Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Perubahan Kehidupan!!


__ADS_3

Seiring dengan bencana besar itu, tak ada lagi pelangi yang menerpa kehidupan Moureen, mereka hanya hanyut dalam kehidupannya sendiri seakan tak berniat untuk menatap yang lainnya, kesibukan yang meningkan 100% dari waktu sebelumnya, semuanya berubah Derastis dengan perputaran waktu yang seakan menghukum setiap jiwa yang tak lagi tahu apa yang akan terjadi kedepannya karna Sesosok pria yang dulu mau bergaul dan bernaung dengan Keluarga itu tak pernah muncul menampakan senyumannya.


Ia hanya mengurung diri dikamarnya dengan pasokan Alkohol yang selalu meningkat, tak ada berbotol-botol Alkohol yang tak datang Ke Kediaman ini karna titahan mutlak dari seorang Nareus.


Selama ini ia mencari, bahkan ia menyelidiki seseorang yang telah membantu kepergian wanita itu, ia tahu semua ini ada campur tangan pria itu, tapi ia tak ingin gegabah, lebih baik ia diam menikmati kehidupan yang sungguh gelap ini bahkan ia sangat menikmati ini.


"Lord!"


"Hm!"


Pria dengan sebatang rokok ditangannya itu bergumam datar seraya duduk diatas Balkon kamarnya, brewokan tipis itu menghiasi bagian pipinya dengan aura yang bertambah dingin membuat sang Asisten yang menjadi Saksi bisu Perubahan Lordnya hanya diam mengikut langkah pria ini.


"Nyonya besar melarang Kardus Alkohol anda untuk masuk kesini!"


Nareus menghembuskan nafas Rokoknya dengan santai, kedua kakinya bertopang tindih selalu berkutik pelan seakan pria ini sedang berfikir namun Asisten Buron tak tahu apa yang ada di kepala Keangkuhan ini.


"Masukan saja!"


Asisten Buron mengangguk lalu memerintahkan anggota mereka untuk memasukan Kardus bersegel itu masuk kedalam Kediaman, terdengar suara makian di luar sana membuat Asisten Buron terdiam namun Nareus hanya menatap lurus Balkon didepannya, ia masih enggan melepas Rokok bermerek itu tanpa ingin ambil pusing.


"Nareus!!!"


"Nyonya, Besar!"


Momy Carolin yang tampak masih sama hanya pakaian wanita itu saja yang lebih tertutup karna menunjukan kesunyian selama ini, ia mendekati Nareus yang masih kekeh dengan sikap Acuhnya ini.


"Kau sudah gila, ha? kau bisa mati menegguk Alkohol sebanyak itu!!"


"Aku yang mati lalu kenapa kalian yang sibuk?"


Degg..


Bibir Momy Carolin bergetar, begitu banyak perubahan yang terjadi akibat kepergian wanita itu, Nareusnya sudah tak lagi perduli kesehatan, pria ini hanya hidup untuk bekerja, Merokok sesuatu hal yang ia gemari bersama tenggakan Alkohol itu.


"Na..Nak! Su..Sudah cukup!"


Nareus hanya diam meremas Rokoknya yang masih berapi itu hingga remuk didalam tangannya membuat Momy Carolin tercekat dengan Perilaku Tempramental Putranya.


"Tata semuanya dikamarku!"


"Baik, Lord!"

__ADS_1


"Tidak! Kau tak bisa meminum itu dan hentikan kebiasaan Merokok mu ini, hentikan!"


"Mom! sebaiknya kau tak usah memperdulikan aku!"


Ucap Nareus seraya berdiri lalu mengecup pipi Momynya dengan wajah datar itu lalu berlalu pergi meninggalkan kehampa'an, setelah membuat kesunyian di Kediaman ini.


Nareus tak perduli, ia hidup hanya untuk dirinya sendiri, tak ada Cinta, yang ada hanya kesunyian dan itu adalah penenang yang selalu menghampirinya ketika ia sendiri.


"Lord! apa anda ke Perusahaan, Sekarang?"


"Hm! Kumpulkan semua Manusia yang ku minta kemaren ke Markas!"


"Baik!"


Asisten Buron lansung menelfon Smith, ia juga harus berhati-hati karna Lordnya sekarang sangat pemarah, pekerjaan sebagus apapun maka akan ada salahnya juga oleh pria itu.


"Kakak!!"


Nareus terhenti sejenak saat suara itu menggema memanggilnya, ia tak berbalik melainkan hanya berdiri memunggungi Gadis remaja yang berlari mendekatinya.


"Kak! aku akan ke Kediaman Rashid, dan..!"


"Pergilah!"


Gumam Alicia yang tak senang dengan jawaban itu, ia ingin Kakaknya Nareus melarang ia pergi, ia rindu pria yang selalu mengkhawatirkannya itu, ia sangat merindukan Kakanya yang dulu begitu menyayanginya.


"Kak! hiks, kenapa kakak berubah? Cia ingin Kakak yang dulu hiks!"


"Aku masih sama, hanya kalian yang berbeda!"


Jawab Nareus lalu melangkah pergi membuat Alicia lansung menangis menatap kepergian pria itu, ia merasa semangkin terpuruk, Keluarga ini sudah tak berarti tanpa Nareus kakaknya, hanya pria itu yang bisa mencerahkan suasana sunyi dan kelam ini.


"Kakak hiks hiks!"


"Cia!"


"Dad! Cia..Cia ingin kakak kembali, Cia benci Kakak yang sekarang, Dad!"


Isak Alicia memeluk Dady Albert yang mengangguk mengecup puncak kepala putrinya, 2 Tahun itu adalah waktu yang lama bagi mereka yang benar-benar merasa kehilang sosok Nareus yang dulu, tak ada lagi kehangatan yang ditawarkan Pria itu, bahkan gaya hidupnya sudah tak lagi bermoral.


"Dia akan kembali, percayalah Nak!"

__ADS_1


Alicia hanya menganggukinya saja, ia tak menjamin karna semuanya sudah tak bersisa, Kepergian Alen bukan hanya menjadikan Nareus menjadi pria yang lebih dingin, wanita itu telah membuat Seorang Nareus yang mulai menyukai kesunyian dan kegelapan, pria itu lebih suka mengurung diri sendiri, lalu mabuk dan meracau tak jelas.


Besoknya ia akan kembali seperti semula lalu akan mabuk pada malam harinya dan selalu pergi ke Pantai Werst Barts yang sekarang tak lagi ditempuh Masyarakat Prancis karna tempat itu sudah di Beli Nareus yang menjadikannya sebuah Pulau penenang dan tak akan pulang sebelum pagi menjelang.


Seperti biasa, Alicia selalu dihadapakan dengan tumpukan Alkohol yang memenuhi ruangan Kakaknya, ia mencoba untuk sabar karna walau memberi tahupun Nareus tak akan mengindahkan ucapannya.


.........


Langkah pria itu lansung menusuk semua Kariawan yang sudah gugup seakan ini adalah Ujian Militer, jantung mereka memberontak keras seakan dikejar gejolak yang tak bisa menahan aura kuat dari Tubuh pria yang semangkin Sexsi itu saja.


Brewokan tipis itu menyempurnakan penampilannya dengan tubuh tinggi dan kekar itu mengaurakan aroma Maskulin yang begitu membuat para Wanita terhanyut, namun tak ada yang berani mendekat sama sekali.


"Kau keluar dari sini!"


Degg..


Mereka lansung menatap seorang wanita yang berpakaian ketat dengan Rok Span hampir memperlihatkan pangkal pahanya, Riasan tebal dengan gaya berpakaian Modis yang tak pernah Nareus sukai di Perusahaannya.


"Pre..Presedir! memangnya saya salah apa, Pak?"


"Aku tak menerima ****** di Perusahaanku!"


Glek..


Ludah itu lansung tertelan kasar dan sangat berat, mereka lansung menunduk melihat Pakaian Formalnya yang memang sudah rapi, tapi masih ada Oknum-Oknum yang malah berpakaian sangat terbuka disini.


"Pa..Pak! saya..saya berjanji saya tak akan mengulangi ini lagi!"


Nareus hanya diam seraya melanjutkan langkahnya, ia tak perduli akan teriakan wanita itu karna telah di Seret petugas keamanan yang sudah membekuknya kuat.


"Pak!!! Ampuni saya, Paaak!!"


"Fresty! pergi saja, lebih baik kau di Pecat seperti ini dari pada harus di seret kasar dan dipermalukan seperti Kariawan yang di Black List yang lain!"


"Tapi..Tapi saya..!"


Namun sayangnya ia sudah di seret keluar membuat mereka menghela nafas berat, beginilah yang akan terjadi jika menganggap aturan ketat Perusahaan MCC dengan setengah hati.


Presedir mereka tak suka melihat Kariawannya yang berpakaian Minim karna bisa merusak Pemandangan di Perusaha'an ini, terjadang mereka bingung, Hidup di Prancis sangat bebas namun saat berada di Lingkungan pria ini mereka harus menjadi seorang yang Kuno, tak bisa berpacaran atau bermalas-malasan disini.


......

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


Maaf ya, Alur nya memang begini.. tapi Author berusaha untuk membuat hal yang berbeda nantinya, yang jelas mereka cuman pisah 2 Tahun doank dan itu sesuai Permintaan yang nggak mau lama-lama.☺


__ADS_2