Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Alenn!!!!


__ADS_3

Langkah lebar Nareus lansung berlari menuju tepi jalan sana, dadanya bergemuruh kuat dengan jantung yang sudah ingin terlepas, kedua tangannya terkepal membuktikan betapa takut, geram dan amarah yang bercampur aduk memenuhi relung hatinya.


"Tolong Minggir!!"


Aparat Kepolisian yang mengamankan kerumunan banyak orang, Team medis sedang bertugas memasangkan Infus dan juga alat bantu pernafasan bagi Alen yang sudah dimasukan kedalam Ambulans yang terus berbunyi menandakan keadaan sangatlah darurat.


"Presedir!"


"A..Alen!"


Gumam Nareus dengan wajah pucatnya yang lemas menatap wanita yang bersimbah darah terbaring diatas Bangkar didalam Ambulans sana, mereka semua menunduk takut dengan aura yang disebarkan tubuh Nareus.


"Alen!!!!"


Teriak Nareus lansung memeluk Alen yang masih bisa membuka matanya sayu-sayu ditengah rasa lemas, kebas dan sakit dikepalanya.


"Sa..Sayang! Sayang aku sudah bilangkan kau jangan melakukan hal yang ceroboh!!! dan..dan sekarang..!"


"Re..Reus!"


Lirihan lemah itu membuat nyawa Nareus seakan hilang ditempat, mata Pria itu memerah menahan sesak serata tangan yang gemetar menyentuh wajah Alen yang berlumuran darah.


"Ke..Kenapa ha?"


"A..Aku! A..Aku,, Uhukk!!"


Nareus semangkin dibuat histeris dengan semburan darah yang keluar dari Mulut wanita ini, ia memaki setiap Team medis yang malah diam menyaksikan mereka didalam sini.


"Apa yang kalian lihat, ha??? Selamatkan Istriku Brengsek!!!"


Bentak Nareus menyala-nyala membuat kegaduhan dan ketakutan masal, para Media sana melihat dengan jelas Cinta yang terluka dari tatapan Sang Presedir, entah itu nyata atau tidak, tapi mereka juga ikut merasakannya.


"Sa..Sayang! Aku mohon jangan tutup matamu!"


"Aku..Le..Lelah!"


Nareus menggeleng dengan bibir yang bergetar ia naik keatas Bangkar Alen yang berusaha menatap wajah pucat suaminya dengan penuh cinta, tangan Nareus menggenggam tangannya kuat seakan tak ingin dilepas sama sekali.


"Kau! Kau tetap disini, aku..aku tak bisa ditinggal lagi, Alen hiks! aku tak bisa, Sayang!"


"Ka..Kau sangat, Ta..Tampan!"


Nareus semangkin dibuat bergetar akan wajah Alen yang seakan mengoyak batinnya, ia tak berhenti mengecup bibir merah itu karna tak bisa membendung luka.


"A..Aku milikmu, Hanya kau Sayang! jadi..jadi kau tetap disini, Ya?"


"Hm?"


"Jawab aku!!! jangan begitu, hiks! Jawab aku Alen!!!"

__ADS_1


Nareus menepuk pipi Alen yang mulai memejamkan matanya membuat Nareus menggila menguncang tubuh lemah itu, serya Team medis yang mulai khawatir akan kondisi Nonanya.


"A..Alen! Sayang lihat aku, Sayang!"


"Re...Reus!"


"Aku..Aku disini! kau..kau lihat aku, jangan tidur!"


Mata satu itu terbuka dengan Nareus yang berusaha mengajak Istrianya berkomunikasi karna takut kesadaran Alen menghilang karna lamunan yang menerpa, Nareus selalu mengecup tangan lentik itu seraya mata yang tak mememutus kontak dari netra lemah Sang istri.


"Sayang! aku.. mau kau menatap aku!"


"Sa..Sakit, Reus hiks!"


"Suttt, A..Aku disini! sebentar lagi, hm?"


Nareus berusaha tetap tenang, namun ia ta bisa mengendalikan dirinya dalam kondisi ini, bahkan wajah Pria itu ak terhitung dinginnya menentang badai yang ada.


"Ja..Jaga Putri ki..kita dan..!"


"Apa yang kau katakan, ha??? tutup mulutmu!!!"


"Na..Nareus aku Uhukk! a..aku su..sudah tak kuat!"


Nareus menggeleng menagkup pipi Alen seraya wajah yang benar-benar kehilangan nyawanya, bibir bergetar itu menyertai lelehan bening yang keluar.


Ini sangat sakit, Alen! kau tak tahu rasanya ada dalam kondisi seperti ini, Sayang!!!


"Ja..Jangan, Jangan Sayang! aku mohon hiks, aku..aku sudah tak kuat, Alen!!"


"Ka..Kau punya Baby!"


"Tidak! ka..kami butuh kau, kau sayang hiks, kami..kami hanya butuh kau!"


Alen mengangkat pelan tangannya mengelus pipi lembab sang suami, Nareus begitu rapuh menatapnya penuh permohonan dengan Cinta yang begitu besar diantara keduanya.


"Ma..Maafkan aku, hm?"


"Tidak! aku..aku tak akan memaafkan kau, jika..jika kau tinggalkan aku lagi! ta..tak akan Pernah, Tak akan Pernah Alen!!"


"Ta..Tapi i..ini sakit!"


"Sebentar lagi, Sayang! dan Andrew akan .. Alen!!! Alen sayang, buka matamu!"


Nareus berteriak dipertengahan kelimatnya melihat mata Alen sudah tertutup, ia menatap Team medis sana yang sedang melakukan pertolongan ke bagian tubuh Alen yang lainnya dengan beberapa Injeksi.


"Tidak, Sayang! aku..aku akan menikah lagi jika kau tak membuka matamu! aku..aku akan Minum, Merokok bah..bahkan aku akan Memakai Obat terlarang!!! aku bersumpah, Alen hiks!"


Nareus mengguncang tubuh lemah itu kuat namun tetap tak ada jawaban dari Alen yang terus memejamkan matanya mengoyak batin Nareus yang sudah sekugukan mengguncang tubuh istrinya.

__ADS_1


Tak pernah ia melihat Presedir Arogan dan berwibawah ini menangis hanya karna seorang wanita, dan sekarang mereka melihatnya dengan mata kepala sendiri.


"Tuan!"


"Alen hiks hiks! Sayang aku mohon jangan Tinggalkan aku!! Buka matamu, Sayang!!!"


Asisten Buron hanya mendunduk diam, ia tak bisa menghentikan Sang Lord yag memang sangat mencintai wanita ini, apalagi ia paham Lordya sudah sering dibuat gila akan Cinta yang tersakiti.


"A..Alen! aku..aku yakin kau ..kau hanya Tidur, kan? iya kan sayang?"


"Tuan! Kita sudah sampai!"


Tanpa menunggu waktu, Nareus melepas Infus dan Tabung Oksigen sana dan menggendong Alen ringan dengan wajah yang sudah merah padam dan sembab, ia berlari masuk menuju Runah sakit besar miliknya ini seraya para Dokter yang lansung menyonsong dengan wajah meneggangkan mereka.


"Tangani Istriku!!!!"


Namun mereka hanya diam menatap wajah Alen yang tak lagi bisa diselamatkan, hanya harapan Pria ini yang menggantung begitu tinggi.


"Kalian diam!!! apa lagi yang di tunggu, ha?"


"Maaf, Presedir! Nyo..Nyonya sudah tiada di perjalanan!"


Bughh..


"Lord! Lord hentikan!!"


Smith menghalangi Nareus yang memendang kuat Dokter Khasem yang hanya bisa menerima kemarahan dari Pria menyeramkan ini.


"Akan ku bunuh kalian semua kalau sampai itu terjadi!!!"


"Tapi kami tak bisa melakukan apapun pada Jasad Nyonya, Lord!"


"Kauuuu!!!"


"Tuan! cepat bawa Nyonya keruang ICU!!"


Nareus lansung meredam kemurkaannya seraha berlari menuju Ruang ICU sana, ia tak berhenti megecup kening Alen dengan degupan jantung yang menguat dan keras, bisa didengar telinga Alen yang tepat menempel ke dada bidang pria ini.


Ceklekk..


"Happy Birthday!!!"


Duarrrr..


Nareus lansung tumbang ke Kursi yang dengan sigap Smith posisikan tepat dibelakang Nareus yang mematung dengan mata yang tak bisa teralihkan dari semua orang yang memenuhi ruangan ini, cengkramannya menguat dengan sorot mata tajam yang tak bisa terjabarkan diraut wajah merah padamnya.


"Alen!!!!!"


..........

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2