
Alicia tampak bersembunyi dari hamparan pelayan yang berkeliaran, ia harus menuruti permintaan sang kakak ipar Tengilnya ini hingga ia harus terlibat dengan Pengendapan diam-diam ini.
"Kak! Nanti kita ketahuan!"
"Tidak akan, aku tahu kau terkekang disini! ayo kita keluar!"
Alen memasang maskernya dengan langkah yang pelan menahan nyeri di bagian intinya yang masih belum siap untuk berjalan setelah Penerobosan semalam.
Ia tetap memakai Celana Jeans dan juga jaketnya, meski Nareus melarangnya untuk terlalu banyak bergerak, namun begitulah Alen yang sama sekali tak perduli, ia hanya fokus pada Kegiatannya sendiri.
Hingga saat ini ia sukses mengiring Alicia menuju Gerbang didepan dengan Pengawal dari Manshion yang ketat membuat Alen harus beracting di sana.
"Alicia!"
"Iya, Kak!"
"Kau kan tahu tempat-tempat di Negara ini! temani aku, ya?"
Alicia mengangguk lalu masuk kedalam Mobilnya dengan Alen yang menyetir, ia menatap para Penjaga Manshion sana yang lansung membuka gerbang karna Nyonya Mudanya pergi dengan Nona Muda Keluarga ini, jadi mereka pikir tak apa-apa jika di Perbolehkan keluar.
"Kak, aku takut Kak Reus marah!"
"Dia tak akan marah! kita hanya jalan-jalan!"
Ucap Alen menepuk bahu Alicia yang sudah gugup menatap kebelakang sana, ia sangat takut jika Kak Nareus marah hingga ia kena imbasnya.
Mereka terus berkeliling dengan mata Alen yang bergerilia mencari tempat dan beberapa Objek Foto yang biasa di kunjungi orang ramai.
Dari mulai Taman Lolypop dan juga Fantastik Asian yang menampilkan berbagai Kartun animasi Romansa seperti Aladin dan Jasmine yang tampak sangat menarik.
Mereka berkunjung ke area bermain di Pusat kota dengan Alicia yang benar-benar berbinar melihat Dunia luar ini bagaimana, ia bak seorang Cinderella yang di kurung setelah sekian lama.
"Kau menyukainya?"
"Hm, Yah! disini banyak sekali Pemandangan dan Orang!"
Aken tersenyum kecut, ia sangat memahami kesyunyian didalam diri gadis remaja ini, ia pernah di posisi Alicia yang dituntut menjadi seorang Nona Muda yang tak bergaul dengan kasta biasa.
Setelah menemukan tempat yang pas, Alen memarkirkan mobilnya menuju tempat Wisata bunga Anggrek dan juga Lili di Labirin samping sana, ia menggandeng Alicia turun dengan gadis bercadar itu terlihat sangat Exatied melihat Panorama ini.
"Kau baru pertama kali Keluar begini, hm?"
"Iya, Kak! Momy selalu sibuk dan tak ada yang memperbolehkan aku Keluar sendiri, kalau di Kediaman Aunty Aisyah aku bisa bertemu semuanya!"
Alen menganggukinya, ia menarik lengan Alicia menuju tempat Spot Foto bergaya Zaman Romawi didekat Galeri sana, dengan Fotografer umum yang tampak memotret Para Wisatawan yang tertarik akan suguhan pemandangan ini.
"Mis!"
"Ouhh, bisa fotokan kami?"
Fotografer itu mengangguk berbinar saat melihat Alen dan Alicia yang begitu semangat hari ini hingga ia pun Ketularan berbahagia.
"Mis, pakaianmu cocok untuk Filim Action!"
"Hm! Lain kali aku akan bermain Filim!"
Ucap Alen asal mulai berpose keren dengan jaket yang hitam yang menempel ke Tubuh lansingnya, Alicia tampak berpose biasa membuat Alen harus mengarahkan Si Manis bermulut judes ini.
"Kak, Fotografernya tidak bagus!"
"Kau menyalahkannya, sudah jelas gayamu seperti Foto KTP!"
__ADS_1
Ketus Alen memeluk Alicia dengan satu tangan dan satu-nya lagi ia masukan kedalam saku celana dengan Pose yang Cool diselingi kaca mata hitam itu. Alicia terlihat memeluk Alen bak seorang Adik apalagi tubuh Alen lebih tinggi darinya.
"Foto yang banyak!"
"Baik, Mis!"
Alen terus berpose dengan khasnya sendiri dengan Alicia yang begitu bahagia bebas menirukan gaya sang Kakak ipar hingga mereka dikerumuni banyak orang karna Fisik yang cantik dan Manis.
"Bukankah itu Nona Muda Moureen?"
Mereka berdeas-desus membuat Alen dan Alicia tak nyaman dan akhinya mulai menyudahi kegiatannya.
"Ini, Mis!"
Alen membayarnya tuntas lalu mengambil lembaran hasil Jipratan itu dan menarik Alicia keluar dari Kerumunan.
"Kak! kita beli ICe Cream!"
"Hm! Baiklah!"
Bughh..
Alen tertabrak tubuh seorang pria yang tadi tak fokus ke jalan karna bermain ponsel membuat Foto-Foto ditangan Alen berserakan ke lantai sana.
"Kau jalan pakai Dengkul, Ya? kau pakai mata jangan Otak saja yang berkhayal!"
"Kak!"
Alicia menarik lengan Alen yang ingin menghantam wajah tak jelas Pria yang sedang tertunduk di lantai sana melihat foto-foto yang terpampang jelas itu.
"Hey!! Kau tuli!!"
Geram Alen saat melihat Pria ini malah diam menatap 4 lembar fotonya dibawah sana dengan begitu aneh.
"Sayang!"
Duarrr...
Alen terkejut setengah mati mendengar suara itu dengan Alicia yang benar-benar tak mengerti dan sangat bingung melihat wajah Alen yang pucat dan lemah.
"S..Step!"
Alen semangkin lemas melihat wajah Stephen yang menatapnya sendu dengan mata yang mengembun, keduanya seakan bergejolak ditengah keramaian yang masih mengasingkan.
"Sa..Sayang! Kau..!"
"Step!!"
Grepp..
Alicia terkejut saat Alen malah lansung berhambur kepelukan Stephen yang tersenyum senang dengan bibir yang bergetar membelit tubuh Alen erat dengan wajah yang benar-benar bahagia dan tak menyangka.
"Step hiks! Ini kau kan? i..iya kan?"
"Hm! Sayang!"
Stephen mengecup lama kening Alen yang sudah menangis memeluk Stephen yang begitu tak menyangka bahkan wajah pria itu terlihat pucat tapi tak berhenti mengecup puncak kepala sang kekasih.
"Sayang, ini aku! Step, aku Stepmu!"
"Ta..Tapi kau..!"
__ADS_1
"Sutt! akan ku jelaskan, tapi kau harus ikut denganku!"
Alen terdiam dengan sekugukan yang melanda pernafasanya, ia sangat rindu bahkan begitu bahagia menatap Alicia yang mematung ditempat.
"Alicia! Dai..Dia Kekasihku!"
Degg..
Alen memeluk Alicia yang benar-benar terkejut seakan ini hanyalah mimpi, A..Apa yang terjadi? Bagaiamana dengan Kak Reus? Ini apa?
Pertanyaan yang bergelut di kepala Alicia yang menggeleng menatap Alen yang tersenyum senang menggengagam tangannya lembut.
"Aku akan mengantarmu! dan..!"
"A..Aku pulang sendiri saja!"
"Tapi..!"
Alicia sudah melangkah ke mobil dengan Alen yang tertegun menatap Gadis itu, ia paham Alicia tak bisa menerima, tapi ia juga tak bisa melupakan Step begitu saja.
"Sayang!"
"Hm?"
"Dia siapa?"
Alen tersenyum masuk kepelukan Stephen yang begitu bahagia menggendong Alen menuju tempat Wisata di dekat ini.
Ia berteriak di setiap perjalanan seraya mengecup pipi Alen yang terbawa suasana hingga ia lupa akan pulang.
............
Sedangkan didalam kamar sana, Pria tampan dengan wajah yang meradang bahkan urat-urat biru dari kepalan tangan yang menguat melihat laporan yang baru saja ia terima dari Anggotanya.
Brakkk..
Nareus meninju keras cermin didepannya hungga kaca itu pecah dengan lelehan darah yang keluar dari kepalan tangannya yang panas.
"Berani sekali kau Keluar tanpa Ijinku!"
Geram Nareus meremas Foto dihadapannya sengan amarah yang menggunung, matanya sudah berkabut dengan gertakan gigi yang beradu nyaring melihat Alen yang di peluk mesra bahkan tak segan untuk mencium.
"Lord! Nona dan Pria itu sudah bertemu dan bahkan Nona sudah mencari tahu secara diam-diam dari Laptop anda!"
Amarah Nareus semangkin meruak, tak ia duga wanita itu sangat berbahaya dan licik hingga mempergunakan Laporannya untuk mencari informasi tentang Stephen.
"Bawa dia pulang!"
"Tapi, Nona tak mungkin mau mengerti, Lors!"
"Aku tak mau tahu!!!"
Brakk..
Nareus menendang meja rias dihadapannya hingga kamar ini benar-benar menjadi gudang terbengkalai akibat amukan Nareus yang sangat ingin merantai wanita itu.
"Bawa dia! MAU atau TIDAK!"
Smith mengangguk dan melangkah pergi, ia paham kalau Lordnya marah karna sebagai seorang suami dan juga pria yang sudah nyaman dengan rasa itu ia malah mendapati kenyataan begini.
.......
__ADS_1
Vote and Like Sayang..