Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Aku mencintaimu dan Baby!


__ADS_3

Mentari diatas sana sudah bersinar dengan cukup bersemangat, namun sayangnya ia terpaksa menarik senyuman karna tak begitu bahagia hari ini, awan-awan gelap itu selalu mengelilingi tempat ia muncul, namun tak ada yang mampu untuk membungkamnya untuk menyebarkan sinaran cerah itu.


Mungkin begitulah pengambaran suasana pagi ini, Kedatangan Tuan Adlen dan Stephen membuat sebagian manusia disana senang, namun tak dengan Alen yang hanya diam di kursinya, ia menatap tajam Stephen yang menunduk membuat Nareus menghela nafas halus.


"Makanlah!"


"Kau tak marah lagi kan, sayang?"


Nareus menggeleng seraya mengecup kilas bibir Alen membuat Stephen begitu panas, namun pria itu berusaha tenang saja karna sekarang Semua keluarga Moureen kecuali Kakek dan Nenek Viktoria hadir disini.


"Nak! anggap saja ini rumahmu sendiri!"


"Hm, yah!"


Jawab Stephen tersenyum biasanya pada Momy Carolin dan juga Grandma Zamlya yang menerima kehadirannya, namun sayangnya ia tak butuh ini, melainkan Alen seorang.


"Maafkan kami yang sempat mengira kalau Adlen itu tak punya anak, soalnya sifatnya sangat tak memungkinkan!"


"Tak apa Uncel! terimakasih atas Perhatiannya!"


Dady Albert hanya mengangguk tanpa berani menatap Adlen yang sungguh kepalang geram dengannya, apalagi ia semangkin panas melihat Momy Carolin yang begitu mencintai pria ini.


"Apa kabarmu?"


"Baik! bahkan sangat baik!"


"Ouh, kau punya anak berapa?"


"Aku punya satu putri dan satu putra! dan mungkin akan punya cucu!"


Canda Momy Carolin pada Alen yang terdiam menatap Nareus yang hanya seperti biasa, kehamilannya masih dirahasiakan karna tak ingin membuat semua orang gencar.


"Reus!"


"Kau ingin mengatakannya?"


"Aku tak ingin Momy kecewa!"


Nareus terdiam sejenak menatap wajah Momynya, inilah kabar yang selalu ditunggu wanita paruh baya ini, ia rasa sekarang sudah aman karna ia bisa mengendalikan suasana.


"Ada yang ingin aku bicarakan!"


"Ada apa, Nak?"


Dady Albert yang terlihat serius dengan Momy Carolin yang juga gugup melihat wajah tampan Nareus yang begitu tak terduga.


"A..Apa ada masalah, Nak?"


"Istriku Hamil!"


Grett..


Stephen lansung mencengkram kuat garpu ditangannya sengan kepalan tangan yang berurat marah, giginya beradu menahan geram membuat Alen memperhatikan semua tingkah laku pria ini.


"Be..Benarkah?"


"Hm! 3 Minggu lebih 2 hari!"


"Aaaaaaa!!!!!"


Momy Carolin berteriak kencang berhambur memeluk Alen yang merasa sangat terharu akan respon bahagia Mertuanya, wajah wanita itu sangatkah bersinar seakan mengalahkan kemendungan di wajah Grandma Zamlya.


"Aku!! Aku sangat senang!!"


"Terimakasih, Mom!"


"Tidak, Sayang! Momy, Momy yang harus berterimakasih, Umuhhh, Aku menyayangimu!!"


Momy Carolin memeluk Alen erat mengecup pipi wanita itu bertubi membuat Nareus jengkel membawa Alen kepangkuannya.


"Jangan berlebihan, Mom!"


"Hey! Momy sangat senang, Reus! akhirnya kau Putra momy satu-satunya yang Momy banggakan bisa memberi Cucu!"


"Cihh! aku tak Impoten!"


"Lalu kenapa kau tak menghamili wanita satupun dulu?"


Nareus merotasi malas, ia bukan tipe laki-laki barat yang suka celap-celup kenikmatan itu, ia lebih menjunjung tinggi harga dirinya dan wanita, Sedangkan Stephen dan Tuan Adlen lebih memilih pergi tanpa menyelesaikan makannya.


"Hanya menunggu Alen saja!"


"Dia berbohong, Mom! di pesta semalam saja dia melirik wanita lain!"


Seketika Nareus membulatkan matanya menatap penuh tanya pada Alen yang asik menmakan buah Pisang, wanita itu terlihat acuh namun sangat menyukai raut wajah manis Suaminya.


"Aku tak begitu!"


"Cihh, aku tahu semalam kau melihat buah-buah segar yang sengaja di Perjualkan, iya kan?"


"Sumpah sayang aku tak melihat apapun!"


"Pembohong besar!"


Ketus Alen mengetukan ujung buah pisang ditangannya ke bibir Nareus yang terjebak dengan kata-kata Alen.


"Apa benar itu, Reus?"


"Mo..Mom! Aku semalam hanya bersama Istriku saja, bahkan kami tak berjarak, seperti ini setiap saat!"


"Reus Bohong, Mom! dia jadi Nakal semalam!"


"Tidak, aku tidak begitu! bahkan Semalam aku hanya bersama Istriku!"


Bantah Nareus membuat Grandma Zamlya tertegun melihat wajah Cucunya, tak pernah ia melihat aksi konyol pria ini selama hidupnya, tapi ia melihatnya sekarang, ternyata sangat menggemaskan.


Tanpa sadar ia melamun menyaksikan Nareus yang terus dipojokan oleh Alen yang sudah tak tahan melihat raut cemas Suaminya.


"Sayang! aku berumpah, demi Momyku aku tak melihat buah yang kau bicarakan itu!"


"Memangnya semalam ada buah apa?"


"Ada buah ...!"


Nareus lansung menghentikan ucapannya karna tersadar kalau wanita ini sedang membodohinya membuat matanya menyipit menghakimi Alen yang mengulum senyum geli berusaha tetap memakan pisangnya.


"Kau membodohiku?"


"Mana ada, kan aku tanya Buah apa, Sayang? hanya itu!"


"Buah ini!!"


"Aaaa!!! Reuss, kondisikan tanganmu!!"


Pekik Alen kuat selaya terkikik akan gelitikan pria ini, bahkan ia tanpa sadar meloloskan tawa keras seraya sesekali menggoda sang suami.


"Hahaha, Sayang! Sudah, maluuuu!!!"


pekik Alen terengah-engah dengan Nareus yang menghentikan gelitikannya lalu mengigit pisang yang dipeggang Alen.


"Lain kali aku akan cari buah yang kau maksud!"


Cup..


"Jangan coba-coba!"

__ADS_1


Tekan Alen lalu kembali mengunyah pisangnya, ia tak memperdulikan Momy Carolin dan Dady Albert yang berpelukan melihat Manisnya mereka berdua.


"Apa ada yang salah?"


Tanya Alen saat semua orang menatapnya, bagaimana tidak? Alen duduk dengan sangat bergelayut bak Monyet Asli, tak ada kata Feminim sama sekali, bahkan ia seperti bertongkrongan sesuka hati.


"Maaf, tapi aku tak bisa Berdrama terus! ini aku, aku tak bisa menjadi orang lain!"


Nareus menggeleng mendengar ucapan Istrinya, ia bahkan sekarang lebih suka Alen yang begini, apa adanya seakan ia memang mengatakan. 'Inilah aku, Alen yang jauh dari kata Feminim, jika kalian suka maka lihat! jika tidak, jangan coba untuk menilai'.


"Jangan bicara begitu! kau Istriku, aku suka apapun yang kau punya, jadi tak usah berusaha berubah kalau itu memang berasal darimu sendiri, hm?"


"Iya, Nak! lagi pula gayamu Keren, Momy berasa Muda kembali!"


Sambung Momy Carolin membuat Alen terkekeh kecil merasa sangat beruntung masuk di keluarga ini, banyak kasih sayang untuknya.


"Ohh iya, apa kita Umumkan Kehamilan Istrimu ke Publik, Reus?"


"Tidak! aku tak ingin membahayakan, Istriku!"


"Baiklah, tapi jaga dia baik-baik!"


Nareus mengangguk dengan Alen yang hanya diam melahap apapun yang ada dihadapannya, ia seperti wanita kelaparan 1 Bulanan penuh.


"Apa sangat lapar, hm?"


"Hmmm!"


"Makanlah dulu, nanti kita keluar sebentar!"


"Untuk?"


"Hanya berjalan pagi!"


Seketika Alen lansung mengelap bibirnya dengan Sarbet lalu menegguk Susu yang diberikan Nareus tanda dan menatap wajah terkejut suaminya.


"Ayo pergi!"


"Kau tak takut gendut makan sebanyak ini?"


"Katanya kau terima aku apa adanya? jadi jangan protes!"


Ucap Alen leluasa saja bicara seraya berpamitan pada Momy dan Dadynya.


"Kita cari Jajanan ya, Sayang?"


"Hm, kemana kau mau saja!"


"Memang harusnya begitu, Suami yang baik harus menurut pada Istrinya!"


"Dan istri yang baik?"


Tanya Nareus pada Alen yang berfikir menyipitkan salah satu matanya lalu menemukan jawaban.


"Istri yang baik adalah Istri yang berkuasa atas Suaminya!"


"Cihh! kau selalu di untungkan!"


"Kan memang begitu, Istri itu seorang yang mulia setelah Ibumu! jadi...!"


Alen menagkup pipi Nareus yang hanya mengulum senyum geli saja melihat kelakuan wanita ini.


"Jadi menurutlah pada Istri, karna Surga kedua ada di bawah telapak kaki Istri! Itu ajaran baru!"


"Kalau Shena dengar kau bisa habis, Sayang!"


Alen hanya masa bodoh, ia hanya bercanda lagi pula kata-katanya sama sekali tak berarti.


Setelah beberapa lama bersiap, keduanya melangkah turun kembali dengan Smith yang selalu mendampingi Lordnya dan Asisten Dion mengurus Perusahaan, mereka tak khawatir lagi akan hal itu.


"No! aku mau kita jalan-jalan saja, kita lupakan masalah hari ini! dan anggap saja kita pacaran, bagaimana?"


Tanya Alen yang dimasukan Nareus kedalam Mobil seraya mempertimbangkan keinginan wanita ini.


"Baik! lalu apa lagi yang Bumil ini mau? ayo katakan!"


"Kita bersepeda di Dekat Taman! dan Seperti biasa, hanya berdua Reus!"


Nareus mengangguk, ia punya rencana untuk menyatakan perasaanya pada Alen, setidaknya waktu ini tak ia siasiakan sesuai saran Mark tadi malam.


"Baiklah! sesuai Permintaanmu, Nona!"


Alen menepuk pundak Nareus seraya terkekeh melihat Nareus yang menunduk selayaknya memberi salam ala kerjaan membuat geli.


Dan akhirnya mereka pergi tak menggunakan Mobil, melainkan jalan kaki dengan pakaian santainya, Alen yang memakai pakaian olahraganya begitu juga dengan Nareus yang memakai Pakaian Jym yang sangat gagah ditubuhnya membuat Alen harus bersiaga menghindari Cacing disekitar sini.


Mereka berlari kecil bahkan sangat pelan karna Nareus menjaga Tempo langkah istrinya, keduanya berjalan bersamaan dengan Alen yang sesekali terkikik mendorong Bahu kekar Nareus yang terus menggodanya.


"Kalau jalan pagi begini terus, aku mau sayang!"


"Memangnya kenapa?"


"Pemandangannya sangat indah!"


Alen menabok pipi Nareus yang selalu menatap lekukan tubuhnya, pantas saja pria itu seakan kelaparan karna ia sangat Sexsi pagi ini dengan Bera Sport dilapisi jaket pendek itu dan celana tak begitu ketat tapi masih menonjolkan bokongnya.


"Kenapa tak ada orang, ya?"


"Tidak tahu!"


Jawab Nareus tanpa rasa bersalah, padahal ia sudah memblokir jalur kota didekat taman ini hingga tak ada yang masuk, hanya ia dan Alen yang berputar berdua dengan beberapa petugas kebersihan itupun hanya wanita.


Setelah beberapa putaran, Alen merasa sangat lelah, ia pun juga tak suka dengan daya tubuhnya yang menurun.


"Lelah, hm?"


"Iya! Biasanya aku tak begini!"


Nareus menghela nafas halus lalu mengiring Alen menuju sebuah Toko diseberang sana, Toko Makanan dan Minuman yang jelas itu sangat Higenis.


"Selamat Datang Tuan Muda, Nyonya Muda!"


"Tak usah terlalu Formal! anggap saja kami sama seperti orang biasa!"


Mereka semua mengangguk akan ucapan Alen lalu mulai melayani apa yang dua Manusia Kebangsawanan ini mau berkunjung ke Toko kecil mereka.


"Jangan air Dingin!"


"Kenapa? kan enak minum air Dingin!"


"Tidak Boleh, tak baik minum air dingin saat tubuhmu panas-panas seperti itu!"


Ucap Nareus mengelus kepala Alen yang hanya mengangguk menurut saja seraya melihat apa saja Jajanan disini.


"Air Putih dan beberapa Camilan kecil! tapi rendah lemak tak banyak garam! pastikan itu sehat!"


"Baik, Tuan!"


Pelayan itu mengangguk melangkah seraya kegugupan melanda dirinya, ia takut salah-salah bicara pada orang-orang besar itu.


"Habis ini kita ke pantai, ya sayang?"


"Hm, Baiklah!"


Nareus berucap seraya menguncir rambut Alen aggar wanita ini tak kepanasan, namun ia tak bisa mendiami leher jenjang itu hingga membuat bekas yang sangat kontras di kulit kuning langsat istrinya.

__ADS_1


"Aa..Aa, Kau selalu mengigit!"


"Hanya membuat lebel! ini Punya ku!"


"Cihh! Terserah kau saja, Tuan Muda yang terhormat!"


Nareus hanya menaikan bahunya acuh, seraya menyambar apa yang tadi ia pesan, Minuman Mineral botol serta Camilan kecil yang memang sudah terjamin.


"Hm, Sayang! kemana King dan Nyonya? tadi mereka tak ada!"


"Mereka ke Vila Kakek Moureen! dua orang tua itu tak ingin pulang, jadilah Shena dan Mark yang kesana!"


"Kenapa tak pamit? aku kan masih belum cukup bermain dengan Si Mungil itu!"


Suara Alen yang sangat masam didengar serta wajah bergurat kecewa wanita itu muncul seraya meminum air yang diberikan Nareus padanya.


"Tenanglah! mereka juga punya kegiatan, tadi pagi mereka ingin pamit! tapi kau Ketiduran, Sayang!"


"Kenapa kau tak membangunkan, aku?"


"Apa aku mau menggangu Tidur, Nona cantiku, ini?"


Alen lansung tersenyum geli akan ucapan lebay itu, ia jadi teringat tentang Step yang selalu memanggilnya Nona Manis, tapi ia tak ingin merusak suasana sekarang.


"Aku sangat menunggu Baby! dan rasanya sangat tak sabar, apa kau juga begitu?"


"Hm, Yah! 8 Bulan itu sangat lama, padahal kan aku sudah ingin berjaga siang dan malam!"


Nareus hanya mengangguk lalu menatap sekelilingnya, ia tahu banyak mata yang mengawasi mereka, apalagi Step yang memang menguntit sedari tadi.


"Apa sudah selesai?"


"Hm, Sudah! Ayo berangkat!"


Alen melangkah keluar dari meja toko lalu menatap Nareus yang lansung membelit pinggang rampingnya.


"Sekarang kita Tur kemana?"


"Seperti keinginanmu!"


Alen terkejut saat Sepeda dengan rangkaian Multifungsi itu sudah ada dihadapannya, permen tangkai yang ia hisap hampir jatuh lalu ia tarik kembali.


"Se..Sepeda?"


"Hm! Kau senang?"


"Yaahh!!! aku yang membonce..!"


"Duduk di depan!"


Seketika Alen merenggut, pupus sudah harapannya ingin menjadi Valentino Rosi hari ini, padahal ia sudah sangat bersemangat.


"Sayang, aku sudah biasa naik Sepeda! bahkan saat di Latih King kami diletakan dalam sebuah hutan selama 1 Minggu dan bertahan hidup semampunya, hanya satu sepeda yang kami gunakan untuk berkeliling di Peggunungan El-Chapo!"


"Benarkah?"


Tanya Nareus seraya mengangkat Alen menuju bagian depan Sepedanya dengan ia yang membonceng wanita ini.


"Iya, dan aku rasa aku bisa memboncengmu!"


"Lain kali saja, sekarang aku yang ingin mengayuh!"


"Tapi..!"


Cup..


Alen terhenti bicara dengan satu kecupan lembut itu di tepi bibirnya, hingga ia lansung mengangguk membelit pinggang kokoh Nareus seraya menatap kedepan,


"Ayo Jalan!!!"


"Cihh!"


Nareus berdecih geli lalu mengayuh Sepedanya dengan hati-hati, seraya menatap sekelilingnya memastikan tak ada yang berbahaya barulah ia mengayuh menuju Pantai yang biasa mereka kunjungi.


"Waahh, Ini baru angin!"


Nareus menikmati wajah cantik Alen yang merentangkan tangannya karna angin yang dikikis oleh laju sepeda ini menerpa wajahnya hingga ia merasa sangat segar.


"Disini juga tak ada orang! sungguh luar biasa Perintahmu Tuan!"


Nareus hanya mengulum senyum geli, sudah ia duga kalau Alen hanya berpura-pura tak tahu apa yang telah ia lakukan, apalagi disini tempatnya sangat tenang untuk melepas lelah pikiran.


"Lain kali kita begini lagi, ya?"


"Sesuai Perintahmu!"


Alen mengangguk berpeggangan ke lengan Nareus yang mengendalikan peggangan Sepeda, ia menyandarkan kepalanya lalu memejamkan matanya dengan damai.


"Jangan tidur!"


"Hm!"


"Jangan Tidur, Sayang! kau kebiasaan,"


"Huaaaamm!! Tapi anginnya sangat tenang, ini juga hangat dan kokoh!"


Ucap Alen seraya bersandar ke perut keras Nareus yang menggeleng saja mengulurkan tangannya membelit pinggang Alen supaya wanita ini tak jatuh.


Setelah menemukan tempat untuk beristirahat, Nareus menghentikan Sepedanya ke pinggir Pantai seraya menepi didekat Pepohonan rindang ini.


"Ayo ke sana!"


"Ke tepi itu?"


"Iya, Genggam tanganku!"


Alen mengangguk menggenggam tangan kekar besar Nareus hingga pria ini mengiringnya ke tepi Pantai sana dengan Nareus yang memakaikan Jaket tebal ketubuh Alen karna angin ini mulai dingin.


"Airnya biru seperti kemaren!"


"Hm, Yah!"


Jawab Nareus memandangi lepas lautan ini seraya memeluk Alen dari belakang dan kedua tangan yang saling menggenggam menciptakan kehangatan yang murni dari tubuh masing-masing.


Untuk sesaat keduanya larut dalam pikiran masing-masing, Dermaga biru ini sangatlah lepas tanpa ujung, bahkan deru ombaknya begitu indah menghantam bebatuan besar namun juga mematikan, banyak hal yang membuat Keduanya terdiam sesaat menikmati suasana ini tanpa ada perdebatan yang berujung rasa sakit.


Alen memejamkan matanya saat merasakan Kecupan ke puncak kepalanya serta tengkuk yang digerayai pria ini, goresan setiap bibir itu menyentuh kulitnya seakan memantik remangan di kulit Alen yang meroma malu.


"Sayang!"


"Hm?"


Nareus masih membenamkan wajahnya ketengkuk Alen yang menunggu apa yang diucapkan pria itu, ia mengeratkan genggamannya seraya tubuh yang begitu tak bisa lepas bahkan sangat nyaman.


"Mau bicara apa. hm?"


"AKU MENCINTAIMU dan Baby!"


Duarrrr..


Alen lansung terlonjak kaget bukan main dengan mata yang terbuka lebar lansung menusuk lautan lepas sana, serta permen yang ia hisap jatuh ke pasir sana.


..........


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


Babnya kepanjangan😂😂


__ADS_2