Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 39.


__ADS_3

Tegar setelah puas memaki Soraya, segera keluar dari kamarnya lalu langsung menuju mobilnya.


Tanpa menunggu Amanda mengantar dia kerja seperti yang Amanda selalu lakukan, sepertinya bukan sengaja melakukan hal itu, tapi karena dia melupakan tentang Amanda di pikiran dan hatinya saat ini hanya berisi tentang Soraya.


Amanda kesal mengetahui Tegar telah pergi ke kantor tanpa pamit padanya, Amanda tahu ini pasti gara-gara Soraya, dengan kesal Amanda pergi ke kamarnya, tak lama kemudian Amanda pun keluar lagi dari kamarnya dengan membawa tas dan handphone nya, sepertinya Amanda akan pergi keluar pagi itu.


Amanda melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia sudah janjian dengan Sopyan sebelumnya. Amanda akan bercerita pada Sopyan tentang Soraya dan minta pendapatnya.


Setelah tiga puluh menit, Amanda sampai di tempat di mana dia berjanji akan bertemu Sopyan.


Sopyan langsung menyambut kedatangan Amanda dengan pelukan dan ciuman di pipi kanan dan kiri Amanda.


Sopyan merasa hari ini dia akan mendapat jatahnya karena beberapa hari kemarin Amanda tidak menemuinya, dengan alasan Tegar telah sedikit mencurigainya.


"Aku kangen sama kamu sayang" ucap Sopyan.


"Aku juga, tapi ada yang akan aku bicarakan pada kamu!"


"Jangan bilang kita tak akan bertemu lagi"


Amanda tersenyum lebar mendengar itu, lalu menggeleng lemah, Sopyan langsung mencium Amanda meluapkan kegembiraan melihat gelengan kepala Amanda.


"Kita bicara dulu, baru kita bertarung, oke!" ucap Amanda melepaskan ciuman Sopyan.


"Baiklah, cepat katakan padaku, karena aku sudah tidak sabar bergelut dengan kamu di atas tempat tidur itu!" lanjut Sopyan.


Amanda pun menceritakan tentang Soraya dan Tegar pada Sopyan, sedikit tidak percaya, tapi tak mungkin Amanda berbohong padanya.


"Apa selama ini hanya Soraya yang dapat melihat dan bicara dengan Tegar?" tanya Sopyan tak percaya.


"Iya, walau kata dokter Tegar tidak akan pernah mengingat siapa Soraya, tapi hati dan pikiran Tegar begitu terikat dengan Soraya" ucap Amanda sedih.


"Sayang jangan sedih, kan ada aku!" hibur Sopyan.


Amanda memang tidak terlalu khawatir kehilangan Tegar, tapi Amanda lebih khawatir kehilangan fasilitas yang telah dia dapatkan selama ini dari Tegar, jika Tegar lebih memilih Soraya.


"aku tidak terlalu takut kehilangan dia, tapi jika aku kehilangan dia, kita tak akan bisa bersenang-senang lagi" jelas Amanda.


Sopyan mengerutkan keningnya, apa yang di katakan oleh Amanda memang benar, selama ini dirinya selalu bersenang-senang dengan Amanda dengan uang yang di berikan oleh Tegar kepada Amanda.


"Terus kita harus bagaimana?" tanya Sopyan tak mengerti.


"Kita harus bisa menyingkirkan Soraya dari kehidupan Tegar untuk selamanya"

__ADS_1


"Tapi bagaimana??" tanya Sopyan.


"Bodoh!!itu yang aku mau tahu dari mu, kamu punya rencana tidak?!"


"Kemari Lah!!" ucap Sopyan membisikkan sesuatu pada Amanda, Amanda tersenyum lebar mendengarnya.


"Ide yang bagus!!"


"Aku akan mencari alamat Soraya sekarang!!" lanjut Amanda, sambil berdiri hendak pergi dari tempat itu, tapi segera pula di tahan oleh Sopyan.


"Kamu lupa dengan pertarungan kita" ucap Sopyan, Amanda tersenyum malu, lalu segera memeluk Sopyan dan menciumnya, hingga akhirnya berakhir di atas tempat tidur.


Sedangkan Tegar di kantor melihat ruangan Soraya yang baru dan belum sama sekali pernah di masuki oleh Soraya dari balik jendela yang ada dalam ruangannya.


Sebenarnya dalam ruangan Tegar, ada sebuah jendela yang selalu tertutup, oleh sebuah foto besar yang bisa di geser posisinya untuk melihat ruangan yang ada di sebelah, Tegar menatap meja dan kursi yang kosong itu, melalui jendela tersebut dengan tatapan sedihnya. Lalu Tegar berdiri dari kursinya, menuju tembok yang tiba-tiba bergeser seperti sebuah pintu, lalu Tegar melewati pintu itu dan sekarang Tegar berada di dalam ruangan Soraya, ternyata bukan hanya jendela tapi juga ada sebuah pintu yang menghubungkan ruangan mereka, dan semua itu hanya Tegar yang tahu, Tegar menghempaskan diri duduk di kursi milik Soraya, mencoba mencium bau Soraya di sana, tapi sia-sia tak ada bau atau harum tubuh Soraya, yang ada hanya wangi dari pengharum ruangan.


Tegar mendengus kesal.


"Sedang apa dia di sana, bersama ibu?" tanya Hati Tegar.


"Ting" bunyi suara pesan masuk ke handphonenya, Tegar langsung membuka pesan tersebut, yang ternyata dari ibunya, ibu Tegar mengirim sebuah Foto yang memperlihatkan jika dirinya sekarang ada di wahana kolam renang umum.


Tegar mengamati foto itu, ibu memakai baju renang terlihat seksi dan cantik, Tegar tertawa kecil.


"Ting" sebuah foto masuk lagi dalam sebagai pesan dalam handphonenya.


"Karin!!" seru Tegar tertawa lagi.


"Ting" sebuah foto masuk lagi, begitu melihat foto itu senyum Tegar langsung menghilang.


"Sial!!" makinya.


Entah apa yang di lihat Tegar dalam foto tersebut, tapi foto itu membuat wajahnya memerah karena kesal dan marah.


Tegar langsung keluar dan pergi dari kantornya, dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya dalam waktu 30 menit lebih Tegar tiba di tempat tujuan, lalu segera menelepon seseorang, di sana.


Tegar dengan matanya yang tajam melihat sosok yang ada di fotonya tadi lalu segera menghampiri nya, Tegar melepas jas yang sedang di pakainya, lalu segera dia pakaikan di tubuh orang tersebut.


"Ikut aku!!" ajak Tegar, ibu dan Karin yang melihat kedatangan Tegar yang langsung membawa Soraya terkejut, tapi hanya diam tak bergerak.


"Lepaskan, ada apa ini?" tanya Soraya sambil meronta meminta untuk di lepaskan.


"Tidak sebelum kamu ganti baju!!" jawab Tegar.

__ADS_1


Soraya menatap ke arah Tegar lalu berkata "kenapa aku harus ganti baju?" tanya Soraya.


"Kamu tidak malu pakai baju seperti ini?"


"Ini baju renang, semua pakai seperti ini di sini, coba lihat ke sana!" tunjuk Soraya.


Tegar menoleh ke arah yang di tunjuk Soraya, Tegar melihat seorang wanita berpakaian renang.


"Aku tak perduli orang lain, yang penting bagi ku cuma kamu!!" ucap Tegar, membuat Soraya melotot ke arahnya, sebenarnya Tegar sadar tidak mengatakan semua ini padanya.


"Soraya tolong!!" suara teriakkan ibu, membuat Tegar dan Soraya terpaku di tempatnya, melihat ibu di seret jalannya oleh Ayah. Tegar dan Soraya melihat ayah membawa ibu ke ruang ganti.


Tegar tersenyum lebar melihat aksi ayahnya menyeret ibu, ternyata kedua orang tuanya sekarang benar-benar sudah berubah, tidak dingin seperti dulu yang hanya selalu mementingkan ego mereka.


"Kakak!!" teriak Karin.


Soraya dan Tegar menoleh ke arah Karin yang berlari kecil ke arah mereka.


"Kamu juga harus cepat ganti baju, atau mau aku seret seperti ayah menyeret ibu tadi" ancam Tegar pada Soraya.


Soraya menatap Tegar dan melihat ada kesungguhan dari dalam mata Tegar, tanpa buang waktu, Soraya pun segera berlari ke ruang ganti sendirian


acara renang hari ini, akhirnya berakhir dengan datangnya Ayah dan Tegar, mereka dengan ketat menjaga ibu dan Soraya, hanya Karin yang sendirian.


"Apakah ibu yang memberitahukan mereka tentang kita?" tanya Soraya.


"Iya, dan ibu menyesal!" jawab ibu sedih.


"Seharusnya ibu tak melakukan itu, gagal sudah rencana berenang kita" keluh ibu lagi.


Soraya menatap Tegar tajam, Tegar mencoba bersikap normal ketika Soraya menatapnya. Soraya merasa bingung dengan sikap Tegar, Soraya menghela nafas panjang lalu berkata dengan pelan "kalau begini, bagaimana aku bisa melupakan kamu, seperti kamu melupakan aku?!" secara samar Tegar mendengar ucapan Soraya itu, Tegar tidak tahu jika yang di maksud kamu oleh Soraya adalah dirinya, mengepal kesal, karena Soraya mengingat kekasih nya saat sedang bersama dirinya.


"Pria seperti itu lebih baik lupakan saja!" ucap Tegar dengan jelas dan tegas, Tegar merasa tak suka melihat Soraya menangis lagi untuk pria itu.


Soraya menoleh ke arah Tegar dan mengangguk pelan, sedangkan Ayah, Ibu dan Karin saling pandang satu sama lain mendengar obrolan Soraya dan Tegar.


***


Setelah menemui Sopyan wajah Amanda terlihat lebih segar, di kepalanya sekarang ada sebuah rencana yang tadi di usulkan oleh Sopyan padanya, dan Amanda akan segera melaksanakan rencana itu, karena jika di tunda takutnya Tegar akan segera ingat tentang Soraya.


Malam itu Amanda secara diam-diam masuk ke kamar Soraya, dia harus mencari alamat di mana rumah Soraya, karena Amanda harus segera melakukan rencananya itu, sebelum Soraya kembali ke rumah ini.


Sekian lama mencari Amanda tidak menemukan apa yang dia mau, dengan kesal Amanda keluar dari kamar Soraya, besok pagi dia akan bertanya langsung pada Tegar.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan di kamar Soraya?" Amanda mendengar itu terkejut, hingga mundur beberapa langkah kebelakang.


__ADS_2