Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Putraku tak lemah sepertimu!!!


__ADS_3

Stephen meneggang ditempatnya dengan pelukan ke Tubuh Alen yang mengendur, air matanya terus mengalir seakan ada terjangan batin yang memberontak keras tak menerima kalimat itu.


Netranya termenung kosong dengan Kotak cicin yang ada ditangannya lepas begitu saja kelantai sana dengan Alen yang hanya bisa diam melihat Kekecewaan dan Luka yang kembali ia torehkan.


"Ka..Katakan itu, Bohong!"


Alen yang tak kuasa menahan tangis hanya menggeleng membuat bibir Stelhen semangkin bergetar dengan pandangan yang buram karna genangan air bening yang mengumpul di Pelupuk matanya.


"Sa..Sayang!"


"Aku mohon, Sudahlah Step hiks hiks!"


"Ti..Tidak! kau milikku, Miliku!!"


Stephen memeluk Alen kembali mengerat, ia menatap keselilingnya dengan kewaspadaan yang kuat, tak akan ia biarkan siapapun membawa Cintanya pergi, ia sudah tak sanggup jika harus berpisah lagi.


"A..Ayo, Ayo kita pergi!"


"Stephen aku mohon kau berfikir dengan..!"


"Aku tak ingin berpisah!!!"


Teriak Stephen menyambar kota cincin sana, dengan gemetar tangan Pria itu mengambil satu benda berlingkaran kecil yang sangat cantik dan mewah itu menatap Alen dengan wajah yang benar-benar terluka.


"Sa..Sayang! Aku..Aku mengumpulkan semua uangku saat pertama kali mendapat kerja, I..Ini! Ini aku membuatnya untukmu, Sayang!"


Alen semangkin dibuat tak tega, melihat dari Ukiran susah dan Berlian ini dilahat sedemikian rupah membentuk Inisal namanya membuat hati Alen mencolos.


"Step, aku mohon mengertilah!"


"Pa..Pakai ini, Sayang!"


"Tidak, Step aku sudah menikah aku..!"


"Diam!!!!"


Bentak Stephen keras membuat Alen semangkin dilanda kekelutan batin, Stephen pasti sangat sakit hingga sekali seumur Hidup pria ini mengeluarkan suara keras meninggi, ia tahu betul Step tak akan pernah meninggikan suaranya.


"Mo..Momymu menyuruhku Menjadi Pria berada! Dia..Dia akan merestui hubungan kita jika aku sudah punya Penghasilan tetap!!! Dan ini...Ini aku buktikan padamu, kalau aku bisa menikahimu, Alen!!! Aku bisa!!"


"Tapi..!"


"Aku bisa sayang hiks hiks! aku mohon jangan buat aku mati hiks, aku mohon Alen!"


Tangisan Stephen yang begitu lemah membuat Alen semangkin tak bisa bernafas, ia tak ingin Kehilangan Nareus, tapi Bagaimana dengan Step? pria ini bahkan sudah berjuang untuknya.


"Aku mohon hiks, aku..aku sudah lelah, Sayang! hanya kau yang ku punya, hanya kau hiks!"


Stephen bersujud merendahkan harga dirinya sendiri, ia benar-benar tak sanggup, tak pernah sekalipun ia berfikir akan Menikah tanpa Alen.


"Step, aku mohon jangan begini!"

__ADS_1


"Aku..Aku sangat mencintaimu! aku selama ini hanya meneruskan Permintaan Adiku Alen hiks, dia..dia yang memintaku menjaga Anak dan Wanita itu, aku tak tahu apapun, aku tak tahu Sayang!!"


Stephen terus memelas menceritakan semua tanpa ditutup-tutupi, ia memang berencana menceraikan Fanya saat setelah menemukan Alen, ia akan memberikan cabang Perusahaannya untuk membiayai kejidupan Fanya dan Baby Feby meski ia harus memberi perhatian pada si Mungil itu.


"Tapi aku sudah menikah!! aku sudah menikah Step, bahkan kami sudah berhubungan!!"


Bukannya marah Stephen hanya tersenyum dengan hati yang memang mencolos, tapi ia tak mempermasalahkan itu, yang jelas ia mau Alen, bukan Keperawanan atau apapun.


"Ti..Tidak apa Sayang! a..aku..aku mencintaimu! itu tak masalah, Sayang!"


"Step! Hentikan semuanya dan kau pulang Kenegaramu dan Percayalah, Istrimu itu lebih baik dari..!"


Stephen tak mau mendengarnya, ia menutup telinganya seraya melangkah menuju lemari untuk mempersiapkan Kepergiannya dan Alen.


"Aku..Aku butuh kau! hanya kau, kita..kita akan pergi jauh, Sayang! kita..kita hanya berdua!"


"Step hiks, Hentikan!"


Cup..


"Dengarkan aku!"


Stephen mengecup kening Alen dan menangkup pipi Alen lembut, ia terus mengalirkan air mata tapi ia tetap tak ingin pergi.


"Kita akan bersama, HANYA kita!"


"Step hiks, Sudahlah!"


Isak Alen mencoba membuat Stephen mengerti namun Pria itu hanya bicara sendiri merencanakan mereka akan pergi jauh, tak ada yang bisa memisahkan sama sekali.


"Tidak!"


"Sayang, apa..apa kau mau aku Gendong? Se..Seperti di Sekolah dulu, kau dan aku yang..!"


Alen tak mampu lagi mendengar itu semua, ia berlari cepat kedekat Balkon kamar Stephen dan meloncat gesit meninggalkan Stephen yang terkejut mengejar Alen.


"Sayang!!!!"


"Pergilah hiks!!"


Teriak Alen meloloskan isakan kecil itu dengan Tubuh yang ringan melompati bagian bawah Plapon Apartemen lalu melesat jauh Keluar sana membuat semua orang yang ada disekitar Apartemen atau yang sedang duduk di Balkon kamarnya menjadi Bingung sekaligus Kagum akan kelincahan Alen berpindah lompatan dari atap ke atap.


Alen tak tahu ada sepasang mata yang menatapnya sendu penuh cinta. ia tak akan membiarkan Wanita itu terluka, setidaknya ia membuat Alen mengerti dan bisa memahami Perasaannya.


"Lord!"


"Kau pantau dimana dia Tinggal, jangan biarkan dia tahu apapun dan tetap Waspadai siapa yang menemuinya!"


"Baik, Lord!"


Smith melangkah pergi dengan Nareus yang tadi tak bia tenang jauh dari wanita itu dan akhirnya Nareus kembali menguntitnya dari kejahuan, ia mendengar bahkan tahu semuanya apa yang dilakukan Alen di Apartemen Step, hatinya lega wanita itu tak memilih Step, tapi ia masih terus berusaha untuk mengungkap Peran dibalik layar ini.

__ADS_1


Namun, Nareus tersigap saat merasa akan ada yang datang, ia bersembunyi dibalik Teras diatas Gedung sana dan melihat siapa yang masuk secepat kilat bahkan tak bisa terdeteksi kedalam Kamar Step.


Brakk..


Step yang tadinya menangis seketika terlonjak kaget saat melihat Tubuh tinggi seseorang berdiri dihadapannya membuat ia menjadi tersigap setelah menerobos Tirai sana.


"Si..Siapa?"


"Bangun!"


"Kau siapa?"


Bughh..


Pria itu meninju panas wajah Stephen yang lansung terpental ke dekat Meja sana membuat suara yang bertubruk keras.


"Uhukk!"


"Bangun!"


Stephen berdiri bangun dengan dada yang seakan remuk di pukul keras Pria bermasker ini, ia semangkin menajamkan Penglihatannya hingga ia benar-benar tak tahu siapa Pria dengan Suara berat itu muncul.


"Ka..Kau siapa?"


"Pria Tak berguna!!"


Bugh..


Stephen menangkis pukulan itu dengan tangannya, namun ia masih kurang kuat untuk melawan serangan balasan, Pria ini sangat kuat seakan tahu dimana titik lemah pada tubuhnya.


"Ka..Kau siapa Uhukk?"


Stephen terbatuk darah dengan dada yang terasa remuk, ia tak menduga ada Pukulan sekuat itu, bahkan ia tak menduga kalau seorang Pria asing ini malah berkelahi dengan terlatih.


"Kau itu laki-laki?"


"Kau siapa?"


Bughhh..


Sekali lagi Stephen ditendang keras membuat memar di perut pria itu bertambah nyeri bahkan Stephen merasa tulang kakinya nyilu dan sangat sakit.


"Tak seharusnya kau merendahkan harga dirimu!!"


Bughhh..


Stephen mencoba menghindar namun punggungnya juga diterjang kaki Pria ini hingga ia tak bisa melawan dan benar-benar hanya tergorok begitu saja.


"Putraku tak Lemah sepertimu!!!!!!"


Brakk

__ADS_1


Suara bentakan itu membuat Stephen terkejut lalu pingsan ditempatnya dan Pingsan akibat hantaman Kursi tepat ketenggkuknya.


Vote and Like Sayang..


__ADS_2