Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
Rumah Duka


__ADS_3

Semua orang berpakaian serba hitam di rumah duka Balai Kasih, tak terkecuali Ray dan Ny.Rosefa .


Pengawal berada dimana-mana, mulai dari jalan utama hingga lokasi rumah duka. Ratusan Papan bunga serta karangan bunga juga tak kalah ramainya memenuhi kanan dan kiri jalan


Ternyata keluarga yang sedang berduka adalah Ray.


hari ini, selasa 29 Juli, pemilik perusahaan tambang batubara di Makasar telah meninggal dunia.


Tuan Adhinatama tutup usia di 73 tahun.


Kesedihan Ny.Rosefa tidak terbendungkan.


Banyak sekali orang-orang penting dan berkuasa datang berbelasungkawa, tidak terkecuali Pak Hendi


Pak Hendi memutuskan untuk pergi ke pemakaman mantan besan nya itu yang dulunya adalah orang yang sombong dan congkak akan pendapatan dari hasil bumi yang mereka kelola.


Meski Ia tau dulu Ray adalah mantu indaman saat bersama Indah.


Pak Hendi menarik nafas panjang sebelum memasuki pintu utama.


Ia melihat Ray sedang memeluk ibunya, Ny.Rosefa


Pak Hendi mendatangi mereka untuk mengucapkan turut berduka cita.


" Ray, Nyonya Rosefa, saya turut .... " ucapan pak Hendi terputus karena dipotong oleh nyonya Rosefa.

__ADS_1


" Mau apa kamu datang kemari? kamu mau tertawa di atas penderitaan kami? mana anakmu si Indah itu yang menipuku mentah-mentah mengatasnamakan kehamilan palsu nya itu. "


Sontak seisi ruangan mengarahkan pandangan pada kepada sumber suara keributan.


" Mom ... tenanglah ... ini bukan salah Papa Hendi! "


" kamu diamlah Ray, jangan mau tertipu lagi kamu dengan mereka. "


" Mom... " Ray memelas.


Ray memberi isyarat kepada pelayan wanita nya untuk membawa ibunya ke ruangan istirahat.


Ray mendekati Pak Hendi dan mengajaknya duduk.


" Papa sehat? "


" Papa nyetir sendiri kemari? "


" Enggak, bersama asisten pribadi Papa, LiLa. kamu kenal kan? "


" Lila.... "Ray memasang wajah berpikir keras untuk menebak Lila yang mana yang du maksud.


Pak Hendi mengangguk.


" Owh ... sekarang Lila bekerja dengan Papa? "

__ADS_1


" Iya, dia asisten pribadi Papa. "


" Indah apa kabar Pa? "


Pak Hendi tersenyum.


" Ray, nampaknya kamu belum begitu tau apa-apa saja kabar terbaru setelah keluar. "


" Beberapa hal Ray tau Pa, seperti Indah yang berselingkuh dengan supir pribadi serta asisten pribadi Ray, si Dev. "


" Buah jatuh memang selalu tidak jauh dari pohonnya. "


" Maksud Papa..? "


" Hmmm... sudahlah, lain kali kita berbincang lagi. Papa juga mau bilang, Papa sudah ketemu dengan anak Papa yang hilang. dulu Papa kan sempat cerita kepadamu. "


" Oiya Pa ... selamat kalau begitu Pa. lain kali Ray akan mengunjungi Papa kerumah, maaf jika ada insiden seperti tadi Pa. Ibu begitu kalut atas kepergian Papa Ray sehingga tidak dapat mengontrol emosinya. " jelas Ray .


" Yah ... ya.. papa mengerti keadaan ibumu saat ini. kamu yang sabar ya!"


" Terimakasih Pa ..! "


Ray mengantarkan Pak Hendi keluar hingga menuju mobil.


di parkiran, tampak Lila sedang membukakan pintu untuk Pak Hendi. Ia sempat melirik ke arah Ray yang saat ini tampak lusuh dan awut-awutan dengan rambut panjangnya.

__ADS_1


Melalui kejadian dulu, sesungguhnya sekarang ini Lila tampak begitu prihatin melihat mantan bos nya itu. Ia tampak tak terurus meskipun harta melimpah.


Begitu pun Ray, Ia tak lagi menyimpan perasaan marah atau dendam kepada Lila yan dulu sempat menjadi sekretaris pribadinya yang cukup dapat di handalkan.


__ADS_2