Memikat Cinta Nona Arogan

Memikat Cinta Nona Arogan
Kerapuhan Nareus!!


__ADS_3

Mereka semua terkejut saat melihat Tangki yang Alen masuki meledak kuat membuat Momy Berry histeris diatas sana menatap kebawah, tempat ini benar-benar sudah luluh-lantah dengan Hutan yang mulai terbakar karna lahapan Api ganas ini.


"Lord!!! Keluar dari sana!!!"


Teriak Smith seraya memerintahkan Anggota mereka untuk terjun, Ratusan Helychopter diatas sana datang memadamkan Hektaran tanah ini, apinya sangatlah besar membutuhkan waktu yang lama.


"A..Alen!!"


Lirih Nareus seraya menyibak dinding yang menimbunnya, hidung pria itu berdarah dengan Pakaian yang sudah hangus terbakar ditubuhnya, ia tak perduli dengan semua ini, matanya tetap mencari keberadaan wanita itu Meski Api disekelilingnya sudah mengerogoti tubuhnya.


"Alen!!!"


Nareus berlari kedekat Tangki yang sudah remuk sana dengan wajah yang memerah panas dan juga tak bisa bernafas dikelabut asap ini, ia memfokuskan matanya mencari wanita itu dengan jantung yang tak bisa berhenti mengoyak dadanya.


"Alen!!! aku tahu kau disini, Keluarlah!!"


Teriak Nareus sesekali berlindung dari timbunan Bangunan ini, semua Anggotanya lansung masuk menyonsong Lordnya dengan peralatan yang lengkap.


"Lord! ayo keluar, anda akan Dehidrasi!"


"I..Istriku! Uhukk, Sayang!!"


Teriak Nareus ditengah luka yang menggerogoti tubuhnya ia tetap membelah gumpalan api ini, ia takut kalau Alen sampai terluka apalagi wanita itu sampai meninggalkannya.


Kret..


"Lord!"


Nareus hanya bebatu saat satu kayu terbakar itu menimpa Bahunya, ia seakan menggila mencari sang Kekasih hati yang menyebabkan semua kehancuran ini.


"Alen!!! Aku tahu kau masih, Hidup Sayang!!"


Serak Nareus karna tak mampu untuk menduga, dari gejolaknya tempat ini sudah terbukti tak akan ada yang selamat apalagi Tangki tadi sudah meledak tepat dihadapan Nareus yang tercabik akan semua ini.


Aku mohon jangan membunuhku dengan ini, Aku mohon Sayang!!


Nareus yang memohon tak bisa lagi bernafas, ia bahkan sangat merasa bersalah karna tak bisa menjaga wanita itu, seharusnya ia yang ada di posisi ini, bukan Alen istrinya.


"Lord! anda harus keluar, Bangunan ini akan Roboh!!"


"Alen!! Alen, Sayang!! aku..aku tahu kau disini, Sayang! Aku mohon dengarkan aku!!"

__ADS_1


Nareus menyibak beberapa Betonan yang rubuh sana dengan mata yang menggenang, baru saja ia sangat bahagia kalau ia dan Alen akan menjadi orang tua tapi sekarang Kecelakaan besar ini merenggut harapannya.


"Alen, aku mohon Keluarlah!"


Nareus berjongkok didepan sana karna tak mampu menahan rasa takut itu, ia sangat khawatir kalau Alen benar-benar meninggalkannya dan pergi membawa Buah hati mereka itu.


"Ka..Kakak Ipar!"


Nareus lansung menatap ke samping sana tepatnya dibalik Besi mobil yang terbakar, pria itu lansung melangkah kesana dan sesekali menghindar dari semburan api besar ini.


"Cullen!"


"Ka..Kakak! Ka..Kakakku di..!"


Cullen yang terjepit Body Mobil itu menunjuk ke sebuah Selokan disamping sana, tapi tempat itu sudah dipenuhi timbunan batu membuat Nareus lansung berlari dengan wajah yang panik itu.


"Alen!! Alen sayang, bertahanlah!"


Nareus menyingkirkan Betonan besar yang menimbun tempat ini, keringat itu meleleh keluar seiring dengan lelehan darah dari kepalanya yang tadi terbentur.


Ia sekuat tenaga menahan panas yang membakar tubuhnya ini, bagaimana tidak? Nareus sudah tak lagi memakai atasannya karna telah terbakar tadi hingga Tubuh kekar berotot pria itu dengan leluasa dilalap api.


"Cepat Bantu Lord!!"


Mereka lansung melindingi tubuh Nareus dengan mengelilingi Pria tampan itu, Nareus mengangkat Betonan ini dengan begitu kuat lalu melemparnya disembarang arah.


"A..Alen!"


Lirih Nareus bergetar saat melihat tubuh merah dengan berlumuran darah itu membuat ia histeris seakan separuh nyawanya terhisap paksa dari raganya sekarang ini.


"Sayang!! Alen, Alen ka..kau akan baik-baik saja, Sayang!"


Ucap Nareus mengangkat ringan tubuh Alen yang sudah panas, jantung Nareus berdegup kencang merasakan hela'an nafas wanita ini sangat lemah, bahkan sekujur tubuh Alen tak bisa ia lihat lagi karna dipenuhi Minyak Hitam.


"Cepat Padamkan Api ini!!"


"Lord! lewat sini!"


Nareus lansung menjadikan dirinya Pelindung bagi tubuh Alen aggar tak dijilat api yang berkobar, ia mengecup puncak kepala wanita ini dengan nafas yang tercekat dan air bening yang untuk pertama kalinya keluar membayangkan bagaimana kondisi Istri dan anaknya didalam sana.


Mereka segera mendorong Nareus keluar karna Api ini sudah mulai meruntuhkan Betonan besar disampingnya dengan Smith yang lansung melindungi Lordnya dengan menopang beberapa puing yang ingin rubuh.

__ADS_1


"Cepat Amankan Lord dan Nyonya!!!"


Helkychopter sana lansung menghampiri Nareus yang dengan ringan menggapai tali yang diulurkan dan mengangkat tubuhnya cepat untuk menghindari Api yang semangkin membesar.


"Naik ke Helly Kalian!!!"


Buarrrrr...


Bangunan ini meledak menghiasi malam yang mulai menepis mentari, getaran tanah ini begitu kuat membuat cekukan yang begitu dahsyat mengguncang pinggir kota sana, bagaikan Kembang api besar malam ini begitulah Lulungan Api yang menelan Habis daerah Pertambangan yang untung saja jauh dari pusat kota.


"Sayang, Alen aku mohon buka matamu!"


Bisik Nareus tanpa menepikan rambut Alen yang menutupi wajah cantik wanita itu, ia masih fokus melihat bagian tubuh wanita ini hingga ia terkejut melihat kaki Alen yang membiru.


"Cepatlah!!! Istriku dalam bahaya, Brengsek!!"


"Ini sudah kecepatan Tinggi, Lord!"


Ucap Asisten Buron yang juga ikut panik, tak pernah ia melihat Lordnya begitu hancur seperti ini, bahkan pria itu tampak tak bisa menahan rasa sesak karna ia yakin, Tuan kecil mereka tak akan selamat dalam kondisi seperti ini.


"Sayang, Alen hiks! Ku..aku sudah bilang padamu untuk menurut tapi kenapa kau lakukan ini padaku? kenapa sayang?"


Gumam Nareus dengan tetesan air bening itu keluar, harapannya hancur bahkan sekarang ia sangat membenci dirinya sendiri karna tak bisa menjaga Si kecil dan wanita ini dengan baik.


Sedangkan Alen yang belum benar-benar hilang kesadaran itu menangis dalam diam, ia merasakan wajahnya terbakar dengan tubuh yang memanas, sedari tadi ia mendengar semuanya, bahkan ia begitu merasakan kerapuhan pria ini.


"Kenapa kau lakukan ini, ha??"


Bentak Nareus hilang akal, ia sangat menyayangi Si kecil didalam sana bahkan Nareus behitu bermimpi jika nanti Anaknya lahir ia akan menjadi ayah yang beruntung diatas Dunia, tapi seketika ia ditikam dengan mimpinya sendiri.


"Lord! Kendalikan diri anda!"


"Ta..Tapi anakku! bagaimana dengan dia? aku membenci semua ini!!!"


Nareus membentak kasar, ia tak mampu untuk mendengar pernyataan dari Dokter nanti, Alen yang selalu membuat ia takut kehilangan, bahkan wanita ini seakan menganggap remeh anaknya.


"Ma..Maafkan aku hiks! Aku..Aku sangat Egois, Sayang! Maaf!!"


Batin Alen hanya bisa menangis karna ia tak mampu bersuara dengan luka ini, ia sangat malu jika nanti ia menjadi Monster dengan luka ini, apalagi ia menjadi penyebab Kehancuran Nareus yang ternyata sangat terluka dengan sikapnya selama ini.


......

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2