Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Jeritan Alicia!!


__ADS_3

Rhose dan Momy Jennifer melenggang leluasa masuk kedalam Kediaman Moureen ini, keduanya memiliki hak paten karna Grandma Zamlya yang mengundang mereka datang untuk makan pagi.


Tentu saja semua Pelayan dan Anggota Nareus yang berjaga menjadi jijik, Manusia-Manusia tak tahu diri itu selalu membuat masalah, kalau bukan karna Lordnya menghormati Grandma Zamlya, maka dua Cacing ini tak akan menginjak Kediaman megah sang Lord.


"Selamat Datang!"


Para pelayan yang hanya memberi salam tanpa ada panggilan hormat membuat Momy Jennifer jengkel, Kediaman megah ini seharusnya menganggapnya Nyonya besar.


"Dimana Grandma Zamlya?"


"Kau sudah datang?"


Grandma Zamlya yang muncul dari tangga sana mendekati Momy Jennifer dengan senyum bahagia itu, ia seakan membatu akan Peringatan yang semalam Momy Carolin Kecamkan padanya.


"Grandma! Dimana Presedir?"


"Dia sedang bersiap untuk berkerja! sebentar lagi dia akan turun, Cantik!"


Rhose yang tampak anggun dengan Drees Putih Feminim itu tersenyum lebar dengan rasa yang tak tahan menunggu seraya mengikuti Grandma Zamlya yang mengiring mereka ke meja makan dengan para Pelayan yang sigap melayani Majikannya.


Mereka berbicara dengan sangat dekat membuat Momy Carolin yang melihat dari atas sana menjadi geram, ini Kediamannya tapi wanita tua itu selalu berlagak berkuasa hanya karna Albert menikah dengannya.


"Mom!"


"Kau usir dia atau aku yang mengusirnya!"


Tekan Momy Carolin pada Nareus yang baru saja keluar dari kamarnya bersama Alen yang hanya diam tanpa sepatah katapun yang terucap.


"Bersabarlah, Mom!"


"Reus! Bertahun-tahun Momy bersabar, Nak! dari mulai dia yang membawamu dan seenaknya saja menyakiti, Alicia!"


Bantah Momy Carolin yang tak bisa menduga apa yang ada didalam pikiran Putranya, ia yakin Nareus bisa melakukan apapun, tapi kenapa pria ini hanya diam? ia tak tahan terus begini.


"Aku tahu, tapi aku hanya ingin Kalian tetap bersama! karna..!"


"Apa yang kalian bicarakan?"


Dady Albert yang datang dengan wajah yang sangat berbeda, raut marah dan juga kegeraman menatap Momy Carolin yang hanya diam dengan kepalan tangan yang menguat, sekuat apapun ia menyembunyikan keretakan ini maka akan terus mengikis benteng ya ia buat.


"Tidak ada!"


"Kau!"


Dady Albert menunjuk Momy Carolin yang tak ingin bertengkar dihadapan anak-anaknya, ia sekuat tenaga menahan emosi yang melonjak.


"Aku belum melupakan Tamparanmu pada Momyku!"


"Dad!"


Geram Nareus menepis tangan Dady Albert yang menunjuk kasar wajah Momynya, ia belum pernah melihat pria yang selama ini mencintai Momynya malah berbuat begini.


"Kau masih Muda! kau tak akan mengerti tentang Rumah tangga!"


"Dad! Jaga bicaramu!"


Alen menarik Nareus yang sudah mengetatkan rahangnya kuat menatap murka sang Dady, ia yakin Nareus pasti tahu segalanya hingga pria itu menahan diri untuk bertindak gegabah.


"Sudahlah, ayo kita pergi!"


"COBALAH berfikir dengan OTAK!"


Tekan Nareus menatap tajam Dady Albert yang hanya diam, pria itu sama sekali tak mengerti apa yang dikatakan Putranya,


"Mom, tak usah Turun kebawah, Temani Alicia saja!"


"Dia..Dia Benci dengan Momy, Nak!"


Suara bergetar Momy Carolin yang lansung pergi kekamarnya, ia sudah berusaha menemui Putrinya tapi Alicia seakan menghindar membuatnya sakit.


"Seharusnya kau mengerti dad!"


"Urus saja Rumah Tanggamu!"


"Kauu!!"

__ADS_1


"Reus!!"


Alen menarik Nareus kebawah sana, lebih baik ia menghadapi dua Mahluk menjijikan itu dari pada Melihat Nareus bertentangan dengan sang ayah.


"Sayang! aku lansung ke Kantor!"


"Sus!!"


Nareus memutar lirikan jengah, kakinya sangat berat melangkah ke meja makan sana dengan Alen yang mengeratkan gandengannya ketangan Nareus.


"Ayo kita sarapan dulu!"


"Aku tak lapar!"


Grandma Zamlya menggeleng mendekati Nareus seraya memanggil Dady Albert yang mematung diatas sana.


"Albert!! ayo turun kita makan!"


"Grandma! Sudahlah, Dady akan makan bersama Momy!"


Grandma Zamlya menatap Tajam Nareus yang juga tak kalah menentang membuat Alen sedikit heran dengan Nareus yang tak lansung bertindak saja.


"Ouh, aku lapar! ayo kita makan!"


Alen menggandeng Nareus mendekati meja makan sana dengan Rhose yang menunjukan wajah biasanya namun hatinya sangat panas melihat kedekatan dua Manusia ini.


"Sayang, kau..!"


"Diamlah, kau ingin lari terus? tak mungkin kan?"


Nareus hanya mendecih duduk disamping Alen yang menyiapkan Perlatan makan dan juga Minuman Nareus dengan telaten, ia bersikap selayaknya istri Sempurna dan Ideal dengan berlogat seperti wanita asli.


Cup..


"Makan, Sayang!"


Nareus hanya mengulum senyum geli membalas ciuman Alen dipipi wanita itu membuat Rhose semangkin dilanda kepanasan ditempat ini.


"Oh iya, kalian mau makan, bukan? ayo di makan! tak usah malu-malu, kalian kan biasa pagi-pagi sudah datang Kerumah orang!"


Nareus nyaris saja ingin terkikik sendiri, ia berusaha menahan gemas akan ucapan ketus menyakitkan itu, tak lupa ia melihat kaki Alen bergerilia dibawah meja sana.


Grett..


Pekik Rhose saat kainya diinjak sesuatu, dengan cepat Grandma Zamlya dan Momy Jennifer melihat kebawah meja sana, tak ada yang aneh, hanya kaki Jenjang Alen yang duduk sedikit mengangkang dengan Kedua kaki kokoh Nareus yang bertopang berkharisma.


"Kau kenapa, Rhose?"


"Dia menginjak kakiku?"


Mereka lansung menatap Alen dengan geram namun Alen asik memakan-makanannya seraya menyuapi Nareus yang diam membiarkan Alen melakukan apa yang wanita itu mau.


"Apa? Kalian ini terlalu banyak berdrama, Ayo makanlah!"


"Kau itu hanya Hama disini! jangan mencoba berkuasa!"


Bibir Alen tersenyum miring menatap Grandma Zamlya dari kaki hingga kepala wanita itu.


"Memangnya kau sekarang dimana Nyonya? Ini Kediaman Mertua dan SUAMI ku!"


Alen menekan kata 'SUAMI' menatap sinis Rhose yang sungguh terpancing amarah yang meluap membuat Grandma Zamlya bungkam ditempat.


Brak..


"Ayo Makan!!"


Bentak Alen menggebrak meja membuat Rhose tersedak air liurnya sendiri drngan Momy Jennifer yang sangat tak menyangka Alen akan se keras ini, cara duduk Alen yang seperti Preman dipangkalan dengan wajah menyeramkan itu.


"A..Aku Pulang!"


"Heyy!! Tradisi di Keluarga ini, Tak boleh ada yang pulang dengan perut kosong!"


Alen mencegah Rhose yang ingin pergi, ia bahkan menyuruh Pelayan menambah Porsi makan Rhose yang menggunung seraya mendekatkan beberapa Buah pada wanita cantik itu.


"Buah baik untuk pencerna'an! Sekalian Kunyah Keranjangnya!"

__ADS_1


Ketus Alen tanpa menunjukan rasa hormatnya pada Grandma Zamlya dan Dady Albert yang terdiam.


"Nak, kau tak boleh begitu!"


"Dad! apa aku salah melayani Tamu yang datang untuk Makan?"


Nareus hanya diam dengan dada yang bergemuruh, ia seakan ditenggelamkan dalam Pesona kekasaran Alen dan Ketangguhan wanita ini.


"Tapi, Bukan dengan cara begini,Nak!"


"Apa aku harus menyuapinya, Reus?"


"Hm!"


Nareus hanya mengangguk saja membuat Rhose lansing pucat ditempat duduknya menatap Alen yang mendekat kearahnya, dengan seringaian licik itu.


"Ma..Mau apa, kau?"


"Tubuhmu ini begitu kurus! Berhentilah berlatih Zumba, lain kali kau coba berolahraga denganku!"


Alen mengambil piring itu lalu ia ambil sendok besar yang digunakan untuk menyendok nasi.


"Mau ku suapi?"


"Cukup!!!!"


Momy Jennifer yang sangat malu dipermalukan begini, ia menarik Rhose untuk berdiri menatap mereka semua dengan pandangan yang geram tersulut emosi.


"Oenyambutanmu sangatlah ku kenang, Nyonya Zamlya!"


"Mrs Jen..! Mrs Jennifer!!"


Panggil Grandma Zamlya saat pada dua Manusia itu yang sudah pergi direndung malu, para pelayan sana hanya bisa terdiam menunduk tapi mereka puas dengan Drama pagi ini.


"Apa yang kau lakukan, ha?"


"Memangnya aku kenapa?"


Grandma Zamlya menelan geram dan mengangkat tangannya untuk menampar Alen yang hanya diam menerima itu semua.


Grett..


Tangan kekar Nareus yang lansung menyambar tangan Grandmanya dengan wajah yang mengeras menatap tajam wanita tua itu.


"Sus! Dia sudah sangat keterlaluan!"


"Aku belum membahas tentang Semalam!"


Grandma Zamlya terdiam bungkam, sumpah demi apapun ia semalam hanya memberi obat tidur saja karna tak ingin Alicia menampakan wajah dihadapannya.


"Aku tak melakukan apapun!"


"Maka cobalah untuk Memahami situasi!"


Tekan Nareus menghempaskan tangan wanita itu, ia masih butuh waktu untuk mengungkap segalanya karna Musuhnya kali ini sudah ada sebelum ia dilahirkan.


"Dia tak apa-apa, kan? tak ada masalah!"


"Masalahnya ada padamu!"


Suara dingin Nareus lalu mengecup kilas bibir Alen dan melangkah pergi untuk kembali bekerja, namun ia melirik satu benda yang sedari kemaren memantau mereka dengan Alen yang tahu itu semua.


"Dad! Jangan jauh-jauh dari Momy!"


"Hm!"


Alen melangkah pergi, ia harus menjauh dulu dari Stephen karna ingin menyelesaikan masalah di Kediaman ini, barulah ia bisa lega jika harus pergi.


"Aaaaaaa!!!!"


Mereka lansung terkejut mendengar teriakan Alicia didalam kamar sana dengan Dady Albert yang lansung berlari kekamar Putrinya.


"A..Apa yang terjadi?"


"Kau telalu banyak Dosa! Ayo ikut aku!"

__ADS_1


Alen menarik tangan Grandma Zamlya keatas sana karna wanita tua ini sudah gemetar mendengar jeritan Alicia yang kuat.


Vote and Like Sayang..


__ADS_2