
Soraya akhirnya merasa lelah, lalu tertidur, Soraya lelah menunggu Tegar menemuinya, seperti biasa yang sering Tegar lakukan sebelum mereka tidur, tapi malam ini untuk pertama kalinya Tegar tidak melakukan hal itu.
Soraya terbangun pagi itu, melihat jam di dindingnya, lalu segera turun dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya.
Soraya pergi ke kamar Tegar, untuk melihat keadaan Tegar, Soraya mengambil air hangat dan sebuah handuk kecil untuk mengusap tubuh Tegar, seperti biasa Soraya lakukan setiap pagi, memandikan Tegar.
Dengan cepat Soraya melakukan hal itu, sekarang Tegar terlihat lebih segar dan wangi dengan baju barunya, Soraya pun jadi tersenyum.
"cepatlah sadar, banyak orang yang menantikan hal itu!" ucap Soraya, sebelum pergi keluar dari kamar itu.
"Apa yang kamu lakukan?!" tanya Amanda sinis, saat mereka bertemu di depan pintu kamar Tegar.
Soraya yang terkejut menjawab
"mengganti baju Tegar"
"aku sudah ada di sini, biar aku yang melakukannya mulai saat ini!" lanjut Amanda.
"ba_baik, maaf!" balas Soraya.
Amanda masuk ke kamar Tegar dengan segera, di sana Amanda melihat Tegar memang sudah rapi dan terlihat tampan.
"dia sangat mengurus kamu, rupanya" ucap Amanda.
Amanda merasa Tegar terlalu dekat dengan Soraya, yang tak punya hubungan apapun, rasanya itu tidak benar menurutnya. Amanda akan mengambil alih tugas Soraya mulai hari ini, karena mulai sekarang Amanda ingin Tegar lebih merasakan kehadirannya di bandingkan Soraya.
Soraya kembali ke kamarnya, dia duduk di tepi tempat tidur dengan lemas, menarik nafas panjang, mungkin sudah waktunya dia pergi dari tempat ini.
Tapi Tegar belum kembali ke dalam raganya, bagaimana ini? Soraya tak ingin membuat Amanda makin tidak nyaman dengan kehadirannya di dekat Tegar, Soraya tak ingin merusak hubungan mereka berdua.
***
"pagi Bu bos!" sapa Fernando, melihat Soraya yang sedang bekerja dengan serius di meja kantornya.
"pagi!" balas Soraya sambil tersenyum pada Fernando.
"hari ini pekerjaan mu, banyak tidak?" tanya Fernando.
"tidak, kenapa?"
"bagaimana, setelah pulang bekerja nanti kita pergi ke luar sebentar"
"maksudnya?"
"kita cari udara segar di malam hari, kamu memangnya tidak bosan setiap hari hanya rumah dan kantor yang kamu temui?" Soraya tertawa kecil mendengar ucapan Fernando, siapa dirinya yang boleh merasa bosan dengan pekerjaan nya, Soraya selama ini menganggap semua yang di lakukan olehnya bersama Tegar adalah sebuah pekerjaan, karena Tegar membalas semua yang di lakukan nya dengan imbalan yang tidak sedikit, jadi sungguh sombong jika dirinya merasa bosan dengan pekerjaan yang membawa hidupnya dan Karin menjadi lebih baik, bahkan kini Karin lebih bahagia karena Karin menemukan orang tua baru yaitu ayah dan ibu Tegar yang menyanyangi nya.
__ADS_1
"memangnya kita mau kemana?" tanya Soraya akhirnya, mendengar itu Fernando tersenyum lebar.
"berarti kita keluar malam ini?" Soraya mengangguk.
"kita akan pergi makan di luar, aku bosan makan di rumah, tapi aku tak mau makan di restoran, aku mau di pinggir jalan, sudah lama aku tak makan di sana" cerocos Fernando dengan penuh semangat.
"siap!" jawab Soraya dengan tegas.
"aku tunggu di parkiran, nanti sore" pesan Fernando lalu segera keluar dari ruangan Soraya dengan gembira.
Sore hari pun tiba, Soraya berjalan ke parkiran di mana Fernando sudah menunggunya, Fernando menyambut kedatangan Soraya dengan senyum yang lebar.
Di dalam mobil Fernando sering melirik ke arah Soraya, beberapa hari ini Fernando melihat Soraya tidak pernah bertingkah aneh lagi, tak pernah berbicara sendiri, atau tersenyum sendiri seperti sebelumnya, tapi Fernando melihat wajah Soraya menjadi agak lebih sedih belakangan ini.
"Ada apa?" tanya Soraya membuat Fernando terkejut.
"Tidak" jawab Fernando.
"Di sini kita akan makan, sore ini!" seru Fernando mengalihkan perhatian Soraya.
Senyum Soraya melebar saat melihat ke mana Fernando membawanya.
"Pecel lele!!" seru Soraya kegirangan.
"Tentu saja, salah satu makanan favorit ku!" jawab Soraya senang.
"Ayo turun!!" ajak Fernando.
Soraya tanpa buang waktu, mengikuti apa yang dikatakan oleh Fernando, bahkan dia langsung masuk ke dalam kedai pecel lele itu, meninggalkan Fernando.
Dengan lahap Soraya makan sore itu, senyum terus mengembang di wajahnya, Fernando bahagia melihat hal itu.
Sedangkan Tegar di dalam rumah bersama Amanda mulai merasa bosan, karena tak ada yang bisa di ajak bicara, walaupun kadang Amanda selalu membuatnya tertawa dengan tingkahnya, tetap saja mereka tak bisa berkomunikasi satu sama lain.
Tegar melirik jam dinding di kamar, jam delapan malam, tapi mengapa Soraya belum pulang? tanya di hatinya, Tegar meninggalkan Amanda turun ke bawah untuk melihat apakah Soraya sudah datang.
Tapi rumah masih terasa sepi, Soraya belum pulang, Tegar menarik nafasnya, lalu hendak kembali ke kamar Amanda, tapi langkahnya terhenti saat mendengar gelak tawa dari Soraya.
Tegar membalikan badannya, tepat saat pintu rumah di buka Soraya, mereka saling berhadap-hadapan dan memandang satu sama lain, Fernando melirik ke arah Soraya yang tiba-tiba terdiam.
"Ada apa?" tanyanya.
"Tidak, ayo masuk!" ajak Soraya pada Fernando, Soraya melewati Tegar berjalan bersama Fernando, Tegar terdiam terpaku di tempatnya, melihat keakraban mereka berdua.
Ada perasaan aneh muncul di hatinya, Tegar merasa dadanya terasa sakit melihat pemandangan di depannya.
__ADS_1
Tegar pun berjalan kembali ke kamar Amanda, setelah bayangan Soraya dan Fernando menghilang dari pandangannya, Amanda sudah berbaring nyenyak di atas tempat tidur, Tegar menghela nafasnya, lalu berbaring di samping Amanda seperti yang biasa dia lakukan beberapa malam ini.
Tegar merasa malam ini hatinya tak tenang, dia bahkan tak bisa memejamkan matanya sedikit pun, tubuhnya di bulak balik, tetap saja tidak bisa menemukan posisi yang nyaman, dengan kesal Tegar akhirnya bangun dari tidur nya, turun dari tempat tidur, melangkah keluar dari kamar Amanda.
Tegar berjalan menuju kamar Soraya dengan menembus daun pintu hingga Tegar kini sudah berada di dalam kamar Soraya.
"Keluar!!" teriak Soraya, Tegar segera mengambil langkah seribu keluar dari kamar Soraya, dengan nafas terengah-engah, Tegar menghentikan langkahnya mengatur nafasnya yang sedang tak teratur itu, Tegar teringat apa yang dilihatnya tadi di dalam kamar Soraya, Soraya sedang berganti pakaian.
"Bodoh!!" maki Tegar pada dirinya sendiri, sambil senyum-senyum.
Setelah merasa tenang Tegar kembali ke kamar Amanda dan tertidur di samping Amanda lagi malam itu.
***
Siang itu Amanda kembali keluar rumah, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, Amanda ingin menikmati kota Jakarta hari ini.
Ketika sedang memperhatikan jalanan yang ada di depannya, handphone nya berbunyi, Amanda mengambil handphonenya lalu melihat siapa yang meneleponnya, Amanda tersenyum lebar saat mengetahui siapa yang meneleponnya.
"Halo" sapanya.
"Halo sayang" balas suara di balik telepon.
"Aku rindu kamu" lanjutnya.
"Sama" jawab Amanda.
"Bagaimana kabarmu?"
"Buruk" mendengar jawaban Amanda orang di balik telepon tertawa.
"Sudah ku bilang jangan pergi, di sini kamu tak akan pusing, apa yang kamu mau pasti aku berikan"
"Iya aku sedikit menyesal sekarang, otot-otot ku terasa tegang sudah seminggu tidak berolahraga" ucap Amanda
Orang yang di balik telepon tertawa lagi.
"Bagaimana jika aku menyusul kamu ke sana!"
"Benarkah?"
"Tentu saja, tunggu aku ok!"
"Baiklah!"
Amanda melirik ke arah bangku kosong di sampingnya, Amanda bingung apakah Tegar kini sedang bersamanya atau tidak?. Amanda kali ini beruntung karena Tegar tidak sedang bersamanya sekarang, lalu di mana Tegar sekarang?
__ADS_1