
Rembulan diatas sana sudah bersinar dengan sangat sempurna, ia begitu bersemangat untuk menyaksikan Manusia-Manusia dari penjuru Dunia yang hadir Di Party Show World ini, bahkan tak ada satupun cela bagi Kasta biasa untuk lewat disana sebagai seorang Tamu.
Deretan Mobil-Mobil mewah yang terparkir rapi di Tempatnya dengan Karpet merah yang membentangkan diri menyambut para kaki Manusia berkasta yang begitu kagum akan Kemegahan Gedung ini.
Panggung Show diatas sana sangat memukau dengan beberapa Kru dan Panetia yang menyiapkan Media secara tertip untuk meliput semua yang terjadi.
Disaksikan Live tanpa Editan sama sekali, bahkan tak cukup pula seorang MC yang akan menjadi juru Pimpinan hari ini, dan tentu saja itu Darwin MC ternama yang selalu mengundang decah kagum semua orang akan tutur katanya yang membawa dan ramah.
Saat semua orang telah hadir dengan Kumpulan Pimpinan teratas sudah menduduki Kursinya dan para Tamu juga sudah bertempat ke Meja yang disediakan, MC mulai membawa pembukaan.
"Selamat Malam Para Hadirin Sekalian!!!"
"Malam!!!"
Jawab mereka dengan tak kalah senang, namun tatapan mereka selalu menghunus 2 Pasang Manusia yang sedang duduk begitu berkharisma menampakan bagaimana Terhormatnya nama Keluarga yang dsandang manusia itu.
"Yang Terhormat pada Presedir Nareus dan Nyonya Alen yang menjadi Pemilik acara khusus malam ini!"
Nareus mengangguk Formal bersama dengan Alen yang menarik sudut bibirnya sedikit menatap para Manusia yang hadir pada malam ini begitu mengaggumi mereka.
"Pertahankan wajah datarmu!"
"Haiss! Kata Nyonya aku tak boleh terlalu Datar, aku disini sebagai Istrimu!"
"Cihh, itu sama saja!"
Gumam Nareus mengeratkan belitannya ke pinggang Alen yang sangat risih dengan Nareus yang begitu posesif, ia tak boleh menatap lama Orang lain kecuali wajah Suami tampannya ini.
"dan Dimalam Gemilau puncak Kejayaan ini! saya memberi Hormat kepada Mister President dan Mrs Shena yang telah menyempatkan hadir!"
Mark yang memakai Jas dengan pilihan gagah itu tampak sangat mempesona dengan wajah datar beraura itu hanya mengangguk diselingi Shena yang tersenyum manis.
"Dan yang menyaksikan acara hari ini, Mr Gergoe, dan Mr Noicel serta Keluarga besar JYT Entertainment yang menyempatkan hadir, saya juga begitu gugup karna terlalu banyak Manusia berkuasa didalam sini!"
Mereka lansung terkekeh melihat wajah konyol MC Darwin yang memang selalu dibuat waspada jika berhadapan dengan Presedirnya, apalagi Mister President juga ada disini.
"Fyuhh! Saya tak bisa mengatakan apapun, Penggabuan antara dua Perusahaan besar menciptakaan Perusahaan-Perusahaan Naungan yang sampai saat ini bisa melangkah jauh, salah satunya karna Lindungan dan Visi yang tegas dari Program Perusahaan AIC dan MCC!!!"
Prokkk...Prokkkk..
Tepuk tangan yang meriah itu dilontarkan dengan sangat mengaggumkan, mereka berharap Perusahaan-Perusahaan mereka bisa lolos dari Kriteria berat itu, namun sayangnya hanya ada beberapa kelompok saja yang masuk dalam List Naungan.
"Untuk pembukaan! saya Persilahkan Presedir Nareus memberikan Visi dan beberapa kalimat pendukung! Silahkan Presedir!"
Nareus menghela nafas lalu melepas belitannya kepinggang Alen yang bertepuk tangan seraya menyemangati sang suami.
"Buat aku kagum, Sayang!"
"Cihh! Tentu, Nyonya!"
Bisik Nareus lalu berdiri dari duduknya dan melangkah ke atas Podium sana dengan langkah tegas berkharisma dan tatapan yang luar biasa tajam namun penuh Penekanan.
Ia digambarkan sebagai sosok yang begitu gagah perkasa dengan rahang tegas dan pandangan yang pasti, waktu seakan terhenti hanya untuk memandangi pangeran daru Keluarga Moureen itu.
"Selamat Malam!!"
Mereka hanya hening seakan terbuai menopang dagu menatap Nareus yang berusaha bersikap biasa tanpa amarah membuat Alen disamping sana menjadi geli.
"Ehmm!"
"Eh, Malam Presedir!!"
Jawab mereka setelah MC Darwin berdehem sedikit keras membuat cengiran para Tamu wanita yang malu pada kekasihnya sendiri.
__ADS_1
"Ini bukan saja acaraku! Disini, aku hanya mewakili beberapa orang hebat yang tak akan mampu ku sebutkan katanya! tak bisa kau nilai harganya, dan tak bisa kau ukur derajatnya! dan..!"
Nareus berbicara lantang dengan begitu mendukung suasana yang hening, hanya suara berat namun penuh ketegasan itu yang mengalun membuat Alen melamun ditempatnya menopang dagu menatap Nareus yang begitu tampak mempesona.
Setiap hanturan kalimat itu terdengar sangat bermakna, lirikan mata yang pasti dan tajam lansung menusuk tempat terdalam di hatinya.
Kenapa kau sangat tampan, kau terlalu sempurna dengan kekhasanmu, Reus
Alen begitu terbuai dengan wajah sayunya seakan di Ruangan ini, hanya ia yang menyaksikan Pidato singat itu dengan kilauan lampu panggung yang mendukung Aksi nyata sang suami.
"Sian!"
"Hm?"
"Lihat Alen!"
Mark lansung menatap Alen yang tampak sangat menggemaskan dengan wajah kosong penuh kagum itu, ia aggak aneh karna selama ini hanya melihat wajah Datar wanita itu saja.
"Cihh! Nareus merubahnya menjadi wanita Asli!"
Gumam Mark lansung menatap Shena yang celikikan sendiri, wanita cantik ini sibuk melihat Alen yang tak kunjung sadar hingga Nareus selesai berbicara dan kembali ketempat duduknya.
"Sempurna!"
"Apa yang sempurna?"
"Eh!"
Alen terlonjak kaget lansung buyar dari lamunannya seraya menatap Malu para Hadirin yang tampak geli melihat wajah cantiknya yang tertangkap Kamera.
"Apa yang sempurna, hm?"
"Ti..Tidak ada!"
"Ouhhh! kapan aku di posisi itu?"
Gumam mereka gemas lalu kembali fokus ketika MC Darwin berbicara mengumumkan beberapa nama Perusahaan yang masuk dalam Naungan utama dari Dua Perusahaan itu.
"Perusahaan-Perusahaan yang lolos dalam tahap utama adalah Perusahaan Husein Crops Amster!!"
Prokk...Prokkk..
Mereka bertepuk tangan dengan meriah namun sekilat kemudian mereka saling pandang karna tak melihat Direktur dari Perusahaan itu.
"Husein Crops Amster dari Amerika yang di Pimpin Direktur Stephen, sekali lagi saha panggil Tuan Direktur Stephen!!"
Namun tak ada yang datang membuat Alen kebingungan, ia yakin Stephen menantikan hari ini, tapi kenapa pria itu tak datang?
"Apa Tuan Direktur berhalangan hadir?"
"Tidak, dia berjanji datang!"
Ucap Panetia Kevin yang sudah menghubungi Stephen beberapa kali namun tak diangkat, hanya suara Operator yang menjawabnya.
"Bagaimana?"
"Tidak bisa tersambung!"
MC Darwin mulai mencari cara aggar acara ini tetap dalam suasana Formal dan berwarna.
"Ouh, Mungkin Tuan Direktur Husein sedang mengurus hal penting! kita maklumi karna..!"
"Selamat Malam!!"
__ADS_1
Mereka lansung menatap kearah Pintu masuk sana dimana seorang pria dengan wajah tegas itu tampak melangkah pasti dibaluti Stelan Formal abu-abu tua yang sangat serasi dengan pasangan yang digandengnya, membuat Alen terkejut.
"Step! ke..kenapa dia membawa Rhose?"
Nareus hanya diam ditempatnya, Rhose tampak memakai Gaun yang sangat sexsi malam ini menampakan bagaimana lekukan bokong dan dada yang sekang itu membuat Nareus jijik.
"Ouhh!! Anda datang, Pak Direktur?"
"Tentu saja!"
Ucap Stephen dengan logat yang tak seperti biasanya membuat Alen sungguh mencerna apa yang terjadi pada Pria ini.
"Silahkan mengucapkan sepatah kata dari anda, Tuan Direktur!"
Stephen mengangguk dengan Rhose yang duduk di kursinya tepat didekat panggung menatap sinis Alen dengan mata berapi itu, ia mengumpat karna tak menyangka rupa wanita itu sangatlah cantik.
"Shitt! Kenapa dia sangat cantik?"
Umpat Rhose berusaha tenang, namun gelagatnya bisa dibaca Shena yang sudah kebal akan wanita lintah begini.
"Tenanglah! ini bukan urusan kita, Sayang!"
"Tapi aku sangat kesal, Sian! lihat cara dia menatap Nareus, tak ada harga diri sama sekali!"
Geram Shena yang kasihan pada Alen, wanita itu pasti terkejut dengan Perubahan Stephen dan sangat panas dengan wanita itu.
"Saya sangat berterimakasih atas Kemurahan hati Presedir Nareus yang sudah menaungi Perusahaan saya!"
Stephen berhenti sejenak menatap Nareus yanng setia dengan wajah datarnya, ia tahu Stephen memancingnya untuk mengeluarkan amarah di depan Publik ini.
"Dan.. itu sangatlah baik hati! dia seorang Pria berkuasa, tampan, kayak raya bahkan bisa membeli apapun! betul?"
"Yaahhh!!!"
Jawab mereka lancar membuat Nareus mengepalkan tangannya kuat dengan rahang yang mengeras, pembicaraan yang sangat menjijikan.
"Betul! Dia pria yang sempurna, apapun akan ia dapatkan dalam berbagai cara, baik kotor atau cara bersih! tapi aku yakin dia Pria yang baik karna terbukti, sekarang banyak Perusahaan-Perusahaan kecil yang berjaya akibat Naungannya!"
"Apa anda sangat mengaggumi Presedir Nareus, Tuan?"
Stephen menatap Mrs Iyumma yang berasal dari Jepang, wanita paruh baya itu tampak mengidolakan sang Presedir.
"Tentu! bahkan bukan sekedar kagum! tapi AMBISI..!"
Stephen kembali menatap Nareus yang hanya diam, pria iti mendengar semua kalimat Ambigu itu dengan arti yang sangat ia ketahui.
"Aku ingin sama sepertinya! Cerdas, Licik dalam Bertaktik dan selalu membuat orang kagum, Doakan aku aggar bisa sama dengannya para Hadiran yang terhormat sekalian!!"
"Semoga saja, Tuan!!"
Jawab mereka membuat Stephen tersenyum licik, ia yakin malam ini akan banyak hal yang akan terjadi, termasuk rasa malu dari Keluarga Moureen sendiri.
"Dan..!"
"Dan kau juga berhak, Nak!!!"
Mereka semua terlejut akan suara Pria yang tepat berdiri di Karpet sana dengan tatapan menusuk dan wajah yang begitu tak asing dan sangat Familiar membuat mereka semua tersadar saat menduga sesuatu dengan sangat terkejut.
"Tuan Besar Adlen!!!"
.,......
Vote and Like Sayang,,
__ADS_1