
Tatapan Alen begitu takut dan gugup saat Nareus sudah mengiringnya kesebuah jembatan yang terbuat dari kayu dilapisi Baja dibawah dan dikiri kanan benda ini. jaraknya hanya 5 Meter dari Permukaan laut yang tentunya sudah diPrediksi aman untuk melakukan apapun.
Alen sedikit mengelus lengannya merasa ada sesuatu yang telah disiapkan Pria ini di ujung sana, makanya Baby Zilla pun dibawa oleh Olivia dan Gazy entah kemana.
"Sayang! Ba..Baby pasti haus dan..!"
"Aku lebih haus!"
Glek..
Alen menegguk ludahnya berat untuk yang kesekian kalinya, dengan langkah pelan menuju pertengahan jembatan dengan renungan Angin yang menerpa Kulitnya didalam Mantel ini, ia pun sesekali menatap Nareus yang semangkin memandangnya berat membuat jantung Alen berdebar kuat.
Ouhh Tuhan, habislah aku! bagaimana kalau dia menyiapkan sesuatu yang meremukan tubuhku? Aaa.. aku Takut.
Batin Alen yang menjerit kuat, sedari pagi Nareus menunggunya dan ia rasa kali ini ia tak akan bisa berjalan hingga besok, bisa jadi tubuhnya akan menjadi Sisik Ikan nantinya.
"Tempatnya bagus!"
"Hm! Bahkan sangat Bagus!"
"Nareus!! jangan menatapku begitu!"
Nareus tersenyum penuh arti, satu tangannya tetap membelit pinggang ramping Alen mesra namun sudah menjalar kebagian baha dalam wanita itu membuat Alen beberapa kali memeggang tangan nakal sang suami.
Setelah beberapa lama mereka menikmati perjalanan pelan penuh arti ini, Tibalah keduanya didepan Pintu Rumah kecil yang didekorasi penuh dengan Lilin yang meremangi malam ini, tapi anehnya ini seperti Rumah yang hanya punya satu ruangan.
"Anginnya sangat segar! kau pandai memilih tempat!"
"Hm, lihatlah kedalam!"
Alen mengangguk dan memeggang Gagang pintu Rumah ini dengan sangat pelan ia menekan hingga Sekilas demi Sekilas bayangan didalam sana menyapa netranya dan..
Degg...
Alen meneggang ditempatnya dengan wajah yang terkejut sekaligus tak percaya, ia menutup mulutnya dengan satu tangan saat melihat Ranjang putih yang dihiasi kelopak mawar membentuk Simbol Cinta Love, serta lilin-lilin yang bersinar terang memenuhi sudut demi sudut ruangan ini, bahkan aroma wangi dari Bunga Lili dan Mawar merah yang bertebaran di lantai dan diatas ranjang sana membuktikan betapa besar gejolak cinta yang sedang melanda hati keduanya.
Pelahan Alen melangkah mendekari ranjang King Size itu dengan menyentuh pinggir Sepreynya yang begitu lembut dan hangat, belum lagi hiasan kamar ini begitu menggambarkan suasana Mencinta yang kental.
"Kau suka, hm?"
"Ka..Kau yang membuatnya?"
"Kalau yang satu ini aku buat Kemaren malam, dengan tanganku sendiri!"
Alen terenyuh mendengarnya, ia tak menyangka Nareus si Pria jadi-jadian ini akan berganti Pria teromantis yang ia kenal, bahkan sangat jauh dari hayalannya selama ini.
"Kau suka?"
"Yeah!"
Jawab Alen sedikit melemah karna Nareus sudah mengendus lehernya dengan sangat halus, bahkan bibir pria itu bergerak Abstrak membuat garis yang membayang ditubuh Alen yang begitu lemah.
"Akhh!"
Suara halus itu keluar dari Mulut Alen yang memejamkan matanya menikmati belaian tangan Nareus yang perlahan melepas Mantelnya dari bahu hingga menyusuri kulit lengan wanita itu secara halus dan lepas begitu saja.
Cumbuan Nareus begitu membuai bahkan Alen tak bisa mengontrol dirinya sendiri, satu tangan Alen mengelus rahang Nareus yang sedang bergerilia di pipi dan tengkuknya membuat Alen menggeliat panas dan begitu melayang.
"Aku sangat merindukanmu, Sayang!"
"Aku juga, Emm!"
Lirih Alen menjawab suara serak berat Nareus yang begitu membendung hasrat yang tinggi, tubuh keduanya berdempet bahkan tanpa jarak membuat Alen dengan nyata merasakan tekanan benda keras itu ke bokongnya dengan deru nafas Nareus yang memburu menerpa lehernya.
"Aku suka bau Tubuhmu!"
"Ouss, Yah?"
Alen menatap Nareus yang juga menatapnya berat, keduanya sama-sama bergejolak birahi yang memuncak bahkan tak bisa terjabarkan betapa merah meradangnya wajah Nareus yang selalu begini setiap Hasrat itu menerpa mengubun tinggi.
Cup..
Bibir itu lansung bertabrakan liar, Nareus dengan cepat dan tergesa-gesa melepas Jasnya dengan Alen yang juga membantu melepas kancing kemeja pria itu dengan pangutan yang tetap menghisap bahkan suara erotis dari Pergumulan lidah itu begitu nyaring menegguk Silva masing-masing.
Deru nafas keduanya lansung memburu serta Alen yang tak bisa mendiami tonjolan otot-otot kerkar di sekujur tubuh gagah Nareus yang begitu Sexsi dimatanya, bahkan ia selalu tahluk untuk tak menolak apapun yang Nareus lakukan padanya.
"Aumm!!"
__ADS_1
Nareus menghisap bibir bawah Alen kuat karna candu akan rasa manis yang ia decap dengan lapar, tangannya meremas bokong bulat nan kenyal Alen yang meraba tengkuk dan juga dada Nareus yang memerah panas.
Srettt..
"Auus!!"
Alen terpekik saat Gaun Minim ditubuhnya terkoyak dengan Nareus yang mendorongnya kasar ke atas ranjang empuk sana, untuk sesaat Nareus terdiam dengan jakun yang naik turun melihat bentuk indah nan selalu membuat ia terbakar.
Deru nafasnya semangkin berat dengan dada yang naik turun memompa oksigen yang terhambat.
"Ini semua Miliku!!"
Alen lansung mencengkram kuat Seprey dibawahnya saat Nareus sudah menerkam bagian bawah tubuhnya, pria itu seakan menggila menjilati setiap kulit yang lansung memerah karna hisapan kuat dari bibirnya.
"OuhhSs, Reusss!!"
Nareus tak perduli, ia masih sibuk mendecap rasa yang tak akan pernah habis mengalir dilidahnya, kedua tangannya memeggang kedua paha Alen yang menggeliat tak menentu karna merasa geli, rasa Nikmat namun juga begitu membutakan.
"Na..Nareusss!! A..***!"
"Do you Like it, hm?"
"Yeamm Akhh!"
Alen menggeram mencengkram rambut Nareus yang tak bisa diam menegguk setiap Madu yang keluar, bahkan lidahnya selalu bisa memancing bagian Pink segar ini terus berkedut Nikmat.
Merasa bagian intinya yang sudah sakit membendung lahar panas itu, Nareus lansung menghentikan sentuhannya seraya menatap Alen yang juga memandangnya penuh permohonan, wanita itu sudah sangat meradang dan haus akan sentuhan sang suami.
"Nareus! cepatlah!!"
"Hm!"
Nareus membuka ikat pinggangnya seraya Resleting celananya sudah membengkak dengan tatapan berat Alen yang sudah tak bisa menunggu lama dengan semua ini.
"Ukurannya boleh juga!"
Nareus lansung menatap tajam Alen yang selalu saja mengejeknya, ia melepas bagian bawahnya hingga Tubuh kekar gagah perkasa ini membuat Alen lemas namun juga terbakar panas.
"Punyamu kecil, Sayang!"
"Benarkah? lalu punya siapa yang kau inginkan, NONA!"
"Punya Ste..Auhkk!!"
Pekik Alen diakhir kalimatnya saat Nareus memasukinya secara kasar membuat Alen terngangak merasakan benda keras besar itu menyengkang bagian intinya, apalagi Nareus yang sudah terkadah dengan mulut yang terbuka kecil merasakan Nikmat yang teramat dari Bagian inti keduanya yang sama-sama menghisap lembut.
"Se..Sempit Akhh!"
"Kau suka, hm?"
Naruus mengangguk lemah merasa tak bisa mendiami semua ini, setiap ia mengayun maka pijatan itu seakan menggerogoti tubuhnya yang terbakar panas.
Kedua tangannya berada di kedua sisi tubuh Alen yang mengkalungkan kedua tangannya ke leher Nareus yang menatapnya berat, gerakan pelan ini seakan menyiksa batin keduanya yang sudah tak bisa menahan.
Ouhhs Sayang! aku mohon Faster Baby!!!
Batin Alen yang seakan memohon pada Nareus yang mengangguk seraya mempercepat pompa'annya, bahkan decipan kulit dan ranjang ini membuktikan betapa besarnya gejolak batin itu lepas.
"Akhhs, A..Alen!"
"Na..Nareuss, Sayang!"
Erangan keduanya keras dengan tatapan yang tak lepas saling menggeram nikmat melayang digalaksi Cinta yang terbentuk oleh malam panas ini.
Alen terpekik kuat saat hujaman benda ini semangkin dalam, wajahnya sudah merah padam mengigit bibir Nareus yang juga menautkan lidah keduanya, meraungkan nama masing-masing.
Setelah beberapa lama memompa kuat, Nareus menggeram merasakan sesuatu yang begitu berat dan sangat kuat mendorong Batinnya untuk segera mencapai pendakian, ia mencengkram kuat Seprey dibawahnya dengan pompa'an yang semangkin membuat Alen menggila dibawah kungkungan Pria ini.
"I..I'm Coming, Baby!!"
Gumam Nareus berat semangkin memacu cepat membuat tubuh Alen berguncang keras namun wanita itu juga merasa ada yang ingin meledak dan menghantarkan mereka ke Puncak Nirwana yang ingin dicapai bersama.
"A..Aku..Aku Datang, Sayang akuhhsss!!"
Nareus melenguh keras saat ia sudah berhasil menyemburkan muntahan lahar yang begitu hangat meledak didalam sana dengan Alen yang menggeram dengan tubuh yang bertekuk merasa sangat melenting dan Terbang karna Puncak Kenikmatan itu sudah mereka raih bersama.
Tubuh Nareus melemah dengan nafas yang masih memburu kuat menyembunyikan wajah merah namun penuh binar kepuasan itu ke ceruk leher Alen yang dipenuhi keringat, bahkan aroma tubuh keduanya menyatu membuat suasana semangkin mendalam.
__ADS_1
"Ka..Kau sangat Nikmat!"
Alen hanya tersenyum kecil mengecup kilas bibir Nareus lalu menatap kebawah sana, sudah ia duga kalau Pria ini tak cukup dalam satu kali Pelepasan.
"Mau lagi, hm?"
"Apa boleh? aku takut kau lelah, Sayang!"
"Tenang saja, Mungkin aku akan Pingsan!"
Nareus hanya tersenyum geli lalu menurut saja saat Alen membaringkan tubuhnya terlentang seraya wanita itu yang naik memimpin pertempuran dengan sangat liar.
"Kau sangat mencintaiku, hm?"
Nareus hanya mengangguk dengan mata yang merem-melek karna Servis pelan namu, penuh penekanan ini selalu membuat ia mabuk dan mencandu lebih.
"A..Akhss, Ini sangat Nikmat, Sayang hm!"
"Benarkah, hm?"
"Faster Baby, Akhs!"
Alen mengangguk dengan bibir yang kembali menyatu, ia tak membiarkan Nareus terdiam sana hingga Pria itu terus meracau tak jelas disetiap pelepasan yang didaki, tak ada rasa lain selain Cinta dan kasih yang mengitari dan membelit hati yang sudah menyatu panas.
Ouhh, Tuhan! Dia milikku dan akan selamanya begitu!!
Teriakan batin keduanya memberontak, waktu terus berlalu dengan tubuh yang tak berhenti mendaki Puncak kenikmatan sana, saling memuaskan dahaga yang tak kunjung mau menghilang.
Alen merutuki dirinya yang tadi memancing Nareus untuk menggempur lebih dan lihatlah sekarang, ia tak dibiarkan untuk Istirahat sejenak saja bahkan mengambil nafaspun Alen harus memburu, setiap sudut ruangan ini Nareus jadikan Medium bercinta membuat Alen gemetar tak sanggup lagi.
Namun, ia tak bisa menolak sentuhan yang Nareus berikan, walau kaki dan matanya sudah berat ia tetap memberikan Servis yang bisa menerbangkan tubuh keduanya.
"Na...Narsus, Sudah.. Akhs Sudah, Sayang!"
"Se..Sebentar lagi!"
Dreett..
Ponsel Alen berbunyi dengan nyaring membuat namun Keduanya tak sempat berfikir untuk mengangkatnya karna sudah larut dalam penyatuan ini.
.........
"Apa Alen mengangkatnya?"
"Tidak, Mom! Ponsel kak Nareus juga tak Aktif!"
Ucap Alicia yang khawatir dengan Baby Zilla yang tak mau tidur dengan siapapun, si kecil itu sedari tadi meracau tak jelas melempar barang yang diberikan padanya, ia tak menangis tapi wajahnya sudah sangat kesal.
"Momyyyy!!!"
"Cucu Kakek tersayang! Sekarang ayo Tidur sama, Kakek dan Nenek, hm?"
"Nyu Momy mm Dady tu ina!"
"Momy sama Dady mungkin sedang bekerja, Sayang! ayo kita Bobok, hm?"
Baby Zilla menggeleng menekuk wajah gembulnya itu, ia tak ingin menatap semua orang yang menelan gemas akan tingkah si kecil ini.
"Memangnya Nareus dan Alen kemana? ini sudah sangat larut malam!"
"Saya tak tahu, Nyonya Besar!"
Jawab Olivia yang gugup, ia sendiri malu menduga apa yang dilakukan kedua Pasutri itu sekarang, membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduknya merinding.
"Momyyyy!!! Nyu ntar nyeluk minyam na!!"
"Aku tak mengerti bahasamu, Nak! ayolah, kita akan bermain! tapi jangan marah-marah begini!"
"Ehm!"
Baby Zilla menggeleng seraya memakan Biskuit ditangan mungilnya, ia tak berhenti menatap Jam didinding sana seraya mengunyah Biskuit bayi itu.
"Cihh! Keturunan dua Mahluk langka itu memang berbeda!"
Ketus Grandma Zamlya yang juga ikut memperhatikan tingkah si kecil ini, ia sangat ingin menggendongnya tapi ia takut Alen malah melunjak.
.....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..