten Buron dan Smith berbalik menghadap dinding takut Lordnya murka.


"Kenapa kau selalu membuatku Merindu?"


Gumam Nareus merasa dadanya terlalu berat menampung rasa itu, baru saja pagi ini ia tak bersama wanita itu tapi seakan Satu tahun yang menggantung waktu begitu saja.


Dengan cepat Nareus mengambil Ponselnya menghubungi Alen seraya mata yang tak lepas dari layar Laptopnya yang menampakan Look yang sangat indah bagi matanya,


Tuttt..


Nareus terlihat mulai digeluti kegelisahan saat Alen malah diam tak menjawab Telfonnya, ia terus mencoba tapi Alen tetap diam dengan wajah acuh itu.


"Sialan, dia kenapa?"


Gumam Nareus merasa geram, apa salahnya mengambil Ponsel yang ada dimeja tepat disamping Wanita itu berdiri? Cihh.. sangat menyebalkan.


"Buron!"


Asisten Buron lansung melepas Earphone nya berbalik menatap Nareus yang berdiri dari duduknya.


"Ada apa, Lord?"


"Kau Handel segalanya!"


"Baik!"


"Dan kau, ikut aku!"


"Siap, Lord!"


Ucap Smith tegas mengikuti Nareus yang harus kembali menjadi Penguntit untuk melihat Istrinya, ia harus memastikan kalau wanita itu baik-baik saja.


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2