
Di Kediaman megah Moureen disibukan dengan Momy Carolin yang begitu bahagia mendengar kabar kalau Para ponakannya itu akan berkunjung kesini, apalagi Undangan Khusus bagi Mister President AIC itu sudah begitu mendesak dan pasti Cucu-Cucu kembarnya itu akan Menemuinya juga.
"Alicia!!!"
Momy Carolin berhambur memeluk Alicia yang tetap sama, gadis itu bahkan tak bicara sama sekali sedari kemaren, hanya matanya saja yang terbuka tanpa menatap mereka semua.
"Nak! Si kembar dan Baby Rea akan kesini, dia akan menjenguk kita!!"
"Hm, benar! dia akan bermain bersamamu lagi, Sayang!"
Ucap Dady Albert mengecup kening putrinya dengan lembut, ia akan melakukan apapun aggar gadis kecil ini bisa berubah sehat seperti sedia kala.
"Maaf, Nyonya! apa benar King akan kesini?"
"Iya, Nak! mereka akan sampai besok, jadi kita harus bersiap dari sekarang!"
Cullen menganggukinya seraya memikirkan sesuatu, sepertinya Baby Rea bisa membuat Alicia kembali tersenyum seperti biasa, dan ide itu akan ia mulai dari sekarang.
"Sayang! kemana Reus?"
"Entahlah, mungkin dia bersama istrinya!"
"Dia harus tahu ini! pasti Alen sangat senang!"
Ucap Momy Carolin yang hanya diangguki Dady Albert, ia tahu kemana Nareus berada, pria itu pasti sedang mengurus istrinya hingga malam-malam begini tak pernah pulang.
"Albert!!"
Suara Grandma Zamlya yang datang kekamar itu lansung mendekati Albert yang menatap Momynya, ia harus berusaha tegas kali ini.
"Ada apa, Mom?"
"Dimana cucuku, Sus?"
"Dia sudah besar! tentu dia tahu baik dan buruk yang dia lakukan!"
Grandma Zamlya menggeram murka, bisa-bisanya pria ini malah berkata begitu, bahkan pandangan Dady Albert kepadanya terkesan tak seperti dulu yang begitu menghormatinya.
"Aku ini, Grandmanya! aku juga Momymu, jaga bicaramu!"
"Kalau kau ingin bertengkar! Keluarlah dari kamar putriku!"
Ucap Momy Carolin menggeram, ia sudah berusaha bersikap baik dan menghindari Mertuanya ini, tapi selalu saja mencari perkara dengannya.
"Mom! Putriku sedang sakit, dan aku mohon jangan memperburuk suasana!"
"Aku tak mengusik Putrimu itu! aku hanya bertanya dimana Susku!"
"Tapi..!"
"Keluarrr!!!"
Teriak Alicia pada Grandma Zamlya dan mereka semua disini, gadis cantik dengan rambut kemerahan itu tampak sangat Frustasi dengan Grandma Zamlya yang selalu membuat keributan.
"Kau istirahat saja!"
"Albert! Momy..!"
Srett..
Dady Albert menarik Grandma Zamlya keluar di'iringi tatapan puas Momy Carolin yang mulai suka akan sikap Suaminya yang tak lagi membiarkan Mertua jahatnya itu.
"Mom! Tinggalkan Cia sendiri!"
"Tapi..!"
"Mom!"
Lirih Alicia dengan mata menggenang itu membuat Momy Carolin pasrah dan mengecup kening putrinya lalu menatap Cullen penuh isyarat.
"Aku akan menjaganya!"
"Terimakasih, Nak!"
Cullen memandangi kepergian Momy Carolin lalu ia menatap Alicia yang memejamkan matanya dengan setetes air bening itu keluar dari sudut netranya.
"Stok air matamu sangat banyak!"
Ucap Cullen mengambil tisu dan menghapus lelehan bening itu namun Alicia menepisnya halus lalu membuka matanya.
"Pergilah!"
"Tidak!"
"Aku mohon!"
Namun sayangnya Cullen tak mempan dengan tatapan lemah ini, ia bukanlah pria yang bisa dinego begitu saja.
"Aku akan menjagamu! pasti kau akan berteriak-berteriak lagi nanti!"
"Cullen! aku ingin sendiri!"
"Heyy! anggap saja aku patung, jangan ajak aku bicara atau menatapku! Anggap aku tak ada!"
Ucap Cullen dengan mudahnya membaringkan diri diSofa panjang sana tanpa suara sama sekali membuat Alicia menggeleng jengah saja.
Ia sedang memikirkan rencana yang Kakaknya buat untuk mengecoh pria itu, ia harus berpura-pura sakit hingga pria itu merasa menang dan akan terjerumus dalam rencana sendiri.
"Cullen!"
__ADS_1
"Aku patung!"
"Cihh! heyy, ayo kesini!"
Cullen menatap Alicia lalu menunjuk dirinya sendiri dengan tatapan bingung membuat Alicia terkekeh geli akan kekonyolan pria ini.
"Iya, kau! memangnya siapa lagi di kamar ini!"
"Kan aku Patung!"
"Ya sudah! Patung!"
"Iya, Nona!"
"Ayo kesini!"
Cullen lansung berdiri dan berjalan ala robot membuat Alicia melempar Bantal guling disampingnya membuat Cullen terkejut melihat Alicia yang biasa-biasa saja.
"Hey! kau tadikan sakit, bicara saja kau seperti orang tak makan!"
"Tutup Jendela Balkon!"
Cullen lansung mengangguk menutup Balkon sana lalu kembali duduk disamping Alicia yang bersandar ke Kepala ranjangnya menatap Cullen yang begitu serius menunggu jawabanya.
"Aku tak sakit!"
"Lalu?"
"Aku disuruh Kak Reus seperti ini, dan setiap malam aku didatangi Pria itu! dia selalu menakutiku dan tentu aku akan berteriak ketakutan seakan aku sudah gila!"
Cullen lansung terlonjak kaget membuat Alicia terkekeh dengan bibir pucatnya menatap wajah aneh pria konyol ini.
"Ja..Jadi..!"
"Hm, Kalau aku sampai terluka, Kakak tak mungkin masih bersikap seperti itu! dikamar ini banyak CCTV!"
"Punya Kakak ipar?"
"Tidak semua! didekat ruang tamu milik pria itu dan dikamar ku tak hanya Kamera Kakakku, tapi Pria itu akan selalu memantau di setiap ruangan!"
Cullen lansung berwaspada melihat disekelilingnya, ia baru sadar kalau seorang Mafia akan selalu mempunyai Taktik yang licik.
"Apa Kakakmu melihat kita, Sakarang?"
"Yah! Setiap Harinya Kak Reus akan selalu memantau! dia mengarahkan aku aggar tetap tenang supaya aku bisa aman!"
Cullen mengangguk mengerti, ia menatap jam didinding sana yang menunjukan Pukul 8 Malam, ia sebenarnya tak tahu siapa Pria yang dimaksud Alicia, tapi ia yakin semua itu tak lepas dari urusan Kakaknya.
"Cia!"
"Hm!"
"Biasanya jam 2 Dini hari!"
"Kau tak takut?"
"Ada Kak Reus! dia membisikan itu padaku kemaren, jadi aku biasa saja!"
Cullen mengangguk lalu berfikir untuk melihat bagaimana bentuknya pria itu, rasa penasarannya jadi meruak membuat ia harus ikut berjaga.
"Aku di bawa Ranjangmu, ya?"
"Untuk?"
Tanya Alicia mengkerutkan dahinya menatap Cullen yang mencengir kuda.
"A..Aku juga ingin melihat! nanti jam segitu kau bangunkan aku!"
"Buat apa? dia tak akan datang kalau Parasit sepertimu ada!"
Cullen hanya memiringkan bibirnya acuh lalu merangkak kebawah Ranjang Alicia untuk mengintip apa yang nanti datang, bisa jadi ia akan jadi pahlawan seperti Kakaknya Alen.
"Kau bisa digigit semut, Cullen!"
"Tak apa! ini pengorbanan!"
"Dasar Bodoh!"
Alicia lansung mencibir lalu kembali memasang Infusnya dan kembali merubah wajahnya lemah. ia sesekali terkekeh mendengar Cullen yang mengupat karna banyak serangga yang mengigit dibawah sana, tentu Alicia tahu karna tadi ada semut yang memakan Buah di bawah ranjangnya.
..........
Nareus lansung memakai Maskernya dan juga Sarung tangan miliknya, ia sekarang ada dii Sofa di dekat Balkon seraya mengawasi Alen yang sedang tidur diatas ranjang sana.
Ia menghidupkan Laptopnya seraya menatap jam dipergelangan tangannya, ia harus merundikan dengan Mark tentang Pesta nanti, sudah jelas akan ada banyak musuh yang menyerang mereka karna itu kesempatan yang pas.
Tutt..
Sambungan Panggilannya lansung terhubung menampakan sesosok gagah Pria berwajah datar mempesona itu sedang duduk dengan begitu berkharisma di Sofa sana seraya menatap wajah Nareus sesuai derajatnya.
Ini adalah Pertemuan antara King Latina dan Lord Devil, tentu suasananya sangat meneggangkan dengan Smith yang berdiri dibelakang Nareus untuk berjaga.
"Mark!"
"Hm!"
"Kau tentu tahu apa yang akan terjadi di Pesta nanti!"
Mark terlihat terdiam berfikir sejenak dengan wajah penuh ketenangan itu, ia sudah tahu segalanya hingga masalah Nareus namun ia tak ikut campur karna itu bukan bagian darinya.
__ADS_1
"Dia akan memanfaatkan Statusnya!"
"Hm! Akan ada Guncangan Media dan Keluargaku harus bersiap untuk itu!"
"Biarkan dia melakukan apapun! tapi yang jelas, dia akan Meminta Hak nya pada Keluarga Hotmartew, dan..!"
"Dia memanfaatkan, Step!"
Mark mengangguk seraya bertopang kaki, disini dia harus turun tangan karna Adlen itu adalah Musuh Klan Worelf yang selalu memberontak di Wilayahnya.
"Adlen! dia yang memimpin Pemberontak dari Klan Worelf dan itu musuh bagi Klanku, dan tentu dia membidik Klanmu terlebih dahulu!"
Nareus mengangguk, pria itu tak hanya berniat memecah Keluarganya tapi juga mencoba Menguasai Kekuasaan dan Wilayah dari Amerika dan Eropa.
"Kau Pimpinan disana, aku tak ingin terjadi sesuatu pada Istri dan Anak-Anakku! kalau itu sampai terjadi, aku tak akan perduli dia Pamanmu atau tidak!"
"Aku tahu! kalau aku mau dia sudahku habisi! tapi aku tak bisa melakukan itu, karna dia terikat hubungan darah dari Keluargaku, aku akan berusaha Adil jika bisa ditengahi!"
Mendengar itu Mark tersenyum kecil, pria ini terlalu Menyayangi Keluarganya hingga tak ingin membunuh jika tak diperlukan.
"Dia itu licik! Bermainlah sesuai Alur, dan buat dia terjun ke rencananya sendiri!"
"Aku tahu! aku hanya menunggu dia Mengakui dirinya dan Putranya itu! setelah itu apa yang dia lakukan aku ikuti saja!"
"Hm! Jaga Istrimu, Kalau tidak Istriku bisa mengamuk karna Ponakannya Terluka!"
"Dimana Mian dan dua cecunguk itu?"
"Uncel Yusss!!!"
Nareus lansung terkekeh menatap Baby Mian yang ternyata tadi sedang memeluk Mark dari bekalang karna ia suka bermain dibelakang Sofa Abinya.
"Apa kabar?"
"*Uncel Yuss!! Aunty Lelen!!"
"Diamlah*!"
Mark meletakan Si Mungil dengan pipi gembul itu ke Sofa disampingnya, mereka sedang berada di Pesawat menuju Perancis dengan Shena yang sedang menyusui Baby Rea diatas sana, dan tentu Baby Denzo tak ketinggalan memeluk sang Umi.
"Cihh! Kau sudah tak bisa bebas, ya?"
"*Begitulah, Aku sekarang jarang kemana-mana! dia selalu menguntit!"
"Biii!"
"Apa?"
"Uncel Yuss, hiks*!"
Mark menggeleng saja melihat Baby Mian yang sangat ingin memangku Laptopnya hingga ia harus bersabar dengan si kecil ini.
"Bicara dengannya dulu!"
"Baiklah! sepertinya Mian sangat ingin bertemu Istriku!"
"*Aunty Lelen, Uncel Yussss!!!"
"Kau pipis*??"
Mark terkejut saat pahanya hangat dan benar saja air dari Bokong Mungil ini mengalir lancar membuat Nareus menikmati Raut polos Baby Mian yang malah seperti Kucing.
"Sayang! Mian Pipis, Celanaku basah!!"
"Bii!"
Baby Mian mengecup pipi Mark yang tak bisa marah sama sekali, apalagi tatapan Baby Mian yang begitu sendu sama seperti Shena membuat ia melemah.
"*Haisss! Kemaren kau menghilangkan Ponsel Abi, dan sekarang kau Pipis!"
"Bibiibii!!"
"Kau senang*?"
Baby Mian mengangguk seraya melepas celana pendeknya yang tak memakai Pempers karna ia tak suka dan sering risih.
"Uncel Yusss!!"
Nareus terkekeh saat Baby Mian malah menunjukan Celana basa itu ke padanya dengan cengiran gusi merah itu membuat ia sangat gemas, ia tak sabar untuk memiliki seorang Putra kalau begini.
"Berikan pada, Abimu! dia pasti akan mencucinya!"
"Biii!"
Benar saja, Baby Mian memberikannya ke wajah Mark yang lansung melempar Baby Mian keatas ranjang empuk sana dengan sekali tarikan namun tentu penuh kelembutan.
"Zooo, Mimi!"
Baby Denzo hanya membuang muka dan menjauh dari Baby Mian yang merangkak lansung memeluknya membuat ia geram akan kejahilan Adiknya ini.
"Matikan sambungannya! Kau hanya bisa mencengir!"
Ketus Mark mematikan sambungannya membuat Nareus begitu terhibur, ia terhenti mengulum senyum lalu menatap Alen di ranjang sana.
"Aku sangat menantikan Buah hati kita!"
Gumma Nareus lalu melangkah pergi untuk mengurus Rencananya yang lain, ia harus melakukan sesuatu yang penting malam ini.
.......
__ADS_1
Vote and Like Sayang..