
"Entahlah aku tak tahu, aku baru pulang dari Jerman bersama dengan Ethan" jelas Rahayu.
Wajah Tegar mendengar nama Ethan, langsung menegang, Ethan adalah perusak hubungan nya dengan Rahayu, Tegar teringat bagaimana Ethan hadir di antara dirinya dan Rahayu.
Rahayu yang baik dan manis datang di waktu yang tepat, saat itu Tegar sedang mengalami banyak perang bathin, yang terjadi akibat perang di antara kedua orang tuanya.
Rahayu dengan sabar selalu menemani dan mendukungnya, saat itu di mana ada Tegar pasti di sana ada Rahayu, mereka seperti pasangan yang sulit di pisahkan.
Tegar pun merasa Rahayu adalah wanita yang tepat untuk dirinya. Tapi saat itu satu kesalahan Tegar lakukan yang membuat Rahayu menjauh dari dirinya.
Tegar yang saat itu mabuk karena kesal dengan ayah dan ibunya, pergi ke club' malam di sana dia bertemu dengan Ethan, mereka mabuk berdua.
Malam itu Ethan dan Tegar mabuk parah, hingga akhirnya utusan dari orang tua Tegar membawa mereka berdua ke rumah.
Malam itu Rahayu sedang menginap di rumah Tegar, Tegar yang mabuk tersungkur di sofa sedangkan Ethan berhasil masuk ke dalam kamar Tegar, dan di dalam kamar ada Rahayu yang tertidur karena menunggu Tegar.
Ethan yang saat itu sedang mabuk melihat wanita cantik sedang tertidur dengan baju yang cukup terbuka, membuat naluri liarnya sebagai laki-laki muncul, dengan sigap Ethan langsung menerkam Rahayu, Rahayu yang saat itu menyangka kalau itu Tegar dengan senang hati membalas sikap nakal Tegar, karena selama ini Rahayu sebenarnya merindukan belaian lembut dari Tegar, tapi Tegar tak pernah melakukan nya, Tegar selalu beralasan jika dia akan menjaga Rahayu hingga mereka menikah nanti.
Entah karena kebetulan atau memang sudah takdir malam itu, tiba-tiba mati lampu hingga keadaan di sana gelap gulita hingga terjadilah sebuah hal terlarang di antara mereka, mereka melakukan hal itu hingga pagi menjelang, Ethan dan Rahayu yang kelelahan tertidur lelap hingga Tegar melihat bagaimana keadaan mereka berdua yang polos di atas tempat tidurnya.
Saat itu Tegar tak bisa berkata apapun, dia begitu terkejut. Begitu pula yang terjadi pada Rahayu dan Ethan, mereka bungkam seribu bahasa.
Sejak saat itu hubungan Rahayu dan Tegar menjadi renggang dan akhirnya Tegar harus rela kehilangan Rahayu untuk selamanya.
Tegar menatap wajah Rahayu yang cantik dengan seksama, hari ini adalah pertama kalinya setelah sekian lama mereka bertemu lagi. Tegar sangat merindukan sosok Rahayu di sisinya, tapi rasanya itu tidak mungkin lagi, apalagi Rahayu sekarang milik Ethan sahabatnya.
Dengan perasaan sedih Tegar pergi meninggalkan Rahayu, dia kembali ke hotel tempat Soraya menginap.
Soraya yang sejak tadi menunggu Tegar, kesal melihat Tegar yang baru saja datang.
"Pergi ga bilang-bilang!" omel Soraya.
Tegar menatap ke arah Soraya, Tegar mendekati Soraya lalu memeluknya erat, Soraya memberontak, mencoba melepaskan diri dari pelukan Tegar.
"Tenanglah! hanya sebentar saja, aku butuh sebuah pelukan" ucap Tegar pelan, mendengar hal itu Soraya menghentikan gerakannya, merasakan Tegar memeluknya makin erat, Soraya dengan sedikit ragu membalas pelukan Tegar, lalu mengusap punggung Tegar lembut.
"Aku tadi bertemu dengan cinta pertamaku yang sekarang sudah menjadi milik temanku, rasanya hatiku sakit sekali sekarang" jelas Tegar.
Soraya mengelus punggung Tegar lagi dengan lembut mendengar hal itu.
__ADS_1
Entah berapa lama mereka dalam posisi tersebut, yang pasti itu terjadi cukup lama.
Hingga tanpa sadar wajah Tegar sekarang berada diantara dua benda yang empuk yang ada di dada Soraya, Tegar yang sejak tadi menutup matanya terkejut saat membuka matanya, mendapati salah satu benda kenyal yang putih mulus milik Soraya itu di depan matanya, dengan cepat Tegar membalikkan wajahnya tapi ternyata di sebelahnya pun benda itu terlihat jelas juga di mata Tegar, Tegar dengan segera mendorong Soraya, hingga pelukan Soraya terlepas.
Soraya yang di dorong terkejut melihat Tegar yang secara cepat menjauh darinya.
"Ada apa?" tanya Soraya bingung.
"A_anu" Tegar tidak meneruskan kata-katanya dia bingung harus bagaimana mengatakannya, yang pasti Soraya akan marah padanya.
"Anu apa?" sentak Soraya.
"Sudahlah, aku keluar saja, lama-lama di kamar ini, burungku bisa lepas!" ucap Tegar lalu segera pergi dari kamar Soraya.
Soraya yang tak mengerti maksud dari Tegar merasa kesal sendiri, di tinggalkan Tegar begitu saja.
Sedangkan Tegar mengusap jantungnya yang berdetak kencang, hatinya pun rasanya tak karuan.
Tegar mencari tempat di mana dia dapat beristirahat di hotel tersebut. Setelah berjalan sebentar Tegar melihat sebuah kursi panjang kosong, Tegar pun segera duduk di sana.
"Mau istirahat juga bang?" suara seorang gadis.
"Kamu bisa melihat saya?" tanya Tegar kebingungan.
" Ya iyalah, kita kan sama-sama hantu!" jawab gadis itu.
"Apa!!" teriak Tegar spontan, ketakutan mengetahui gadis itu adalah hantu.
"Sesama hantu kok takut?" omel gadis itu.
"Aku bukan hantu!" protes Tegar.
"Lalu apa? Arwah gentayangan? itu sama saja dengan hantu!" omel gadis itu lagi sambil tertawa lucu.
"Tapi aku belum mati" protes Tegar.
"Koma!?" tanya gadis itu, Tegar mengangguk.
"Berarti sebentar lagi Abang akan mati!" ucap gadis itu asal, membuat Tegar kesal.
__ADS_1
"Sembarangan!" omel Tegar.
"Koma itu antara hidup dan mati" protes gadis itu.
"Iya tapi aku tak mau mati!" balas Tegar.
"O_ sudah berapa lama Abang koma?" tanya gadis itu penasaran.
"Satu bulan"
"Lama amat bang! Kalau mau mati, mati aja yang tenang bang, tapi kalau masih mau hidup cepat kembali ke raga Abang, sebelum terlambat" ucap gadis itu lagi.
"Maksud kamu apa?"
"Dulu ada teman aku nasibnya sama dengan Abang, saking asyiknya jadi roh gentayangan, dia lupa masuk ke raganya lagi, sampai akhirnya dia di nyatakan mati bang!"
"Aku tidak tahu bagaimana cara kembali ke dalam raga Abang" ucap Tegar sedih.
"Ah_ itu sih gampang bang, cinta sejati Abang yang akan mengembalikan roh Abang sama jiwa Abang" jelas gadis itu.
"Maksudnya gimana?"
"Cari cinta sejati Abang, minta dia cium bibir Abang, Abang pasti kembali ke jasad Abang"
"Apa segampang itu?"
Mendengar itu gadis itu tertawa lalu berkata "memangnya Abang sudah menemukan cinta sejati Abang?" ucap gadis itu dengan senyum kecut.
Tegar mengangguk, Tegar berpikir dia akan menikahi Amanda berarti cinta sejatinya adalah Amanda.
"Kalau gitu cepat suruh dia cium abang!"
"Tapi bener cara ini, ampuh?" tanya Tegar tak percaya.
"Terserah Abang kalau tak percaya" omel gadis itu, sambil berjalan meninggalkan Tegar sendirian.
Tegar terpaku berdiri di tempatnya.
"Ayo, kita pulang sekarang!" ajak Tegar tak sabar sambil menarik tangan Soraya.
__ADS_1