
Penjara Wanita
Ray menjadi tamu untuk menjenguk indah di penjara. Ia menemui nya untuk memberikan surat pengajuan cerai yang sudah lama diisi namun belum sempat di proses.
" Hai Ndah ... " sapa Ray.
" Oh.. Kamu rupanya !!"
" Kenapa?? kamu mengharapkan orang lain ya yang datang kemari? tenang saja, dia pasti datang kok."
" Kapan kamu bebas? "
" Belum lama .., kabar kamu bagaimana? "
" Hahaha ... Ngapain kamu tanya-tanya? sejak kapan peduli sama Aku? lucu sekali! "
" Yah... yang penting Aku datang baik-baik, masalah kamu lah kalau berpikiran negatif begitu ke
Aku. "
" Untuk apa kamu datang? mau lihat kehancuranku?"
" Aku gak lama-lama kok, cuma mau kamu mengisi ini. "
Ray menyerahkan formulir pengajuan cerai yang masih kosong kepada Indah.
Indah mengambil formulir nya dan membaca dengan seksama.
__ADS_1
" Kau memaksaku bercerai lagi? dasar brengsek!"
"Ndah.. sudahlah!! tak perlu lagi kita bersama-sama menciptakan sandiwara baru, di mana pada kenyataannya .. memang pernikahan kita ini sudah tidak ada harapan mulai dari awal lagi."
" Jadi mengapa dulu kamu mengajakku rujuk? "
" yah..memang benar, memang aku mengajakmu rujuk, dulu . Tapi itu bukan kemauanku dan kehendakku. sesungguhnya itu adalah permintaan dari papa mu, pak Hendi. secara, aku masih menghormatinya sebagai orang tuaku walaupun ia cuma ayah mertua."
" jangan lagi sebut-sebut namanya di hadapanku. "
" Oh maaf,aku tidak bermaksud. pada dasarnya walaupun ia bukan papa kandungmu, tapi ia sudah berusaha membesarkanmu dengan kasih sayangnya. seharusnya kamu bersyukur dan berterima kasih, bukan malah memusuhinya dan membencinya. "
" halah.. pasti kamu ngomong begitu karena kamu sudah tahu kan bahwa anak kandung pak Hendi itu adalah Shiera,wanita simpananmu itu. "
" Jaga ucapan kamu ya, setidaknya Shiera bukan wanita beringas seperti kamu! "
" Isi aja itu dengan baik dan benar. "
Indah hampir selesai mengisi data-data kosong di formulir, dan akan selesai pada tahap penandatanganan.
" Kenapa berhenti? cepat tanda tangan! " ucap Ray gusar.
Indah melihat Ray dengan seksama.
" Aku cuma mau tanya 1 hal kepadamu, karena setelah ini takkan ada lagi alasan kita untuk bertemu dan berbincang. "
" apa itu? " Ray mengernyitkan dahi.
__ADS_1
" Selama kita menikah , dari awal hingga akhir aku menjadi istrimu,mendampingimu, pernah nggak, sekali aja kamu merasa kalau kamu mencintaiku atau menyukaiku dan respek kepadaku? "
Indah bertanya penuh keseriusan.
" Aku akan jujur padamu, memang ini harus kamu dengar, walaupun terdengar menyakutkan untukmu. sejujurnya ... tidak! aku tidak pernah mencintaimu. maaf jika jawabanku membuatmu kecewa. pada hakikkatnya, dari awal hingga akhir, orang yang membuatku terkesan hanya satu saja. yaitu Shiera. maaf Ndah,.."
" Jadi jika kamu menuruti segala kemauanku selama ini... itu demi apa? "
" kamu sadar nggak sih Ndah? kamu tuh, aoa kamu tidak ingat? bukan nya jika Aku tak menuruti segala mau dan keinginanmu, kamu akan mengancam yang tidak-tidak? kamu ingat nggak?? maka dari itu sedikitpun simpatiku tidak ada untukmu. "
" Baik. baiklah, kurasa... aku memang wanita yang kurang beruntung dari segi mana pun. mata Indah mulai berkaca-kaca mendengar penjelasan Ray yang sangat begitu menusuk hati nya. "
Indah menyerahkan formulir yang sudah di isi nya kepada Ray, lalu Ia memanggil pengawas yang mengawasi pertemuan nya dengan Ray.
" Bu.., aku sudah selesai. ayo kita kembali ke sel! " tutur Indah.
Indah berjalan meninggalkan Ray. namun saat Indah hendak keluar dari pintu, Ray memanggilnya,
" Ndah ... Sepertinya Dev adalah pria yang tulus mencintaimu apa adanya, semoga ada harapan kalian bersama."
lalu Ray pun pergi ...
Indah tercengang mendengar penuturan Ray.
"Bagaimana bisa Dia tau Aku dan Dev menjalin hubungan ...? "
Indah bertanta-tanya dalam hati.
__ADS_1
...***...