
Nareus telah bersiap dengan Stelan kerjanya, sebenarnya ia sama sekali tak bersemangat untuk menghadiri Pertemuan dengan Klien tetapnya itu, mengingat Perusaha RST adalah Perusahaan langganan Momynya, ia jadi tak ingin membuat wanita paruh bayah itu bersedih karna kehilangan tempat bersosilisasi.
Ia tampak semangkin sempurna dengan penampilan Formal yang berkhas dari seorang Nareus, langkah malasnya lansung masuk kedalam Mobil yang ditunggu Asisten Buron yang telah sedia dengan tampilan memukaunya.
"Aku hanya waktu 30 Menit!"
"Mereka sudah tahu, Lord! anda hanya perlu duduk untuk menyatakan kesetujuan anda atas semua Model yang akan masuk mencoba Desain dari Shanaya Boutique yang menjadi bintang di Perusahaan RST!"
"Hm!"
Nareus lansung duduk bertopang kaki seraya memainkan Ponselnya dengan Asisten Buron yang lansung mengemudikan mobil menuju perusahaan pria itu, disepanjang perjalanan ia sesekali melihat ke luar Jendela mobilnya dengan wajah datar itu.
Tak ada yang menarik pandangannya sama sekali, keramaian dan kesibukan kota ini membuat ia bosan dan lebih mudah lelah karna pekerjaan yang begitu banyak menguras otaknya, apalagi tak ada semangat atau hal yang bisa membuat ia teralihkan.
Brakk..
Nareus terkejut saat Bamper mobilnya ditabrak oleh seseorang membuat Asisten Buron tercekat kuat melihat wajah keras Lordnya.
"Berani sekali sialan itu melakukan ini!"
Geram Nareus lansung menyusut tindakan dari Asisten Buron yang melangkah turun melihat apa yang terjadi dibelakang sana, ia melihat BM mobil merah ini dengan mata yang menyipit menatap ke kaca mobil itu.
"Keluar!"
Wanita yang sedang duduk dengan memakai kaca mata hitam dan Mantel berbulu coklat itu seketika gugup mencoba bersikap biasa, ia tadi terkena sial oleh Putrinya yang malah mencoba menganggu Olivia yang menyetir membuat Mobil didepan sana tertabrak.
"Nona!"
Olivia menatap Alen yang tampak pucat, penampilannya begitu Anggun dan Sexsi terkesan sangat Dewasa dengan lipstik merah itu, tap tak bisa menyembunyikan wajah teggangya membuat Olivia dilanda ketakutan.
"Kalian masih hidup?"
"Ehm, Tu..Tuan! maaf tadi kami sedikit oleng!"
"Sedikit kau bilang, kau tahu siapa yang kau tabrak itu?"
Alen mencoba tetap tenang menyembunyikan wajahnya dibalik Masker sana dengan Baby Zilla yang malah menyembulkan kepalanya menatap Jendela mobil yang terbuka setengah.
"Momyy!!"
"Tuan, kami minta maaf! sebutkan saja berapa nominal kerugiannya!"
Ucap Alen denga suara membuai itu namun tak dikenali Asisten Buron yang sangat geram karna melihat dua wanita ini bukanlah dari kasta biasa, terbukti dari penampilan yang Woww itu.
"Tuan!"
Asisten Buron melangkah mundur saat Nareus sudah turun dari Mobilnya karna merasa orang yang menambrak mobilnya ini terlalu berani hingga mau berdebat panjang.
"Ada apa?"
"Mereka ingin membayar ganti rugi, Tuan!"
Olivia lansung meleleh melihat Penampilan Nareus yang seaka menusuk hatinya, ia terbengong untuk beberapa saat sebelum Alen mencekik tengkuknya.
__ADS_1
Krekk..
"No..Nona!"
"Jaga matamu!"
Olivia mengangguk menunduk dengan Alen yang sudah menduga ini akan terjadi, sejak tadi ia tahu didepannya Mobil Nareus tapi putri nakalnya ini malah mencoba memainkan Stir.
"Maaf, Presedir! apa anda sangat terganggu?"
Nareus terdiam sesaat mendegar suara itu, aggak aneh dan tak asing ditelinganya membuat ia lansung mendekat ke Jendela disamping Alen yang malah tak menyangka pria ini lansung mengetuk kaca mobil didekatnya.
"Buka!"
"Presedir! tak baik berlama-lama dijalan ini, saya sedang sibuk dan..!"
Krekk..
Alen terkejut saat pintunya ditarik paksa Nareus yang dengan mudah membobol kuncian dari Mobil ini membuat dadanya seakan terkoyak karna jantung yang memberontak.
Nareus memasukan kepalanya kedalam mobil seraya menatap Alen yang tak mau membuka Masker dan kacamatanya, ia berusaha bersikap tenang dan anggun meski ia sangat lemah menatap wajah tampan pria ini dari dekat.
"Pre..Presedir!"
"Namamu?"
"Lu..Lucister!"
"Tuan, kita akan terlambat!"
Nareus tetap bungkam, tangannya bergerak pelan ingin menyentuh wajah Alen yang seketika terhanyut tak bisa bergerak seakan ia dikekang tatapan Nareus yang sangat menusuk hatinya.
"Pre..Presedir!"
Alen bergetar saat maksker diwajahnya terlepas begitu saja membuat ia sangat dilanda kegugupan dan ingin menangis karna melihat Nareus fokus pada Bibirnya, ia melihat tatapan sendu dan luka itu membuat Alen menunduk berusaha diam.
"Alen!"
"Maaf, Presedir! nama saya Lucister Dente, bukan Alen yang kau bicarakan!"
Tegas Alen menepis tangan Nareus yang mengelus bibirnya lembut membuat Alen tak kuasa bertahan lama, ia takut ia lepas kendali hingga mengatakan hal yang membongkar setiap Identitasnya.
"Dady!"
"Saya mohon anda bisa keluar! saya akan me..!"
"Dady!"
Dgg..
Nareus tercekat saat tangan mungil itu menggapai dasinya dengan getaran halus yang lansung menyentuh relung hatinya, ia tertegun menatap Alen yang membuang muka lemah itu.
"Nak, dady masih beum pulang! dia itu Presedir Nareus, jangan di peggang!"
__ADS_1
"Dia..Dia anakmu?"
"Iya Presedir, Suamiku masih di Luar negeri!"
Nareus lansung berdenyut mendngarnya, ia kenal dengan bibir ini, aroma tubuh dan suara yang aggak berubah namun masih bisa ia kenali.
"Apa kau kenal dengan istriku?"
"Ti..Tidak!"
Jawab Alen menunduk menyembunyikan wajah Baby Zilla, ia menepis harapan tingginya untuk memeluk pria ini, ternyata benar, Nareus memang telah menikah tanpa diketahui publik dan tentu ia merasa sakit.
"Tuan!"
"Tak usah diganti, aku tak kekurangan uang!"
Ucap Nareus dingin lalu keluar dari Mobil itu tapi dasinya masih ditarik Baby Zilla yang muai merengek membuat Alen kelagapan.
"Baby! lepas, Nak!"
"Dady hiks hiks!"
Baby Zila menangis seraya merangkak keluar dari Mantel Alen yang tersigap karna kegesitan si keci ini keluar.
Degg.
Nareus terkonjak kaget melihat mata cantik yang dihiasi bulu mata lentik serta ada kemiripan dengan seseorang membuat tubuhnya lemah berpeggangkan ke pintu Mobil.
Baby Zilla menangis menatap Jas Nareus yang begitu sama wanginya dengan Sang dady dirumahnya, ia menggapai ujung Jas Nareus yang meneggang ditempatnya.
"Dady hiks , Dady Laa!!"
"Sudahlah, ayo pergi! dia bukan.. bukan dady, Nak!"
Alen yang tak kuasa menahan tangis itu hanya bisa melepas paksa genggaman erat tangan mungil itu dari dasi Nareus yang tertegun kosong dengan mata yang mencari sesuatu dari wajah polos sang anak.
"Momyy hiks, Dady Laa Momy!"
Alen menggeleng berusaha melepas genggaman ini sebelum air matanya benar-benar jatuh membuat Olivia hanya diam merasa prihatin sekaligus haru, ia tak menyangka Pertemuan tanpa diduga ini terjadi tepat dihadapannya.
"Nak!"
"Da..Dady hiks!"
"Bisa aku bawa Putrimu sebentar?"
Degg..
.....
Vote and Like Sayang..
Karna permintaan Readers yang selalu mendesak, Author akhirnya mempertemukan mereka😂😂
__ADS_1