
Fernando terbangun dari tidurnya, lalu turun dari tempat tidur, melirik ke arah jam di dinding, Fernando segera keluar dari kamarnya menuju ruang makan.
Fernando di sana, melihat semuanya sudah berkumpul, Fernando melihat ke arah Soraya, Soraya pagi ini terlihat cantik seperti biasanya, sayang ada sesuatu yang aneh di dalam dirinya, yang membuat Fernando sedikit ketakutan pada Soraya, Soraya yang merasa Fernando terus menatap ke arah nya, menoleh ke arah Fernando, hingga kedua mata mereka bertemu, dan bertaut satu sama kali selama beberapa detik, tapi kemudian Fernando memutuskan pandangan, melihat Soraya yang bergerak-gerak seperti kegelian.
"Diam!!" bentak Soraya.
Semua yang ada di sana seperti tidak mendengar ucapan Soraya, hingga Fernando merasa aneh, paman dan tantenya biasa saja mendengar ucapan Soraya begitu juga dengan Karin, malah mereka tersenyum-senyum.
"Apa sich!?" sentak Soraya.
"Jangan terlalu banyak memandangnya, nanti kamu tertarik repot!bisa patah hati kamu! Fernando tak akan pernah menyukai wanita seperti kamu!" bisik Tegar.
Soraya diam, tidak berkomentar apapun, Soraya melirik kembali ke arah Fernando yang masih memandang ke arahnya, tapi dengan tatapan mata yang berbeda.
"Lihat! dia ketakutan padamu!" ucap Tegar.
"Iya! semua karena dirimu!!" balas Soraya.
Fernando melihat Soraya seperti sedang bicara pada seseorang, dan yang anehnya semua di sekitar Soraya tidak berkomentar apapun. Fernando mengambil sepiring nasi goreng lengkap dengan ayam goreng kesukaannya.
Fernando sarapan sambil melirik ke arah Soraya, dan itu terlihat oleh ibu Tegar, dia merasa tak suka melihat hal itu, Soraya milik Tegar!
"Jangan di lirik terus, nanti kamu naksir!" sindir ibu Tegar pada Fernando. Fernando tersenyum pada ibu Tegar.
"Abis, Soraya cantik!" jawab Fernando, membuat Tegar mendengus kesal, apalagi melihat wajah Soraya yang langsung bersemu merah mendengar pujian dari Fernando.
Ibu Tegar menatap tajam ke arah Fernando, tidak suka dengan pujian Fenando pada Soraya.
"Apa Tegar ada di sini?" Bisik Ibu Tegar pada Soraya, Soraya mengangguk.
"Jangan biarkan siapapun mengambil calon mantu ibu!" ucap Ibu Tegar, membuat semua yang ada di sana terkejut.
"Calon menantu Tante? tanya Fernando.
"Iya, kamu pasti belum tahu siapa calon menantuku?" ucap Ibu Tegar.
"Siapa?" tanya Fernando.
__ADS_1
"Sebelah Tante" jawab ibu Tegar. Soraya menoleh ke arah ibu Tegar.
"Tegar, sudah punya calon sendiri" ucap Soraya.
"Benarkah?" tanya ibu Tegar lagi, tak percaya
"Iya, aku bahkan sudah di ajak bertemu dengan nya oleh Tegar" jelas Soraya.
"Apa sekarang dia tahu kondisi Tegar, sedang koma?"
giliran ayah Tegar yang bertanya, Soraya mengangguk.
"Dia bersedia menunggu Tegar hingga sadar" lanjut Soraya.
"Tapi kenapa dia tidak kemari menjenguk Tegar?" tanya Ayah Tegar lagi, Soraya dan Tegar saling menatap satu sama lain.
"Apa om dan Tante setuju dengan pilihan Tegar?" tanya Soraya mewakili hati Tegar.
"Tentu saja!" jawab Ibu dan Ayah Tegar bersamaan.
Tegar bersorak dalam dunianya, dan hanya Soraya yang dapat melihat kegembiraan pada Tegar Soraya tersenyum lebar melihat hal itu. Ingin rasanya Soraya mengucapkan selamat kepada Tegar, tapi itu tidak mungkin karena Fernando ada di sini.
"Kalau begitu, aku boleh mendekati Soraya?" lanjut Fernando, Tegar yang kala itu sedang tersenyum sendiri, memikirkan pertemuannya dengan Amanda, terhenyak mendengar perkataan Fernando. Tegar menoleh ke arah Soraya yang sedang menatap Fernando sambil senyum-senyum, membuat hati Tegar meradang, bagaimana mungkin itu terjadi dan itu tak boleh terjadi.
Tegar mencubit lengan Soraya yang masih menatap ke arah Fernando dengan senyum nya.
"Aauch!" Soraya meringis kesakitan, sambil mengusap lengannya yang kesakitan di cubit Tegar.
"Jangan kecentilan, maka nya!" ucap Tegar marah.
"Siapa yang kecentilan!" teriak Soraya, marah pada Tegar, membuat orang yang di sana menoleh ke arah nya, ibu Tegar yang mengerti apa yang sedang terjadi membawa Soraya pergi dari meja makan, ibu tegar tak ingin siapapun Tahu kalau Roh Tegar,gentayangan di rumah ini.
Ibu Tegar membawa Soraya masuk ke dalam kamarnya.
"Silahkan kalian berdua bicara di sini! Selesaikan masalah kalian berdua saat ini! ingat di rumah ini, ada orang lain yang tidak boleh tahu tentang Tegar" jelas ibu Tegar, Soraya dan Tegar saling menatap tajam!.
"Ibu tinggal kalian berdua di sini!" pamit Ibu Tegar.
__ADS_1
Setelah ibu tegar pergi, tinggal Soraya dan Tegar yang masih saling menatap tajam satu sama lain, lalu membuang muka masing-masing.
"Jangan centil jadi cewek!" sinis Tegar.
"Aku itu centil bagaimana?" tanya Soraya marah.
"Senyum-senyum pada Fernando seperti tadi, itu namanya centil!"
"Senyum bagaimana?" tanya Soraya.
Tegar terdiam, dia menatap ke arah Soraya, lalu memperagakan bagaimana Soraya tersenyum pada Fernando tadi, Soraya melihat mimik lucu di wajah Tegar, yang membuatnya ingin tertawa tapi sengaja di tahan, Soraya pura-pura marah, karena senyum yang di peragakan Tegar tadi begitu jelek.
"Jelek sekali senyum aku, sama Fernando tadi! bisa-bisa Fernando jadi ngga respek lagi sama aku!" ucap Soraya sambil cemberut.
"Siapa bilang senyum kamu jelek!" sentak Tegar.
"Tadi kamu senyum jelek banget!" sinis Soraya.
"Tapi senyum kamu tadi cantik banget!" puji Tegar jujur tanpa sadar.
"Jadi senyum aku cantik!?" tanya Soraya, sambil tersenyum kecil, Tegar yang melihat wajah Soraya, menyadari kalau Soraya telah mempermainkan dirinya.
Tegar langsung membuang mukanya, Soraya tertawa keras, hingga suara nya terdengar sampai ke luar.
Fernando yang kebetulan lewat, mendengar tawa dari Soraya, berhenti sejenak. Dengan rasa penasaran Fernando memegang handle pintu kamar Soraya, berharap pintu kamar tersebut tidak terkunci.
Apa yang di harapkan Fernando ternyata menjadi kenyataan, ia membuka pintu kamar Soraya perlahan, Fernando melihat Soraya yang sedang tertawa sendirian, Fernando tidak tahu kalau, Tegar melihat perbuatan nya.
Tegar menyentuh Soraya, memberitahu kalau Fernando sedang mengintip, Soraya segera menghentikan tawanya, dan menoleh ke arah Fernando, Fernando yang terkejut terdiam di tempatnya.
"Kenapa berdiri di sana? Ayo masuk!" ucap Soraya, Tegar yang mendengar ucapan Soraya, menjadi kesal, seharusnya Soraya marah pada Fernando karena telah membuka pintu kamarnya sembarangan, bukan menyuruhnya masuk.
Sedangkan Fernando perlahan melangkah masuk dan mendekati Soraya.
"Aku tadi mendengar kamu tertawa lucu, sekali! aku jadi penasaran!" jelas Fernando.
Soraya segera tersenyum mendengar ucapan Fernando lalu berkata "aku sedang menonton Vidio YouTube, lucu sekali" jawab Soraya.
__ADS_1
Fernando mengangguk "boleh aku duduk di sini?" tanya Fernando sambil menunjuk ke arah sisi tempat tidur, yang kosong.
Fernando yang tidak tahu kalau sekarang Tegar sedang duduk di tempat kosong itu, langsung saja duduk, begitu melihat Soraya mengangguk, walau sedikit ragu, karena Soraya tahu Tegar sekarang sedang duduk di sampingnya, Tegar dengan kesal bangun dari duduknya, memberikan tempatnya pada Fernando.