Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Keterkejutan!


__ADS_3

Pendaratan Pesawat itu berjalan dengan sangat lancar, perubahan Iklim pun mereka alami dengan salju yang mulai luruh menerpa halus Pakaian tebal mereka, cuaca juga sangat mendung dengan Timbunan beberapa tumpukan serbuk putih itu mulai memberat diatas atap-atap Bangunan besar ini.


Mobil-Mobil yang mengawal mereka menuju Kediaman besar itu juga tampak menepi karna jalan yang licin dan beberapa timbunan salju ditengah jalan, Truk pengangkutnya juga telah beraktifitas dengan semestinya hingga mereka kembali lancar melakukan Perjalanan lanjutan.


"Dady!!!"


Pekikan Baby Zilla begitu girang melihat Salju yang bertumpuk menghiasi pepohonan disempanjang jalan, kaca mobil itu Nareus buka sedikit untuk melepas dahaga Putrinya yang tak bisa mengendalikan diri melihat hal yang disuka olehnya.


"Baby suka?"


"Ehm, Ninana..Bremmmim!"


Nareus terkekeh geli mendengar gumaman mainan itu dari mulut merah berpipi gembul ini seraya liur yang dimainkan bibir pinknya. ia menjadikan lengannya sebagai pangkuan Dagu bagi sang putri yang masih enggan menikmati pandangan di Luar sana.


"Dia sangat senang melihat salju!"


"Apa disana dia juga bermain seperti ini, Sayang?"


Tanya Nareus seraya mengecup tangan Alen yang ia genggam erat, keduanya saling berpelukan menghangatkan diri dicuaca dingin ini, bahkan tak ada cela bagi rasa dingin itu untuk membuat Persendian kaku.


"Hm, Yah! Tapi kalau di Wuton itu tidak terlalu banyak, makanya Baby sangat bersemangat begitu!"


"Dia sepertimu, Sayang!"


Alen terdiam sesaat lalu mengeratkan pelukannya ke pinggang kekar Nareus yang mengecup bibirnya kilas memberi perlakuan yang sangat nyaman.


"Tapi dia Nakal! dan tak bisa diatur!"


"Begitulah! keturunanmu memang sangat langka!"


"Cihh!"


Alen hanya mendecuh malas lalu menatap kearah depan sana, sebentar lagi mereka akan sampai ke Pekarangan Kediaman besar Moureen, ia sangat gugup melihat apa yang telah berubah selama 2 Tahun ini.


"Jangan sembunyikan apapun dariku!"


Nareus hanya diam, ia berencana kembali merubah kamar dan mengancam semua orang aggar tak menceritakan tentang Tabiat buruknya, tapi Alen kekeh untuk mengetahui segalanya.


"Apapun yang terjadi, tak akan merubah Pernikahan kita! kau iIstriku seorang dan begitu juga sebaliknya, kita yang menjalani ini bukan orang lain!"


"Hm, tapi aku akan berusaha kembali merebut hati, Momy!"


"Sure Baby!"


Alen tersenyum yakin, ia tak akan menggunakan cara kasar, lagi pula ini masalah hati walaupun ia membunuh Rhose kalau Momy dan Grandma Zamlya masih membencinya maka tak ada tempat untuknya disana.


Setelah beberapa lama, mereka sampai ke Kediaman Moureen dengan para penjaga Manshion dan beberapa Anggota Nareus yang mengawal mobil Lordnya kansung berlari turun untuk bersiaga.


Kreet..

__ADS_1


Gerbang utama itu terbuka menampakan jejeran ratusan Pelayan yang memakai Koustum baju Musim Dingin dengan semua Keluarga yang hadir didepan Pintu Kediaman sana.


Wajah-Wajah berseri mereka tampak membendung rindu atas Kedatangan Pria ini, Alicia yang memeluk Nenek Victoria merasa sangat jengkel dengan Wanita cantik dengan pakaian Sexsi berbalut mantel itu sedang menggandeng Momy Carolin dibarisan paling tengah, Dady Albert hanya diam mendukung semua keputusan Istrinya.


"Mom! apa aku sudah sangat cantik?"


"Kau sempurna, Sayang!"


Rhose tersenyum simpul, ia sudah sangat tak sabar menunggu kedatangan Nareus keluar dari Mobil sana, Grandma Zamlya juga tampak gelisah karna terlalu lama tak berkomunikasi dengan Susnya.


Mereka tersenyum saat melihat Nareus yang keluar dari Mobil tanpa menatap mereka sama sekali, Rhose sudah sangat senang melangkah satu kali mendekat ketangga didepannya untuk menyongsong kedatangan pria itu.


Degg,,


Namun mereka terkejut setengah mati saat Nareus malah menggendong si Mungil yang sangat imut dan cantik dengan tangan yang membelit pinggang ramping seorang wanita yang membuat Rhose menggeram murka.


"Na..Nareus! Si..Siapa, nak?"


Nareus menatap Momy Carolin yang memandangi Alen dengan Intens, dari Outfit yang dipakai sangatlah Moderen dan berkelas, apalagi wajahnya juga sangat cantik dan memiliki daya tarik khas yang tajam.


"No..Nona Lucister?"


"Kau kenal aku?"


Tanya Alen pada Alicia yang mengangguk, tentu ia kenal seorang Panutan Wanita Amerika itu, sangat cantik dan tentu begitu pandai dalam segi alat tempur Wanita.


"Nareus! kenapa dia ada bersamamu dan ini.. ini siapa?"


Duarrr..


Mereka lansung terperanjat kaget dengan Momy Carolin yang terkejut bukan main menutup mulutnya menatap Nareus dengan tajam.


"Hacimm!"


"Sayang! hidungmu merah, ayo kita kedalam!"


Nareus seketika khawatir melihat Hidung Alen yang merah karna terlalu lama berdiri diluar, apalagi wanita ini juga bersin membuktikan rasa dingin ini mulai menusuk tulang.


"Na..Nareus! jelaskan dulu pada kami, jangan kau bawa dia begitu saja!"


"Mom, tenanglah! kita tanyakan didalam!"


Sambung Rhose pada Momy Carolin yang mengangguk dengan segera menyusul Nareus yang tampak sangat aneh dan tak masuk akal, pria itu juga terlihat menggosok tangan lentik wanita cantik itu dengan lembut.


"Sayang! apa masih dingin?"


"Tidak, aku hanya Hacumm a..aku..!"


"Pelayan!!!!"

__ADS_1


Teriakan keras Nareus memekik kuat gendang telinga mereka, para Pelayan sana mulai mendekat menunduk menghadap Nareus yang sudah menyala-nyala.


"Siapkan air hangat dan Minyak angin dan satu Selimut tebal!"


"Baik, Tuan!"


Mereka melangkah pergi dengan cepat, sedangkan Nareus berjongkok didepan Alen yang bersandar dipunggung Sofa empuk ini, Alen masih bersin karna aroma Parfum Rhose dan Dinginnya cuaca ini bercampur dihidungnya.


Nareus terdiam saat bau Parfum ini masuk kedalam indra penciumnya dan seketika tangannya terkepal menatap Rhose yang gemetar.


"Kau memakai Parfum ber Alkohol tinggi!!! apa kau tak berfikir, ha? Keluar kau dari sini!!"


"Sa..Sayang! Sudahlah, aku tak apa!"


Ucap Alen merasa Momy Carolin semangkin menatapnya geram, namun ia hanya tak ingin Nareus salah langkah.


"Sayang! apa kepalamu pusing?"


"Sedikit! tapi hanya dingin saja!"


Nareus membuka Mantelnya dan ia balutkan ketubuh Alen seraya menggosok tangan Wanita itu dengan lembut membuktikan betapa Spesialnya posisi wanita ini dhidupnya.


"Brengsek!! dimana Selimutnya!!"


Para pelayan sana lansung tergesa-gesa melangkah turun membawa Selimut dan pelayan satunya membawa Baskom berisi air hangat serta beberapa obat lainnya.


"I..Ini, Tuan Muda!"


"Sialan kalian semua! mengambil ini saja selama berbulan-bulan!"


Geram Nareus lalu membuka Sepatu Boots di kaki Alen seraya meletakan satu kaki sang istri ke pahanya, tanpa memperdulikan tatapan semua orang yang sangat terkejut bukan main.


"Nareus! jelaskan semua ini, dia siapamu dan itu..itu anak siapa dan kenapa dia memanggilmu, dady? jangan diam saja kau!!"


Geram Momy Carolin mendekati Nareus yang hanya acuh, ia tetap merendam kaki Alen dengan air hangat seraya memakaikan Selimut ketubuh wanita itu membuat Momy Carolin geram setengah mati.


"Jawab Momy, Nareus!!"


"Dia istriku!!!"


Degg.,


Momy Carolin lansung tumbang keatas Sofa sana dengan mereka semua yang juga terduduk tak menyangka Nareus akan mengatakan ini, apalagi Alicia yang sudah naik pitam lalu mendekati Alen.


"Kakak dengan mudah berpaling dari kakak ipar!! untuk apa Kakak menjadi Pecandu Alkohol dan Merokok sesuka hatimu jika kau harus menikahi wanita ini!!"


Duarr...


Sektika Alen terlonjak kaget dengan Nareus yang diam menggenggam tangan Alen erat tanpa bicara apapun, namun ia tersentak saat Alen menarik tangannya kasar seraya menatapnya dengan begitu tajam.

__ADS_1


........


Vote and Like Sayang..


__ADS_2