Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 13. Pencopet


__ADS_3

"Aaaaaa!!" teriak Tegar kencang, membuat Soraya terkejut, menutup kupingnya, dan itu di lihat oleh Fernando.


"Kenapa? kamu takut?" tanya Fernando sambil pindah duduk di samping Soraya, Tegar yang sedang ketakutan, menatap tajam ke arah Fernando, tapi Fernando cuek aja, tentu saja karena Fernando tidak bisa melihat Tegar.


Fernando memegang tangan Soraya dan memeluknya, dan entah mengapa Soraya diam saja, Tegar yang ketakutan mencoba turun dari tempat duduk dan jongkok menarik tangan Soraya dari genggaman tangan Fernando, Soraya dan Fernando seketika terkejut.


Soraya menatap tajam ke arah Tegar.


"Ada apa di kaki kamu?" tanya Fernando


"Tidak ada apa-apa" jawab Soraya, Soraya menatap ke arah Tegar, yang wajahnya sedikit pucat, menjadi agak khawatir, ia sengaja meminta Fernando untuk duduk di bangku semula, Fernando dengan perasaan aneh mengikuti apa yang di minta Soraya, Fernando melihat Soraya seperti sedang membantu seseorang, tapi anehnya Fernando tidak melihat orang di tolong oleh Soraya, sedangkan Karin hanya tersenyum.


Fernando terdiam dalam pikirannya, hingga kincir angin raksasa itu berhenti, Fernando masih bungkam, melihat keanehan yang Soraya lakukan.


Ketika mereka sudah keluar dari wahana tersebut, Fernando belum juga banyak bicara.


"Ka Soraya memang aneh seperti itu" ucap Karin tiba-tiba pada Fernando.


"Apa sudah lama, Soraya seperti itu?" tanya Fernando.


"Belum" jawab Karin, Fernando terdiam *sayang sekali* bathin Fernando.

__ADS_1


"Sudah kalian bawa ke dokter?" tanya Fernando.


"Tidak usah, jika om Tegar sadar, ka Soraya juga pasti normal lagi!" jawab Karin.


Fernando yang mendengar jawaban Karin menjadi lebih bingung, apa hubungannya Soraya dengan Tegar? mungkinkah mereka adalah sepasang kekasih, sebelum ini? hingga Soraya seperti tidak terima kehilangan Tegar.


Fernando masih melihat ke arah Soraya yang sekarang sedang berdiri di pintu luar toilet, seakan-akan sedang menunggu seseorang yang keluar dari pintu toilet itu.


Fernando berjalan di belakang, Soraya dan Karin yang terlihat bahagia hari itu, Tegar sendiri tersenyum melihat kebahagiaan terlihat di wajah Karin dan Soraya.


"Aaaaaa!!" teriak Soraya ketika tas nya di tarik oleh seseorang. Tegar dan Fernando sangat terkejut, mereka segera menghampiri Soraya, Tegar yang sedang memeluk Soraya terkejut ketika Fernando juga memeluk Soraya, Tegar yang merasa dirinya terhimpit segera melepaskan diri.


Tegar yang melihat Soraya dalam pelukan Fernando, mendengus kesal, apalagi Tegar melihat Soraya terlihat nyaman dalam pelukan Fernando.


Tegar tersadar langsung mengejar orang yang di maksud oleh Karin, sedangkan Fernando terheran ketika dengan jelas Karin memanggil nama Tegar, padahal Tegar tidak ada di sana.


Tegar dengan mudah mengejar, pencuri itu, tapi Tegar tak bisa berbuat apapun, pada pencuri itu, Tegar terpaksa hanya mengikuti kemana pencopet itu berlari. Hingga akhirnya, pencopet itu tiba di suatu tempat dan berhenti, mungkin pencopet itu sudah merasa aman di tempat itu, pencopet itu membuka tas Soraya, lalu mengeluarkan handphone dan dompet yang ada di dalam tas itu.


Tegar masih terus mengikuti kemana pencopet itu pergi, hingga melupakan Soraya, Soraya yang masih dalam pelukan Fernando segera melepaskan diri, mendengar teriakkan Karin, sebenarnya Soraya segera berlari mengejar Tegar, tapi seperti kehilangan jejak, Soraya berputar-putar, mencari Tegar.


Soraya merasa tak boleh sampai kehilangan jejak Tegar, Soraya terus berputar-putar mencari Tegar.

__ADS_1


"Sudahlah mungkin pencopet itu sudah kabur!" ucap Fernando, tapi Soraya seakan-akan tidak mendengarkan Fernando terus saja berputar-putar, hingga akhir Tegar menyentuh pundaknya, Soraya menoleh, setelah tahu Tegar yang menyentuh pundaknya, Soraya tanpa ragu memeluk Tegar, erat.


Tegar terkejut saat Soraya memeluknya, Tegar pun akhirnya membalas memeluk Soraya erat.


Soraya melepaskan pelukan nya lalu menatap Tegar, menyentuh wajah Tegar, entah mengapa hatinya begitu takut kehilangan Tegar.


Mata mereka saling beradu pandang seakan-akan tak akan tak ingin di pisahkan lagi. Fernando yang melihat tingkah Soraya, terlihat bergidik ngeri, karena di matanya, tingkah Soraya sudah tidak masuk akal.


Tegar menarik tangan Soraya, mereka berjalan cepat, Soraya mengikuti kenapa pun Tegar melangkah, Karin dan Fernando mengikuti langkah Soraya.


Fernando terkejut, ketika Soraya berhasil menemukan tas nya yang tergeletak di atas sebuah balok, Soraya langsung mengambil tasnya, dan memeriksa isinya.


"Handphone dan dompet nya di bawa pencopet itu!" ucap Tegar.


"Maaf aku tak bisa merebutnya, tapi aku tahu kemana pencopet itu pergi!" lanjut Tegar


"Kemana?" tanya Soraya.Tegar menuntun Soraya lagi, mereka berjalan agak cepat seperti sebelumnya.


Soraya terkejut saat melihat handphone Tegar ada di tangan seseorang, dengan berani Soraya menghadang orang itu.


"Berikan handphone ku!" ucap Soraya.

__ADS_1


Orang itu terkejut saat melihat Soraya, menatap tajam ke arah Soraya, dan segera mendorong Soraya hingga jatuh, Tegar dan Fernando yang melihat itu langsung bergerak, Fernando memukul orang yang mendorong Soraya,


"Itu handphone ku!" seru Soraya


__ADS_2