Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 32. perjalanan bisnis


__ADS_3

Soraya menjatuhkan sesuatu dari tangan nya, kedua bola matanya menatap sendu ke arah Tegar.


Tegar pun sama, dia terkejut saat melihat Soraya tepat di depan matanya, matanya sampai tidak berkedip saat itu.


Antara sadar dan tidak, Tegar melepaskan pelukan Amanda dari tubuhnya, Tegar lalu menatap Soraya sekali lagi, lalu membuka mulutnya dan berkata "ingat besok kita harus berangkat pagi-pagi!!" ucap Tegar, lalu segera menarik tangan Amanda, agar mengikutinya setelah sebelumnya memandang ke arah Fernando kemudian menitipkan sebuah pesan "jangan lupa diri!!" ucap Tegar.


Soraya dan Fernando terdiam sesaat kemudian melangkah masuk ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar masing-masing. Tegar mengantar Amanda masuk ke dalam kamarnya, lalu tak lama keluar lagi, setelah berhasil menenangkan Amanda, Amanda ingin Tegar tidur bersamanya malam ini, namun Tegar menolaknya dengan alasan dia terlalu lelah untuk melakukan itu, lagipula ini rumah orang tuanya Tegar tak ingin melakukan itu di sini.


Amanda dengan kesal terpaksa membiarkan Tegar keluar, Amanda tak ingin mencari masalah dengan kedua orang tua Tegar.


***


Tegar dan Soraya berada dalam satu mobil saat ini, walau berbeda tempat, Soraya di depan bersama sopir sedangkan Tegar duduk di belakang, Tegar dan Soraya tak banyak saat ini, keduanya lebih banyak bungkam, bahkan tak saling pandang.


Tegar dan Soraya sedang menuju Cirebon saat ini, setelah ada drama kecil yang terjadi di rumah sebelum mereka berangkat.


Tegar yang sudah siap pergi kesal menunggu Soraya yang belum juga terlihat batang hidungnya. Dengan kesal Tegar mengetuk kamar Soraya, tapi Soraya tak juga menjawab, Tegar yang kesal bertambah kesal, akhirnya satu tendangan dari Tegar berhasil membuka pintu kamar Soraya, Soraya yang saat ini masih terbalut handuk karena baru selesai mandi terkejut, melihat pintu kamarnya di dobrak secara paksa, Tegar langsung saja masuk ke dalam kamar, Tegar melihat ke arah Soraya sebentar, lalu matanya seperti mencari sesuatu di kamar Soraya, tentu saja Soraya kesal melihatnya.


"Apa yang kamu cari?"


"Aku mendengar suara lain dari kamar ini!" jawab Tegar.


"Suara lain apa, maksud kamu?" tanya Soraya.


"Seperti suara seorang pria!" jawab Tegar lagi, matanya masih melihat dan mencari di setiap sudut kamar Soraya.


"Aku dari tadi ada di kamar mandi, tak ada siapa-siapa di sini!" protes Soraya.


"Tapi aku mendengar suara pria itu dengan jelas!" bantah Tegar.


"Kuping kamu harus di bersihin tuh!" bentak Soraya merasa kesal pada Tegar yang main tuduh-tuduh saja.

__ADS_1


"Apa kamu bilang!!"


"Kuping kamu kotor!!"


"Aku tadi menunggu kamu, tapi kamu lama, jadi aku ke kamar kamu, tapi saat di depan pintu kamar kamu aku mendengar suara pria asing!" jelas Tegar dengan kesal.


"Sekarang mana pria itu?!" tantang Soraya sambil membusungkan dadanya di tepat di depan Tegar.


Tegar yang kesal mencengkram kedua bahu Soraya yang saat itu dalam keadaan polos, hingga kulit Soraya yang dingin terasa di telapak tangan Tegar, hal itu membuat Tegar terkejut, lalu menatap tajam Soraya, lalu matanya turun ke bawah, Tegar baru sadar jika saat itu Soraya hanya sedang menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya, dalam posisi Tegar sekarang dengan jelas Tegar melihat sesuatu yang menonjol dari tubuh Soraya, dengan cepat dan kuat Tegar mendorong Soraya, hingga Soraya jatuh, karena kesal dan marah Soraya langsung berdiri untuk membalas Tegar tapi kejadian tak di duga terjadi, saat itu juga handuk yang dipakai Soraya terlepas, Tegar dan Soraya sesaat mematung dengan kejadian itu, tapi kemudian...


"Aaaaa tidaaaaaak!! teriak Soraya berlari kembali masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa handuknya.


Tegar yang masih terpaku di tempatnya mengejapkan matanya berkali-kali, lalu terduduk lemas di lantai.


Itu lah kejadian yang menyebabkan sekarang keduanya menutup rapat-rapat mulut mereka sepanjang jalan, bahkan Tegar yang awalnya ingin meminta Soraya duduk bersamanya mengurungkan niatnya karena kejadian itu, padahal sebelum sampai di tujuan Tegar ingin mengatakan sesuatu agar kerja mereka berjalan lancar, tapi sekarang Tegar pasrah dengan apa yang akan terjadi.


***


Pekerjaan di hari pertama di Cirebon, akhirnya selesai. Tegar dan Soraya menuju kamar hotel yang telah disediakan, Tegar dan Soraya berdiri di depan pintu kamar masing-masing, mereka seperti tidak saling mengenal satu sama lain, tak saling menyapa atau saling menoleh, merek fokus memutar kunci kamar mereka masing-masing, lalu segera masuk ke dalam kamar mereka masing-masing lalu mengunci kembali kamar mereka dengan rapat-rapat.


"Akhirnya!!" teriak Soraya yang merasa amat lelah, karena setelah menempuh perjalanan panjang, dia harus langsung bekerja hingga larut malam.


Soraya langsung merebahkan diri di tempat tidur, tanpa mengganti pakaian nya terlebih dahulu tertidur pulas di sana.


Sedangkan Tegar, dia langsung mempersiapkan berkas untuk besok, pekerjaannya menumpuk, karena dirinya dan Soraya sedang tidak bertegur sapa, jadi dengan terpaksa Tegar kerja sendiri.


"Enaknya dia, mungkin sekarang dia sudah tidur!" keluh Tegar.


Tegar melihat jam telah menunjukkan jam dua pagi, Tegar segera menghentikan pekerjaan, dan bergerak ke arah tempat tidur lalu menjatuhkan diri di atasnya lalu tertidur pulas.


Soraya sudah bangun keesokan harinya dan kini Soraya terlihat mondar mandir di depan pintu kamar Tegar, sudah jam delapan, tapi Tegar tak kunjung keluar dari kamar nya.

__ADS_1


Soraya dengan ragu mengetuk pintu kamar Tegar, sudah beberapa kali Soraya mengetuk tapi Tegar tak kunjung keluar, lima belas menit lagi rapat di mulai, Soraya mulai terlihat panik, Soraya berjalan ke resepsionis meminta kunci kamar Tegar.


Tapi entah kenapa resepsionis itu terlihat enggan memberikan kunci itu pada Soraya, dengan alasan Tegar berpesan padanya tak ingin di ganggu siapapun.


"Mbak, bentar lagi pak Tegar ada rapat penting, jika tidak keluar juga, tender besar akan hilang" jelas Soraya.


"Mbak dengar jika kami sampai rugi besar, saya akan menuntut mbak, karena telah menyabotase proyek kami!" ancam Soraya.


"Iya tapi_" resepsionis itu tidak meneruskan ucapannya.


"Soraya yang sudah kesal segera menarik baju resepsionis itu, lalu mengancamnya.


"Sepertinya anda ingin saya benar-benar menuntut anda!"


ancam Soraya.


"Saya mengerti mbak, tapi saya_"


"Apa sih, saya sedang ada urusan dengan resepsionis ini, silahkan anda berurusan dengan resepsionis lain" ujar Soraya kesal, merasa pundaknya di tepuk oleh seseorang tanpa menoleh.


Soraya kesal bukanya berhenti tapi orang itu makin keras memukul pundaknya,


"Apaan sich!!" teriak Soraya, Soraya menutup mulutnya saat melihat siapa yang sudah memukul pundaknya, ternyata Tegar yang ada di belakangnya saat ini.


"Ayo! kita harus segera pergi!" ajak Tegar menarik tangan Soraya kuat-kuat, Soraya yang tadi ingin menjelaskan pada Tegar tentang situasi yang terjadi mengurungkan niatnya, karena Tegar menarik tangannya.


Sambil berpegangan tangan Tegar dan Soraya sampai di depan pintu ruang rapat, Tegar dan Soraya yang baru sadar jika tangan mereka mah berpegangan segera melepaskan pegangan mereka.


"Baca ini, jangan kurang jangan lebih!" pesan Tegar, pada Soraya sebelum masuk ruang rapat sambil memberikan sebuah map, pada Soraya.


Soraya yang sudah kenal Tegar, tidak mengalami kesulitan menjalankan perintah Tegar, karena Soraya sudah tahu apa mau Tegar, karena itu Tegar hari ini menatap puas pada Soraya seperti biasa yang suka Tegar lakukan setelah Soraya berhasil mengerjakan pekerjaan nya sesuai dengan keinginannya seperti yang sekarang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2