Mencari Cinta Sejati

Mencari Cinta Sejati
Lemas Takbertenaga


__ADS_3

Kamar Diffa


Tok tok tok


"masuklah" kata Hanna


Hero pun masuk


"tenanglah,aku ini Dokter,jadi aku akan merawat calin istriku dan calon Adik ipar ku" katanya


"ouh,silakan,aku tinggal sebentar,aku harus mengabari Best Freind kami" Hanna ke balkon kamar Diffa


Hero memeriksa suhu tubuh Diffa dan suhunya mencapai 38° Diffa tak sadarkan diri,lalu Hero pergi untuk mengambill peralatan seperti jarum suntik dan infus di rs nya


Hanna prov


"aku telpon siapa dulu yaa??,ahh aku cal semua aja dehhh" Hanna bingung sendiri


Call grup girl☎


Hanna📱eman teman,cepatlah ke rumah Diffa hiks...hiks...


Dinda📱hey aku sudah di rumah Diffaemangnya dia knapa??,aku ada di taman akan ku segera ke kamar Diffa(mematikan telepon)


Lolita📱oke tunggu gw otw(mematikan telpon)


Hanna pun meletakan telponnya di balkon kamar Diffa dan segera kembali masuk ke kamar Diffa


"lho,Kak Hero dimana??" Hanna clingak clinguk


Tok tok tok


"masuklah" kata Hanna


yang masuk itu adalah Dinda


"bagaimana bisa terjadiiu???" Dinda langsung menggenggam tangan Diffa


Hanna oun menceritakan dari A sampai Z tentang kejadian tadi


"pantas saja,kemarin Papi dan Bundanya terlihat tidak akur,yasudah kau sudah telpon Dokter??" tanya Dinda


"tidak perlu,calonnya Kak Cahaya yang mengobatinya"


"haa??,Kak Cahaya mau nikah??"


"Never mind...don't ask too much,help me justify his sleeping position [Sudahlah...jangan banyak bertanya,mari bantu aku membenarkan posisi tidurnya]


" iyaa iyaa"jawab Dinda


15 menit kemudian Kak Hero datang


"Mari biar saya saja yang merawatnya,akan saya berikan suntik penenang saat dia bangun,dan saya akan infus,dari pagi Diffa belum makan kan??" tanya Hero


"belum Kak,dia belum makan dari pagi" jawab Hanna


Tok tok tok


"masuklah" kata Dinda

__ADS_1


Lolita pun masuk


"apa yang terjadi sama Diffa??" tanya Lolita


"Ta ikut gw ke balkon kamar" ajak Hanna


"oke" Lolita mengiyakan


di balkon kamar Diffa,Hanna memberi tau cerita dari awal hingga akir cerita tadi


"gw takut,hidup Diffa bakal kek gw,untung dia punya Kakak yang bakal ngerawat dia,aku...." Lolita menunduk


"kami kan sayang kamuu" kata Hanna yang memeluk Lolita


"oiya lo balik aja ke kamar Diffa gw bikinin minum tamu diluar bntaran y" kata Hanna


"gw bantu aja" kata Lolita


"yaudah ayuk" jawab Hanna


setelah membuat kopi Hanna dan Lolita ke ruang utama dan memberikannya kepada Haikal fan Azkal


"sorry ya tadi ada masalah" kata Hanna


"maap sebelumnya nama saya Lolita,temennya Diffa juga" kata Lolita


"iyha,gw juga tau,kita balik aja ya,ngga enak keluarga ini butuh ketenangan" pamit Haikal


"kenapa Diffa ga keluar keluar dari kamar??,dia sakit kah??,kasian tadi wajahnya memerah seketika" batin Azkal


"ga usah balik,gw butuh kalian" Adam datang dan langsung berpelukan khas lelaki


"Diffa mana Dam??" tanya Azkal ke Adam


"Diffa ada di kamar dia belum sadarkan diri,suhu tubuhnya juga ningkat 38° panas banget,Kak Cahaya udah sadar,dia sama Daffa sekarang" jelas Adam


"lalu Tante??" tanya Lolita kepada Adam


"gw gak tau,gw kecewa sama dia" kata Adam


"kecewa maksutnya??" tanya Lolita


"kenapa Bunda mengijinkan di maduu???!!!" bentak Adam


"APA?!" Daffa langsung syok mendengar perkataan Adam"jad jadi Papi punya istri baruu??"tanya Daffa


"iyha,dan sedihnya lagi kita akan dapat adik dari Asisten gak tau diuntung itu" kata Adam


tiba tiba cewe sexy menyelonong masuk dan memeluk Adam


"Adam sayang...maafkan aku yaa baru datang,bfaimana keadaan Kak Cahaya dan Dek Diffa??" tanya wanita itu


wanita itu memang sexy,namun dia baik gk kayak Micha


"merka ada di kamar masing masing" jawab Adam


"yasudahh,aku mau melihat adik ku dulu" wanita itu berjalan menuju kamar Diffa


"siapa dia Kak??" tanya Daffa curiga

__ADS_1


"dia pacar Kakak" jawab Adam


"apakah dia baik??" tanya Daffa


"baik,dia berpakaian seperti itu karena harus membawa nama baik keluarganya" jelas Adam


"oke,dan maap membuat ketenangan tamu disini tidak nyaman" kata Daffa


"hey tidak papa koog" jawab Haikal


"Azkal...kenapa dari tadi diam??" tanya Adam


"aku emm tidakk" jawab Azkal


"kau kenapa???" tanya Haikal


"emm tidakk" jawab Azkal lagi


"haha biarlah orang ini memang aneh" kata Haikal dan Adam bersamaan


Tok tok tok


lalu orang itu masuk,dan benar sajaaa itu Papi dan asistennya bergandengan


"apa maksut Papi,kemari??" tanya Daffa dan Adam yang langsung berdiri


"You guys forgot,this is papi's house[kalian lupa,inikan rumah Papi" kata Papi


"It's okay after Diffa and Sis Light woke up,we will leave[Tidak apa apa setelah Diffa dan Kak Cahaya bangun,kita akan pergi]" kata Adam


"hey,Papi tidak menyuruh kalian untuk pergi,kalian cuma harus memanggil Tante Nindi dengliveeebutan Bunda,dan anak yang ada di dalam perut Bunda ini itu juga adek kalian loo" kata Papi


"kami mohon permisi" Haikal dan Azkal pergi,Hanna dan Lolita ikut masuk ke kamar Kak Cahaya karna di kamar Diffa sudah ada Dinda


"kami tidak mau memanggilnya Bunda!!" bentak Daffa


"aku juga tidak setuju Mas,lebih baik kita cerai dari pada,berbagi suami seperti ini" kata Bunda


"oke,Papi akan me ceraikan Bunda,dan kalian akan hidup gelandangan,karna perusahaan Cahaya dan Adam adalah akses Papi" kata Papi


"Just take our property,we still have a company,a Daffa company[Ambil saja properti kami,kami masih punya perusahaan,perusahaan Daffa]" kata Adam


"I Hate You Daddy!!!!" bentak Diffa yang lari dari kamar dan mendengarkan ucapan Papinya tadi


"sayang kuu,mari nak,ikut dengan Papi dan Bunda nww" ajak Papi


"You think I care??,not at all[Anda pikir aku peduli???,tidak sama sekali]" kata Diffa


ternyata Kak Cahaya juga sudah bangun dan menyaksikan kejadian itu secara live,dan wanita sexy itu juga


"I can't believe Om can do such a thing[Aku tidak percaya Om bisa melakukan hal seperti itu]" kata wanita itu


"tidak Zahra,Tante lahh yang sudah tidak perhatian lagi dengan Om" kata Papi


"Lest's get out of here,and don't bring a single gift from him[Ayo keluar dari sini,dan jangan membawa hadiah satupun darinya]kata Bunda


Bersambung💜💜💜💜💜💜💜


maaf typo

__ADS_1


__ADS_2