Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Kedatangan Fanya!


__ADS_3

Wajah lelah itu wanita itu lansung muncul setelah menapaki Tanah Prancis dengan Bandara Internasionalnya yang begitu besar disertai Fasilitas yang mumpuni, ia hanya bisa terdiam menatap Negara yang baru ia Datangi ini.


Pemandangannya sangat mengaggumkan penuh dengan Gedung pencakar langit serta beberapa Monument yang bersejarah berjejer rapi dekat Koridor Bandara.


Penerbangan yang ia ambil mendaratkannya dengan mulus, matanya tak bisa mengalihkan pandangan dari Orang-Orang Asing berkulit putih dengan Penampilan yang Moderen, tapi sayangnya ia merasa asing disini.


"Mis, Fanya!"


Fanya seketika menoleh kebelakang, ia menautkan alisnya saat melihat Pria berseragam dengan kumis tipis di atas bibir itu sedang menatapnya seakan mempunyai urusan dengannya.


"Maaf, apa kau mengenalku?"


"Anda yang memesan, Mobil dari Penerbangan Amerika?"


Fanya seketika tersadar, ia baru mengerti kalau Pria ini adalah Seorang Supir bisa di bilang ia mengantar para Penumpang yang turun di Pesawat ini menuju tempat Tujuan.


"Ouhh Sorry! Iya, saya Fanya!"


"Baiklah, Mis! ayo ikut saya!"


Fanya mengikuti langkah Pria yang menyeret Kopernya itu hingga ke Parkiran sana dengan Prosesi Pengamanan dari Staf Bandara yang harus ia lakukan, tangannya mengeratkan Mantel tebal itu karna suhu udara di Prancis sudah mulai bertambah.


"Apa kau kenal Perusahaan Husein Crops Amster?"


Pria itu menautkan alisnya bingung, ia rasa Perusahaan satu itu tak disebutkan secara tunggal yang berarti membangun Kekuasaannya tanpa naungan.


"Mungkin anda bisa menanyakan itu ke Pihak Emargensi yang selalu melayani Berbagai Perusahaan, Mis!"


"Ouu, Terimakasih!"


Pria itu hanya mengangguk membukakan pintu mobil untuk Fanya yang segera masuk, wanita itu terlihat linglung diNegara orang ini, ia sudah lama tak berpergian apalagi Negara Prancis cukup berbahaya.


"Apa anda kenal, Presedir Nareus dari Moureen Crops Company?"


Pria itu dengan cepat mengangguk dengan wajah penuh kesenangannya memutar Kemudi menuju Sebuah Jalan Tol yang lansung dijejerkan dengan Papan Elektronik berbasis Komputer di Setiap jalur lalu lintas.


"Lihatlah!"


Fanya terkejut saat menatap layar itu, Wajah Tampan Nareus yang dengan berkharismanya berdiri dengan Naungan Exspedisi Perusahaan yang melonjak naik, hampir di Setiap Gedung pencakar langit itu Memposekan si Pangeran tampan itu dengan berbagai Kalimat yang Persuasif seakan membuktikan siapa penguasa di Negara ini.


"Dia Presedir Kami di Negara ini! lain dengan Negara anda, Mis!"


"Hm, yah! di Negara saya ada Mister President AIC! Mereka berdua sama-sama berkuasa!"


Pria dengan rambut aggak gondrong itu berfikir sejenak, ia rasa ia punya cara untuk membantu wanita ini.


"Mungkin anda bisa mendatangi Perusahaan MCC! tapi saya tak yakin jika anda di Respon karna disana hanya orang-orang Penting saja yang di Masukan!"


"Apa kau tahu alamatnya?"


Pria itu mengeluarkan kekehannya, siapa yang tak Tahu Gedung besar tinggi menjulang dengan Desain megah kuat berkharisma itu berdiri, Wilayah pusat bagi Perusahaan MCC di Negara Perancis ini, bahkan Keluarga Bangsawan satu itu sudah merajai berbagai sudut Benua Eropa.


"Saya tahu, Kalau anda mencari di Media, itu hanya sedikit yang benar! karna para Media tak tahu berita inti Keluarga Bangsawan Moureen karna sangat menutup diri!"


Fanya hanya mengangguk, ia harus bertanya pada Nareus atau tidak para Staf disana tentang keberadaan suaminya, setidaknya Fanya bisa membawa Stephen pulang menemui Baby Faby yang masih dirawat Intensif di Rumah sakit sana.


..........


"Kau dari mana saja?"


Tanya Grandma Zamlya pada Nareus yang baru pulang pagi ini, ia sangat menghawatirkan Pria tampan ini sedari semalam tak pulang sama sekali.


Namun, bukannya menjawab Nareus hanya melangkah menuju Lift kamarnya membuat Grandma Zamlya bertambah marah, ia merasa Nareus mulai berubah padanya.

__ADS_1


"Sus!! Jawab Grandma?"


Nareus menghela nafas halus seraya mendekati Grandma Zamlya yang tetap kekeh berdiri dihadapan Cucu Kesayangannya ini, wanita tua dengan Make-Up tebal ini selalu mencolok dihadapan orang lain.


"Kau merindukanku?"


"Darimana saja?"


Nareus tersenyum lembut menangkup pipi wanita tua ini, ia harus menyikapi segalanya dengan halus, kalau tidak ia tak bisa mengendalikannya sekaligus.


"Perusahaan! banyak Pekerjaan yang menumpuk?"


"Benarkah?"


"Benar! dan sekarang aku lelah, bisa aku kekamar?"


Grandma Zamlya akhirnya mengangguk mengecup pipi Nareus yang hanya diam dan melangkah pergi, ia mulai mengerti kenapa Grandmanya begitu Posesif terhadapnya dan sang dady.


"Jangan lupa makan, Sus!!"


"Iya!"


Grandma Zamlya menghela nafas berat, namun ia mengerutkan dahinya saat tak melihat wanita Preman itu.


Kemana dia? bukankah setiap ada Sus maka dia selalu menempel?


Batin Grandma Zamlya bingung, namun setelah itu ia menaikan bahunya acuh, ada atau tidak itu tak akan berpengaruh padanya yang jelas ia tak ingin lagi Nareus marah padanya.


Ia kembali sibuk melihat Majala dihadapannya dengan Kesibukan para Pelayan yang membersihkan Manshion mewah dan besar ini, mereka kembali dihantui Moderennya Kehidupan hingga acuh dalam urusan Pribadi.


Namun, Nareus yang sudah sampai di Depan pintu Kamar Alicia yang masih terbaring lemah didalam sana, seketika terdiam menatap wajah pucat sang Adik.


"Reus!"


"Mom! bagaimana keadaan Alicia?"


"Dia tak pernah bicara! Mo..Momy takut, Reus!"


Nareus memeluk Momy Carolin yang menangis disamping Alicia yang tetap diam namun wajah dan mata Gadis itu terbuka seakan tak punya semangat untuk hidup.


"Tenanglah, dia pasti akan baik-baik saja!"


"Ta..Tapi Momy takut hiks! Dia..Dia susah sangat rapuh, Nak!"


Nareus terus menenagkan Momy Carolin yang selalu berada disamping Putrinya, tapi Nareus tak melihat Dady Albert disini.


"Kemana dady?"


"Dadymu tadi keluar sebentar! Momy tak tahu dia kemana?"


Nareus lansung berfikir, tak biasanya Dady Albert keluar, selama ini pria itu selalu berpamitan dan tak akan pernah Keluar tanpa Momynya.


"Mom!"


"Iya, Nak?"


Nareus berjongkok dihadapan Momy Carolin yang mengelus kepalanya lembut membuat Nareus mudah untuk bertanya.


"Apa Dady punya saudara?"


"Hm, Punya! namanya Aidlen, tapi Momy tak tahu keberadaannya dimana, karna semenjak Momy menikah dia tak ada lagi di Kediaman Hotmartew!"


Nareus menatap wajah Momynya sulit, berarti wanita ini tak tahu kalau Perjanjian itu dibuat hanya untuk Menikahinya, sungguh ia harus menyelesaikan ini.

__ADS_1


"Apa mereka kembar?"


"Iya, hampir mirip! tapi dadymu lebih tampan!"


Ucap Momy Carolin membuat Nareus terkekeh kecil mengecup pipi Momynya dengan lembut seraya berpura tak tahu saat merasakan si Pemantau itu kembali mengobarkan api kemarahan di Seberang sana.


"Kenapa Momy begitu mencintai Dady?"


"Kenapa kau ingin tahu, hm? bukankah kau sudah merasakannya?"


"Mom! ayolah, aku hanya ingin mendengarnya!"


Momy Carolin tersenyum manis berfikir sejenak seraya menggenggam tangan Alicia.


"Dia itu sangat lembut, tak pernah dia Membentak Momy kecuali saat itu, entahlah, Momy Jatuh Cinta begitu saja, lagi pula dadymu juga tak banyak Tingkah!"


"Maksudnya?"


Tanya Nareus semangkin dalam seraya menyeringai merasa aura ini sangat panas dan membakar, ia ingin melihat apa benar pria ini masih mencintai Momynya.


"Kau lihat saja, dia tak pernah Meninggalkan Momy! dan kau tahu? saat mengandung Kau dan Alicia, dia tak pernah Tidur semalaman hanya demi melihat Perut Momy aman!"


Nareus tersenyum melihat wajah bahagia Momynya, pantas saja Saudara Dadynya kalah akan Perjuangan manis dadynya.


"Dia sama sepertimu!"


"Tidak, Mom! aku tak se Parah itu!"


"Benarkah?"


Tanya Momy Carolin menyelidik, ia tahu Nareus bahkan lebih Absuard dalam mencinta melebihi suaminya.


"Iya, aku Pria sejati dan tak akan Pernah takut pada istriku!"


"Fyuhh! Terserah kau saja, yang jelas! Ibu yang mengandung itu tak bisa sendirian, dia bisa saja mengalami sesuatu saat hamil yang kadang muncul saat malam hari atau tengah malam, dan saat itu tiba! kau harus siaga!"


Nareus tercekat, ia menjnggalkan Alen di Apartemen sana sendirian, Meski semua Manusia dan Penjagaan disana sangat ketat bahkan Nareus membeli seisi Manusia pekerja itu hanya untuk Beraktifitas seperti biasa tanpa Di Curigai Alen, ia tahu wanita itu sangat risih di Keramaian dan Dihormati orang tapi ia masih khawatir.


Bagaimana kalau istriku membutuhkan sesuatu? bagaimana kalau Alen tiba-tiba ingin bersama Step malam-malam?


"Reus?"


"Mom! Jangan pernah sendirian, Urusan Alicia biar aku yang mengurusnya!"


Momy Carolin hanya menganggukinya saja dengan Nareus yang beralih pada Alicia yang tetap setia dengan wajah kosongnya.


"Cia! bisa kau tatap kakak sebentar, Sayang?"


Alicia menatap mata Nareus yang seketika menekan netranya dengan kekuasaan yang tinggi, tangan Alicia mencengram lengan Nareus yang terlihat melakukan sesuatu yang Ambigu.


"Ci..Cia, Takut Ka..Kak!"


Lirih Alicia ketelinga Nareus yang mengeraskan wajahnya kuat dengan kepalan tangan yang erat.


"Tak usah ditakuti, Kau Putri Keluarga Moureen, lakukan hal yang bisa membantu dirimu sendiri!"


Alicia semangkin menatap intens bola mata tajam Nareus yang seakan mengisyaratkan sesuatu padanya hingga ia mengerti apa maksud Nareus sebenarnya.


"Ka..Kak!"


"Kakak selalu bersamamu, jangan takut, hm?"


Alicia mengangguk dengan Nareus yang memeluknya hangat, ia harus mencari Dadynya atau tidak Pria itu juga ikut Ambil dalam masalah ini.

__ADS_1


.....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2