Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
bab 59. fernando


__ADS_3

Amanda terjatuh terpeleset hingga anak tangga paling bawah, ketika kaki Amanda berputar, kakinya yang satu tersandung kakinya yang satu lagi, hingga keseimbangan tubuhnya goyang dan akhirnya terjatuh, Amanda meringis kesakitan, Amanda mencoba berdiri namun kakinya terasa begitu sakit, Amanda menangis, begitu tragis nasibnya.


"Apa yang kamu lakukan di sana!!" bentak Fernando yang baru saja tiba, melihat Amanda terduduk di bawah tangga.


"Tolong bantu aku, aku tadi jatuh" keluh Amanda.


"Bangun saja sendiri!" bentak Fernando lalu meninggalkan Amanda.


Amanda mencoba berdiri sambil menahan rasa sakit di pergelangan kakinya, sepertinya kakinya terkilir melihat bengkak di pergelangan kakinya, Amanda merayap mendekati sofa.


"Sialan, dia benar-benar tak perduli padaku!" omel Amanda, Amanda terpaksa menahan rasa sakitnya sendiri, Amanda mencari handphonenya, bermaksud menghubungi Sopyan, tapi Amanda ingat kalau handphonenya telah di hancurkan oleh Fernando, Amanda menarik nafas panjang, sempurna sudah kesialan dalam hidupnya.


***


Tegar termenung di ruang kerjanya, lalu membuka laci dan mengambil sebuah remote, hingga sebuah jendela kaca muncul, memperlihatkan pemandangan di ruang sebelah, di sana Soraya terlihat sedang termenung menatap kosong ke depan dengan wajah sedihnya, entah apa yang sedang di pikirkan oleh Soraya, Tegar mengerutkan keningnya sudah seminggu ini dirinya tidak bertegur sapa dengan Soraya, karena masalah Amanda rasa marah dalam dadanya begitu memuncak, menahan amarah dalam dada membuat mood nya begitu buruk, hingga akhirnya Tegar menjauhi Soraya.


"Maafkan aku, sebelum aku bisa menemukan Amanda hati ku tak akan pernah tenang, dan bisa berdua denganmu" ucap Tegar.


Tegar melihat seorang pria masuk ke dalam ruangan Soraya, Tegar mengenal orang itu dia adalah salah satu partner bisnisnya, kenapa dia menemui Soraya? tanya Tegar dalam hatinya.


Tegar memperhatikan bagaimana interaksi yang terjadi antara Bimo dan Soraya, mereka terlihat akrab, sejak kapan mereka dekat seperti itu? bathin Tegar lagi.


Bahkan saat ini Soraya terlihat tertawa bersama Bimo, entah apa yang sedang mereka bicarakan?


Mereka bahkan saling merangkul dan berfoto bersama.


"Ting" sebuah pesan masuk.


Tegar membuka handphonenya dan melihat sebuah pesan yang di kirim oleh Bimo dalam sebuah grup di mana Tegar juga salah satu anggota nya.


Bimo mengirimkan sebuah foto dirinya bersama Soraya dengan tulisan, sepertinya aku akan CLBK dengannya, bagaimana cantik bukan? isi pesan Bimo.


Setelah pesan Bimo pesan-pesan lain bermunculan mengomentari pesan Bimo tersebut.


"Gass!!"


"Cocok Bim! kalau dia tak mau sama kamu lagi kenalkan padaku!" sambung yang lain, Tegar mengepalkan tangannya membaca pesan-pesan tersebut, lalu mengirim sebuah pesan dingin di handphonenya.

__ADS_1


"Tanpa seijin dariku tak ada yang bisa mendekati asisten aku itu!"


"Apa jadi dia asisten kamu Tegar, aku baru tahu kamu punya asisten!"


"Gila asisten Tegar, mantap!"


"Dalam cinta apapun akan ku pertaruhkan!" balasan dari Bimo.


Tegar yang dalam posisi tidak suka bercanda, meradang.


Tegar keluar dari ruangannya lalu masuk ke dalam ruangan Soraya, membuat Bimo dan Soraya yang sedang bicara terkejut.


Tegar menarik tangan Soraya lalu segera membawa Soraya masuk ke dalam ruangannya.


Soraya menatap Tegar yang terlihat marah.


"Lepaskan!" ucap Soraya menarik tangannya dari tangan Tegar.


"Apa Bimo mantan pacar kamu?" tanya Tegar langsung, Soraya menggeleng pelan.


"Bimo teman aku waktu sekolah SMP"


"Jangan marah-marah terus!" ucap Soraya.


Tegar memeluk pinggang Soraya sambil berkata "maafkan aku, masalah kematian ibu membuatku sangat marah apalagi tahu yang melakukan itu adalah Amanda" jelas Tegar.


"Tenanglah, Amanda pasti akan kamu temukan secepatnya dan kamu bisa bertanya padanya mengapa sampai berbuat seperti itu?!"


Soraya melingkarkan tangannya pada pinggang Tegar, Tegar mencium rambut Soraya lembut.


Soraya tiba-tiba melepaskan diri dari Tegar, berdiri dan berjalan menuju jendela yang ada di ruangan Tegar, selama bekerja di ruangan ini tak ada jendela besar seperti itu, Soraya terkejut melihat apa yang ada di balik jendela itu, "itu ruangan aku!" seru Soraya, menoleh ke arah Tegar.


Tegar tersenyum kecil, lalu mengangguk, rahasianya telah terbongkar.


"Pantas kamu selalu tahu apa yang sedang aku kerjakan! Aku sempat menduga kamu pasang cctv di ruanganku, bahkan aku sempat mencari di mana cctv itu berada!" jelas Soraya menatap tak percaya pada Tegar.


Tegar berjalan mendekati Soraya, dan berkata " bukan cuma jendela itu yang menghubungkan ruangan kita, tapi ada juga sebuah pintu" jelas Tegar, tak lama sebuah pintu terlihat membuat Soraya terkejut, menatap tak percaya pada Tegar.

__ADS_1


Soraya masuk ke dalam ruangannya melalui pintu tersebut, lalu menuju cermin besar yang ada di ruangannya, ruangan Tegar tentu saja tak terlihat dari sana.


Soraya tiba-tiba teringat dirinya pernah mengganti baju di ruangannya dan Soraya ingat betul Tegar ada di ruangannya, karena pada saat itu mereka masuk bersamaan ke dalam ruangan masing-masing.


Soraya juga ingat hari itu Tegar lah yang meminta dirinya mengganti baju karena akan pergi menemui klien yang penting.


Soraya segera menarik Tegar yang sedang berdiri di depan pintu, Sekar menarik kerah baju Tegar,membuat Tegar ketakutan.


"Ada apa?" tanya Tegar terkejut.


"Aku ingat pernah mengganti baju atas perintah kamu di ruangan aku, apa kamu saat itu melihat aku mengganti baju?" sentak Soraya.


Tegar tersenyum kecil meledek Soraya, Tegar ingat saat itu memang Tegar menyuruh Soraya mengganti baju, tapi Tegar tidak melihat bagaimana Soraya mengganti baju karena saat itu dirinya sibuk menyiapkan berkas yang akan di bawa olehnya.


"Tidak! aku saat itu sibuk menyiapkan berkas yang akan kita bawa" jawab Soraya.


"Baguslah! mati kamu, jika saat itu kamu sempat melihat aku saat itu" omel Soraya.


"Galak amat sih!"


"Bukan seperti itu, jika kamu melihat aku saat itu, berarti kamu mengintip aku dan aku bisa membuat laporan buat kamu ke polisi!" omel Soraya.


Tegar tertawa keras, lalu menatap Soraya lembut dan berkata "apa kamu tega melihat aku terkurung dalam penjara, hanya karena mengintip kekasihnya ganti baju?" ucap Tegar.


"Tentu saja aku tidak tega, tapi aku akan memberi kamu pelajaran lain selain masuk penjara"


"Apa??" tanya Tegar penasaran.


"Aku akan mencungkil mata kamu, yang nakal itu!" bentak Soraya.


Tegar tertawa terbahak-bahak, tapi kemudian berhenti Tegar ingat sesuatu yang membuatnya malu sendiri saat melihat Soraya.


"Aku memang tak melihat kamu saat itu, tapi aku ingat melihat kamu saat_"


Tegar menutup matanya, menunjukan dirinya sangat malu saat itu melihat Soraya, tentu saja Soraya jadi penasaran.


"Katakan padaku, kamu melihat aku sedang apa?!" sentak Soraya kesal.

__ADS_1


"Ayo cepat katakan padaku!" omel Soraya melihat Tegar malah menatapnya dengan senyuman misterius.


__ADS_2