
Mereka menelan ludahnya kasar melihat wajah Nareus yang sudah merah padam dengan gertakan gigi yang beradu nyaring membuat mereka tertegun diam, namun tidak dengan Alen yang hanya berdiri seraya mengambil Tisu yang diserahkan Gazy yang sudah gemetar takut tak berani menatap Nareus.
"Kau pikir ini, Lucu ha??? bagaimana kalau kau terluka??"
Bentak Nareus menatap tajam Alen yang tak bisa memahami gejolak hatinya, ia sudah seperti orang gila serta nyawa yang seakan terlepas sudah melihat wanita ini berlumuran darah, namun nyatanya.
Ouhh Shitt, ia pun tak bisa berfikir di Situasi meneggangkan seperti tadi.
"Kami tak tahu apapun, salahkan Istrimu!"
Ucap Momy Carolin yang membantu Alen membersihkan dirinya didalam kamar mandi sana, keduanya tampak sangat dekat seperti biasa membuat Nareus benar-benar hilang akal dan tak bisa berfikir jernih.
Sedangkan Baby Zilla, ia tampak sangat ingin memakan Kue yang dipeggang Alicia, mata polonya begitu menunggu acara inti ini terlaksana.
"Kek! Kau juga sama! Iau sudah tahukan kalau Istriku itu sangat Keras kepala lalu kenapa kau ikut-ikutan begini?"
"Aku tak bisa menolak permintaan, Cucuku! Nikmati saja yang mereka siapkan!"
"Tapi..Tapi bagaimana kalau tadi Istriku benar-benar terluka? disana sangat ramai lalu..lalu kalian..!"
Semua Anggota Nareus menunduk, begitu juga Asisten Buron dan Smith yang memang berpartisipasi dalam Membuat kejutan gila yang direncanakan Nyonya mereka, apalah daya Manusia itu karna Alen sama kerasnya dengan Sang Lord.
"Maafkan kami, Lord! kami tak bisa menolak Permintaan, Nyonya!"
"Tapi aku pimpinan kalian, kan? aku yang seharusnya kalian patuhi!!"
"Apa kau tak lelah marah-marah begitu, Sayang?"
Alen yang keluar dari kamar mandi sana dengan Gaun pesta berbelahan minim, sepertinya ia mulai suka berpenampilan Sexsi sekarang, bahkan Body bak Biola itu membuat mereka mengerijap beberapa kali dengan aura cantik dari wajah Alen yang selalu menguji iman.
"Ganti!!"
"Cihh! Kau diamlah, ini Pakaian yang Momy minta dari Shena, bukankah sangat cantik?"
Nareus berdiri dari duduknya dengan deru nafas yang memburu, bisa-bisanya wanita ini membuat ia jantungan dan sekarang malah memakai pakaian Laknat ini.
"Ganti!! aku tak suka!"
"Kau mana tahu tentang, Fashion! Minggir!"
Momy Carolin mengiring Alen menuju Sofa dimana ada Stephen, Fanya yang memeggang bunga yang sangat cantik, disana juga ada beberapa Kartu yang sangat ramai dengan warna, ruangan besar ini juga di sulap begitu cantik nan Indah.
"Nareus! jangan bermuka masam begitu, Alen sudah menyiapkan ini berhari-hari, Nak!"
Namun Nareus hanya diam, ia melangkah pergi dari tempat itu membuat mereka semua teemenung lesu, Alen hanya tersenyum biasa saja karna ia paham kalau Perlakuannya memang sangat mengkhawatirkan, tapi ia hanya ingin membuat sesuatu yang tak akan pernah terlupakan untuk Sang Suami.
"Aku sudah bilang kak? Kakak Nareus pasti akan marah besar!"
"Biarkan saja, aku tak bisa berprilaku Romantis seperti apa yang dia inginkan, aku tak bisa seperti NyonyaShena!"
Ucap Alen mengeratkan peggangannya ke kotak kecil ditangannya, ia menggendong Baby Zilla yang menelan hampa Kue dihadapannya.
"Alen! dia hanya kecewa!"
"Aku bahkan lebih kecewa!"
Jawab Alen lalu melangkah pergi dengan Gazy dan Olivia yang mengikuti Nyonyanya, sekarang tinggalah mereka yang tak menyangka semuanya akan kacau begini, apalagi Alen sudah begitu berharap kalau Kejutannya bisa membuat Nareus mengingat hingga mereka menua.
Alen melangkah keluar dari Bangunan ini, hari mulai menjelang malam dengan kelap lampu yang benar-benar terang, ia memakai Mantelnya serta Baby Zilla yang hanya diam karna aura Momynya sangatlah menyeramkan.
"Uangmu sudah ku Transfer!"
"Ta..Tapi Presedir yang..!"
"Aku yang memintamu menjadi Pengawalku! kau sudah melakukan Tugasmu dengan baik, Tabrakanmu juga Ok!"
Puji Alen menepuk bahu Gazy yang begitu senang diperlakukan dengan baik oleh Alen, namun ia merasa kecewa karna Usaha Sang Nyonya malah sia-sia.
"kita mau kemana, Nona?"
"Pantai Wers Barts!"
__ADS_1
Mereka mengangguk memasuki Mobil dengan Alen yang susah tak bersemangat untuk pulang, ia ingin memenangkan diri di Pantai satu itu dimana tempat ia dan Nareus yang dulu menyatukan hati.
Disepanjang perjalanan Alen hanya diam, setetes air mata itu turun dengan Kotak kecil yang ia genggam, rasanya percuma ia merencanakan semua ini kalau Nareus pun tak menghargainya sama sekali.
"Apa aku tak Seromantis Wanita di Luar sana?"
"Anda sangat mencintai, Lord! tapi anda hanya memiliki cara yang berbeda, Nyonya!"
"Tapi aku ..aku tak bisa memberinya Pesta yang Romantis! aku..aku tak tahu bagaimana caranya!"
Lirih Alen bergetar, inilah dia yang suka sesuatu yang Exstrem dan menantang, ia tak pandai berkata-kata dan menuai lidah gemulai, ia hanya ingin Nareus mengingat hari dimana ia membuat sesuatu yang berbeda.
"A..Aku bukan Nyonya Shena! dan Dia..Dia hanya ingin wanita seperti itu!"
"Momy!"
Baby Zilla menghapus lelehan bening yang keluar dari pelupuk netra Alen, si mungil itu tersenyum memberikan kekuatan pada Sang Momy yang begitu ia cintai.
"Sudahlah, Momy tak selemah itu, hm?"
"Kita sudah sampai, Nyonya!"
Alen menghela nafas berat menormalkan deru nafasnya yang tercekat, ia turun dari pintu mobil yang sudah dibuka Gazy yang telah keluar duluan.
"Kenapa disini sangat gelap?"
Tanya Alen tak melihat apapun, wajar saja didekat pantai ini sudah lebih malam karna senja sudah menghilang dari pelupuk langit sana.
"Karna lampunya rusak, Nyonya!"
"Hm, kalau begitu kita pulang saja!"
"Tapi coba anda tutup mata! pasti Suasananya lebih terasa!"
Ucap Olivia yang lansung menutup mata Alen dengan kain merah yang serasi dengan Gaun Sexsi yang ia pakai, Mantel tebal itu ia eratkan ketubuh Baby Zilla yang hanya diam mematung menatap kedepan.
"Hey! kalian kemana?"
Perlahan Alen melangkah kedepan mengandalkan ingatan yang mulai kacau, ia terus melangkah dengan jantung yang berdebar kuat takut-takut ini jebakan Musuh.
"Olivia!!! Gazy, akan ku cekek kalian jika tak membantuku!!!"
Namun tak ada yang bersuara, membuat keheningan dengan deru ombak yang menguat membentur karang, nyiuran angin itu juga nyaris mendengung ditelinganya hingga ia merasa sudah berada ditengah-tengah tepi pantai yang mulai menerpa ujung Bootsnya.
"Oliviaa!!!"
Alen membuka penutup mata ini lalu berbalik kebelakang meliarkan pandangannya kedalam pekatnya gelap yang sungguh membutakan.
Tak..
Degg,,
Mata Alen membulat sempurna melihat Karpet merah yang ia pijaki dengan berbagai Manusia yang ternyata berdiri disampingnya memeggang sebuket bunga yang dirangkai sangat cantik serta dihiasi Burung merpati dan beberapa Hiasan lilin didekat Pepohonan sana, tempat ini sudah sangat terang benderang dengan lampu warna-warni yang menghiasi malam berkilau ini.
Belum lagi dengan Lukisan Pernikahannya bersama Nareus dan Baby Zilla yang mereka pangku selayaknya keluarga yang begitu bahagia.
"I...Ini..!"
"Tak ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun padaku, hm?"
Alen lansung berbalik dan ia benar-benar terngangak melihat seorang Pria tampan memakai Jas hitam lengkap serta tatanan rambut yang begitu mempesona, wajah tampan dengan bulu halus di rahangnya begitu berseri berjongkok memeggang sebuket bunga menatapnya lembut menembus jantung Alen yang seakan terhenti.
"Na..Nareus!"
"Welcome to My Heart, Sweety!"
"Ouhhh!!!"
Prokk...Prokk..
Mereka bertepuk tangan riuh mendengar ucapan Mesra yang keluar mulut yang biasanya begitu Dingin dan sekarang malah membuat hati mereka meleleh tak terjabarkan.
__ADS_1
Apalagi Alen yang sudah menangis menatap semua orang yang tersenyum menunjukan Bunga itu dengan penuh Kebahagiaan.
"Na..Nareus hiks!"
"Aku sedang Ulang Tahun, Sayang! aku tak ingin kau menangis!"
Alen terkekeh kecil menepuk pipi Nareus lalu mengambil sebuket bunga dari tangan kekar Nareus yang lansung memeluk sang istri, ia tadi tergesa-gesa menyiapkan segalanya dengan sasaran Anggota yang bekerja keras dalam waktu beberapa menit saja.
"Kau keterlaluan!"
"Kau lebih dari ini, kau dengar dadaku, Sayang!"
Nareus menempelkan kepala Alen ke Dadanya yang masih saja berdegup kuat membuat Alen tersenyum mengecup kilas bibir Nareus dengan penuh cinta.
"Happy Birthday, My Hubby!"
"Terimakasih, Istriku tercinta!"
"Ehm, jangan begitu!"
Alen menyembunyikan eaut wajah malunya ke belahan dada Nareua seraya menghindari kamera yang ternyata ada disini, namun seperti biasa Nareus begitu lebay mengungkapkan segalanya.
"Sebarkan semuanya kalau hari ini, Aku memberikan Apapun yang kalian mau tapi tidak dengan Istri dan Anakku!"
"Hey!"
Alen menepuk dada Nareus yang begitu nekat, bisa saja nanti orang akan meminta Perusahaan serta Harta Keluarga Moureen semuanya, langkah yang sangat nekat.
"Sayang! kau nanti jatuh Miskin aku tak mau!"
"Tidak akan, Hartaku cukup sampai 100 Turunan!"
"Cihh!"
Alen mendecih malas seraya menatap dekorasi disekitarnya yang sangat menawan dan tentu begitu Elegan, ia tersenyum bahagia merasa ia sendiri jatuh dalam rencananya.
"Selamat atas Hari ini, Presedir!"
"Hm, Pergilah!"
Mereka semua mengangguk dan melangkah pergi meninggalkan Nareus, Alen dan si kecil yang dihapit oleh dua tubuh Dady dan Momynya, sangat hangat dan memenangkan.
Untuk sesaat keduanya menikmati desiran angin serya kehangatan ini, Nareus mengeratkan pelukan tubuh keduanya dengan kecupan yang ia hadiahkan ke Kening wanita itu.
"Nareus!"
"Hm, apa sayang?"
"Tempat ini sangat luas, apa tak masalah Berpesta disini?"
Nareus tersenyum kecil, ia sudah membeli semuanya karna tak ingin tempat pertama ia mencinta ini malah menjadi kotor akan perilaku Masyarakat yang sangat tak tertip.
"Tak usah dipikirkan, sekarang kau..!"
Nareus mengurai pelukannya dan menatap liar tubuh Alen yang seketika meneggang akan apa yang ia tangkap dari mata pria ini.
"Ka..Kau apa?"
"Kau harus memberiku Hadiah sekaligus Hukuman dariku!"
"Sayang! aku punya tapi aku..!"
Grep..
Nareus menarik tangan Alen yang ingin pergi ke mobil hingga kembali jatuh kepelukannya tapi kali ini Alen menggelijang karna hembusan nafas berat pria itu mengukir angan di lehernya.
"Hadiahku adalah kau!!"
Glek..
....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..