Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Berusaha tetap tenang!


__ADS_3

Alen masih bergelut didalam Pelukan Nareus yang membawanya ke dekat Resort Pantai ini, pria itu mengosongkan semua Tempat disekitar mereka hanya untuk membuat Istrinya tenang untuk bernafas ringan didalam Pelukannya.


"Kau masih Mencintainya?"


Tanya Nareus, pada Alen yang hanya diam menggeleng! rasa itu tak ada lagi, namun ia hanya tak bisa melihat Stephen begitu.


"Aku hanya berempati!"


Nareus mengangguk saja, lagi pula ia tak ingin menekan Alen, bisa jadi wanita ini semangkin Depresi karnanya.


"Dia akan baik-baik saja! tak usah ditangisi begitu!"


"Tapi dia itu Nekat, Nareus! bisa saja nanti dia melakukan hal di luar batas!"


Nareus tertegun mendengar ucapan Alen, ia kembali bertanya, apa benar wanita ini mencintainya atau rasa itu hanya nyaman sesa'at?


"Bayangkan saja, Reus! 7 Tahun dia berjuang, aku tahu apa yang dia suka dan tidak! kami melakukan semuanya bersama, tentu dia akan sangat Terpuruk!"


Alen berbicara tanpa sadar telah menggores kembali luka dihati Nareus yang hanya diam mendengarkan, pria itu menatap mentari di ufuk barat sana yang sedang menenggelamkan dirinya tanpa beban.


Namun, cahaya itu masih tersisa terang meski tubuh yang mulai menghilang, sampai kapan kau akan mempermainkan aku?


Pertanyaan yang bergaris besar di kepala Nareus yang kembali ragu untuk Memperjuangkan Alen, ia masih melihat cinta didalam netra wanita itu untuk Step meski Alen menepisnya kuat.


"Dia tak punya siapapun, apalagi sekarang!"


"Dia punya siapa?"


"Dulu kami hanya berdua, karna aku tak tahu kalau Step punya Adik, Dia Pria yang cerdas, pengertian dan hangat! tapi kenapa?.. kenapa harus begini?"


Tanya Alen bicara dengan sendirinya, ia begitu lancar menceritakan kisah itu, Kemesraan, apa yang tak dan disukai Stephen dan apa yang menjadi daya tarik pria itu.


Sungguh, Smith dan Asisten Buron yang mendengarnya dibelakang sana hanya bisa terdiam saling pandang rumit.


Lord! kau Pantas mendapat julukan itu, karna kau begitu Bijaksana.


Batin semua anggota mereka menyanjung sang Pimpinan, mereka akan patuh kapapun hanya karna titah Pria Tampan itu.


"Apa dia sangat Tampan?"


"Yah, dan ..!"


Alen terhenti sejenak saat ia terlalu bersemangat menceritakan soal Stephen, ia menatap Nareus yang hanya tersenyum mengelus kepalanya.


"7 Tahun bukan waktu yang mudah, bukan?"


"Hm! Maka dari itu aku sangat sulit Melupakannya, setidaknya sebagai Teman!"


"Baiklah, tak usah banyak berfikir! biar aku yang mengurus semuanya!"


Dahi Alen mengkerut merasa ucapan Nareus itu Ambigu membuat ia berfikir keras.


"Maksudmu?"


"Akan ku lakukan yang terbaik, hm?"


Alen hanya mengangguk lalu menatap pelayan yang membawakan makanan dan menata rapi menu masakan itu di meja mereka, tak lupa pula beberapa Minuman sehat untuk ibu hamil.


"Kau tak bekerja, Reus?"


"Tidak, semuanya diselesaikan Asistenku!"


"Tapi dia bersamamu!"


"Cara kerjanya sangat khusus, itu tak akan sampai oleh Otak kecilmu ini!"


Alen hanya mencabik menyikut dada Nareus yang hanya tersenyum kecil sana lalu seperti biasa melayani ratunya ini.


"Reus!"


"Hm, iya sayang?"


"Kau tak marahkan?"


"Marah?"


"Iya!"


Jawab Alen seraya membiarkan Nareus menyuapinya, melihat sang istri yang kesusahan makan karna terpa'an angin yang menyentuh rambutnya itu membuat kesigapan Nareus muncul.


"Sejak kapan kau punya Karet gelang?"


"Baru saja!"


Jawab Nareus seraya menguncir rambut Alen dengan Karet yang ada ditangannya dengan sangat lembut dan rapi membuat Alen kagum.


"Kau pandai menguncir, juga!"


"Hm! Hanya berlatih di Internet!"


Alen terkekeh lalu mengambil karet gelang dari tangan Nareus yang ternyata tak memakai Jam, hanya benda berbentuk lingkaran itu saja yang memenuhi tangan Pria ini.


"Menunduk sedikit! kau ketinggian!"


"Kurcaci tak akan pernah menganggap dirinya pendek!"


Ucap Nareus lansung mendapat tarikan dari Alen yang mencengkram rambutnya, melihat Alen yang kesusahan, Nareus mengangkat tubuh wanita ini kepangkuannya seraya membiarkan Alen menggerayai kepalanya.


"Apa sudah jadi?"


"Sebentar!"


Ucap Alen melakukan apa yang ia mau, Nareus hanya diam menurut seraya mengecup bibir Alen lalu mengelus perut istrinya lembut.


"Sudah, sayang?"


"Emm, Sudah!"


Alen memberikan Kamera Ponselnya pada Nareus yang seketika terkejut melihat Rambutnya yang di Kuncir dua karna bagian ubun Nareus itu berambut tebal hingga tampak seperti anak-anak.


"Sayang, kau bercanda?"


"Tapi kau sangat imut kalau begini, Reus!"


Cup..

__ADS_1


Alen dengan refleks mengecup bibir Nareus yang menghangat karnanya, pria itu terkekeh kecil merasa ia sangatlah menggelikan di Kamera itu, tapi ia suka kalau Alen yang menginginkannya.


"Kau sangat suka, hm?"


"Sangat! dan ayo kita makan!"


Nareus ingin mengambil sendok namun Alen menggeleng, giliran ia yang menyuapi Nareus karna suasana hatinya tiba-tiba menginginkan itu.


"Biar aku yang menyuapimu?"


"Kau yakin?"


"Yakin! ayo buka mulutnya!"


Nareus terkekeh kecil lalu membuka mulutnya melahap dengan hangat suapan Alen hingga keduanya saling terkekeh lalu Berfoto dengan gaya yang begitu Alay menurut Nareus.


"Bibirnya Manyun, Sayang!"


"Apa?"


Tanya Nareus terkejut saat Alen menyembut kata itu, ia menatap Alen penuh harapan membuat wanita itu tersenyum lembut bersandar ke dada bidang Nareus.


"Sayang! ada yang salah dengan kata Sayang, hm?"


Nareus menggeleng cepat segera berpose sesuai perintah Alen, ia menjadi lupa waktu akibat Wanita ini terus memanggilnya dengan kata 'Sayang' yang membuat Nareus hanyut seketika.


"Kalau begini?"


"Suamiku ternyata sangat Mesum!"


Kekehan Alen mencubit hidung Nareus yang tadi mengecup bahunya seakan mereka habis melakukan Hubungan panas itu dengan wajah yang sangat sensual.


"Sudah, berhenti dulu berfotonya! ayo makan, nanti kau sakit Sayang!"


"Tapi ini seru!"


"Makan dulu, nanti baru foto!"


Ucap Nareus memberi pengertian namun Alen tak mau diam diatas pangkuannya terus berpose, Nareus tak menyadari kalau yang di Foto itu dia, bukan wajah Alen yang hanya bisa mengulum senyum geli melihat hasil karyanya.


"Makan sayang!"


"Sebentar du..!"


Nareus lansung merampas Ponsel Alen dengan gesit namun tak terkesan kasar lalu menyimpan benda pipih itu kedalam saku celananya.


"Aku masih ingin berfoto!"


"Nanti saja dan..!"


"Reus, Sayang! hanya sekali lagi!"


Rengsek Alen yang membuat Nareus tak bisa menolaknya hingga ia kembali memberikan Ponsel itu ke tangan Alen yang begitu berbinar menerimanya.


"Hanya sekali!"


"Iya, kau Cerewet sekali!"


Cup..


Alen mengangguk saja seraya kembali berpose, namun kali ini ia Mengecup pipi Nareus yang ada tepat di samping wajahnya karna pria itu bertopang dagu ke bahunya.


Untuk sesaat Nareus menikmati Moment ini seraya juga melakukan hal yang sama pada Alen yang sangat bahagia melihat Galeri Ponselnya.


"Istriku sudah mulai nakal, ya"


"Sudah dari dulu! tapi aku begitu pandai Berdrama, kau harus bersyukur, Sayang!"


"Cihh! ayo makan, janjimu hanya satu tadi!"


"Mana ada! 2 Sayang!"


"Aku mendengarnya, tadi cuman satu!"


"Dua!"


"Kauuu!"


Alen terbahak saat Nareus malah mengelitikinya membuat Resort itu menggema akan Tawa si wanita cantik ini, Alen berlari ke meja satunya membuat Nareus harus gesit menatap pergerakan istrinya.


"Aku bilang tadi Dua, Reus!"


"Mana ada! Smith!!"


Smith yang tadi berada dibelakang sana lansung menghadap Lordnya yang sekarang ikut menjadi gila dengan Nyonya mereka yang sangat aneh.


"Iya Lord!"


"Istriku tadi bilang berapa?"


Smith terdiam, mana dia dengar ucapan Nyonyanya tadi, ia pun tak tahu apa yang dibicarakan Lordnya ini.


"Aku bilang 2 kan, Smith?"


"I..Iya, Nyonya!"


"Siapa Pimpinanmu?"


"Anda Lord!"


"Seharusnya kau membelaku!"


Smith hanya menunduk karna ia pun tak tahu harus bersikap bagaimana, sedang kan Alen sudah terlihat angkuh mentap Nareus dengan kecil.


"Berarti sekarang aku pimpinan kalian!"


"Baik, Nona!"


Jawab Smith saat Nareus menatapnya tajam lalu tersenyum pada Alen, ia hanya ingin wanita itu mengalihkan pemikiran dari kejadian tadi, apalagi Alen sempat Drop karna beban pikiran dari kisah cinta yang rumit ini.


"Sayang!"


"Hm?"


"Aku mau pulang!"

__ADS_1


Nareus mengangguk lalu kembali menggendong Alen keluar dari Resort dengan Smith dan Asisten Buron yang mengikuti pria itu dari belakang.


"Apa wanita itu masih berulah?"


"Hm! Dia berencana menjebak Lord ketika di Pesta Perusahaan, Nanti!"


Ucap Smith pada Asisten Buron yang lansung mengeraskan wajahnya, Dua Manusia lintah itu memang tak pernah jera untuk mengusik kehidupan Lordnya.


"Aku rasa King Latina akan hadir!"


"Memangnya kenapa?"


"Itu Pesta Perusahaan besar! karna berhasil membuat Program Naungan hingga sampai kepelosok, dan aku yakin Para petinggi akan datang termasuk Perusahaan AIC!"


Smith hanya mengangguk saja, ia tak menjamin itu karna meningat King satu itu sedang sibuk dengan Keluarga kecilnya, apalagi kaki tangannya sangat banyak hingga mau bagaimanapun ia tetap mengutamakn Keluarganya.


"Hm! Tapi Nyonya tak akan mau ditinggalkan!"


"Sudahlah, kita lihat apa yang akan di Lakukan, Lord!"


Smith pun menganggukinya lalu masuk kedalam Mobilnya sendiri dengan Asisten Buron yang masuk kedalam Mobil Lordnya hingga mereka memacu Kendaraan bersama'an.


Didalam Mobil Nareus hanya diam bergelut dengan pikirannya sendiri dengan Alen yang begitu lelah hingga tertidur dipelukannya seraya satu tangan yang masih bermain di rambut Nareus yang ia kincir.


"Apa Mark tahu kalau tentang Kematian itu?"


"Saya tak tahu, Lord! tapi tak mungkin kalau King Latina tak tahu sedangkan Fanya adalah Sepupu dari Nnyonya Shena!"


"Desak Mark aggar datang ke Pesta nanti!"


"Baik, Lord!"


Nareus lalu menghela nafas berat, rencananya dimulai dari sekarang, Pria itu akan mempengaruhi Stephen untuk melawannya, dari segi Perlakuan Step tadi ia yakin pria itu akan menerimanya.


................


Stephen masih merenung didekat pantai sana dengan air yang menggenang tepat didepan wajahnya, hanya kerendungan yang menggeluti tanpa mentari yang seakan lenyap begitu saja.


Apa aku begitu bodoh? apa aku begitu lemah hingga tak bisa merebutmu darinya?


Pertanyaan yang sedari tadi diputar hingga ia pun tak tahu jawabanya apa, sekarang sudah gelap, tak ada lagi Mentari selain kesunyian dan Kesejukan dari angin yang menerpa tubuhnya.


Jipratan air yang didorong ombak mengenai tubuhnya tak lagi Step rasakan, ia merasa kaku, keram dan sangat kosong seakan pikirannya sudah hilang dan hanya berganti rasa sakit dan Amarah.


"Kenepa???? Kenapa kau renggut dia dariku???"


"Karna kau Pria lemah!"


Stephen tersentak kaget lalu menatap kesamping tubuhnya, dan benar saja sesosok yang selalu menganggunya itu datang dengan keadaan dan tampilan yang sama.


"Ma..Mau apa kau?"


Peia bermasker itu menyeringai tipis berjongkok dihadapan Stephen yang menatapnya bingung sekaligus tak ingin di buntuti terus.


"Jadilah kuat, maka kau akan bisa merebutnya!"


"Pergi dari sini!!!"


"Ouhh! Putraku tersayang, kau sangat jauh berbeda dariku! ayo ikutlah dengan dadymu ini!"


"Kau membual!!! kau bukan dadyku!!"


Bentak Stephen ingin melangkah pergi namun pria itu malah memukul tengkuknya hingga ia benar-benar kaku dan tak bisa bergerak sama sekali.


"A..Apa yang kau lakukan?"


"Kau harus membalas semua itu!!"


Stephen menggeleng, ia tak sudi menjadi penjahat seperti Pria ini, ia bukan pria bajingan.


"Kau Pria brengsek!! Jangan mengangguku!!"


"Kau tahu siapa yang menjadi sainganmu?"


Stephen hanya diam membuang muka, melawanpun ia tak bisa karna entah apa yang dilakukan pria ini pada tubuhnya hingga ia seperti ini.


"LORD DEVIL!!"


"Kau membual!"


"Hey! aku tak membual, Lord Devil adalah sebuah Klan yang sangat kuat di Daratan Eropa, dia berteman baik dengan King Latina yang menguasai daratan Amerika, tapi! dia itu sangat licik hingga ingin menguasai Wilayah King Latina juga!"


Degg..


Stephen lansung tercekat dengan ludahnya sendiri, pantas saja aura dan kharisma pria itu sangat kuat bahkan ia tak bisa menyerangnya lansung, gestur tubuh dan tatapannya sangat Tegas dan berkuasa.


"Dan kau perlu kekuatan untuk melawannya! Dia pria yang sangat kejam, dan hanya memanfaatkan Alen untuk memasuki Wilayah King Latina secara halus!"


"Ma..Maksudmu?"


Pria itu menyeringai licik melihat Stephen yang mulai masuk dalam rencananya hingga ia begitu bahagia.


"Yah, Dia membuat Alenmu jatuh cinta! lalu dengan mudah mengendalikan wanita itu hingga dia bisa masuk menyerang King Latina dengan Taktik yang licik!"


"Alen mencintaiku, bukan dia!!!"


Bentak Stephen yang panas dan tak akan pernah mengakui itu, Alen miliknya, Cintanya bahkan Kehidupannya, hanya wanita itu yang ia punya.


"Baiklah, anggap saja dia mencintaimu! dan Lord Devil itu hanya mempermainkan Alen mu yang merupakan Anggota Inti King Latina!"


Stephen lansung terlonjak kaget, Alen! anggota King Latina? berarti wanita itu adalah Mafia dan Lord Devil sedang memanfaatkan Kekasihnya.


Untuk sejenak Stephen menatap bayangannya di permukaan genangan air sana karna pancaran sinar rembulan yang mulai hadir, lama ia merenung membuat Pria itu mulai menyergap inti.


"Dengan bergabung bersamaku! kau akan mudah merebutnya kembali!"


"Apa yang akan ku lakukan?"


Yah, ayo kau keluarkan amarahmu dan Dendam itu, kau pria yang bodoh dan sangat Na'if.


Batin Pria itu begitu senang karna Stephen sudah masuk salam Taktik lihainya untuk menghancurkan Keluarga Moureen dan tentu Putra dari Albert bajingan itu.


.....


Vote and Like sayang..

__ADS_1


__ADS_2