Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Akhirnya!


__ADS_3

Seketika Stephen mematung didepan pintu masuk sana melihat kedatangan Sepasang Pasutri yang tadi malam tak pulang hingga sekarang sudah jam 9 pagi, entah apa yang terjadi ia pun sedikit menduga karna melihat Nareus yang menggendong Alen dengan wajah berseri itu, Pahatan tampannya seakan disiram mentari rohani yang memekarkan kuntum dari batinnya yang sudah lepas begitu saja.


"Kalian kemana saja?"


"Hm?"


Tanya Alen namun wajahnya sudah teralihkan ke Dada Bidang Nareus yang menekan kepalanya untuk tak menatap Stephen yang hanya bisa menghela nafas melihat Perilaku Tuan Pencemburu ini.


"Minggir!"


"Momy mencarimu!"


"Memangnya kau anaknya? aku Putranya lalu kenapa kau memanggil Momyku dengan sebutan Momy?"


Geram Nareus tak suka apapun yang telah menjadi miliknya malah diambil oleh pria ini, ia tak suka Stephen malah menjadi bualan dikeluarga ini.


"Aku tak meminta! Momymu yang menyarankan!"


"Sudahlah, aku sudah ngantuk!"


Stephen terlonjak kaget seketika mendengar suara Alen itu, ia menoleh menatap Fanya yang menepuk punggungnya pelan menyalurkan rasa tenang.


"Aku tak apa!"


"Hm, aku kira kau akan menangis!"


"Tidak juga, kalau kau yang disitu mungkin iya!"


Fanya hanya menaikan bahunya acuh, ia tak percaya dengan ucapan Stephen yang menurutnya itu hanya sekalimat yang tak mengandung makna apapun, hanya berusaha menyembunyikan Perasaan meski harus memuja dirinya.


"Nareus!!"


Nareus lansung menatap Momy Carolin yang menatapnya tajam seraya menggendong Baby Zilla yang menatap tajam kedua orang tuanya, si kecil itu membuang muka acuh tak mau mendekati Nareus dan Alen yang merasa bersalah.


"Kau tahu kan Putrimu ini minum Asi? lalu kenapa pulang sampai pagi begini?"


"Tapi kan Asinya sudah dimasukan ke Dotnya, Mom!"


"Iya, tapi Baby tak mau tidur dengan siapapun kecuali Momy dan Dadynya, dan kalian..!"


"Mom, Maaf!"


"Ini! Minta maaf sama Baby!"


Alen menatap Baby Zilla yang acuh, si kecil itu malah memalingkan wajah tak ingin menatap sang Momy yang sudah membuat ia menunggu tadi malam, bahkan sampai detik ini pun sama.


"Ini salahmu!"


"Sayang! kau juga mau, jadi ini salah kita berdua!"


"Cihh! aku tak mau tahu pokoknya ini salah kau, Titik!"


Nareus hanya mengangguk pasrah seraya membiarkan Alen menggendong Baby Zilla yang masih tetap sama pada mereka hingga si kecil itu membaringkan tubuhnya didekat Alen yang sukses membuat mereka jantungan akan amarah si kecil ini.


"Baby!"


Baby Zilla tak menjawab panggilan dari Nareus yang membawa Dua Manusia tercintanya ini keatas sana, disepanjang jalan hanya Nareus dan Alen yang saling tatap takut jika Putri kesayangan mereka ini malah merajuk.


"Sayang! Baby marah!"


"Bagaimana kalau kita bawa dia ke jalan-jalan?"


"Jalan-Jalan kau bilang? lalu bagaimana dengan aku yang tak bisa berjalan karna ulahmu, TUAN!"


Bisik Alen penuh penekanan membuat Nareus terkekeh pelan memasuki kamarnya dan segera duduk memangku Alen yang sedang mencoel pipi gembul Putrinya.


"Hey! Baby!"


"Em!"


"Baby mau apa?"


Baby Zilla hanya mencibir dengan wajah ditekuk masam itu menatap lurus dengan tangan yang saling bertaut tak mau disentuh oleh siapapun.


"Nak! nanti Dady akan bawa Mainan yang Baby Mau, bagaiamana?"

__ADS_1


Namun Baby Zilla tetap bungkam membuat Nareus dan Alen menggeram frustasi, mereka berfikir keras apa yang harus dilakukan aggar si Buah hati ini mau berbicara kembali.


"Baiklah! Malam ini Baby, Momy dan Dady tidur bersama! hari ini waktu Full buat, Kesayangan Dady!"


"Mpi Dylaa ngalin Lilaa! hiks, Mmimy!"


"Momy janji tidak akan ninggalin Zilla lagi, tapi jangan nagis, hm?"


Baby Zilla menangis dirangkuhan Alen yang menepuk-nepuk bokong mungil sang Putri, keduanya begitu gemas melihat tingkah si kecil yang begitu Aktif ini.


"Haus, hm?"


"Emm, Momyy!"


Nareus lansung membuka atasan Alen hingga Bera wanita itu terlepas dan bisa menyusui Baby Zilla yang tampak kehausan, Alen tak tahu kalau Putrinya ternyata tak suka Mengedot.


"Tadi Baby Tidur sama siapa, Nak?"


"Mmam!"


"Oma? Sama Oma Si kecil ini, hm?"


Nareus mengunyel gemas pipi gembul Baby Zilla yang terkekeh geli seraya mengulur tangan mungilnya menyentuh Brewokan tipis dipipi dan rahang Nareus yang selalu membuat ia ketagihan bermain, sedangkan Alen ia melamun kosong menatap Nareus dan Baby Zilla yang saling bercanda membuat kekehan dari mulut keduanya.


Senyum itu lepas tanpa beban, apa aku akan melihat ini seandainya dulu kau tak berjuang untuk Cinta kita, Nareus?


Apa aku bisa melihat Putriku tertawa lepas dan aku bisa melihatmu sebahagia ini?


Batin Alen bertanya-tanya, tanpa sadar setetes air mata itu turun membuat Nareus tersentak kaget merasakan lengannya basah, ia menatap Alen yang berusaha menyembunyikan wajahnya dari Nareus yang lansung memeggang dagunya dengan lembut.


"Kau..Kau kenapa, Sayang?"


"Ti..Tidak ada!"


"Apa ada yang sakit? atau.. atau kau..!"


Alen menggeleng seraya menutup wajahnya dengan satu tangannya karna tak ingin Nareus khawatir, namun pria itu sudah gelisah dengan Tingkah istrinya.


"Sayang! katakan padaku, kau jangan diam saja! apa itumu masih nyeri? atau..!"


Degg,,


Nareus terdiam saat menatap mata Alen yang lansung menembus relung hati keduanya, rasa tak bisa dijabarkan dengan seulas kata yang singkat, cinta itu sangatlah besar dan tak bisa digambarkan dalam bentuk apapun.


"Untuk?"


"Semuanya! aku..aku begitu Arogan, Egois bahkan aku menjamin tak akan ada laki-laki yang tahan hidup be..bersamaku selain kau dan..!"


"Suttt! kau bicara apa, hm?"


Nareus kembali merangkuh Alen kedalam pelukan hangatnya, seraya bibir yang mengecup lama puncak kepala Alen yang bergetar akibat isak tangis haru wanita itu.


"A..Aku minta maaf sayang, hiks! a..aku sudah keterlaluan padamu hiks, maaf!"


"Sudahlah, aku tak apa! jangan menangis begini,"


"Ta..Tapi aku sangat jahat hiks! Pi..Pikiranku sempit, dan..!"


"Sutt! Dengarkan aku..!"


"Aku wanita yang tak tahu diri dan..!"


"DNGARKAN aku dulu!"


Tekan Nareus menagkup kedua pipi lembab Alen yang begitu tak bisa menahan rasa sesaknya, ia begitu takut dan merasa jahat atas apa yang telah ia lakukan pada Nareus yang sudah begitu baik dan Sempurna sebagai seorang suami.


"Itu sudah MASA LALU! kau dan aku serta anak kita sudah berkumpul, jangan kenang itu lagi, hm?"


"Ta..Tapi aku..!"


Cup..


"Nareus aku..!"


Cup...Cup..Cupp..

__ADS_1


Nareus mengecup bertubi-tubi bibir bengkak Alen yang seketika terdiam bungkam alan perlakuan manis Pria ini, untuk sesaat keduanya saling pandang dengan Baby Zilla yang juga menatap Intens kedua wajah Momy dan Dadynya.


"Tak usah menyalahkan dirimu sendiri! Anggap saja aku sedang menjalankan misi!"


"Mi..Misi! Misi apa, Sayang?"


"Memikat Cinta Nona Arogan!"


Alen lansung terkekeh menepuk pipi Nareus lembut lalu menyandarkan dahinya ke ceruk leher Nareus yang tersenyum kecil menatap Baby Zilla yang juga merekahkan bibir Pink segar itu. ia sedari tadi menutupi dada Sang istri itupun tak tahu kenapa.


Dreet..


Ponsel Nareus berdering, ia melihat nama yang tertera disana dan tentu saja itu adalah Smith yang tadi diutus untuk mengeksekusi Rhose yang ingin melarikan diri.


"Hm!"


"Lord! Wanita itu bunuh diri di Mesin penggilingan!"


Nareus lansung terdiam dengan Alen yang tersenyum sinis, ia sama sekali tak menyesal melakukan Rencana memancing wanita itu untuk masuk kedalam Jebakannya sendiri.


"hm! Makamkan sisanya!"


"Baik, Lord!"


Nareus mematikan sambungannya lalu menggenggam tangan Alen yang hanya diam melihat berita di Ponselnya, ternyata kejutan semalam menjadi bualan para Masyarakat, hatinya lega karna semua orang sudah tahu dan menerima semua Bukti dan Argumentasi yang diberikan.


"Apa aku harus datang ke Pers, Sayang?"


"Tidak usah! kau istirahat saja!"


"Tapi mereka mendesak untuk bertemu! bahkan banyak yang minta berfoto!"


Nareus lansung mengetatkan rahangnya menatap Alen yang cekikikan karna sudah tahu kalau Tuan Pemcemburunya ini akan kembali marah.


"Kau senang di Foto-Foto begitu, ha?"


"Sayang! kan hanya Berfoto, aku sangat ingin menunjukan Tubuh Sexsi ku ini!"


"Kauuu!"


"Auuuu..Sayang!!"


Pekik Alen kuat seraya cekikikan mengelak dari gelitikan tangan besar Nareus yang juga asik bercanda dengan anak dan istrinya membuat Seorsng pria yang menatap mereka dari luar pintu sana tersenyum dalam diam.


"Dia sudah bahagia!"


"Hm! Dan aku rasa ini sudah berakhir!"


Ucap Fanya tersenyum mengelus punggung Stephen lalu melangkah pergi, ia akan mengurus surat perceraiannya setelah pulang dari Perancis.


"Kau mau kemana?"


"Pulang! Putriku menunggu di Sana!"


"Aku ikut!"


Fanya berbalik menatap Stephen yang melangkah mendekatinya, pria itu terlihat serius menggenggam tangannya lembut.


"Aku tak ingin berpisah! Aku Mencintaimu dan Ayo kita menyusul Nareus!"


"Cihh! Tak usah begini, aku tahu Pernikahan kita bukanlah Pernikahan yang kau inginkan, aku tak apa Step! aku bahagia jika kau bahagia dan kita tak harus bersama untuk mencapai itu!"


"Kalau begitu ayo kita menikah kembali!"


Fanya terkejut bukan main saat Stephen menggendongnya kilat dan berlari kebawah sana membuat suasana riuh begitu saja, sedangkan Nareus yang tadi mendengarnya hanya tersenyum kecil, ia tadi ingin keluar namun ia mematung didepan pintu melihat apa yang Stephen lakukan.


"Cihh! Akhirnya!"


........


Vote and Like Sayang..


**TAMAT..


Untuk yang terakhir itu Pemberitahuan Karya baru author ya๐Ÿ˜Š**

__ADS_1


__ADS_2